LAC 30. Interaksi Dua Orang yang Konyol

Featured Image

-oOo

Ketika para pelayan berlalu dan melihat siapa yang datang, mereka segera berlari jauh dalam ketakutan untuk menghindarinya. Chu Qing Yan menghela nafas. Apakah orang di depannya iblis jahat seperti itu, menjijikkan sampai seperti ini?

Pada saat ini, dia mengamati sekelilingnya dan memperhatikan bahwa semakin mereka berjalan, semakin terpencil daerah itu. Rasa khawatir tidak bisa tidak muncul dari hatinya. Di mana pria ini; yang tidak menghembuskan satu kata pun, membawanya? Dia tidak cukup bodoh untuk tidak memperhatikan ketika dia mengirim Chu De Chang pergi, apalagi mengatakan bahwa dia akan percaya orang ini memiliki waktu luang untuk berjalan-jalan dengan hati-hati di sekeliling Chu fu.

(fu= rumah/kediaman/ keluarga besar)

Namun, aura orang ini sepertinya telah terkondensasi menjadi gumpalan es, memancarkan udara dingin dan menjauhkannya dari kontak manusia. Oleh karena itu, dia memiliki hati untuk bertanya, tetapi tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya.

Takut bahwa pihak lain akan tidak senang dan kemudian mematahkan lehernya, lagipula, lengan dan kakinya pendek, lehernya begitu langsing sehingga tidak akan mampu menahan kerusakan seperti itu.

Xiao Xu, yang terus berjalan di depan, menyadari bahwa suara langkah kaki di belakangnya sepertinya semakin jauh dan lebih jauh lagi, dan tidak bisa menahan diri untuk menghentikan langkah kakinya dan berbalik. Dia melihat gadis kecil itu memegang roknya dan berlari untuk mengejar, tetapi tanpa banyak hasil, karena langkahnya terlalu cepat.

(bocah kecil/gadis kecil. Sebenarnya, Xiao Xu memanggilnya 点 – xiao bu dian, yang sedikit mirip julukan, memanggil seseorang sebagai kerdil, cah, nak, julukan menggoda orang/ ejekan bercanda)

Xiao Xu memperhatikan gadis kecil yang telah dilihatnya beberapa kali sebelumnya tidak gelisah, sekarang dengan cemas mencoba mengejar ketinggalan, dan tidak bisa tidak merasa sedikit senang. Sebagai hasilnya, dia dengan baik hati berdiri di bawah pohon tinggi yang terkenal untuk menunggunya.

Xiao Xu tidak bisa disalahkan karena memanggil Chu Qing Yan seorang gadis kecil. Meskipun Chu Qing-Yan dibesarkan di desa Mao sejak kecil, dia telah melakukan banyak kerja kasar, belum lagi dia mendaki gunung dan menyeberangi sungai. Meskipun usianya kecil, perawakannya sudah dianggap maju dibandingkan dengan gadis-gadis yang dibesarkan di kamar wanita.

(Gadis-gadis yang di besarkan di kamar wanita: maknanya adalah wanita-wanita keluarga bangsawan yang nanya tahu untuk menghindari gossip dengan mengurung diri, dan setelahnya menikah. Tanpa tahu dunia luar)

Tapi berdiri di hadapan Xiao Xu, gadis ini hanya bisa mencapai dadanya, jadi dia masih terlalu pendek. Xiao Xu harus menurunkan kepalanya setiap kali melihatnya, selain itu, Chu Qing Yan memiliki wajah mungil, jadi di mata Xiao Xu, dia masih seorang anak kecil.

Ketika Chu Qing Yan terus berlari untuk mengejar dan akhirnya melihat gaun putih berkilauan itu, dia akhirnya menghela nafas lega. Hanya setelah dia mampu berdiri dengan mantap, barulah dia menyadari ada sesuatu yang salah. Dia segera mengangkat kepalanya dan dia melihat siluet tinggi yang tampak lebih tinggi saat bayangan memanjang di bawah matahari, dan terpantul di tanah di dekat kakinya.

