LAC 49 – Bangsawan Yang Berkunjung Adalah Anak Muda Yang Imut

Featured Image

LAC 49 – Bangsawan Yang Berkunjung Adalah Anak Muda Yang Imut

 

“Tuan, Zhuo Zi kecil telah berhasil membujuk Pangeran Keempat. Dalam beberapa hari ke depan, dia akan pergi ke Ying WangFu”. Seseorang yang berpakaian seperti kasim pengadilan berlutut di lantai, melaporkan kepada orang di depannya.

“Kau melakukannya dengan baik. Apa persiapan lain sudah dilakukan?” Suara sayu seorang wanita bergema samar-samar melalu ruangan yang luas dan kosong, tampak menakutkan.

“Tuan, tenang saja. Semuanya akan berjalan sesuai rencana”.

“Kalau begitu bengong akan menunggu kabar baik darimu”.

“Seperti yang anda perintahkan”.

ukiran phoenix yang berbentuk indah itu terbuat dari benang emas, yang memancarkan cahaya samar di bawah cahaya istana yang gelap.

Hari-hari berlalu satu demi satu dan Chu Qing Yan sedikit demi sedikit menyesuaikan diri dengan suasana hati Xiao Xu yang tidak menentu, tapi dia (XX) masih suka menggodanya. Ini adalah pemikirannya (QY) sendiri.

Kecuali hari dimana Xiao Xu menulias kata ‘bodoh’ dan ‘tolol’ di atas kertas, kehidupan sederhana Chu Qing Yan berlalu dengan cukup nyaman. Ini semua karena dia sangat senang menjadi terpelajar.

Tapi dari perspektif Chu Qing Yan, Xiao Xu hampir tidak memenuhi syarat sebagai guru yang baik. Tulisannya (QY) yang mirip dengan tulisan tangan anjing sudah bisa diterima.

Jika ada sesuatu yang dia (QY) tidak puas, para bawahan Xiao Xu lah yang memandangnya dengan ketidaksabaran dan kebencian, terutama Cheng Yi.

Tapi, Chu Qing Yan, yang selalu berpura-pura imut, masih bisa menangkap hati beberapa pelayan senior di Halaman Jade, seperti Huang Yi dan Lu Yi.

Hari ini, Chu Qing Yan sendirian diruang belajar, berlatih karakter cina nya seperti biasa. Kadang, ketika Xiao Xu melihat posturnya tidak benar atau tulisannya tampak jelek, dia akan mengajarinya dengan tangannya (XX) berada di atas tangannya (QY), sama seperti pertama kali. Chu Qing Yan dengan bertahap terbiasa dengan kontak kulit. Pandnagannya juga melebar karena Xiao Xu hanya melihatnya tidak lebih sebagai seorang anak-anak. Selama hatinya (QY) teguh, maka dia tidak akn merasa canggung atau malau.

Setelah Chu Qing Yan menulis dua halaman karakter cina, seorang pelayan masuk ke ruangan belajar, setelah itu, Xiao Xu keluar, menginstruksikannya untuk terus menulis dengan benar. Chu Qing Yan setuju.

Jika itu sebelumnya, dia (QY) pasti sudah melakukan kesalahan, tapi setelah tiba di era kuno, dia sangat memahami pentingnya menguasai suatu keterampilan. Tapi, dia tidak seperti seorang protagonis dalam novel, yang setelah melintasi waktu, memiliki tangan emas, seorang perempuan yang memiliki pengetahuan medis yang baik, atau mungkin memiliki keterampilan seni bela diri. Setidaknya, kemampuan bertani. Dia hanya punya sedikit sekali kemampuan, jadi sekarang, dia ingin belajar menulis, setidaknya di kehidupan sebelumnya, tulisannya memenangkan penghargaan peringkat dua di negaranya, oke? Hanya saja persyaratan Xiao Xu terlalu tinggi, kata-katanya (QY), dalam sudut pandang Xiao Xu, mirip seperti tulisan anjing. Dia (QY) tidak akan membiarkannya (XX) menerimanya dengan mudah.

