LAC 33. Makanan Pertama adalah Sesuatu Dengan Maksud untuk Mengakhiri Hidup Sang Tamu

Featured Image

-oOo

Ketika Xiao Xu kembali ke kediaman, gadis pelayan senior; Hong Yi segera melangkah maju untuk menyambutnya, “Wang ye.” Setelah menyapanya dengan nada hangat, dia dengan lancar menerima jubah yang dibawa Xiao Xu dan berbalik untuk memasangnya di rak mantel.

“Apa ada yang terjadi di kediaman hari ini?” Xiao Xu bertanya sedikit setelah duduk di kursi.

Hong Yi, setelah mendengar apa yang dikatakan, berpikir sejenak sebelum tersenyum padanya dan menggelengkan kepalanya, “Semuanya baik-baik saja di kediaman. Tidak ada masalah besar.”

Setelah menjawab, Hong Yi melihat wang ye mengangkat alisnya sedikit, dan hatinya tidak bisa menahan rasa ingin tahu. Dia biasanya tidak pernah melihat wang ye mengambil minat dalam urusan kediaman. Kenapa dia tiba-tiba bertanya tentang hal itu hari ini? Dan tepat pada saat ini, seorang pelayan muda muncul di ambang pintu, memberi isyarat kepadanya. Hong Yi melirik wangye dan melihat bahwa dia tidak memperhatikan masalah di sisinya, baru kemudian dia pergi.

“Apa yang harus kau laporkan?” Hong Yi bertanya setelah dia berjalan ke ujung koridor dengan pelayan muda yang mengikutinya. Dia melihat balik pada pelayan muda; jika dia tidak ingat salah, pelayan ini bekerja untuk Pengurus Rumah Tangga Bai.

Pelayan kecil itu segera melaporkan kembali, “Pengurus Rumah Tangga Bai mengirim pelayan ini untuk memberi tahu Kakak Hong bahwa urusan Nona kesembilan Keluarga Chu telah diselesaikan dengan benar dan tidak perlu repot-repot Kakak Hong.”

Hanya dari ini, Hong Yi ingat bahwa hari ini adalah hari Nona Sembilan Keluarga Chu akan memasuki kediaman. Mungkin karena semua orang di Ying wang fu tidak menganggap penting pernikahan ini, jadi itu sebabnya dia tidak sengaja mengabaikan masalah ini!

“Apakah kau tahu di mana Pengurus Rumah Tangga Bai menempatkan Nona Chu Kesembilan?” Hong Yi tidak bisa menahan diri bertanya.

“Halaman Lagu Tersembunyi.” Pelayan muda itu menjawab.

(Lagu tersembunyi nama halaman/bagian kecil dari wangfu, bukannya tempatnya benar-benar tersembunyi. Mungkin sedikit terpencil.)

Hong Yi melambai, memberi isyarat kepada pelayan muda itu untuk kembali, dan kemudian dengan hati-hati memikirkan hal ini. Halaman Lagu Tersembunyi, itu adalah halaman terjauh dari halaman utama. Roda-roda di kepalanya berputar. Apakah tuan bertanya tentang masalah ini sebelumnya?

Dia berbalik untuk kembali ke ruangan, lalu sedikit membungkuk ke arah orang di kursi tuan besar, “Wang ye, Pengurus Rumah Tangga Bai baru saja mengirim seorang pelayan untuk melaporkan bahwa Nona Chu kesembilan sudah ditempatkan dengan benar.”

Dengan sebuah buku digenggam di tangannya, dia berhenti, pandangannya lepas dari buku dan mendarat pada orang di depannya, “Di mana dia ditempatkan?”

Hong Yi segera melaporkan nama halaman yang pelayan muda itu sebutkan. Dia dengan hati-hati mengamati ekspresi wang ye tetapi tidak melihat perubahan apa pun. Dia tidak bisa tidak mencurigai, mungkinkah wangye yang memerintahkan Pengurus Rumah Bai untuk mengatur ini?

Pada saat ini, pelayan Huang Yi, mengenakan pakaian kuning, masuk dan membungkuk pada Xiao Xu, “Wang ye, sudah waktunya untuk makan malam, apakah anda ingin dikirimkan sekarang?”

