LAC 42. Mudah Menghindari Tombak Ditempat Terbuka

Featured Image

-oOo

(Mudah Menghindari Tombak Ditempat Terbuka Sulit Menghindari Tusukan Dikegelapan = Idiom China Kuno)

Chu Qing-Yan kembali ke halamannya setelah tiba-tiba terkejut ketakutan. Setelah menenangkan diri, keringat dingin mengucur di punggungnya.

Sejujurnya, hari ini sebenarnya semacam tindakan yang berisiko. Dia bukan orang yang tidak kuat menghadapi kesulitan, hanya saja tidak jelas tentang situasi di kediaman Wangye. Pada akhirnya, dia tidak yakin bagaimana Xiao Xu benar-benar menilainya , oleh karena itu, dia harus berani menghadapi bahaya berdiri di depan harimau dan menarik kumisnya, sementara menempatkan hidupnya dalam bahaya. Semua ini untuk melihat apakah dia benar-benar akan melampiaskan kemarahannya karena pernikahan yang tidak sesuai dengan seleranya.

Tapi dia harus katakan, hasil tes masih membuatnya bingung dan banyak berpikir. Dari sikapnya, dia bisa merasakan bahwa wangye sudah memperlakukannya hampir seperti hewan peliharaan. Setiap kali dia sedang ingin, dia akan sedikit menggelitiknya.

Perasaan ini sangat halus, tetapi dia tidak merasakan ada niat jahat di baliknya.

Berlawanan dengan usul yang wangye ajukan hari ini bahwa ia tolakdi tempat. Berpikir tentang itu sekarang, jika dia benar-benar setuju pada waktu itu, apakah wangye benar-benar membiarkannya pergi dan membiarkan dia meninggalkan kediaman?

Dia tidak tahu jawabannya.

Chu Qing-Yan menghela nafas. Karena dia sudah ada di sini, lebih baik juga membuat dirinya sendiri nyaman.

Akhirnya melepaskan masalah-masalah ini, Chu Qing-Yan meregangkan pinggang dan tiba-tiba merasa perutnya kosong. Tepat pada saat ini, Xi Ning berjalan masuk membawa nampan

Wajah Chu Qing-Yan melebar dalam senyuman, ‘sangat tepat waktu’, pikirnya. Tapi ketika dia melihat benda-benda di atas nampan, dia kehilangan selera makannya.

Xi Ning melihat kedutan di sudut mulut majikannya dan tidak bisa tidak menurunkan alisnya dan dengan bersalah berkata, “Nona, ketika pelayan ini pergi ke dapur untuk mengambil makanan, hanya ini yang tersisa.”

Sayuran yang sedikit hangus, roti kukus tanpa kulit dan bubur cair yang tidak berbeda dengan air.

Chu Qing-Yan mengerutkan dahi sembari melambaikan tangannya, “Taruh di sana. Bagi orang-orang yang menderita kemiskinan di luar, ini sudah dianggap cukup bagus. “

Ini adalah makanan pertama yang dimilikinya tanpa harus makan dengan Xiao Xu. Dia tidak pernah berpikir bahwa ini akan menjadi perlakuan yang dia terima sebagai calon istri resmi pangeran. Namun, mengingat saat dia melangkah ke dalam kediaman, bagaimana Bai Hu menunjukkan wewenangnya, sudut mulutnya tertarik ke belakang dan ke depan. Lupakan, hidup di bawah atap orang lain berarti kau harus menurunkan kepala mu. Kenyataanini, dia mengerti.

Tapi ketika dia mengunyah roti kukus yang tidak berasa ini, Chu Qing-Yan tidak bisa tidak merindukan roti kukus emas yang dibuat Huang Yi. Kunyahan itu, kelembutan yang gurih itu, membayangkannya hampir membuat air liur Chu Qing-Yan mengalir keluar.