Jadi, Qing Yan dengan tidak kenal lelah menulis beberapa halaman karakter cina lagi sebelum meletakkan kuasnya. Ketika dia berdiri, dia memijat pergelangan tangannya, tiba-tiba sepasang mata besar dan gelap muncul dihadapannya. Dia buru-buru mundur beberapa langkah karena ketakutan sampai tubuhnya membentur ambang jendela.

Dia mendongak dan melihat seorang anak muda, tanpa suara muncul entah dari mana. Dia tampak menawan seperti batu giok putih. Dia memiliki bibir merah dan gigi putih, dengan bulu mata yang panjang dan keriting. Wajahnya tampak sangat lembut seakan-akan hanya dengan cubitan, air akan mengalir keluar. Dia terlihat sangat lembut, seperti anak laki-laki muda yang imut. Hanya saja sepasang mata phoenix-nya sedikit menyipit, menunjukkan kesombongan yang menganggap semua orang berada di bawahnya.

“Siapa kamu?” Chu Qing Yan memegang dadanya dan membuka mulutnya dengan nada tidak senang. Meski anak muda di depannya tampan seperti bunga, dia tidak melewatkan penghinaan dan permusuhan yang ada di matanya!

“Kau tidak memiliki kualifikasi untuk tahu siapa pangeran ini!” Dengan nada tidak sopan, dai mengangkat kepalanya dan memandangnya dengan rendah.

Dia benar-benar seorang bocah. Meski dia lebih tinggi darinya (QY) dan tampak lebih tua darinya, sikap dan tingkah lakunya sangat kekanak-kanakan. Satu kalimat dan dia sudah mengungkapkan identitasnya.

Sepertinya dia adalah adik Xiao Xu, Pangeran negara Xuan Barat. Tapi, Chu Qing Yan sama sekali tidak tertarik pada keluarga kerjaan. Dia hanya tahu tentang Kaisar pensiunan dari Xuan Barat yang sangat ingin dia menikah dengan kediaman Ying Wang, Kaisar Xuan Barat yang menambahkan minyak ke dalam api, Permaisuri Liang ayng katanya tidak menyukainya. Lalu, ada Xiao Xu, dan yang lainnya, dia (QY) tidak memiliki keinginan untuk mencari tahu.

“Qing Yan memberi hormat kepada Wangye”. Seorang jenius yang beradaptasi dengan keadaan. Dengan jelas dia bisa melihat ketidaksabaran dari diri pemuda ini, kenapa repot-repot untuk menghancurkannya?

Jangan pernah menampar orang yang tersenyum, Chu Qing Yan memiliki ide ini di dalam pikirannya.

Jangan pernah menampar orang yang tersenyum – ketika seseorang mengakui kesalahannya, pihak lain tidak akan tahan untuk mengalahkan mereka.

Xiao Ran tidak menduga jika identitasnya akan terungkap dengan cepat. Dia tidak marah, sebaliknya, di berputar-putar mengelilingi Chu Qing Yan yang membungkuk di hadapannya untuk memberi hormat. Gadis kotor ini tampak biasa, tinggi badannya sangat pendek, dan perilakunya kasar. Bagaimana bisa gadis seperti ini layak menjadi istri kakaknya. Hanya dengan memikirkan itu membuat perut Xiao Ran penuh dengan amarah.

“Gadis kotor, kualifikasi apa yang kau miliki untuk menjadi Ying WangFei? Kau bahkan tidak pantas untuk membawa sepatu kakak kekaisaran pangeran ini!” Di istana kekaisaran, dia telah mendengar banyak penilaian tentang Chu Qing Yan oleh para pelayan. Jika dia tidak bersikap vulgar, maka statusnya rendah. Saat ini, dia juga memiliki pandangan yang sama dengan melihat gadis di hadapannya ini.

Sudut bibir Chu Qing Yan bergetar. Dia tidak tahu kapan dia pernah menyinggung pangeran satu ini. Begitu dia datang, nadanya kasar seperti saat dia meminta keadilan dari Xiao Xu, tapi orang ini seperti pepatah ‘Kaisar tidak khawatir, tapi kasim khawatir setengah mati‘. Xiao Xu, orang itu sendiri, tidak mengatakan apapun. Bukankah kontrolnya terlalu luas?

Kaisar tidak khawatir, tapi kasim khawatir setengah mati – orang yang terlibat tenang dan terkumpul, tetapi pengamat / pelayan sangat khawatir.

