LAC 40. Apa yang Direncanakan Pangeran Hantu

Featured Image

-oOo

Tidak ada yang bisa menebak bahwa Chu Qing-Yan yang biasanya berperilaku baik dan patuh di depan mereka, bisa sangat tidak peduli dengan penampilan saat sedang menangis. Hanya pada saat inilah setiap orang mengingat fakta tertentu: Nona kecil ini hanyalah anak kecil yang baru tumbuh

Semua orang saling memandang dan akhirnya tatapan mereka tertuju pada tubuh Wangye yang tidak bergerak–seolah-olah mereka telah menyetujui ini sebelumnya.

Xiao Xu tidak pernah berpikir bahwa gadis itu akan menggunakan trik ini. Melihat dia berguling-guling di tanah dan membuat keributan dia merasa hal ini unik dan sangat lucu. Ini bukan pertama kalinya seseorang yang tidak takut mati berani membuat keributan di depannya. Siapa yang tidak tahu bahwa biasanya ia suka ketenangan? Tidak ada yang berani bersikap begitu menjijikkan di depannya

Chu Qing-Yan bukan yang pertama–tapi pasti yang pertama yang tidak membangkitkan rasa jijik darinya!

Xiao Xu menatapnya tanpa berkata apapun.

Semua orang yang awalnya berbisik perlahan-lahan menjadi tenang karena diamnya wangye . Akibatnya, seluruh ruangan tiba-tiba menjadi hening.

Dan Chu Qing-Yan, yang suasana hatinya sedang sedih, secara perlahan mulai tenang setelah menangis sekeras-kerasnya. Dia tidak pernah menyangka akan ada suatu hari dimana dia akan menangis sekeras ini layaknya anak kecil–tidak peduli dengan citra dirinya. Mungkinkah dia terlalu tenggelam dalam drama itu? Atau mungkin karena kesedihan di lubuk hatinya

Tanpa menghiraukan penyebab mengapa ia menangis. Karena malu, dia pun perlahan membuka celah di antara jari-jari yang menutupi matanya, dan kemudian dengan sangat hati-hati mengamati reaksi Xiao Xu. Dia hanya melihat pria ini masih duduk di kursi itu, dengan cangkir teh di tangan dan penampilan yang sama seperti biasanya.Wajahnya ditutupi topeng menghalangi Qing-Yan untuk melihat ekspresinya saat ini. Tapi sepasang mata tanpa dasar seperti tinta itu, hanya menatapnya, seolah-olah tidak peduli—sungguh suasana hatinya tidak bisa dibaca.

Karena ia telah melepaskan harga dirinya dan melupakan etikanya–tidak perlu berpura-pura menjadi tamu yang terhormat, sekalian saja menghancurkan toples yang sudah rusak .

(Menghancurkan toples yang sudah rusak: jika sesuatu sudah terlanjur, sekalian saja teruskan perbuatan itu.)

“Ying wangye, apakah Qing-Yan melakukan sesuatu untuk menyinggung anda? Sehinggaanda akan menghukum Qing-Yan seperti ini?” Nada serak itu memiliki kesengsaraan yang menimbulkan rasa kasihan.

Kenyataannya, Xiao Xu sama sekali tidak peduli—hanya saja orang-orang yang biasanya dia tangani adalah prajurit besar, tinggi, kasar dan pelayanyang jauh lebih tua darinya. Dia tidak pernah berinteraksi dengan anak-anak seusia Qing-Yan atau lebih cocok dikatakan bahwa anak-anak yang melihatnya akan menghindari jalannya atau bersembunyi jauh darinya. Karena hal itulah dia tak pernah punya kesempatan untuk menangani situasi semacam ini.

Awalnya, dia masih ragu-ragu, tapi setelah ia mengatakan semuanya—ia akhirnya merasa lega.

“Tidak ada,” Dia menjawab dengan ringan.