Tatapan dangkal itu seperti riak ombak biru di musim dingin, indah namun dingin.

Ini jelas musim semi yang hangat, tetapi Chu Qing Yan masih tidak bisa tidak menggigil. Namun, dia tampaknya telah melihat kilatan cahaya yang aneh lewat. Apakah itu ekspresi tersenyum?

Namun, ketika dia ingin melihatnya lebih dekat, tatapan pihak lain telah melewatinya dan berbalik ke arah kolam di bawah jembatan; setelah itu, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Tidak berbicara sama sekali?

Chu Qing Yan langsung terdiam. Apakah dia ingin melakukan pertunjukan pantomim dengannya?

“Anda, wangye, apakah anda lelah berjalan? Apakah anda ingin duduk di paviliun sana sebentar?” Meskipun dia ingin mengabaikannya, bagaimanapun juga, dia masih seorang tamu, dan dia sendiri mungkin membutuhkan sedikit kekuatannya untuk bagian akhir dari hidupnya. Akibatnya, Chu Qing Yan memeras otaknya dan akhirnya muncul kalimat pembuka yang tidak terdengar buruk.

Mendengar ini, Xiao Xu menarik tatapannya dan sekali lagi menatapnya. Berbaris dan bertempur dengan pasukan, berjalan seratus li sehari itu normal. Bagaimana dia bisa kelelahan hanya dengan berjalan di jalan setapak ini? Berpikir tentang itu, orang yang lelah seharusnya adalah dia, itu lebih benar! Kekuatan fisik seorang perempuan secara inheren lebih lemah daripada laki-laki, apalagi untuk seseorang yang begitu muda. Xiao Xu melihat bahwa kepala gadis ini penuh keringat saat dia masih berpura-pura terlihat santai. Xiao Xu merasa bahwa gadis kecil ini benar-benar imut.

(li – satu li sama dengan 500 meter)

Dia tidak berpikir bahwa gadis ini akan mengambil inisiatif untuk berbicara. Tidak peduli seberapa tinggi dan terhormat status orang itu, setidaknya mereka akan menjawab. Sangat disayangkan bahwa orang ini sudah berada di luar pemahaman orang normal. Dia hanya menatapnya dan tidak membalas. Hampir membuat Chu Qing Yan salah paham bahwa ada bunga mekar di wajahnya yang menyebabkan dia begitu fokus sehingga mengabaikan pertanyaannya.

Meskipun orang lain tidak bekerja sama, dia tidak bisa terus melanjutkan situasi ‘mata besar menatap mata kecil’ ini!

“Pertemuan pertama kali ini, jika ada sesuatu yang Qing Yan lakukan dengan buruk, semoga wangye akan mengampuni.” Chu Qing Yan hanya bisa melanjutkan dengan sopan mengatakan.

Pertemuan pertama kali?

Xiao Xu tidak bisa tidak untuk mengangkat sudut mulutnya. Menghitung waktu ini, dia telah bertemu dengannya lebih dari tiga kali.

Pihak lain sepertinya tidak ingin berbicara, ekspresinya juga menjadi sedikit aneh. Chu Qing Yan berkeringat dingin berulang kali. Sepertinya ada sesuatu yang menghiburnya yang membuatnya merasa aneh, dia jelas tidak melakukan apa-apa ah!

Tepat ketika Chu Qing Yan terus memutar otaknya, Yama yang muram akhirnya membuka mulutnya yang dimuliakan.

“Kau berumur sepuluh tahun?”

“Benar.”

Orang ini tidak hanya membuka mulutnya, begitu dia melakukannya, itu mengherankan orang.

Meskipun Chu Qing Yan terkejut olehnya, refleks prilakunya menjawab lebih dulu.

Dia sudah tahu jawaban untuk pertanyaannya sendiri, tetapi bahkan dengan konfirmasi pribadi dari mulutnya, alis Xiao Xu masih berkerut.