“Menjawab Wangye, Qing Yan bukanlah gadis kotor. Menjadi Ying WangFei bukanlah sesuatu yang di putuskan Qing Yan. Ada pun tentang memegang sepatu Ying Wang, tentu saja ada orang yang bertanggung jawab untuk hal itu. Wangye harus merasa yakin. Selain iu, Qing Yan sangat ingin tahu, apakah Wangye tinggal di tepi pantai?”

Xiao Ran awalnya sangat marah, tapi saat dia mendengar bagian akhir dari pertanyaannya, dia kebingungan, dan dengan wajah penuh keraguan, dia bertanya, “Apa maksudmu?”

“Kontrol anda telalu luas”. Qing Yan menanggapi dengan adil.

Xiao Ran sangat marah seperti orang gila, ini adalah pertama kalinya dia di ejek oleh seseorang, dia tersedak oleh kata-kata seseorang. Dia berkata dengan agak bingung, “Kau, gadis kotor, kau berkata seperti itu dengan nada tinggi, kau benar-benar berani menentang pangeran ini. Seseorang datang dan tampar mulut gadis ini!”

Ketika dia selesai, dua orang yang tampak lembut segera muncul dari belakangnya, hanya dengan satu pandangan bisa diketahui jika identitas mereka adalah kasim pengadilan. Chu Qing Yan tidak menyangka jika pemuda ini akan langsung datang ke panggung dengan kekerasan. Dia (QY) hanya berdiri dengan linglung, dia terpojok.

“Wangye, meskipun anda adalah seorang putra naga, anda tetap tida bisa menetapkan hukuman pribadi. Selain itu, saya masih kakak ipar anda dalam nama!” Chu Qing Yan membusungkan dadanya, mengabaikan rasa takut di dalam hatinya, dia berpikir ‘kemana perginya es batu itu? Halaman Jade ini besar, kenapa tidak ada satu orang pun!?’

Ipar?

Xiao Ran seperti tersambar petir. Menerima boneka, seorang gadis yang berumur dua tahun lebih muda darinya sebagai kakak ipar. Selain itu, sebagai istri utama dari kakaknya yang paling ia kagumi, hormati, dan bagaikan dewa, terlalu sulit baginya menerima semua itu. Bagaimana bisa gadis kotor di depannya ini layak unutk kakaknya yang bijaksana, bagaikan dewa militer?

Perut Xiao Ran terbakar dengan amarah. Bahkan jika Ayah Kekaisaran dan Kakek Kekaisaran hanya bermain-main, lupakan saja. Dia harus mengajari gadis kotor ini dengan benar agar ia tahu perbedaan langit dan bumi. Jika tidak, maka tidak ada yang bisa menenangkan amarahnya.

“Tampar dia untukku!”

Setelah menciptakan keributan seperti itu, tidak ada seorang pun yang datang, hati Chu Qing Yan sedikit demi sedikit mengerti. Kesedihan melintas di dalam hatinya. Dia tidak salah menebak, tapi karena status orang di hadapannya ini begitu mulia sehingga tidak ada seorang pun yang bernai berdiri, hidup dan mati berada di genggamannya. Mengambil dan merebut, itulah orang di zaman kuno. Orang-orang di lapisan atas terus naik ke atas, sedangkan orang-orang biasa serendah semut. Perasaan semacam ini membuat sulit!

Sudut bibir Chu Qing Yan tertarik sedikit, menunjukkan senyum yang mengejek dirinya sendiri. Perlahan dia menutup matanya dan menunggu tamparan itu mendarat.

 

 

Bengong : aku, digunakan oleh permaisuri atau selir kekaisaran

WangFei : istri utama Wangye

 

LAC 48 - Memberi Riak Saat Chu Qing Yan Belajar Menulis
LAC 50 - Perbedaan yang Tidak Dapat di Damaikan, Tunggu dan Lihat Saja

2 thoughts on “LAC 49 – Bangsawan Yang Berkunjung Adalah Anak Muda Yang Imut”

    1. Hehe… Maaf yaa. Bln2 ini lg sibuk di dunia nyata nih..
      Nnti diusahakan deh…
      Terus dukung kami yaa -Rei

Leave a Reply

Your email address will not be published.