LAC 31. Kemasi Tas mu dan Berangkatlah

Featured Image

-oOo

Setelah kembali ke Ying wangfu, Xiao Xu baru saja duduk di kursi ketika bayangan tiba-tiba muncul di depannya.

“Memberi hormatku kepada Tuan.” Setelah bayangan itu muncul, dia segera berlutut untuk memberi hormat.

Xiao Xu mengangkat alisnya, melihat bawahan terlihat Lelah dari perjalanan, dan kemudian melipat lengan bajunya sambil berkata, “Bangun.”

Setelah Roh Api melihat orang yang datang, rambutnya segera berdiri, “Roh Bumi, bukankah kau masih di Qin Ling beberapa hari yang lalu? Bagaimana bisa kau kembali begitu cepat?”

“Jika aku masih belum kembali, maka konsekuensinya tidak akan bisa diperbaiki!” Orang yang disebut Roh Bumi memandangi Roh Api dengan tatapan mengejek.

Biasanya, kedua orang ini selalu menemukan satu sama lain tidak menyenangkan. Setiap kali mereka saling bertemu, mereka akan selalu bertengkar. Xiao Xiu sudah terbiasa dengan ini. Dia mengangkat tutupnya gelas tehnya dengan cara tenang yang santai di antara kekacauan, dan kemudian dengan lembut menutupi cangkir teh.

“Apa maksudmu tidak bisa diperbaiki? Apakah kau memarahiku secara tidak langsung?” Roh Api mendengar nada tantangan dalam kata-katanya, segera, rambutnya hangus dan dia hampir meledak. Jika pihak lain berani mengatakan satu kata dari ya, dia tidak akan menahan lagi.

(Rambutnya hangus = maknanya ‘sangat marah’ dengan hiperbola ‘hingga rambutnya berdiri’ atau semacamnya)

Roh Bumi memandangnya dengan jijik, tidak ingin melanjutkan perselisihan ini dengannya. Dia segera berbalik untuk menghadap tuannya dengan wajah serius dan hormat untuk mengatakan, “Tuan, Yang Mulia Kaisar memmberikan pernikahan ini kepada anda menggunakan taktik lengan kaku, mengapa anda tidak melawan? Anda jelas tahu bahwa jika pernikahan ini harus diselesaikan, posisi anda di kerajaan Xuan Barat akan—— ” Roh Bumi memandang tuannya di depannya yang memiliki ekspresi seperti terendam dalam air, sisa kata-kata terjebak di dalam tenggorokannya. Dengan kebencian dan penyesalan, lanjutnya, “Wangye, Anda berulang kali mengalah, tetapi mereka tidak pernah puas dengan konsesi anda. Apakah wangye masih akan terus menanggungnya? Posisi wangfei, apakah ringan atau serius, bukan seperti anda tidak tahu!”

(Taktik lengan kaku = istilah yang sering di gunakan di US, artinya ‘tidak bisa di bantah’)

“Apakah kau ingin benwang menentang titah kekaisaran?” Xiao Xu tidak marah dengan apa yang dikatakan bawahannya, sebaliknya, ia hanya bertanya dengan tenang.

“Tidak perlu menentang titah kekaisaran, biarkan bawahan ini menyingkirkan nona keluarga Chu. Jika tidak ada pengantin wanita untuk pernikahan yang dianugerahkan, maka pernikahan tidak akan terjadi!” Roh Bumi menunjukkan aura seseorang yang haus darah, dingin tersenyum.

Sayangnya—

“Omong kosong!” Xiao Xu membanting cangkir tehnya di atas meja dengan ‘bang’. Suaranya tidak keras, tapi itu cukup untuk membuat orang-orang di tempat kejadian itu menundukkan kepala karena ketakutan.

Meskipun itu adalah Roh Bumi, dia masih tidak bisa tidak berlutut, dia menggigit bibirnya dan dengan keras kepala mengangkat kepalanya untuk melihat tuannya di depannya, “Wangye, bawahan ini tidak membuat masalah, hanya saja saya tidak bisa diam berdiri di samping dan tak berdaya melihat anda——”

“Diam. Sejak kapan kalian diizinkan untuk mempertanyakan urusan benwang?” Xiao Xu dengan dingin menatapnya, “Roh Bumi, jangan lupakan identitasmu.”