“hmm.” Jawab Xiao Xu samar.

Akibatnya, sementara Hong Yi berdiri di samping, Huang Yi kembali ke dapur dan memerintahkan para pelayan untuk membawa makanan.

Xiao Xu duduk di meja makan dan baru saja mengangkat sumpitnya. Dia tiba-tiba berhenti dan meletakkan sumpitnya ke bawah, dan dengan nada tanpa emosi, berkata, “Pergilah ajak Nona Chu kesembilan untuk datang dan makan bersama.”

Hong Yi awalnya berpikir bahwa masalah dengan Nona Kesembilan keluarga Chu sudah berakhir, tetapi tidak pernah menduga bahwa wang ye akan sekali lagi menyebutkannya saat ini. Dia segera menurut dan memerintahkan para pelayan untuk memanggilnya dengan hati yang tidak bisa tidak cemas. Lagi pula, Halaman Lagu Tersembunyi ini berada di selatan, sementara halaman utama berada di utara. Dia berharap para pelayan akan berjalan lebih cepat dan tidak akan menunda makan wangye.

Di dalam Halaman Lagu Tersembunyi.

Chu Qing Yan dan Xi Ning selesai merapikan seluruh halaman dan hampir jatuh dari kelelahan.

Sudah jelas bahwa tidak ada orang yang tinggal di halaman yang berantakan dan berserakan ini untuk waktu yang lama. Pengurus Rumah Tangga Bai mengatur agar dia tinggal di sini adalah pesan yang jelas bahwa dia dikirim ke halaman terpencil agar dia mengetahui posisinya. Kalau tidak, akhirnya——

Tapi Chu Qing Yan senang dengan kebebasannya, dia tidak perlu menghadapi tipuan timbal balik dari halaman belakang. Dia lebih dari bersedia menjadi kumbang beras.

(Halaman belakang = tempat biasanya para wanita sebuah keluarga berkumpul, biasa terjadi banyak drama dan tuduh menuduh/saling menjatuhkan)

(Kumbang beras = sesuatu yang tidak penting tidak di anggap/dilupakan)

Tapi kumbang beras kecil ini hampir mati kelaparan.

“Xi Ning, jam berapa biasanya kau makan?” Tanya Chu Qing Yan dengan wajah sedih.

Xi Ning, setelah mendengar apa yang dikatakan, meletakkan selimut di tangannya dan berpikir sejenak, “Seharusnya sekitar waktu ini, tetapi halaman kita sangat jauh dari dapur, dari sana dan kembali akan memakan waktu satu jam.”

Chu Qing-Yan menelan seteguk darah. Astaga, sejauh itu? Bahkan makan makanan membutuhkan begitu banyak usaha!

Xi Ning melihat ekspresi kesedihannya yang tertekan dan tidak bisa menahan tawa dengan suara ‘pfft’ dan berkata, “Nona, anda menunggu sebentar, pelayan ini sekarang akan pergi dan mengambil makanan anda.”

Chu Qing-Yan menggosok perutnya yang lapar dan hampir saja mengangguk ketika seorang pelayan mengetuk pintu halaman. Kemudian datang perintah bahwa pangeran berwajah hantu itu memintanya untuk makan malam bersamanya.

Begitu dia mendengar berita ini, hati Chu Qing Yan tenggelam. Ini tidak akan menjadi makanan dengan niat membunuh tamu, bukan?

Tebakan masih tebakan, melihat ekspresi tidak sabar pelayan, Chu Qing Yan, berdasarkan status pendatang baru, tidak bisa mengadopsi sikap sok dan segera membawa Xi Ning bersama dia pergi ke sana.

Chu Qing-Yan tidak pernah menyangka bahwa pikirannya yang baru saja hidup seperti kumbang beras akan hilang sejak awal. Dia ingin menangis tetapi tidak ada air mata.

