LAC 302. Sayang aku, sayangi seluruh keluargaku

Featured Image

Cheng Yanluo memandang ke arah kerumunan yang sedang menanti dengan cemas dan tersenyum, “Aku telah menemukan penyebabnya, kalian tidak perlu khawatir.”

Semua orang merasa lega.

“Tapi—” Cheng Yanluo ragu-ragu sejenak, dan berhasil menarik perhatian semua orang, “Proses perawatan ini sangat rumit dan memakan waktu setidaknya setengah tahun. Sekarang kita akan ke negara Jiang, aku khawatir tidak bisa segera merawat Paman Chu. ”

Chu Qing Yan mengerutkan kening, ini memang masalah.

Pada saat ini, ayah Chu berdiri dan berkata, “Kau pasti sibuk karena harus melakukan sesuatu yang penting. Lagi pula, jangan pedulikan aku,  aku sudah sakit selama sepuluh tahun, itu bukan waktu yang singkat.”

Begitu komentar ini keluar, Chu Qing-Yan tersentuh oleh perkataan ayahnya, “Ayah -”

Tapi,–

“Jadi kau bisa bawa aku!” Ayah Chu menyipitkan matanya sambil tersenyum.

Kata-kata Ayah Chu tidak diragukan lagi seperti b*m besar yang jatuh ke Qing-Yan.

“Ayah, kita tidak pergi bermain. Anda juga tahu kami sedang ada urusan yang penting.” Chu Qing-Yan dengan cepat menariknya ke samping dan menjelaskan kepadanya.

“Aku tahu!” Ayah Chu mengangguk penuh pengertian, “Cai Cai, Ayah dapat membantu, kau tidak tahu, aku bisa melarikan diri dari beruang dan anjing di gua !”

Ayah, itu anjing!

Chu Qing-Yan  terlalu malas untuk mengoreksinya, tetapi ketika dia ingin membujuknya, ayahnya telah berlari kembali ke arah menantunya.

Ayah Chu berjalan di samping menantunya, “Menantu, Cai Cai telah setuju untuk pergi bersama ayah, kau tidak perlu khawatir! Ayah berjanji untuk tidak mengganggumu, hanya tiga kali makan sehari, makan apa saja. Nafsu makan ayah tidak besar, hanya saja jangan lupa siapkan kaki ayam saat makan siang dan menyiapkan camilan di malam hari. ”

Chu Qing jadi malu, kapan dia setuju?

Xiao Xu meliriknya dan kemudian memerintahkan Roh kayu, “Siapkan gerbong tambahan.”

Ayah Chu berteriak kegirangan, Chu Qing-Yan berdiri diam,  roh api terkejut dan memegang dagunya.

“Gunung Es, ini—” Chu Qing-Yan mengerutkan kening, tidak dapat memahami keputusannya.

Xiao Xu menepuk tangannya, berkata, “Bersiaplah untuk berangkat!”

Cheng Yanluo di samping menyentuh dagunya dan berkata, “Tidak apa-apa, dengan cara ini aku bisa merawat Paman Chu. Ketika kita sampai di tujuan, aku bisa memulai perawatan.”

Ketika Chu Qingyan mendengarnya, dia merasa bahwa ini juga cara yang baik.

Melihat sosok langsing di depannya, Chu Qingyan hendak mengejarnya, ketika melewati Cheng YanLuo, dia berbisik ditelinganya dengan tenang, “Gadis kecil, ternyata Gunung Es-mu sangat menyukai kau dan keluargamu.”

Chu Qingyan berhenti dan menatapnya bingung, bertanya apa maksud Cheng Yanluo.

Cheng Yanluo meliriknya, mengangkat bahu, dan berjalan santai menuju gerbongnya.

Melihat dia tidak menjawab, Chu Qingyan menyerah dan langsung menuju kereta.

Dia melompat ke kereta, menarik tirai, dan ketika melihat pria yang ada di dalam, dia merasa sudah lama sekali sejak dia dan Gunung Es berada bersama dalam kereta.

“Gunung Es gerbongmu sungguh luas!” Dia berbaring di sofa dengan lembut, menempati seluruh sofa sendirian.

Xiao Xu meliriknya, “Duduklah dengan tenang, perhatikan sikapmu!”

Ternyata bukan hanya kereta ini yang sudah lama tidak dilihatnya. Omelan Gunung Es juga lama tidak didengarnya .

“Terserah aku mau melakukan apa.” Apa yang bisa Anda lakukan padaku?

Xiao Xu menarik kembali tatapannya, dan berkata pelan, “Raja ini menghitung sampai tiga. Jika kau tidak patuh, pergilah ke kereta ayahmu.”

Begitu kata-kata itu diucapkan, Chu Qing-Yan terdiam.

“Satu.”

Dia tidak percaya Gunung Es akan benar-benar melakukan ini padanya.

