LAC 306. Trik Kecil Chu Qingyan

Featured Image

Tak terasa sudah bulan Desember.

Ayah Chu mengenakan jaket katun besar, yang membungkus dirinya seperti beruang.

“Dan Niang, aku tidak kedinginan, mengapa kau menyuruhku memakai begitu banyak pakaian!” Ayah Chu membuka pakaiannya sambil menggerutu.

“Kau memang tidak merasa dingin sekarang karena memakai banyak pakaian, jika kau melepasnya, akan terasa dingin.” Ibu Chu mengambil tangannya dan naik kereta sambil tersenyum.

Ayah Chu merasa istrinya benar, jadi dia tidak lagi meributkan pakaiannya, dan naik ke kereta.

Chu Qingyan memandang cara ayah dan ibunya berinteraksi dan merasa hangat.

“Ayahmu beruntung, setidaknya sifatnya baru seperti anak-anak setelah kepalanya cedera, bukan demensia. Aku telah melihat banyak pasien yang lumpuh total karena cedera parah atau tidak bisa mengurus diri sendiri, seluruh keluarga ikut menderita.”Cheng Yanluo berdiri di sampingnya, dimatanya terlihat senyum dan sedikit emosi.

Chu Qingyan mengangguk, “Terima kasih Tuhan sungguh baik.”

“Tidak, itu mungkin ketika ayahmu koma, dia memiliki keinginan kuat untuk bangkit, karena dia bisa saja tidak akan sadar dengan cederanya itu, bahkan kemungkinan hidup sangat kecil.” Dengan cedera otak, dia mengambil ujian komprehensif di waktu luangnya, tapi hasilnya sangat mengejutkannya, dan ketika ia mengetahui bahwa ayah Chu adalah seorang jenderal yang berani dan terampil dalam peperangan, keterkejutannya berubah menjadi kekaguman.

Chu Qingyan menjilat bibirnya, ia tahu ketika ayahnya di garis depan menerima kabar bahwa ibunya melahirkan dia, dia ingin kembali, tetapi karena perang, ia harus tinggal. Pada saat itu, dia merindukan ibunya, jadi dia tidak ingin mati.

“Sebenarnya, aku sudah memutuskan, apakah penyakit ayahku bisa membaik atau tidak, aku akan selalu bersamanya.” Chu Qingyan tersenyum lebih hangat dari sebelumnya.

Cheng Yanluo mengulurkan tangan dan menggosok kepala gadis kecil itu, tetapi begitu dia meletakkannya, dia mendengar suara dingin, “Sudah waktunya untuk naik kereta.”

Setelah Chu Qingyan mendengar itu, dia tertawa dan berkata, “Aku datang.” Lalu dia menatap Cheng Yanluo dan berkata, “Ayo pergi!”

Cheng Yanluo menarik kembali tangan yang menutupi kepala gadis kecil itu, samar-samar merasa Xiao Xu melihatnya, dan jari-jarinya hampir membeku.

Hanya menyentuh kepalanya, sungguh pria yang pelit!

Cheng Yanluo mengerang dalam hatinya, lalu berjalan perlahan menuju kereta dan memandang langsung ke Roh udara.

Di kereta, Chu Qingyan memandang tumpukan buku di atas meja, merasa penglihatannya redup.

“Ini, ini–” Dia tidak bisa mengatakan apa-apa karena saking gugup.

“Seperti yang kau pikirkan,” Xiao Xu bahkan tidak memandangnya.

Chu Qingyan ingin menolaknya, “Gunung Es, membaca buku di kereta tidak baik, dan kereta tidak lurus akan merusak penglihatanku.”

“Apakah kau meragukan keterampilan Roh kayu?” Jawab Xiao Xu ringan.

Chu Qingyan melirik kereta; dia tidak bisa mengatakan kereta terlihat bergelombang.

Namun, dia memang tidak berpikir seperti itu, dia tidak akan menolak belajar apa pun yang diatur Gunung Es untuknya.

Begitu dia membuka halaman-halaman buku itu, dia sudah terpana, “Gunung Es, apa arti kata ini?”

Xiao Xu memegang dahinya dan mengambil buku itu, “Kata mana?”

Dia dengan rendah hati menunjuk, “Ini.”

“Hong, ini artinya boom.”

Chu Qingyan tiba-tiba merasakan suara keras di kepalanya, baru saja melihat cara penulisan karakter China yang disederhanakan, dia tidak mengetahuinya.

Tidak, dia bukan orang yang mudah menyerah!