Mendengar jawabannya dengan nada yang sama seperti air tanpa riak, Chu Qing-Yan melepaskan nafas lega. Untung saja tindakannya tidak membuat dia marah, jika ia sampai membuatnya marah—bisa saja dia dilempar keluar dari halaman. Kehilangan wajah tidak masalah, tetapi jika semua orang di kediamanini adalah orang-orang sok, yang suka memuji yang kuat dan menginjak yang lemah, maka dia tidak akan bisa hidup dengan baik di wangfu mulai sekarang.

“Lalu mengapa anda membuat kesulitan bagi Qing Yan berkali-kali?” Chu Qing-Yan tanpa takut meletakkan tangannya ke bawah, sepasang matanya yang cerah dan cerdas menatap lurus ke orang di hadapannya

Chu Qing-Yan juga tidak tahu kapan dia memiliki keberanian untuk menatap langsung Si Pangeran Hantu berdarah dingin dan kejam melegenda itu. Namun, pada saat ini dia seperti tidak merasakan dingin yang berasal dari tubuhnya. Dia jelas wangye yang menyendiri dan mulia, mengapa orang-orang selalu menyebarkan desas-desus yang membuatnya tampak begitu mengerikan?!

“Apakah kau berpikir bahwa benwang memiliki tenaga dan waktu luang untuk membuat kesulitan untuk mu?” Sepasang mata besar di depannya itu jelas dan terang, seolah-olah mereka telah dicuci dalam air, membuatnya lengah sesaat . Seolah-olah dia melihat langit yang cerah setelah salju pertama. Semilir angin menyapu ujung hatinya, memberikan sedikit pemikiran menggelitik.

Nada diam dan acuh tak acuh yang memiliki maksud pertanyaan retoris, membuat Chu Qing-Yan tersedak. Dia bingung, pihak lain memang tidak perlu menyulitkannya. Namun, dengan sepasang mata yang menatap tajam padanya, dia selalu merasa bahwa pria ini sedang merencanakan sesuatu terhadapnya, tetapi dia tidak dapat mengatakannya sekarang.

Kedua tangan Chu Qing-Yan mengepal di sisi kedua kakinya. Karena sudah seperti ini, maka hanya ada satu penjelasan yang tersisa.

Chu Qing-Yan tidak tahu apa yang akan terjadi ketika membuka mulutnya lagi, tapi dia tidak memiliki pilihan lain

Kalau begitu mari kita katakan semuanya dengan terbuka!

Dia segera mengangkat kepalanya membawa keberanian ‘tidak bisa ditarik kembali’ , lalu dengan sangat cepat, diembunyikan di dalam matanya.

Xiao Xu juga tercengang oleh tindakannya ini. Dia berpikir sendiri, mungkinkah strateginya berhasil?

“Ying wangye, Qing-Yan tahu bahwa anda pasti sangat tidak puas dengan pernikahan yang dianugerahkan oleh Yang Mulia. Apa lagi, Qing-Yan tidak berbakat dan tanpa kebajikan, kurang dalam penampilan dan juga sangat muda. Latar belakang keluarga saya sangat buruk dan saya tidak akan dapat membantu anda dengan apa pun di masa depan. Jika anda tidak puas karena ini, Qing-Yan pasti merasa sangat menyesal, tetapi ini bukan masalah yang Qing-Yan bisa selesaikan. Qing-Yan juga tidak ingin memasuki rumah bangsawan di usia muda seperti ini, hal-hal yang bukan milik Qing-Yan, Qing-Yan juga tidak akan berani menginginkannya. Jika anda tidak ingin melihat Qing-Yan, Qing-Yan pasti tidak akan berlari di depan anda untuk menimbulkan ketidaksukaan anda. Saya berjanji untuk mendengarkan dengan patuh dan tidak menyebabkan masalah bagi anda. Apakah anda pikir cara ini akan baik?”