Pada saat ini, Xi Ning memperhatikan dari samping tuannya sedang makan, hatinya sedih tetapi juga senang ketika dia berkata, “Untungnya, Wangye tidak membiarkan anda sarapan bersamanya. Namun, anda masih makan siang dan makan malam diHalaman Giok. Kemudian, Tuan tidak perlu memakan makanan yang sulit ditelan ini. “

Baru sekarang Chu Qing-Yan mengingat kata-kata Xiao Xu padanya di Halaman Giok. Dia membebaskannya dari menemani di pagi hari, tetapi dia harus hadir di semua waktu makan yang lain. Untuk mengatakannya secara halus, itu untuk membantunya beradaptasi dengan gaya hidup saat ini dengan lebih cepat. Tapi Chu Qing-Yan tidak mengerti, apa yang harus ia lakukan untuk beradaptasi dengan gaya hidup ini? Namun, ketika mengingat udara dingin yang dilepaskan oleh pria itu, dia segera menganggukkan kepala sebagai dukungan. Beradaptasi sangat penting, bagaimana jika suatu hari nanti dia tidak dapat menangani suhu rendahnya dan menjadi kaku-kaku, apa yang akan dilakukan kemudian?

Berpikir sampai di sini, Chu Qing-Yan segera mengusap merinding pada lengannya.

Setelah selesai makan, benar-benar tidak ada yang bisa dia lakukan. Jadi Chu Qing-Yan membuat Xi Ning berbicara tentang hal-hal di kediaman.

Kenyataannya, Xi Ning baru berada di kediamanselama setengah tahun. Selain itu, dia masih sangat muda, jadi dia tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang hal-hal di kediaman. Akibatnya, Chu Qing-Yan hanya mampu memahami beberapa poin dari kata-kata kekanak-kanakannya. Contohnya:

Gadis-gadis pelayan senior tujuh warna adalah nama generik Chu Qing-Yan untuk menyebut pelayan tujuh berwarna. Seperti Hong Yi dan Cheng Yi, yang berada di sisi wangye sejak muda, dan lima orang lainnya yang secara bertahap ditugaskan ke sisinya. Seperti Huang Yi, yang merupakan keturunan dari keluarga koki terkenal tetapi dijual ke wangfu karena keluarganya mengalami pembalikan keberuntungan. Karena dia memasak makanan yang lezat, dia dipilih oleh pengurus rumah tangga dan diatur ke dalam Halaman Giok.

Dan di sisi Xiao Xu, ada juga pengawal kekaisaran, Gu Rong dan Gu Yi, yang diatur oleh Permaisuri Liang lima tahun lalu untuk tetap di sisinya, untuk melindunginya.

Xiao Xu biasanya tidak memperdulikan dirinya sendiri dengan urusan di kediaman. Hal-hal besar dan kecil yang terjadi pada dasarnya ditangani oleh pengurus rumah tangga, dan halaman belakang dikelola oleh Hong Yi.

Chu Qing-Yan berpikir, sepertinya Xiao Xu menganggap pelayan senior Hong Yi sangat tinggi. Setelah berada di sini selama beberapa hari, dia juga merasa bahwa Hong Yi hangat dan sopan, cara dia menangani hal-hal juga sangat santai dan bertanggung jawab. Kata-katanya pun masuk akal, dibenarkan dan mudah dipercaya. Kemampuan Hong Yi cukup baik.

Sekarang, Chu Qing-Yan berpikir, meskipun Xiao Xu tidak mengambil selir dari gadis pelayan senior yang sangat cantik ini di halamannya, dia tidak tahu apakah Xiao Xu bisa mengendalikan dirinya sendiri? Atau mungkin dia sudah memanjakan diri di antara ‘rumah-rumah’ yang lembut? Berpikir tentang ini, Chu Qing-Yan jadi merasa jijik. Dia berasal dari dunia modern dan menerima sistem pendidikan berdasarkan monogami. Dia benar-benar tidak dapat mentoleransi ide masyarakat kuno tentang memiliki banyak istri dan selir. Dia agak sakit kepala memikirkan jenis perilaku yang harus dia ungkapkan, jika kebetulan dia menemukan Xiao Xu merangkul wanita lain.

Namun, bagi seseorang seperti dia yang mengeluarkan aura tidak membiarkan orang asing dekat dari ujung rambut sampai ujung kaki, bisakah seorang gadis bahkan berani mendekatinya?

