LAC 32. Memasuki Rumah Bangsawan Sedalam Laut

Featured Image

-oOo

Sebenarnya, dia tidak memiliki banyak barang, hanya dua tas kecil. Ketika dia melihat salah satu penjaga mengangkat barang-barangnya seolah-olah dia mengangkat dua anak ayam yang baru lahir, Chu Qing Yan tiba-tiba merasa seolah-olah hal itu terjadi padanya.

Di bawah ‘menggosok mata mereka enggan untuk berpisah’ yang tidak tulus Keluarga Chu, ada ekspresi gembira dalam hati, Chu Qing Yan melangkah ke gerbong yang disiapkan dari kediaman Ying wang. Dia mengangkat tirai untuk melihat mata orang tuanya yang penuh dengan air mata, rasa keengganan yang kuat mekar di dalam hatinya.

Tiba-tiba, sebuah pikiran muncul di hatinya, di masa depan, jika ada kesempatan, dia pasti akan meminta Ying wang untuk mendapatkan hak istimewa, melihat apakah mungkin untuk sering kembali mengunjungi orangtuanya!

Di bawah suara bergulir dari roda kereta, Chu Qing Yan bersandar di dinding dan perlahan menyortir pikirannya sendiri.

Dua penjaga kekaisaran yang mengemudikan kereta untuk menjemputnya adalah saudara kembar. Wajah dengan ekspresi seolah-olah seseorang berutang kepadanya 1,08 juta tael adalah kakak laki-laki, yang disebut Gu Rong. Wajah dengan ekspresi tersenyum adalah adik laki-laki, yang disebut Gu Yi.

Mungkin itu karena dia masih muda sehingga orang lain tidak berpikir itu penting untuk menyembunyikan pikiran mereka. Kedua orang ini seperti sepasang iblis hitam dan putih. Satu memiliki permusuhan padanya, sementara yang lain semua tersenyum tetapi memiliki tatapan dingin.

Hati Chu Qing Yan tahu bahwa banyak orang tidak senang dengan pernikahan ini, bahkan dia sendiri tidak senang. Apalagi berbicara tentang orang-orang ini, yang mengikuti di pihak wang ye sepanjang tahun. Sesuai dengan tatapan mereka, mereka pastilah memandang rendah padanya, setidaknya dengan cara ‘dia tidak pantas untuk memasuki pintu fu mereka’ untuk pernikahan ini!

Namun bibir Chu Qing Yan tertarik ke atas. Apa hubungannya dengan dia? Pernikahan ini secara pribadi diberikan oleh Mantan Kaisar sendiri, Kaisar Xuan Barat secara pribadi menulis surat keputusan yang membuatnya. Bahkan jika mereka diam-diam tidak puas, di permukaan, mereka masih tidak berani melakukan sesuatu padanya.

Bagaimanapun juga, dia telah memutuskan. Setelah memasuki Ying wang fu, akan baik baginya untuk menjadi kumbang beras. Dia tidak akan menghalangi masalah orang lain dan menganggapnya sebagai memasuki masa pensiun lebih awal!

Namun, gagasan itu kaya sedangkan kenyataannya tipis.

Chu Qing-Yan tidak pernah bermimpi bahwa sejak ia memasuki Ying wang fu, ia ditakdirkan untuk menjalani kehidupan yang melelahkan dan tidak pernah menjalani kehidupan yang damai.

Ying wang fu.

Ketiga kata ini secara ringkas dan kuat terukir di papan itu. Tidak tahu apakah itu karena Ying wang telah berjalan di medan perang, Chu Qing-Yan merasa bahwa kata-kata ini membawa perasaan aura pembunuh yang samar. Dia segera menunduk dan dengan patuh melangkah masuk.

Saat dia melangkah melewati gerbang kediaman, seolah-olah dia datang dari kehangatan musim semi dan berjalan ke awal musim dingin.

Tenang dan tanpa keceriaan, seakan angin dingin berhembus langsung ke wajahnya.

