LAC 301. Dia mengabaikan Putrinya

Featured Image

Ayah?

Chu Qingyan terkejut melihat orang di depannya yang penuh dengan dedaunan di kepalanya, bagaimana mungkin orang ini adalah ayahnya.

Setelah terkejut, dia memeluknya, namun, ketika dia membuka tangannya, pria itu melewatinya dan berjalan ke arah pria di sisi Chu Qing-Yan.

Apa yang terjadi?

Terdengar –

“Menantu yang terhormat, ayah di sini, apakah kau merindukan ayah, iyakan?”

Chu Qingyan berbalik dan memegang satu tangan ke dahinya, mengapa dia merasa kalau dia bukan anaknya?

Xiao Xu menatap ayah mertuanya yang bergegas ke arahnya, dan tersenyum kecil.

“Tuan Chu.”

Ayah Chu tersenyum dan mengangguk kepadanya, lalu berbalik dan menepuk-nepuk kepala putrinya, “Caicai, Ayah di sini.”

Chu Qingyan juga tersenyum, menantu adalah yang pertama, dan anak perempuan yang kedua?

Tetapi ketika ayah Chu melihat kembali ke orang di depannya dan tiba-tiba cemberut. “Menantu, mengapa wajahmu begitu pucat, apakah Caicai tidak merawatmu?”

Chu Qingyan menutupi matanya, ayah, bagaimana Anda bisa mengatakan itu?

Tidak ingin membiarkan ayahnya terus berbicara omong kosong lagi, Chu Qingyan mengambil tangannya dan bertanya dengan nada heran, “Ayah, mengapa anda datang, bagaimana dengan ibu?”

“Ibumu? Dia tidak terbiasa berjalan jauh, jadi beristirahat sebentar, dia akan segera ke sini. “Ayah Chu menggaruk kepalanya dan menatap pintu dengan cemas.

Tak lama, ibu Chu datang bersama Xiao Lie Cavalry, matanya mencari-cari di kerumunan, setelah melihat putrinya sendiri, dia tidak bisa menahan matanya yang merah, “Caicai—”.

“Bu–” Chu Qingyan melihatnya, juga memerah matanya, dan segera bergegas.

Setelah mereka saling berpelukan, Chu Qingyan bertanya, “Kenapa ibu dan ayah di sini? Bukankah kita semua sepakat kalian berdua tinggal di ibukota sampai kami kembali? ”

Setelah ibu Chu mendengar kata-kata itu, dia merasa tidak berdaya, “Itu semua karena ayahmu, sejak kau pergi dia ribut terus, sampai beberapa hari yang lalu, dia memaksa untuk mencarimu, aku pikir tidak masalah untuk membawanya keluar dan datang ke sini untuk bertemu dengan kau. ”

“Aku mengerti.” Chu Qingyan mengangguk, “Bagaimana Anda bisa sampai ke sini?”

“Beberapa hari yang lalu, berita hukuman untuk pejabat korup oleh Raja Ying telah tersebar luas, kami sepanjang jalan bertanya pada orang-orang, ketika tiba di daerah Yangxia, kami bertemu dengan Roh Bumi.” Kata ibu Chu, Chu Qing-Yan merasa sangat kasihan, tetapi untung mereka berhasil sampai ke sini.

Chu Qingyan bisa merasakan kesulitan mereka disepanjang perjalanan  dari kata-kata ibunya.

“Tuan Chu, bagaimana Anda bisa seperti ini?” Xi Ning sedikit terkejut.

“Karena memanjat pohon. Dia berkata ingin memanjat tinggi dan melihat jauh tetapi akhirnya jatuh ke bawah.” Ibu Chu tersenyum dan berkata.

Semua orang yang mendengar kata-kata itu akhirnya tertawa.

Karena kedatangan ayah dan ibu Chu, waktu keberangkatan ditunda hingga sore hari.

Sha Feng meminta orang-orang untuk menyiapkan air panas agar mereka berdua dapat mandi dan berpakaian.

Pada saat ini, Chu Qingyan menunggu di lobi dengan yang lain.

“Yanluo, sebelum datang ke pusat medis, aku sebenarnya ingin meminta bantuanmu untuk mengobati penyakit ayahku, sepuluh tahun yang lalu, dia terluka di medan perang dan di bawa kembali, selama tahun-tahun  hingga sekarang kami terus mencari cara mengobatinya itu, bagaimanapun, tidak ada yang bisa menyembuhkannya. ”Chu Qingyan menghela nafas, lalu berkata kepada Cheng Yanluo yang ada di sisinya.

Cheng Yanluo mendengar dan meletakkan cangkir teh, ketika dia melihat ayah Chu, dia merasa ada sesuatu yang salah, setelah mendengar gadis kecil ini bercerita, dia mengangguk, “Mungkin ada benda berat yang mengenai kepala dan menyebabkan darah membeku di dalam. Nanti aku akan memeriksanya.”

