LAC 307. Apa Keinginanmu?

Featured Image

“Oh?” Xiao Xu mengangkat alisnya dan menatapnya. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan gadis kecil ini.

Sikap apa ini?

“Aku serius!” Chu Qingyan berulang kali menyakinkannya.

Xiao Xu duduk dengan tenang dan menatapnya dengan pandangan yang bosan, “Tanyalah.”

Dia pikir gadis kecil itu akan bertanya apa yang akan mereka makan malam ini? Atau mengapa orang makan wortel yang adalah makanan kelinci? Dan mengapa wajah Roh Bumi selalu tanpa ekspresi dan sebagainya, karena dia selalu mengajukan banyak pertanyaan sebelumnya.

Tetapi ketika gadis kecil itu mengajukan pertanyaan serius, dia terkejut.

“Gunung Es, jika aku memiliki lampu ajaib Aladdin yang dapat memenuhi keinginanmu, apa yang Anda inginkan?”

Lampu ajaib Aladdin?

Dia belum pernah melihat barang yang dikatakan gadis kecil itu.

“Keinginan?” Xiao Xu bingung.

Chu Qingyan mengangguk dengan penuh semangat, “Ya, hal yang selalu Anda pikirkan dan Anda tidak bisa mendapatkannya, tetapi Anda benar-benar menginginkannya.”

“Aku menolak untuk menjawab pertanyaan yang tidak penting.” Sejak mengubah penampilannya, Xiao Xu tidak akan lagi mengklaim dirinya sebagai Wangye.

“Tidak, anda bisa menggangap ini sebagai perumpamaan dan jawab secepatnya.” Chu Qingyan membungkuk dan terus mendorongnya untuk menjawab.

Xiao Xu terjerat olehnya sehingga dia dengan santai berkata, “Kalau begitu aku ingin agar kau tumbuh dengan cepat, jadi aku tidak perlu mengkhawatirkanmu.”

Chu Qingyan mendengar kata-kata itu, dan kemudian memutar matanya, pria itu menjawab dengan asal!

“Tidak! Anda sudah berjanji, dan Anda harus menjawabnya! “Chu Qingyan melompat ke tempat tidurnya dan menarik-narik lengannya seolah-olah dia tidak akan menyerah sebelum mendapat jawaban.

Xiao Xu meraih kedua tangannya yang kecil dan memegangnya dengan satu tangan dan mendekatinya dengan rasa ingin tahu, “Apakah pertanyaan ini begitu penting?”

Chu Qingyan tidak memperhatikan betapa mesranya posisi mereka saat ini, dia hanya fokus pada pertanyaannya.

“Tentu saja, ini penting! Ini tentang …” Lalu Chu Qingyan tiba-tiba berdiam, astaga, dan dia hampir mengatakannya.

“Ada apa?” Xiao Xu mengangkat alisnya, dia merasa gadis kecil itu menyembunyikan sesuatu.

Merasakan tatapan skeptis dari Gunung Es, Chu Qingyan segera duduk tegak dan melepaskan diri dari telapak tangannya, dia memaksa, “Aku tidak mau tahu, apakah anda akan menjawabnya atau tidak?”

Dia tidak ingin memaksa orang lain, jika gadis kecil itu ingin bersikap nakal, biarkan dia menjadi nakal.

Melihatnya bersikap cuek, Chu Qingyan merasa tertekan, pria ini sulit dihadapi, bagaimana dia bisa mendapatkan jawaban dari mulutnya?

Tiba-tiba, sebuah pikiran melintas di benaknya, dia berbalik untuk tersenyum kepadanya, “Gunung Es, aku ingat anda ada berutang sesuatu padaku, ketika aku tidak sadar beberapa hari yang lalu, anda mengatakan akan memenuhi permintaanku, ingat? Jangan menyesal! ”

Xiao Xu mendengar kata-kata itu dan merasa lucu, bukankah waktu itu dia sedang tidak sadar ketika mendengar kata-katanya, tetapi dia tidak menduga si kecil mengingatnya.

“Sebuah janji lebih berat dari seribu batang emas.” Dia sudah tahu apa yang akan si kecil lakukan.

“Oke, kalau begitu aku akan menukar satu permintaan untuk jawabanmu.” Chu Qingyan dengan bangga berkata, “Hal yang Anda inginkan di dunia ini, yang tidak terlalu mahal, juga yang dapat ditemukan, tetapi tidak terlalu biasa untuk mendapatkannya.”

“Tidak ada.” Xiao Xu memandangnya, matanya berkedip, pada dasarnya, ada terlalu banyak hal yang tidak diinginkannya.

Identitas, status, ketenaran dan kekayaan.

Chu Qingyan terkejut, “Apakah anda serius?”

Xiao Xu sadar kembali. Dia menatapnya dengan mata suram dan sepertinya dia mengatakan yang sebenarnya.

Wajah Chu Qingyan tiba-tiba tertegun, “Melepaskan satu permintaan untuk jawaban ini sungguh kerugian besar. ”

Xiao Xu merasa lucu ketika dia mendengarnya mengeluh, kepahitan di hatinya menghilang, dia berpikir sejenak dan kemudian berkata, “Jika kau mengatakan maksud dari pertanyaan ini, aku akan memberimu permintaan lain, bagaimana menurutmu?”