Chu Qing Yan secara tidak sadar menggeser naik pakaian di lehernya dan tidak bisa tidak mengaitkan ini dengan Ying wang yang bertopeng perak itu. Tidak heran tubuhnya selalu mengeluarkan aura dingin yang mengancam. Karena dia tinggal di tempat seperti ini, bagaimana mungkin dia tidak terinfeksi oleh aura dingin ini?

Meskipun wangfu ini memberi orang perasaan dingin murni, namun, standar dalam pengaturannya membuat Chu Qing Yan, orang modern, menghisap nafas penuh udara dingin.

Layak menjadi tempat tinggal seorang pangeran yang mulia, kediaman bangsawan yang megah meluas dari pemandangan spektakuler dari jalan tengah, sejumlah halaman dan tempat tinggal yang tak pernah berujung. Hanya melihat sudut kediaman pangeran, kau sudah bisa merasakan betapa besar dan mengesankannya, dan diatur secara unik. Lanskapnya unik dan megah.

Gu Rong dan Gu Yi membawanya melalui jalan tikungan dan belokan sebelum akhirnya tiba di sebuah halaman, dan kemudian menyerahkannya kepada seorang pria berusia 40 hingga 50 tahun dengan ekspresi yang bermartabat. Gu Yi, masih tersenyum, memberinya salam sebelum berbalik untuk pergi. Gu Rong bahkan tidak meliriknya sebelum pergi, seolah-olah dia semacam penyakit, penghinaannya sangat jelas.

Tapi Chu Qing Yan tidak keberatan sedikit dan memasang senyum malu-malu, meremas-remas jari-jarinya sambil melihat pria paruh baya di depannya. Baru saja, Gu Yi telah mengatakan bahwa orang ini adalah pengurus rumah tangga Ying wang fu. Sepertinya biaya makanan dan minuman digenggam di tangannya. Itu tidak mungkin baginya untuk tidak bekerja dengan baik!

“Nona kesembilan terlalu sopan! Pelayan tua ini, Bai Hu, adalah kepala pelayan rumah tangga wang fu. Hari ini, wang ye memberi tahu hamba tua ini untuk membantu mengatur tempat tinggal Nona kesembilan. Mohon ikuti pelayan tua ini.” Meskipun nada Bai Hu hormat, tapi yang terlintas di matanya adalah sentuhan cemoohan.

“Aku akan menyusahkan Pengurus Rumah Tangga Bai kalau begitu.” Chu Qing Yan mempertahankan penampilan polosnya.

Bai Hu meliriknya sebelum berjalan menuju arah tertentu, dengan Chu Qing Yan patuh mengikuti di belakangnya. Pada saat inilah dia melihat seorang pelayan kecil mengikuti di belakang mereka, dia membawa tas yang Gu Yi telah bantu bawakan. Dia mengedipkan matanya dan segera memusatkan perhatiannya pada jalan yang dia butuhkan untuk berjalan di depan.

Setelah berjalan selama setengah dupa, semakin banyak mereka berjalan, semakin banyak jalan yang dilaluinya. Menunggu sampai Bai Hu berhenti, Chu Qing Yan melihat sekelilingnya. Daerah ini sepi, seperti ditinggalkan di suatu sudut di suatu tempat.

Bai Hu tersenyum tidak tulus dan berkata, “Nona kesembilan, ini adalah tempat dimana anda akan tinggal mulai sekarang.”

Chu Qing Yan sengaja berpura-pura cemberut dengan ekspresi jijik, seolah-olah dia telah diperlakukan dengan tidak adil.

Bai Hu telah mengantisipasi bahwa dia akan memiliki pemikiran semacam ini dan tidak bisa tidak mengatakan, “Nona kesembilan, saya pikir anda juga tahu bahwa pernikahan ini dianugerahkan oleh Yang Mulia Kaisar. Wang ye tidak memiliki pendapat apa pun di dalamnya, tetapi wang ye dapat memutuskan bagaimana memperlakukan anda. Wang ye biasanya suka yang tenang dan tidak suka diganggu oleh orang-orang yang tidak penting, oleh karena itu, saya harap Nona kesembilan akan mampu bertahan dengan peran anda dengan teliti. Jangan memprovokasi wang ye hingga tidak senang, hamba tua ini hanya bisa mengingatkan anda tentang ini.”

