LAC 36. Mendampingi Dia untuk Sarapan Larut Malam

Featured Image

-oOo

Setelah bertemu dengan Xi Ning, Chu Qing Yan melihat kembali ke ruangan yang sangat dingin dan tanpa kegirangan itu, dan dia tidak bisa tidak mengingat adegan sebelumnya. Satu tangan menahan lengan baju, yang lain menggenggam kuas, dan gambaran yang tak bertuan, puas diri. Jika orang itu tidak mengenakan topeng, dia akan berpikir bahwa ini adalah makhluk surgawi yang turun dari gunung Surga Kesembilan, tidak ternoda oleh hal-hal duniawi. Sayangnya, kenyataan adalah kebalikannya. Wajahnya mengalami kerusakan yang mengerikan, dan desas-desus mengatakan bahwa wajahnya hancur hingga tak bisa dikenali. Sungguh sangat disayangkan bagi seseorang dengan jenis sikapnya itu. Tapi apa yang tampak jelek atau tampan ada hubungannya dengan apa pun? Chu Qing Yan tidak pernah peduli tentang hal-hal ini, hanya saja, sepertinya tidak ada hubungan antara dia dan dirinya, ah!

Pada saat ini, Chu Qing Yan lebih peduli tentang dia menulis namanya di selembar kertas kosong itu. Apakah karena Qing yan buta huruf dan bahkan jika dia mengajarinya, dia tidak akan mengerti? Atau apakah itu karena dia tertarik untuk sesaat dan dia ingin menulisnya? Chu Qing Yan tidak bisa menebak, bagaimanapun juga, dia dan Qing Yan hanyalah orang asing yang pernah bertemu dua kali. Mungkin nanti, mereka akan menjadi lebih akrab, tetapi mereka tidak akan bisa tumbuh terlalu dekat!

Chu Qing Yan menggelengkan kepalanya. Saat ini, perhatian utamanya seharusnya tidak seperti ini, dia seharusnya berpikir tentang memulai kehidupan tanpa beban dan tanpa rasa khawatir di fu-nya wangye dan tidak peduli apakah dia mampu melihat melalui tindakannya dari sekarang. Mungkin diasumsikan bahwa mulai sekarang, dia mungkin tidak akan memanggilnya lagi! Berpikir sampai di sini, Chu Qing Yan tidak bisa menahan senyum. Membawa Xi Ning bersama dengan langkah-langkah ceria, dia baru saja akan berjalan kembali ke halamannya sendiri.

Pada saat ini, suara hangat dan indah berdering di samping telinga Chu Qing Yan, “Nona Chu kesembilan.”

Chu Qing Yan mendengar ini dan berhenti di jejaknya. Dia menoleh ke belakang dan melihat seorang wanita cantik dan anggun mengenakan pakaian berwarna persik berair, membungkuk di pinggang, memberi hormat padanya. Jika dia tidak salah ingat, gadis ini adalah pelayan senior di sisi Ying wang yang bertugas mengelola halaman belakang, Hong Yi. Dia benar-benar cantik. Chu Qing Yan menjentikkan lidahnya, hanya pelayan yang bertanggung jawab atas makanan terlihat bagaikan bisa menggerakkan hati seperti es dan salju. Sekarang datanglah keindahan yang sejernih es dan murni seperti batu giok, kediaman pangeran ini benar-benar memiliki nasib baik terhadap wanita!

Sementara Chu Qing Yan mengagumi kecantikan pihak lain, Hong Yi sudah berjalan ke depannya dan berkata dengan nada lembut, “Pelayan ini adalah orang yang memenuhi kebutuhan wangye, Hong Yi. Mulai sekarang, jika ada yang dibutuhkan Nona Chu kesembilan, anda bisa mengirim pelayan ke halaman utama untuk menginformasikan pelayan ini.”

“Banyak terima kasih kepada Kakak Hong Yi. Kakak Hong Yi, kau benar-benar hangat dan baik seperti yang semua orang katakan. Dan kau juga sangat cantik! Dapatkah aku benar-benar menyulitkan mu di masa depan?” Chu Qing Yan membuka lebar matanya untuk bertanya, ekspresi penuh sukacita dan takut ditolak.