Roh Bumi menundukkan kepalanya, mengertakkan gigi untuk mengatakan, “bawahan ini tidak berani.”

“Pernikahan ini sudah selesai. Bahkan jika tidak ada keluarga Chu, masih akan ada keluarga Li, keluarga Lin dan keluarga Chen. Oleh karena itu, benwang tidak akan mengizinkan kalian untuk campur tangan!” Xiao Xu berkata dengan cara yang lambat dan tak terbantahkan saat pandangannya menyapu semua orang. Segera setelah itu, dia menghentakkan lengan bajunya dan pergi.

Tidak hanya Roh Bumi dan Roh Api mendengar keteguhan dalam kata-katanya, mereka juga bisa mendeteksi jejak kesedihan.

Itu benar, ah. Bahkan jika mereka menghapus Keluarga Chu, Kaisar Xuan Barat akan memilih kandidat lain.

Perasaan melankolis memenuhi hati mereka.

Bagi Chu Qing Yan, masalah yang paling membuat dia tersandung adalah fakta bahwa dia akan pindah ke Ying wangfu. Sebaliknya, bagaimana dia seharusnya hidup bersama dengan Ying wangye yang dingin tanpa emosi.

Meskipun temperamen pihak lain jelas dan dingin, dengan suara yang menggerakkan, itu tetap bisa membekukan orang-orang ah!

Boo hoo, boo hoo, Chu Qing-Yan akhirnya memiliki keinginan untuk menangis tetapi tidak mengeluarkan air mata!

(boo hoo boo hoo = hiks hiks hiks)

“Cai Cai, tidakkah ini sulit bagimu?” Setelah Ibu Chu menerima berita itu, berbeda dengan desahan napas keluarga Chu yang terengah-engah, Ibu Chu menarik napas, hatinya penuh kekhawatiran untuk putrinya.

Chu Qing Yan tidak pernah berpikir bahwa suasana hatinya sendiri bisa terpapar begitu cepat. Dia segera menahan kesedihannya dan menenangkan diri. Dia pura-pura baik-baik saja dan berkata, “Ibu, ibu tidak perlu khawatir. Putrimu ini sangat imut dan pintar. Aku pasti akan hidup dengan nyaman dan santai di Ying wangfu. Selama ibu dan ayah hidup dengan baik di keluarga Chu, putri mu akan merasa lebih tenang!”

Ibu Chu mengungkapkan senyuman setelah mendengar ini. Setelah melirik suaminya yang sedang menatap percakapan pasangan ibu dan anak dengan mata terbuka lebar, dia dengan lembut menepuk tangan putrinya, “Cai Cai, kau tidak perlu khawatir. Ibu akan merawat ayahmu dengan baik. Ayo, ibu akan membantu mu mengemas barang-barang mu. “

Chu Qing Yan menyangga dagunya dengan kedua tangan sementara ibunya berada di samping mengemasi pakaiannya. Bahkan, sebenarnya tidak banyak pakaian yang bisa dipakai, tetapi dia tidak ingin melukai hati ibunya yang peduli. Mungkin, jika dia dapat melakukan sesuatu untuknya saat ini, maka hati ibunya tidak akan begitu sedih.

Pada saat ini, Ayah Chu mendekat dengan wajah penuh keluhan.

“Cai Cai, mau kemana kau?”

Mendengar ini, Chu Qing Yan tiba-tiba menyadari bahwa ayah masih tidak tahu tentang masalah dia keluar dari keluarga Chu. Dia tanpa sadar membalikkan kepalanya untuk menghadapinya, dan dengan sikap serius, menjawab. “Ayah, aku akan pindah ke tempat lain untuk hidup dan mungkin tidak akan sering melihat Ayah. Ayah harus mendengarkan dengan patuh kata-kata Ibu dan jangan membuatnya marah. Jika ada yang berani menindas ayah, jangan impulsif, simpan saja dan tunggu putri ini datang kembali dan membalas semuanya untuk ayah! “

Ayah Chu tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya, tetapi segera merasa ada yang salah. Dia dengan sedih menarik lengan Chu Qing-Yan dan bertanya, “Tidak bisakah kau membawa Ayah dan Ibu Dan bersama? Ayah tidak ingin berpisah darimu.”