Chu Qing-Yan menggelengkan kepala .Apa hubungannya ini dengan dia? Dia baru berusia sedikit di atas 10 tahun. Tidak peduli seberapa kejamnya dia, dia tidak akan menyimpan ide-ide itu. Terlebih lagi, masih ada beberapa tahun sampai dia mencapai umur siap nikah. Siapa yang tahu hal-hal yang tidak di sangka akan muncul sebelum saat itu!

Xi Ning masih muda dan tidak bisa menyembunyikan kata-katanya, dan juga secara kebetulan, dia sangat menyukai Tuan ini. Jadi, pagi-pagi sekali, dia mulai menceritakannya dengan panjang lebar, memeras otaknya, berusaha memberi tahu tuannya semua yang dia tahu.

Melihat tuannya mendengarkan dengan penuh minat, mata Xi Ning berbalik, dia mengingat hal-hal yang dia dengar hari ini di dapur dan segera menuangkan semuanya.

“Nona, hari ini, pelayan ini mendengar sesuatu yang berhubungan dengan Wangye.”

“Apa itu? Katakan, supaya aku bisa mendengarnya.” Chu Qing-Yan menjawab dengan santai.

Xi Ning, setelah mendengar apa yang dia katakan, segera merendahkan suaranya untuk berkata, “Saya mendengar, Cai di dapur mengatakan bahwa alasan mengapa Wangye tidak pergi ke pengadilan pagi adalah karena ada seorang menteri di pengadilan yang ditemukan korup. Beberapa orang mengatakan bahwa menteri ini terlibat dengan Wangye, karena Kaisar menyuruh itu Wangye tetap tinggal di kediaman hari ini untuk beristirahat. Menurutnya, ini agar Wangye bisa menyelidiki masalah ini.”

Chu Qing-Yan tidak bisamenahan untuk duduk tegak ketika dia mendengar ini. Korupsi dan menerima suap adalah duri di mata Kaisar yang berdaulat. Itu tidak akan dianggap enteng. Tapi bagaimana Xiao Xu terlibat dalam masalah ini?

Sosok serigala dingin seperti es muncul di depan matanya. Tidak peduli apa, dia tidak tampak seperti tipe yang berkolusi dengan penjahat kan?

Namun, kau tidak dapat menilai seseorang dengan penampilan, seperti kau tidak dapat mengukur laut dengan pot, bagaimana jika itu benar?

Chu Qing-Yan berkeringat dingin karena masalah ini. Jika Xiao Xu diketahui ternoda oleh masalah ini, maka bukankah dia, sebagai calon istri , juga terlibat?

Seperti kata pepatah, dikecam di rumah karena kepalsuan itu palsu. Sedang diselidiki adalah hal yang nyata.

Pada saat ini, Xi Ning, yang tidak menyadari beratnya masalah, lantas berbicara, “Wangye, bukanlah orang semacam itu. Meskipun dia tidak empatik, tidak suka akrab dengan orang, dan keras kepala dan tidak berperasaan, pelayan ini masih tidak percaya Wangye akan menjarah darah, keringat, dan air mata orang-orang! “

Mendengar kata-kata Xi Ning yang dengan setia membela tuannya, Chu Qing-Yan menghapus keringat dingin di dahi dan menggelengkan kepalanya di dalam hatinya. Sulit mengatakan mana yang asli atau palsu di pemerintahan, tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti. Bisa dengan mudah untuk menghindari tombak di tempat terbuka, tetapi sulit untuk menghindari tikaman di kegelapan. Karena dia belum pernah bertemu dengan pejabat pemerintah yang tidak melepaskan asap, dia tidak dapat menyetujui kata-kata Xi Ning.

Dan tepat pada saat ini, Halaman Giok mengirim seseorang untuk memanggilnya.

Chu Qing-Yan melirik matahari. Hari sudah siang lagi.

Dia akan bertemu dengan balok es itu lagi.

LAC 41. Saya yang Anak Kecil, Jadi Saya yang Terbesar
LAC 43. Sikap dingin Wangye, Kepanikan Qing Yan 

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.