LAC 311. Membesarkan Serigala Kecil

Featured Image

“Bagaimana aku membantumu?” Xiao Xu merasa lucu mendengar perkataannya.

Chu Qingyan menggaruk kepalanya, merasa ini adalah masalah, dan dia memutar matanya. “Ngomong-ngomong, Yanluo tidak bisa menemukanku sekarang, bagaimana kalau malam ini kita mencari tempat untuk berlindung?”

“Apakah kau yakin?”

“Tentu, tentu saja!”

Kemudian…

Tidak jauh dari sumber air panas, api unggun dibuat, dan di sebelahnya ada kayu jemuran sementara dengan pakaian Chu Qingyan di atasnya.

Dia duduk di hadapan api, mengenakan pakaian lebar Xiao Xu. Dia mengangkat tangannya dan merasa dia bisa bermain opera dengan pakaian ini, karena pakaiannya terlalu besar untuknya.

Dia membungkus dirinya dan tercium aroma samar. Dia mengedipkan matanya dan mengubur hidungnya dalam pakaian. Kemudian menatap pria yang menambahkan kayu bakar tidak jauh dari sana.

Dia hanya mengenakan satu setelan dengan wajah tenang, dan menambahkan api, tetapi posturnya sangat elegan. Ini adalah pertama kalinya dia tahu pria ini bisa melakukan hal kecil seperti membuat teh dan bermain catur.

Semuanya tergantung pada temperamen.

Melihatnya mengibaskan pakaiannya beberapa saat lalu, Xiao Xu meletakkan kayu bakar di tangannya dan melambai padanya, “Kemarilah.”

Chu Qingyan mendengar suara itu dan mendekatinya.

Xiao Xu mengangkat tangannya untuk membantunya melipat lengan yang terlalu panjang dan mengatur bagian bajunya yang terbuka.

Ketika merasakan perlakuannya yang begitu lembut, Chu Qingyan tampak penasaran, “Gunung Es , apakah sebelumnya Anda sudah pernah merawat orang lain?”

“Apakah kau pikir aku perlu merawat orang lain dengan identitasku ini?” Xiao Xu menarik tangannya dan wajahnya tampak ragu apakah dia asal bicara?

Bahkan menggunakan kata-kata untuk menunjukkan identitasnya, sepertinya dia memang mengajukan pertanyaan bodoh.

Tetapi dia ragu Gunung Es bisa akrab dengan orang  sampai bisa menjaga orang lain. Sejak kapan dia menjaga orang lain?

Xiao Xu membaca pikirannya, menahan kekesalan di matanya. Benar-benar tidak bisa melihat keadaan! Hanya dia satu-satunya yang bisa mendapatkan perlakuan halusnya!

Namun, dia tahu kebanyakan anak-anak di usia ini adalah orang yang tidak tahu berterima kasih, jadi dia tidak menganggapnya serius.

Tiba-tiba, gadis kecil itu datang ke sampingnya, membuka pakaiannya dan menyelimuti mereka berdua.

“Gunung Es, kita bisa memakai pakaian ini bersama, jadi kau tidak akan kedinginan.” Chu Qingyan dengan hati-hati membantunya menutupi tubuh pria itu.

“Aku tidak membutuhkannya,” Xiao Xu mencoba melepasnya tetapi dihentikan olehnya.

“Apakah Anda tahu bahwa satu tambah satu kadang-kadang sama dengan dua, kadang lebih besar dari dua, seperti sekarang, Anda dan aku bisa saling menghangatkan, maka kita tidak hanya bergantung pada suhu tubuh kita masing-masing,” kata Chu Qingyan serius.

Xiao Xu merasa dia mempunyai terlalu banyak ide konyol di kepalanya, jika dia bisa menggunakannya untuk belajar, dia pasti naik ke level yang lebih tinggi.

Namun, dia tidak menolak, dan mengulurkan tangan untuk meraihnya, dia benar, itu akan lebih hangat.

“Gunung Es, kau benar-benar baik padaku.”

Malam dan bulan seperti biasanya dan api yang hangat dapat dengan mudah membuat orang mengingat kembali kenangan lama.

Memikirkan kembali sedikit demi sedikit, Chu Qingyan sedikit emosional.

“Itu baik untuk diketahui,” jawab Xiao Xu dengan santai.

“Apakah kau akan selalu baik padaku seperti ini?”

Orang-orang selalu tamak, ketika mereka mendapatkan sesuatu, mereka menginginkan lebih.

Dia takut akan ketidakkekalan dunia, dia takut hidup dan mati, tua dan sakit, jatuh cinta, dendam mendalam, gagal untuk mendapatkan atau melepaskan apa yang masih di depannya, tetapi semua itu bisa menghilang dengan segera.

Malam ini, dia tidak mengerti, tetapi hanya mematuhi hatinya untuk bertanya.

Beberapa waktu kemudian, ketika dia tahu cinta, dia akhirnya tahu, di malam ini, satu-satunya yang dia inginkan hanyalah janji.