Hong Yi menatap wajah tersenyum di depannya yang tidak memiliki niat licik, dan senyumnya semakin dalam, “nona Chu kesembilan terlalu sopan. Mampu melayani Nona Chu kesembilan adalah kehormatan bagi pelayan ini.”

Chu Qing Yan menarik lengannya dan dengan gembira melompat tiga chi tingginya, “Hebat, sepakat ya!”

(chi: Satuan ukuran China, 1 chi = ⅓ meter. Maknanya disini adalah hiperbola, melompat girang.)

Setelah enggan berpisah dengan Hong Yi, Chu Qing Yan baru saja akan melangkah melewati ambang pintu ketika dia mendengar serpihan-serpihan dialog di belakangnya, jenis yang akan dengan mudah dilewatkan jika seseorang tidak memperhatikan.

“Kakak Hong Yi, kau bicara dengan siapa barusan?” Suara wanita yang tajam terdengar.

“Nona Kesembilan keluarga Chu.”

“Oh, gadis boneka yang dipaksa ke wangye dari keluarga Chu yang memiliki pendapat berlebihan tentang kemampuan mereka sendiri?”

“Cheng Yi, kau seharusnya tidak mengatakannya seperti itu——”

“——”

Kata-kata yang diucapkan setelah ini terlalu tidak jelas untuk didengar dengan pasti.

Hanya setelah mereka meninggalkan halaman utama, Xi Ning membuka mulutnya untuk mengatakan dengan gembira, “Nona, apa yang dikatakan Xi Ning tidak salah bukan? Kakak Hong Yi sangat mudah bergaul. Banyak orang di kediaman benar-benar menyukainya!”

Chu Qing Yan hanya tersenyum sedikit dan ikut dengan hal itu. Dia menyipitkan matanya ke bulan misterius di langit malam. Mungkin, hidupnya mulai sekarang tidak akan begitu nyaman.

Semuanya sama seperti yang diprediksikan Chu Qing Yan. Hidupnya sebagai kumbang beras di wangfu tidak akan begitu nyaman.

Misalnya, tadi malam, dengan susah payah, dia akhirnya berbaring di tempat tidur, ingin tidur siang dengan malas, tetapi dia terbangun dari selimutnya oleh seseorang di larut malam.

“Xi Ning, langit bahkan belum cerah, kau bangunkan aku untak apa?” Meskipun dia tidak memiliki kemarahan karena terbangun, itu tidak berarti bahwa dia bisa menahan suasana hati yang kesal karena diganggu dari mimpi yang indah!

“Nona, anda tidak bisa terus tidur. Baru saja, seorang pelayan datang dan berkata wangye ingin anda pergi ke Halaman Giok sekarang.” Xi Ning juga tidak ingin mengganggu tuannya ah, bagaimanapun, tidak ada yang bisa dilakukan tentang ini. Para petinggi telah mengirim seseorang, ah!

Chu Qing Yan masih bertarung dengan Dewa Mimpi saat ini dan dengan tidak sabar memanggil, “Jenis hantu apa wangye? Halaman Giok itu hantu macam apa lagi? Mereka semua bisa mati dan masuk neraka. Jangan membuat kebisingan mengganggu tidur ku!”

Xi Ning hampir melompat karena takut oleh komentar majikannya yang kurang ajar dan segera membebaskan tangannya dari menarik selimut untuk menutupi mulut majikannya. Kemudian, dia berkata dengan ekspresi ngeri, “Nona, wangye bukan hantu. Dia adalah calon suamimu ah! Apakah anda lupa tentang Halaman Giok? Anda baru saja pergi ke sana kemarin!”

Ditangkap dan ditutupi oleh Xi Ning, bahkan jika Chu Qing Yan ingin terus tidur, dia tidak bisa. Dia melemparkan selimutnya dalam satu gerakan dan rambut berantakannya menutupi wajahnya. Dengan ekspresi ingin menangis tetapi kekurangan air mata, dia berkata, “Pada akhirnya, hantu macam apa yang kau katakan? Hidupku hanya seperti kumbang beras, ah, hei!”