Nak, apakah kau pikir dengan mengganti pakaian maka aku tidak akan menemukanmu!

Chu Qingyan segera memeluk buku itu dan belajar.

Xiao Xu mengalihkan pikirannya saat dia melihat tatapan serius gadis kecil itu.

Dia berharap si kecil tidak akan tertidur seperti dulu.

Xiao Xu mengenal Chu Qingyan, setelah beberapa saat, dia akan tertidur, dia belajar keras selama dua belas tahun setelah memasuki universitas, dan dia tidak lagi membaca buku dengan serius. Dia mencubit wajahnya, memaksa dirinya untuk sadar, dia telah memutuskan untuk bekerja keras, dan dia tidak akan menyerah.

Dalam hatinya, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, jika dia tidak mengambil langkah awal ini, bagaimana langkah selanjutnya dapat diambil?

Segera dia konsentrasi lagi, hanya untuk membawa keabadian Sungai Kuning ketika menghadapi ujian masuk perguruan tinggi.

Xiao Xu awalnya berpikir dia akan memohon padanya untuk belas kasihannya, setidaknya dia pikir begitu sebelum dia akan mengangguk, tetapi beberapa lama kemudian, ia tiba-tiba terlihat penuh semangat, seakan-akan diwajahnya tertulis: aku sedang serius, jangan ganggu.

Dia tersenyum, sepertinya gadis kecil itu benar-benar bertekad, meskipun dia tidak tahu mengapa tiba-tiba mengubah perhatiannya, itu hal yang baik.

Setelah membaca selama satu jam, Chu Qingyan bersandar di dinding gerbong dan membiarkan matanya beristirahat sejenak. Dia menoleh dan melihat Gunung Es menahan wajahnya dengan satu tangan, berbaring di tempat tidur dengan mata terpejam. Matahari terbenam memancarkan cahaya hangat ke dalam ruangan. Chu Qingyan merasa pemandangan ini sangat menarik.

Meskipun saat ini ia mengenakan topeng dan bahkan menyamar sebagai rakyat biasa, fitur wajahnya memang tidak luar biasa, tetapi beberapa hal bawaan tidak akan berubah hanya dengan penampilannya yang biasa. Seseorang dengan temperamen yang baik, tidak peduli apa yang dia lakukan, dia akan tetap tampan.

Chu Qingyan merentangkan tangannya di tempat tidur. Dia meletakkan dagunya di tangannya dan dengan hati-hati menatapnya.

Sebagian besar kekuatan Gunung Es rusak karena cedera ini, dan ia tidak bisa menggunakan kekuatan internal sampai racun itu sembuh, tubuhnya tidak sebaik sebelumnya, sehingga pakaian yang disiapkan untuknya saat ini jauh lebih tebal dari sebelumnya. Misalnya, jubah brokat hitam yang dipakainya hari ini memiliki bulu kelinci hangat di dalamnya dan lingkaran di lehernya adalah bulu rubah seputih salju, dan bahkan sepatunya ditutupi sol tebal.

Meskipun pakaiannya sedikit lebih tebal, sulit untuk menyembunyikan sosok kurus dan langsingnya. Dia ingat ketika dia melakukan pemandian obat untuknya, sosoknya cukup standar, dan sepertinya sulit membayangkan betapa panas sosoknya ketika dia mengenakan pakaian.

Dan Gunung Es adalah tipe seperti ini, sangat berwibawa saat ia mengenakan pakaian, dan pesona jahat seksi muncul setelah ia melepas pakaian.

Mungkin Xiao Xu merasakan tatapan Chu Qingyan, dia perlahan membuka matanya dan berkata, “Selesai membaca semua buku?”

Matanya lebih bersih daripada langit yang dibasahi air, Chu Qingyan menggerutu dalam hatinya, ternyata Gunung Es tidak tertidur.

“Ya, sudah selesai, apakah Anda ingin menguji aku?” Tanya Chu Qingyan dengan provokatif.

“Tidak. Kau tampak sangat percaya diri, ”kata Xiao Xu sambil tersenyum.

Chu Qingyan menjulurkan bibirnya. Jarang sekali dia mau bekerja sama, padahal biasanya tidak!.

“Ngomong-ngomong, Gunung Es, aku punya pertanyaan untukmu, dan kau harus menjawabnya dengan jujur!”

LAC 305. Arti Cinta 
LAC 307. Apa Keinginanmu?

2 thoughts on “LAC 306. Trik Kecil Chu Qingyan”

Leave a Reply

Your email address will not be published.