“Terima kasih, Yanluo!” Matanya merah, penyakit ayahnya membuat dia dan ibunya khawatir selama bertahun-tahun, ketika akan menyerah, Roh Udara memberi saran. Tetapi dengan adanya masalah Gunung Es terkena racun, dia berpikir untuk sementara menundanya, tetapi dia tidak menyangka ayah dan ibunya datang. Chu Qingyan kadang-kadang merasa, nasib sungguh tak terduga dan mengejutkan.

Pada saat ini, ayah Chu berjalan keluar dengan segar, dan ibu Chu tersenyum di belakangnya.

“Ibu, ini adalah Cheng Yanluo, Dr. Cheng, dokter yang aku katakan sebelumnya, nanti dia akan memeriksa penyakit ayah.” Chu Qingyan memperkenalkan ibunya kepada Cheng Yanluo, “Yanluo, ini ibuku.”

“Ibumu sangat muda dan cantik; aku tidak dapat membayangkan dia sudah memiliki seorang putri yang seusiamu.” Cheng Yanluo memuji dan dengan sopan berkata kepada ibu Chu,” Bagaimana kabarmu, Bibi Chu, panggil saja aku Yanluo. ”

“Itu benar, istriku adalah wanita paling cantik di ibukota!” Kata ayah Chu dengan bangga.

Ibu Chu yang dipuji merasa malu, melirik suaminya, dan berbalik untuk tersenyum, dia berkata, “Yanluo, terima kasih, aku akan menyerahkan pengobatan suamiku padamu .”

“Sama-sama,” jawab Cheng Yanluo.

Chu Qingyan memanggil ayahnya yang berada di samping Gunung Es, tetapi dia malah dicuekin ayahnya, “Caicai, aku belum selesai menceritakan pengalamanku selama diperjalanan kepada menantu, aku melihat kumbang sebesar batu!”

Ibu Chu berkata, “Yuan Lang, aku telah memberi tahu Anda berapa kali, benda itu adalah batu.”

“Oh!” Ayah Chu mengangguk, lalu tiba-tiba menjadi bersemangat, “Caicai, aku juga melihat seekor anjing sebesar beruang!”

“Seekor anjing sebesar beruang?” Chu Qingyan bingung.

Ibu Chu berkata, “Itu seekor anjing, dia berlari ke tempat tinggal beruang, tetapi untungnya, beruang sedang hibernasi, mereka tidak mengejar anjing itu.”

Chu Qingyan menampar mulutnya, dan dia merasa beruntung karena ayahnya selamat, itu adalah berkah.

Pada saat ini, Cheng Yanluo mulai memeriksa ayah Chu untuk mendiagnosis penyakitnya.

Semua orang-orang di ruangan memandangi dua orang itu.

Ayah Chu menggaruk kepalanya dan berkata kepada putrinya, “Caicai, mengapa mereka memperhatikanku? Apakah itu karena penampilanku yang tampan hari ini? ”

Kata penampilan dan ketampanan semuanya secara tidak sengaja dia katakan dengan jelas, kemampuan belajar ayahnya sangat kuat sehingga dia bisa menggunakan kata-kata sulit sekarang.

“Ya, sangat tampan.” Chu Qingyan berkedip dan mengatakan bahwa dia benar, tapi jujur saja, ayahnya sangat tampan, dan dia mendengar bahwa ayahnya adalah salah satu dari sepuluh siswa termuda yang paling tampan di ibukota …

Ayah Chu dengan penuh semangat berbalik dan bertanya kepada ibu Chu, dan setelah dia diyakinkan oleh ibu Chu, dia bertanya lagi pada menantunya.

Xiao Xu tidak mau mempedulikannya, tetapi agar ayah Chu menuruti dokter, dia terpaksa mengangguk.

Ayah Chu bahkan lebih bangga pada saat ini.

Setelah memeriksanya, Cheng Yanluo mengerutkan kening dan melepaskan nadi, dia berdiri, dan memeriksa rambut ayah Chu, menekan kepalanya untuk memeriksa.

Akhirnya, dia mengendurkan alisnya, seolah-olah dia telah menemukan penyebabnya, dan kemudian dia membersihkan tangannya.

“Bagaimana? Apa penyakitnya? Bisakah disembuhkan? ” Chu Qingyan bertanya dengan penuh semangat.

Meskipun mereka sering digoda oleh ayah Chu pada hari-hari biasa, saat ini, Roh Api, Roh Bumi dan lainnya juga tampak gugup.

LAC 300. Menantu, Ayah Ada Di Sini
LAC 302. Sayang aku, sayangi seluruh keluargaku

One thought on “LAC 301. Dia mengabaikan Putrinya”

Leave a Reply

Your email address will not be published.