Meskipun perutnya penuh dengan keluhan, tidak mempengaruhi Xi Ning untuk membantunya mengganti pakaiannya, mengatur kepangnya dan semua hal lain yang terlibat dalam persiapan. Namun, Xi Ning sendiri hanyalah seorang anak setengah tumbuh, mampu merapikannya agar terlihat seperti orang, sudah dianggap cukup bagus.

(Perut penuh keluhan= keluhan yang di tahan di dalam hati, atau tidak di katakan.)

Chu Qing Yan bahkan tidak sempat melihat bayangannya di cermin sebelum dia sudah didorong keluar dari halaman oleh Xi Ning.

Chu Qing Yan ditarik oleh Xi Ning untuk berlari bersamanya, tersandung di sepanjang jalan. Dia diam-diam bersumpah di dalam hatinya, jika dia pergi ke sana dan Ying wang tidak bisa memberinya penjelasan, dia akan, dia akan menangis agar pria itu melihatnya!

Untuk mengganggu mimpi indah seseorang, keterlaluan hingga di luar penebusan!

Begitu kedua orang mencapai Halaman Giok, mereka langsung menuju ke ruangan.

“Hormat kepada Wangye!” Xi Ning buru-buru berlutut, dan sambil lalu, menarik nonanya yang sudah bingung dan kehilangan arah, mengisyaratkan kepadanya untuk memberi hormat padanya.

Hidup di bawah atap orang lain, dia tidak punya pilihan selain menundukkan kepalanya!

Chu Qing Yan menunduk untuk memberi hormat.

“Pfft——”

Setelah hanya berdiri teguh sebelum dia mendengar suara tawa. Chu Qing Yan dengan curiga mengangkat kepalanya dan melihat bahwa Huang Yi menutup mulutnya saat dia menatapnya. Dan pada saat ini, sehelai rambut yang tidak tertata jatuh dari dahinya. Dia tanpa sadar menyentuhnya dan menyadari perbedaannya. Dia segera berbalik untuk melihat Xi Ning. Seperti yang diharapkan, wajah Xi Ning penuh dengan rasa bersalah.

Hari ini, gaya rambut seperti apa yang dia sisir untuknya! Apakah itu gaya rambut yang berlebihan yang runcing-runcing dan dibesar-besarkan? Dia ingin mati!

(gaya rambut runcing berduri: Bagi anda penasaran seperti apa bentuknya. Google Cina 马特 dan contoh akan muncul. Mirip dengan gaya punk.)

Dan hanya pada saat ini, suara tanpa emosi terdengar dari atas kepalanya, “Jangan berlengah-lengah.”

Jangan berlengah-lengah pada apa?

Chu Qing Yan tidak cukup mengerti, tapi ketika dia mendongak untuk melihat Xiao Xu duduk di meja makan dengan dingin, tatapan yang jelas menatapnya, segera setelah itu, dia mulai mengerti, mungkin ia menunggunya… Untuk makan?

Seperti yang disangka, Huang Yi berkata dengan wajah penuh senyum, “Nona Chu kesembilan. Cepat, anda harus duduk, jika tidak, lauk akan menjadi dingin. Wangye harus buru-buru ke pengadilan pagi sebentar lagi! Menunda waktunya tentu tidak baik!”

Tepat ketika Huang Yi selesai berbicara, wangye menembaknya dengan tatapan dingin yang segera membungkam Huang Yi. Jadi, dia tidak berani mengucapkan sepatah kata pun.

Hanya saja, Chu Qing Yan tidak memperhatikan adegan ini, dia tanpa sadar menatap langit yang berwarna hitam di luar jendela. Untuk beberapa saat, dia menginjak kakinya dan memukul dadanya dalam pikirannya!

Ya Tuhan. Memanggilnya di tengah malam hanya untuk sarapan, hei, ada yang salah dengannya!

LAC 35. Putri Berumur Sepuluh Tahun Menggemaskan
LAC 37. Sebuah Pesta untuk Mata, Membuat Makanan Lebih Mudah Ditelan

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.