Awalnya, dia berpikir bahwa dia telah membujuk ayahnya, bagaimana dia menyangka bahwa dia akhirnya akan mengerti sekarang dan bereaksi? Chu Qing Yan melihat ekspresi seperti kucing, sedih dan naif ayahnya dan tidak bisa tidak mendesah. Dengan nada minta maaf, dia berkata, “Ayah, masalah ini, anak perempuan ini tidak bisa membuat keputusan, bagaimanapun juga, tempat itu bukan wilayah kita. Namun, putri ini berjanji, jika suatu hari, putri mu mampu, putri ini pasti akan menjemput ayah dan Ibu untuk hidup bersama. “

Hanya, akankah hari itu datang? Chu Qing Yan juga tidak dapat memastikan.

“Cai Cai ah, apakah kau akan tinggal bersama dengan orang jahat itu?” Ayah Chu tiba-tiba bertanya.

Sejak dia mendengar desas-desus yang disebarkan oleh para pelayan, ayahnya telah mengkategorikan Ying wangye sebagai orang jahat yang sangat besar, yang tidak bisa lagi menebus dosa. Chu Qing Yan mengingat sosok tinggi dan kurus yang mendekat, dengan punggungnya ke sinar matahari. Untuk bagian jahat di luar penebusan dosa, ya? Dia tidak bisa melihatnya. Hanya saja, tanpa alasan sama sekali, dia akan membangkitkan rasa takut pada orang-orang!

“Un.” Chu Qing-Yan mengangguk.

 “Jadi, Ayah akan menjadi pengawal mu dan tidak akan mengizinkannya untuk mengganggumu!” Kata Ayah Chu dengan wajah tulus.

Chu Qing Yan dengan ‘pfft’ tertawa, “Ayah, Cai Cai dapat melindungi dirinya sendiri. Ayah hanya perlu melindungi Ibu dan itu akan baik! “

Ayah Chu diombang-ambing oleh putrinya dan dengan malu mengusap kepalanya. Dia dengan bodoh tertawa, “Cai Cai sangat pintar, dia bisa melindungi dirinya dengan baik!”

Namun, setelah mengatakan itu, ayah Chu hanya berbalik dan lari. Chu Qing-Yan sudah akrab dengan perilaku semacam ini dari ayahnya. Hanya, dalam sekejap mata, Ayah sekali lagi berlari kembali, baru sekarang, dia memiliki tongkat kayu di tangannya, “Cai Cai, aku memberikannya kepada mu untuk digunakan sebagai perlindungan diri. Jika ada yang berani mengganggumu, kau pukuli mereka dengan tongkat ini !!”

“Baiklah!” Wajah Chu Qing Yan mengeluarkan pancaran wibawa saat ayahnya dengan sungguh-sungguh menyerahkan tongkat itu!

Mudah mengatakannya seperti ini, tapi bisakah dia benar-benar melakukannya?

Jawabannya tidak.

Untuk Ying wang mengirim orang untuk menjemputnya, Chu Qing Yan menentangnya di dalam hatinya.

Tetapi, hari itu akhirnya akan datang.

Lihat, sudah tiba kan.

Chu Qing Yan melihat dua pengawal kekaisaran yang dibimbing untuk berdiri di depannya. Dia mengenali dua orang ini. Mereka adalah orang-orang yang menemani Ying wang ke pesta ulang tahun pada waktu itu.

“Nona kesembilan, saatnya untuk berangkat ke perjalanan.”

Berangkat ke jalan?

Jalan apa?

Jalan keterpurukan?

Kepala Chu Qing-Yan mulai pusing.

LAC 30. Interaksi Dua Orang yang Konyol
LAC 32. Memasuki Rumah Bangsawan Sedalam Laut

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.