Mendengar Gunung Es hanya menganggapnya sebagai anak kecil membuat hatinya merasa tidak aman, tetapi pria itu selalu mengatakan dan melakukan apa yang dikatakannya. Dia tidak akan menipu atau asal-asalan, jadi dia terdiam sesaat dan berpikir serius.

“Selama sisa hidupku.”

Rasanya terlalu omong besar bila mengatakan selamanya, karena dia tidak tahu berapa lama selamanya itu, seumur hidupnya? Atau seumur hidup si kecil? Dia tidak tahu berapa lama hidupnya, juga dia tidak bisa memutuskan berapa lama dia bisa hidup, maka akan ada sisa hidupnya, karena selama dia masih hidup, dia akan bersama dengan si kecil!

Berkomitmen terlalu lama, takut gagal.

Chu Qingyan tidak tahu meskipun dia bertanya dengan santai, tetapi Gunung Es berpikir seribu kali di dalam hatinya sebelum dia memberikan jawabannya.

“Aku juga!” Dia tersenyum manis, tapi dia menyimpan kata-kata yang diucapkan oleh Xiao Xu di benaknya, dengan sedikit kehangatan di hatinya. Sementara malam semakin gelap, dan mereka sendirian, dia dengan berani berbisik, “Jika suatu hari, aku harus pergi, kau harus hidup dengan baik dan kau jangan sampai diganggu lagi.”

Dia melewati ruang-waktu, tidak ada yang memberitahunya tentang itu, jadi dia takut suatu hari nanti entah bagaimana akan pergi.

Xiao Xu mendengar kata-kata itu dan kembali menatapnya, pipinya yang kecil penuh kesepian. Dia mengangkat tangannya dan mencubit pipinya yang berwarna merah muda kristal, “Aku pikir aku membesarkan seorang gadis kecil yang tidak tahu berterima kasih.” Ketika dia berada di sisinya, dia memikirkan hal-hal bila dia tidak akan bersamanya di masa depan.

Pada saat ini, kayu bakar itu berderak, menutupi kata-katanya, dan Chu Qingyan merasa sakit di pipinya, “Hei, hei, Gunung Es, tolong jadilah pria terhormat, jangan menggertak seorang wanita!”

“Akankah seorang wanita melompat dari tebing untuk mengganggu orang-orang di sumber air panas?”

Chu Qingyan menyentakkan bibirnya, pria ini sangat pendendam! Kemana perginya Raja Ying yang cuek?

Dengan diam-diam bersandar di lengannya, Chu Qingyan merasa sekarang lengannya memberi rasa aman, “Gunung Es, aku pikir kita terlihat seperti Ali dan Inuyasha (dua karakter animasi Jepang dalam film Inuyasha).”

Xiao Xu mengangkat alisnya, nama aneh lainnya.

Xiao Xu tidak bertanya, selain itu dia tidak menjelaskan. mereka hanya diam saja.

Beberapa orang mengatakan, orang dekat tidak akan merasa malu bahkan jika mereka hanya diam, dia dan Gunung Es bisa dianggap sebagai orang dekat.

Dia pikir itu cukup bagus.

Malam semakin larut, orang di lengannya sudah tidur.

Gadis kecil itu telah berganti dengan pakaiannya sendiri, tetapi pakaiannya masih menutupi mereka. Dia sudah terbiasa dengan dingin ketika berada di perbatasan, tetapi dia takut si kecil tidak tahan.

Dia terus menambahkan kayu bakar, tetapi sebenarnya dia merasa heran dengan dirinya sendiri, mengapa dia tidak menolak ketika si kecil mengatakan mereka harus pergi untuk berlindung.

Apakah Cheng Yanluo pantas ditakuti?

Tetapi pada saat itu, untuk sesaat hatinya menjadi lembut, mungkin dia tidak bisa mengabaikan penampilannya yang menyenangkan.

Sehingga mereka memiliki waktu untuk sendirian dalam angin dingin.

Sebuah istana megah di Negara Bagian Junlan.

Seorang pelayan bergegas ke kamar yang indah.

“Tuan, aku sudah mendapat berita, Raja Ying akan memasuki wilayah kita besok.” Pembantu itu berkata dengan cepat, karena dia tahu tuannya sedang menunggu berita itu!

Bunga mawar langsung jatuh di atas meja, jari-jari di meja batu zamrud tampak lebih cerah dan lebih putih, “Benarkah?”

“Pelayan ini merasa yakin berita itu benar.” Mereka semua tahu betapa pentingnya Raja Ying bagi tuan mereka, jika berita itu tidak di cek puluhan kali, mereka tidak akan pernah berani melaporkannya.

“Baik! Dia akhirnya datang! ”

Suara itu seperti mutiara yang bersinar, sangat senang.

LAC 310. Tidak Sengaja Terjatuh di pelukan Si Tampan
LAC 312. Pernahkah Anda menyukai seseorang

One thought on “LAC 311. Membesarkan Serigala Kecil”

Leave a Reply

Your email address will not be published.