Ketika dia mendengarnya, dia merasa sedikit tergoda, tetapi dia menyangkal pemikiran ini di dalam hatinya, “Aku, aku tidak ada maksud lain.”

Xiao Xu mendengar kata-katanya dan terus menutup matanya untuk mengistirahatkan pikirannya, “Maka tidak ada permintaan.”

Chu Qingyan menghela nafas dalam-dalam dan menyaksikan kedua kesempatan itu hilang, hanya menyisakan satu, sepertinya dia harus menjaganya dengan hati-hati mulai sekarang.

Tapi Gunung Es mengatakan tidak ada yang dia inginkan, yang membuatnya sakit kepala.

Dia tahu ulang tahun Gunung Es setengah bulan lagi.

Tapi dia tidak tahu harus memberi apa padanya, Gunung Es memberinya menara memetik bintang dan kepingan bintang pada hari ulang tahunnya, dia ingin menyiapkan hadiah yang spesial untuknya.

Dia merasa masalah ini lebih sulit daripada matematika.

Xiao Xu mendengar desahannya, meskipun dia penasaran, dia tahu si kecil akan mengatakannya cepat atau lambat, jadi dia tidak menganggapnya serius.

Itu hanya sekedar pertanyaa , tetapi malam ini dia bersenang-senang setelah bertahun-tahun.

Di dalam kasa merah, dupa hangat dan pembicaraan manis.

Dia mengangkat rahang orang di bawahnya, dan tampaknya ada ribuan bintang yang tersembunyi di matanya, sangat menyilaukan sehingga orang tidak bisa berani memandangnya.

Suaranya terdengar pelan, “Seperti yang kau katakan, jika keinginanku dapat menjadi kenyataan pada saat itu, maka hari ini aku tidak harus menunggunya, kan?”

Dia menggigit giginya dan menggerakkan bibir merahnya dengan ringan, dan wajahnya kemerahan, “Kotor!”

“Ternyata istriku masih memiliki kekuatan untuk mengutuk. Hah?”

Suara itu menjadi semakin rendah di antara bibir dan giginya.

Itu adalah malam yang panjang, kali ini mereka berada di antah berantah, jadi mereka menginap di hutan belantara.

Roh Bumi berjalan di depan tuannya dan melaporkan “Dua hari lagi setelah kita melewati gunung ini, itu adalah perbatasan Xixuan dan Negara Junlan.”

Xiao Xu mengangguk, “Yah, pergi dan aturlah.”

“Iya.”

“Gunung Es, apakah di Negara Junlan terdapat banyak Clivia (sejenis bunga lily) ? Itu sebabnya nama negaranya memakai kata ini? “Chu Qingyan mendengar percakapan mereka dan menanyakannya.

“Tidak, tidak, leluhurku yang kecil, tolong jangan berpikir begitu, meskipun nama negara Junlan kedengarannya cukup bagus, tetapi masyarakatnya, – licik dan tidak bisa di lawan!” Roh Api segera maju untuk meluruskan pemikirannya.

Setelah Chu Qingyan mendengar, dia menjadi lebih penasaran, “Apakah Kau pernah ke Negara Junlan? Apakah kau bergaul dengan orang-orang itu? ”

“Emm–” Roh Api tiba-tiba mendengus setelah dia ditanyai oleh wangfei kecilnya, haruskah dia mengatakannya atau tidak?

“Apakah kau punya sesuatu yang disembunyikan dari ku?” Chu Qingyan memberinya senyum tipis.

“Katakan! Mengapa mereka licik? Atau apakah kau iri karena mereka lebih temperamental daripada mu, jadi kau menjelekkan mereka? “Ayah Chu juga ikut maju, bertindak seolah-olah jika Roh Api tidak menceritakan semuanya, ayah Chu akan menggelitiknya.

Roh Api segera mengarahkan pandangannya pada Roh Bumi dan yang lainnya, sayangnya, mereka hanya membiarkannya dan berpaling dari pandangannya yang meminta bantuan.

“Aku tiba-tiba ingat masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan, sampai jumpa nanti.” Roh Api melarikan diri.

Awalnya Chu Qingyan tidak bermaksud apa-apa, lalu mengolok-oloknya, tetapi dia tidak menyangka akan melihat tampang gelisahnya, yang membuatnya sangat tertarik, dan dia memperhatikan Gunung Es melemparkan tatapan tajam ke Roh Api, apakah itu ada hubungannya dengan Gunung Es.

Namun, mereka hanya melewati Negara Junlan kali ini, mereka mungkin punya waktu untuk mengunjungi Negara Junlan ketika kembali.

Apa yang Chu Qingyan tidak tahu adalah mereka gagal melaksanakan rencana tersebut.

LAC 306. Trik Kecil Chu Qingyan
LAC 308. Ayah ingin menjadi mak comblang

2 thoughts on “LAC 307. Apa Keinginanmu?”

Leave a Reply

Your email address will not be published.