Dalam perjalanan ini, Chu Qing-Yan akhirnya menyadari seberapa jauh halamannya sendiri dari halaman Ying wang. Dia berjalan sampai kakinya hampir patah! Ini tidak bisa disalahkan pada dirinya karena lemah, bagaimanapun juga, tubuh ini masih boneka berusia sepuluh tahun. Kakinya pendek dan dia tidak memiliki kekuatan yang cukup.

Dengan langkah cepat dan terburu-buru, dia akhirnya tiba di halaman utama.

Tanpa waktu untuk melihat tata letak arsitektur, Chu Qing Yan dibawa ke ruangan yang luas.

Dalam perjalanan ke sini, perutnya sudah bergemuruh karena kelaparan dan matanya kabur. Kemudian, apa yang masuk ke matanya adalah hidangan daging dan sayuran yang sangat indah dengan aroma aromatik yang menyebar melalui indranya. Segera, sepasang mata Chu Qing Yan bersinar dengan cahaya.

Dan saat Chu Qing Yan memasuki halaman, Xiao Xu sudah merasakan kehadirannya. Hanya saja, dia tidak mengantisipasi bahwa dia akan datang dengan ekspresi seperti itu yang meneteskan air liur dengan keinginan pada makanan di depannya.

“Kembali pada wangye, Nona Chu kesembilan telah tiba.”

Suara Hong Yi sesaat menarik Chu Qing Yan kembali pada akal sehatnya. Dengan kesadaran diri, dia memperbaiki ekspresinya dan memasang ekspresi naif dan polos di wajahnya, tersenyum ke arah orang yang duduk untuk mengatakan, “Qing Yan memberi hormat kepada Ying wangye.”

Siapa pun yang melihat ekspresi tersenyum Chu Qing Yan yang tercinta akan merasakan hati mereka tidak berdaya melunak. Bahkan Hong Yi berpikir bahwa Nona Chu kesembilan ini tampak cerdas dan menyenangkan; tetapi Xiao Xu tidak menelannya semudah itu.

“Hmm. Duduk.” Xiao Xu bahkan tidak meliriknya sebelum mengangkat sumpitnya.

Sangat dingin? Lalu mengapa dia bahkan repot-repot memanggilnya ke sini?

Chu Qing-Yan diam-diam mengkritiknya di dalam hati, tapi dia masih duduk dengan patuh. Dia menerima sumpit, seorang pelayan menyerahkannya. Jelas, dia kelaparan tetapi dia tidak berani bergerak.

Berada di depan blok es yang begitu kuat, dia kedinginan sampai kedinginan setengah mati, bagaimana dia bisa makan seperti ini?

Tapi Chu Qing-Yan tidak tahu betapa terkejutnya Huang Yi, yang membawa makanan, melihat adegan ini di depan matanya. Wangye keluarganya selalu makan sendirian. Bahkan jika dia makan di luar pada jamuan makan, dia tidak akan pernah makan di meja yang sama dengan wanita. Hari ini, hanya untuk Chu Qing Yan, dia tidak hanya melanggar satu aturan, ah. Dia menurunkan suasana hatinya dan dengan hati-hati melihat gadis yang duduk di sana. Selain imut dan menawan, dia tidak dapat menemukan titik yang menjadi alasan wangye untuk melanggar begitu banyak aturan. Dia tidak bisa menahan dan diam-diam takjub. Mungkinkah usia Chu Qing Yan terlalu kecil? Jadi hati wangye melahirkan rasa kasihan padanya? Tapi ini juga tidak benar, ah!

Xiao Xu sendiri tidak tahu apa yang dipikirkan pelayan itu dan hanya melihat Chu Qing Yan dengan canggung duduk di sana. Dia tidak bisa tidak mengerutkan kening. Apakah makan bersamanya merupakan perbuatan salah pada gadis ini?

“Kenapa kau tidak makan?”

Nada dingin, di samping suasana suramnya, membuat hati Chu Qing Yan bergetar sampai-sampai dia memegang sumpit dengan tidak stabil, dan dengan suara “bang”, mereka jatuh ke meja.

Chu Qing Yan menatap kosong. Dia akan mampus!

LAC 32. Memasuki Rumah Bangsawan Sedalam Laut
LAC 34 - Pangeran Hantu di Samping di Bodoh-bodohi

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.