“Dua.”

Lupakan saja, itu hanya ancaman kosong.

Sebelum yang ketiga keluar, dia duduk dengan patuh dan memperlihatkan delapan gigi kepada Xiao Xu.

Xiao Xu kemudian memusatkan perhatiannya pada buku. Buku pengasuhan anak menyebutkan bahwa anak-anak di usia ini sedang berada dalam masa perkembangan. Jika tidak memperhatikan posisi tubuh, itu akan mempengaruhi kecantikan mereka di masa depan.

Gerbong ini adalah gerbong baru yang dimodifikasi oleh roh kayu menurut sketsa yang pernah dibuatnya. Walaupun kelihatannya tidak berbeda dengan gerbong biasa, ada beberapa tambahan di dalamnya. Banyak hal-hal yang dipasang. Jika Anda menyentuhnya, bisa melindungi diri dan membunuh musuh.

Chu Qingyan harus mengakui Roh kayu memang ahli dalam hal ini.

“Gunung Es, bagaimana awalnya kau membentuk kemampuan mereka dengan keahlian yang berbeda?” dia menjadi sangat ingin tahu tentang asal usul enam roh.

“Setiap orang memiliki kemampuan mereka sendiri, raja ini mengatur pelatihan berdasarkan kemampuan mereka. Begitu mereka berhasil, mereka dapat mulai mempraktekkannya,” Xiao Xu memutar jari dan membayangkan masa lalu. Ketika dibawa kepadanya, mereka baru berusia tujuh atau delapan tahun, sekarang mereka telah dewasa dan dapat berdiri sendiri, waktu telah berlalu.

Chu Qingyan melihatnya melamun, ia menduga Gunung  Es sedang memikirkan masa lalu, dan dia bertanya, “Roh kayu ahli membuat barang-barang, Roh air ahli mencari informasi, Roh api ahli bertarung, Roh bumi ahli menyerang secara diam-diam, Roh udara ahli dalam pengobatan, lalu Roh emas? Apa keahliannya? ”

Melihat si kecil itu mempunyai rasa ingin tahu, Xiao Xu mengaitkan bibirnya, “Jika ada kesempatan, kau akan bertemu dengannya.”

Ya,aku menantikan bertemu dengannya!

Chu Qingyan sedikit khawatir, tetapi menyenangkan untuk memiliki harapan. Dia ingin tahu tentang bagaimana penampilan Roh emas. Dia sudah bertemu dengan lima roh kecuali Roh Air, dan meeka tidak buruk. Dia ingin bertemu dengan roh air dan emas.

Hanya ada mereka berdua dalam kereta, Gunung Es diam saja. Chu Qingyan tidak bisa menahan emosinya, jadi dia harus mengambil inisiatif sendiri. Dia mendekat ke arahnya dan mengambil buku di tangannya.

“Apa yang ingin kau lakukan?” Roh udara mengatakan tubuh Chu Qing-Yan belum sembuh, dan dia harus beristirahat lebih banyak. Gunung Es pikir jika dia mengacuhkannya. Chu Qing-Yan akan mengantuk dan tertidur, tetapi tidak menyangka dia malah begitu bersemangat.

Ketika mata Gunung Es beralih dari buku kepadanya, Chu Qingyan bertanya dengan sungguh-sungguh dan ingin tahu, “Aku punya pertanyaan yang tidak ku mengerti, mengapa Anda setuju membawa ayah dan ibuku untuk pergi bersama ke negara Jiang , Anda tahu sekarang ini waktu sangat berharga bagimu. Dengan adanya ayah dan ibuku, itu pasti akan menunda perjalanan. ”

“Raja ini punya pemikiran sendiri, kau tidak perlu khawatir tentang hal itu lagi” Xiao Xu tidak ingin memberitahu rencananya.

Chu Qingyan cemberut, dia tidak berpikir ayah dan ibunya membebani, tapi dia pikir keputusan Gunung Es tampak aneh.

“Tidur.” Xiao Xu menepuk kepalanya. “Butuh waktu dua jam untuk sampai ke kota.”

Karena tidak berhasil mendapat penjelasan darinya, Chu Qingyan menyerah. Lagi pula, itu sudah terjadi, biarkan saja. Dia bersandar di lutut Gunung Es, menemukan posisi yang nyaman, dan mulai tidur siang.

Xiao Xu membelai rambutnya yang panjang, matanya melembut.

Si kecil, setelah kesepian untuk waktu yang lama, aku ingin merasakan kasih sayang keluarga seperti apa.

Aku tidak tahu apakah dalam tiga bulan ini akan hidup atau mati, jadi aku tidak ingin menyesal.

LAC 301. Dia mengabaikan Putrinya
LAC 303. Upaya Terakhir

Leave a Reply

Your email address will not be published.