Benar saja, itu adalah pertunjukan otoritas, bukan di luar harapan Chu Qing Yan.

Kata-kata ini hanya bisa menipu anak sepuluh tahun, Chu Qing Yan dengan dingin tertawa dalam hatinya. Namun, dia tidak mengecewakan Bai Hu dan segera menunjukkan penampilan ‘takut’, dengan sikap orang-iya, dia menurutinya.

(Sikap orang-iya/ yes-man = dari English, artinya sikap dimana seseorang akan menjawab ‘iya’ pada semua hal, baik ataupun buruk, biasanya seorang bawahan)

Baru pada saat itu Bai Hu mengangguk puas dan kemudian menunjuk pada pelayan di belakang mereka, “Pelayan ini dikirim dari halaman dalam pada Nona kesembilan, yang disebut Xi Ning. Xi Ning, sambutlah Nona kesembilan.”

Pelayan itu melangkah kedepan, “Xi Ning menyapa Nona kesembilan.”

Hampir remaja, mungkin hanya lebih tua darinya satu atau dua tahun. Chu Qing Yan mengungkapkan sebuah senyum yang membuat orang berpikir. Membiarkan seorang anak mengurus anak lain. Jika ini tidak menyulitkan dia, lalu apa?

Namun, dia menerima tantangan ini.

Bai Hu sekali lagi dengan sengaja mencoba Chu Qing Yan dengan beberapa kalimat, dan setelah menemukan dia naif dan jahil, dia kemudian pergi, merasa nyaman.

Akhirnya mengirim harimau yang tersenyum itu, Chu Qing Yan akhirnya bisa menggosok wajahnya yang kaku karena tersenyum. Setelah itu, dia berbalik dan tatapannya mendarat pada pelayan kecil di depannya.

“Nona kesembilan, anda benar-benar cantik, seperti boneka porselen, sangat menggemaskan.” Mata bulat Xi Ning berputar, tampak sangat cerdik.

Chu Qing Yan tersenyum menatapnya, seorang anak yang masih belum dewasa memiliki hati yang cukup murni. Jika tidak, di mana kau akan menemukan seorang pelayan yang akan memuji tuannya sendiri bahwa ia tampak seperti porselen yang rapuh. Namun, melihat bahwa dia sangat menyukai Chu Qing Yan, dia juga menjawab, “Kau juga sangat imut.”

Dipuji oleh tuan barunya membuat Xi Ning sangat senang, ekornya tidak bisa menahan diri untuk bergoyang. “Tuan, Anda benar-benar orang yang baik.”

(Ekor bergoyang= ini maksudnya menyindir bahwa XN seperti seekor binatang peliharaan yang ekornya bergoyang saat senang)

Senyum Chu Qing Yan tidak bisa menahan untuk melebar. Sepertinya semua orang di Ying wang fu, sama seperti pengurus rumah tangga, memperlakukannya seperti orang yang tidak penting. Jika tidak, mereka tidak akan mengatur pelayan kecil yang begitu muda dan tidak pintar untuk merawatnya.

Mungkin, Ying wang ini ingin menjalani kehidupan di mana mereka tidak akan pernah bertemu sampai mereka mati.

Namun, ini juga sesuai keinginannya, setidaknya dia tidak akan dibuntuti sepanjang hari dan bisa menjalani kehidupan yang lebih santai.

Kali ini, meninggalkan Keluarga Chu, dia tidak membawa Shan Cha. Karena seseorang pernah mengkhianatinya, tidak peduli setianya dia setelah waktu itu, dia tidak akan dengan mudah mempercayainya lagi. Dari pada orang-orang yang sudah menikamnya di sampingnya, lebih baik tidak membawanya, untuk memotong kemalangan di masa depan.

“Lalu, mari kita merapikan halaman ini!” Chu Qing Yan tertawa dan melipat lengan bajunya.

Tepat ketika Chu Qing Yan sedang merapikan halamannya, Xiao Xu kembali ke kediamannya.

LAC 31. Kemasi Tas mu dan Berangkatlah
LAC 33. Makanan Pertama adalah Sesuatu Dengan Maksud untuk Mengakhiri Hidup Sang Tamu

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.