Nada rendah hati dan ekspresi menjilat, membuat orang lupa bahwa kata-kata ‘tahu kapan harus maju dan mundur’ itu datang dari mulut nona kecil berumur sepuluh tahun. Semua pelayan yang hadir selama adegan ini memiliki rasa jijik kepada Chu Qing-Yan. Seperti yang disangka , seseorang yang tidak dapat dibawa ke publik dari latar belakang keluarga yang rendah, tidak cocok untuk keluarga Wangye.

Chu Qing-Yan merasakan penghinaan dan ejekan dari sekelilingnya. Ia tersenyum diam-diam di dalam hati–dia telah mendapatkan tujuannya. Namun, bertemu dengan sorot mata orang-orang yang menatapnya–Chu Qing-Yan merasa seperti dia di telanjangi di depan pria ini.

” Keputusan yang diberikan Ayah Kaisar, Aku, sebagai Ying wangye, tidak mungkin tolak, bukan? Nona Kesembilan, mungkin kausalah paham? Atau mungkin kau sendiri yang tidak menginginkan pernikahan ini?” Xiao Xu menatap sedikit dingin ketika melihat ke arahnya.

Chu Qing-Yan tidak berpikir bahwa dia akan mengembalikan langkah itu, dan menskak-mat dirinya. Mulutnya sedikit terbuka saat dia berdiri linglung di tempat. Jika dia menetapkan tuduhan kriminal ini padanya, maka dia tidak akan berani memikul tanggung jawab!

Untungnya, Xiao Xu tidak memperpanjang masalah ini. Dia tiba-tiba berdiri dan berjalan untuk berdiri di depannya. Dia membungkuk sedikit, lalu menatapnya. Secercah cahaya muncul di kedalaman matanya yang misterius seperti tinta, membawa sedikit pesona.

“Jika ada kesempatan yang akan memungkinkan muuntuk meninggalkan wangfu ini, apakah kauakan menyetujuinya?” Bahkan nadanya sangat memikat.

Kesempatan ini sangat menggiurkan, tetapi jika dia meninggalkan wangfu, bukankah itu berarti pengantin wanita telah melarikan diri dari pernikahan ini? Maka bukankah itu mengartikan bahwa dia telah melanggar perintah kekaisaran? Menentang titah kekaisaran akan melibatkan ‘salah karena hubungan’ untuk sembilan generasi keluarganya. Meskipun dia tidak memiliki banyak hubungan dengan keluarga Chu, dia tetap tidak dapat melibatkan ayah dan ibunya. Mengingat bagaimana dia menyiksanya sebelumnya, dia mengatakan saran ini sekarang mengartikan bahwa dia tidak memiliki niat baik!

Dia hampir tersihir olehnya, tapi Chu Qing-Yan langsung berpikir jernih dan dengan wajah lurus , dia dengan tegas menggelengkan kepalanya,” Ying wangye, bagaimana mungkin Qing-Yan tidak puas dengan pernikahan ini? Sehubungan dengan kesempatan yang baru saja anda sebutkan, Chu Qing-Yan tidak pernah memikirkannya dan benar-benar tidak akan pernah setuju.”

“Kalau begitu benar-benar sayang sekali!” Xiao Xu menegakkan tubuhnya dan mengatakannya dengan samar.

Dia awalnya ingin membebaskannya, tapi sayang gadis ini tidak menghargai kesempatan itu, jadi sekarang jangan menyalahkan dia.

Jika Chu Qing-Yan tahu peluang seperti apa yang baru saja dia lepas — mungkin dia menderita sindrom ‘terlambat untuk menyesal’.

“Kau tidak ingin bangun pagi untuk menemani benwang sarapan?”

Pertanyaan berat baru saja lewat dan sekarang pertanyaan berat lainnya kembali menyerang.

LAC 39. Hati-hati Ketika Binatang kecil Itu Meledak
LAC 41. Saya yang Anak Kecil, Jadi Saya yang Terbesar

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.