LAC 304. Pukulan Terakhir yang Menakjubkan dari Gunung Es

Featured Image

Kalimat ini membuat Permaisuri Liang memisahkan diri dari Kaisar Xixuan.

Selir Yue datang perlahan dengan gaun kuning cerah yang menyentuh lantai. Roknya berdesir seiring langkahnya, seolah-olah bunga mekar di kakinya. Riasan wajahnya yang indah dan halus, dilapisi dengan bedak yang putih. Melihatnya seperti melihat kuncup di dahan pohon di musim semi, yang membuat orang merasa bahagia.

Permaisuri Liang menyipitkan matanya, memperhatikan wanita yang tiba-tiba muncul dan dia merasa kesal, tetapi dia harus menahan diri dan tersenyum, “Ternyata adik Yue. Saat ini dingin sekali, dan Anda terlihat kurus, jadi sebaiknya Anda menghindari angin. ”

“Terima kasih atas perhatian Anda, aku tidak akan jatuh jika angin bertiup, tetapi apa Anda tidak merasa kedinginan hari ini?” Selir Yue menutupi bibirnya dengan senyum lembut, nada bicaranya juga seakan-akan khawatir.

Wajah permaisuri Liang berubah, dan dia memang sedikit lebih kurus, tetapi untuk menarik perhatian Yang Mulia, dia memakai baju yang tipis dan dia tidak peduli.

Namun, kata-kata menyindir selir Yue membuat Kaisar Xixuan sedikit mengernyit, dan tiba-tiba dia merasa  tubuh permaisuri sedikit lebih kurus, kemudian dia memberikan dua kursi kepada mereka.

Permaisuri Liang dan selir Yue duduk di kiri dan kanannya.

Pada saat ini, Kaisar Xixuan menyentuh tangan selir Yue, dan tiba-tiba menegur, “Bagaimana Anda mengatur pelayan yang melayanimu? Tanganmu begitu dingin, cepat bawa tungku pemanas ke sini! ”

Pelayan yang sedang berada di samping selir Yue segera pergi untuk mengambil tungku pemanas, dan selir Yue memberikan pandangan licik ke arah permaisuri Liang, lalu dengan lembut menatap Kaisar Xixuan, “Yang Mulia, aku baik-baik saja, apakah anda ingin pergi ke istanaku? Kita bisa saling menghangatkan tangan. “

Permaisuri Liang menahan amarah setelah mendengar kata-kata selir Yue, tetapi setelah mendengarkan itu, tampaknya, Yang Mulia akan tinggal di istana selir Yue malam ini, kemudian hatinya tiba-tiba dingin.

“Butuh waktu yang lumayan lama untuk pergi ke istanamu, jadi sebaiknya menghangatkan dirimu terlebih dahulu.”  Kata Kaisar Xixuan, pada saat ini penghangat tangan sudah disiapkan oleh pelayan istana , dan Kaisar Xixuan berdiri ketika dia melihat itu, “Tidak usah berlama-lama, mari kita pergi ke istanamu! ”

Wajah selir Yue senang, tetapi ketika dia melihat permaisuri Liang, dia ragu-ragu sejenak, lalu tersenyum, “Kakak permaisuri, Yang Mulia akan pergi ke istanaku untuk menikmati buah plum, apakah anda ingin pergi bersama?”

Permaisuri Liang melirik selir Yue yang licik, dia merasa sangat kesal saat ini, tetapi dia tidak bisa menunjukkannya, dia tersenyum dan berkata, “Hari yang indah, aku tidak ingin mengganggu kaisar dan kau menikmati buah plum, Yang Mulia, aku mohon diri. ”

“Baik, pulanglah lebih awal untuk menghangatkan tubuhmu, jangan sampai kedinginan.” Kaisar Xixuan menunjukkan kekhawatirannya, tetapi sesudah mengatakan itu dia segera berbalik ke selir Yue.

Permaisuri Liang menundukkan kepalanya dan mengundurkan diri.

Mereka bertiga meninggalkan Paviliun Wangyun bersama-sama, tetapi dengan arah berlawanan, setelah beberapa langkah, permaisuri Liang samar-samar mendengar percakapan di belakangnya.

“Yang Mulia, permaisuri mungkin masih tidak menyukai aku, padahal aku telah mencoba yang terbaik untuk menyenangkannya, tetapi mengapa dia masih menolak aku?” Dia mengatakan itu seolah-olah mengeluh kepada kekasihnya.

“Kau sudah melakukan yang terbaik,” Kaisar Xixuan balas tersenyum ketika mengatakan itu.

Kemudian tawa panjang dan manis terdengar dari jauh.

Permaisuri Liang merasa semua kekuatannya telah habis, dia memegang pagar dengan satu tangan, dan hawa dingin terasa di ujung jarinya, tetapi dia tidak menyadarinya.

Dia berkelahi dengan selir Yue selama setengah dari hidupnya, tetapi dia selalu kalah karena dia tidak bermain trik, selir Yue terlalu licik.

“Permaisuri –” Luo Yun tampak khawatir.

Permaisuri Liang berdiri tegak dan memulihkan wibawanya yang biasa, setiap saat, dia harus terlihat wibawa dan tidak bisa diinjak-injak dengan mudah.

Mengenai masalah putranya, dia hanya bisa berharap ayahnya akan mendapat berita secepatnya.

“Kembali ke istana.”

“Baik.”

Sosok kurus itu sedikit mengkerut tertiup angin dingin, tetapi itu tidak mengubah posisi punggungnya yang tegak.

Semua kenangan yang sedih muncul bersama angin dingin saat ini.

Siapa yang mau jatuh cinta? Itu hanya perasaan yang timbul dari angin dan bulan, hanya menimbulkan kesedihan, kesepian, mencoba menguji kekuatan hatinya.

—–

Ditengah cuaca dingin, Chu Qingyan dan kelompoknya menyamar sebagai pedagang dan menetap di sebuah kota.

Roh udara mengubah wajah Gunung Es dan membuatnya terlihat seperti rakyat biasa, jika Chu Qingyan tidak mengenali matanya, dia akan berpikir pria itu adalah orang lain.

“Roh Udara, Roh Udara, kau mengubah Wangye menjadi rakyat biasa, maukah kau mengubah penampilanku juga?” Tanya Chu Qingyan dengan penuh semangat, dan dia juga ingin merasakan di rias.

Xiao Xu meliriknya, “Kau tidak membutuhkannya, kau sudah terlihat seperti rakyat biasa.”

Terlihat seperti rakyat biasa?

Chu Qingyan merasa baskom berisi air dingin disiram ke kepalanya.

“Gunung Es, apa maksudmu!” Chu Qingyan menarik lengan bajunya dan memaksanya untuk memberikan penjelasan padanya.

“Secara harfiah.” Kata Xiao Xu sambil membuka tangannya, “Berdirilah disampingku maka kau tidak akan di perhatikan.”

“Gunung Es, anda sangat menyebalkan!” Chu Qingyan rasanya ingin menangis tapi tidak bisa mengeluarkan air mata, sejak kapan Gunung Es bisa berbicara dengan sangat tajam?

Melihat tuannya memasuki penginapan terlebih dahulu, Roh udara berkata kepadanya sambil tersenyum, “Dulu, Wangye sangat pendiam, jika dia bersedia berbicara dengan orang lain, itu tandanya dia dalam suasana hati yang senang.”

Chu Qingyan menaikkan sudut mulutnya; suasana hati yang senang tidak perlu dibangun di atas penderitaan orang lain! Dan, mengapa nada Roh Angin seakan-akan senang?

Cheng Yanluo datang dan menepuk pundaknya, “Aku tidak menyangka ternyata Gunung Es-mu sungguh luar biasa.”

Cheng Yanluo berjalan maju setelah berbicara, dan Roh udara ingin membantu membawa barangnya, tetapi dia menghindarinya dan pergi dengan dingin.

Ayah Chu meletakkan mainan ke tangan roh udara yang masih terulur. Dia mengabaikan mata Roh udara yang menyipit dan berbisik, “Ini adalah mainan yang aku buat dengan mengambil kayu di jalan, jangan sampai rusak dan jangan menjatuhkannya! Kau sangat kuat, kong xin! “

Setelah berbicara, dia memasuki pintu bersama ibu Chu.

Roh Udara melihat mainan di tangannya, dan setelah tersadar, apa itu Kong Xin?

Chu Qingyan menunduk, ini adalah pembalasan untuk perkataannya.

“Bagus, Kong Xin!” Chu Qingyan melangkah ke penginapan.

Sebelum makan malam.

Kelompok Chu Qingyan tidak menarik banyak perhatian dari yang lain, karena sudah mengubah penampilan mereka sehingga tampak seperti pedagang biasa.

Chu Qingyan menunggu makanan muncul, setelah tidur di kereta selama beberapa jam, begitu bangun dia merasa lapar, bukankah olahraga akan cepat menjadi lapar , tapi mengapa dia merasa lelah hanya dengan tidur?

Pada saat ini, bermacam hidangan muncul.

Chu Qingyan meraih sumpit dan mengambil seiris daging babi yang direbus, tetapi dia dihentikan di tengah jalan oleh sepasang sumpit, dan kemudian digantikan dengan wortel goreng tumis di samping daging.

“Gunung Es, aku tidak mau makan ini, aku ingin makan daging.” Chu Qingyan mengerutkan kening.

“Makan wortel lebih banyak dapat membantumu tumbuh lebih tinggi.” Xiao Xu melihatnya mengambil kembali wortel yang sudah dimasukkan ke dalam mangkuknya.

“Tinggiku–” Xiao Xu memotong kata-katanya.

“Saat seusiamu, aku sudah setinggi Cheng Yanluo.”

Apa apaan? Bagaimana bisa tinggi anak laki-laki dan perempuan disamakan ? Chu Qingyan merasa tidak puas.

Cheng Yanluo, yang sedang menggigit kaki babi, tiba-tiba membelalakkan matanya, bagaimana bisa dia sebagai penonton dilibatkan?

LAC 303. Upaya Terakhir
LAC 305. Arti Cinta 

One thought on “LAC 304. Pukulan Terakhir yang Menakjubkan dari Gunung Es”

Leave a Reply

Your email address will not be published.