Chu Qing Yan memasang ekspresi cerdik dan menyenangkan, sementara diam-diam mengamati orang lain. Ketika dia melihat kilatan ketidaksenangan di matanya, dia segera menundukkan kepalanya dan tidak bisa tidak mendesah ringan. Dia sudah memiliki firasat bahwa jika Ying wang yang terhormat ini tahu tentang usianya, dia pasti tidak akan bahagia.

Ada pepatah modern bahwa semua pria menyukai satu detail tertentu. Ketika mereka muda, mereka menyukai gadis yang lebih muda dari diri mereka sendiri, ketika mereka memiliki kesuksesan profesional, mereka menyukai gadis yang lebih muda dari diri mereka sendiri, pada saat mereka setengah baya, mereka menyukai gadis yang lebih muda dari diri mereka sendiri. Ketika mereka tua dan abu-abu dan dapat bersama siapa pun, mereka masih menyukai gadis yang lebih muda dari diri mereka sendiri. Bahkan, seorang pria di masa hidupnya masih sangat setia dalam aspek ini. Sepanjang hidup mereka, mereka akan menyukai gadis yang lebih muda dari diri mereka sendiri.

Tetapi keadaan saat ini tidak persis sama, jika itu adalah pria lain, mereka juga tidak ingin menikahi wanita yang masih ‘anak kecil’.

Sama seperti dia dan Xiao Xu.

Dapat diasumsikan bahwa ketika titah kekaisaran diberikan, orang ini dipaksa untuk menerimanya.

Oleh karena itu, Chu Qing Yan tidak bisa tidak dengan patuh menutup mulutnya. Dia bisa membanggakan bahwa dia tidak dianggap jelek, tetapi dia masih memiliki kesadaran diri bahwa tidak seorang pun akan jatuh cinta pada gadis yang berumur sepuluh tahun. Jadi, untuk menghindari dimarahi, dia diam-diam mengambil peran seorang gadis cantik, ah lebih tepat dikatakan, boneka bayi cantik!

Melihat ekspresi Chu Qing Yan yang berubah, Xiao Xu tahu bahwa dia telah salah memahami sesuatu. Namun, dia tidak pernah menjadi orang yang suka menjelaskan sesuatu, jadi dia hanya berdiri di bawah pohon dengan tangan di belakang punggungnya. Dia kemudian mengeluarkan sepotong berita yang memecahkan perasaan pencapaian boneka yang cantik itu.

“Hari ini, kembalilah dan kemasi barang-barangmu. Seseorang akan datang menjemputmu besok.”

“Menjemput saya?” Chu Qing-Yan langusng tertegun.

 “Ayah Kaisar telah memberikan titah kekaisaran untuk memindahkan mu ke Ying wangfu. Karena tidak ada tanggal yang tepat telah ditetapkan, mari kita mengaturnya untuk besok.” Satu hal yang Xiao Xu tidak tahan adalah mengulangi dirinya sendiri, tetapi ekspresi Chu Qing Yan tampak seperti disambar petir dan itu membuatnya geli. Karena itu, dia tidak keberatan jika gadis itu tersambar petir lagi.

Sayang sekali, pria ini telah menghentakkan lengan bajunya dan pergi, langkah kakinya sangat cepat sehingga dia tidak bisa mengejar. Oleh karena itu, setelah dia selesai mencerna berita ini, Chu Qing Yan sudah menyerah untuk mengejarnya.

Dengan demikian, dalam kesan Chu Qing Yan, calon suami ini hanya mengatakan tiga kalimat kepadanya.

Kalimat pertama, dia tidak senang dengan usianya.

Kalimat kedua, pria itu memerintahkan dia untuk pindah.

Kalimat ketiga, dia tidak suka IQ-nya.

Chu Qing-Yan tersipu malu. Yama berwajah suram ini rupanya tidak mudah bergaul!

(Penulis buku: Yang Mulia, lihat, lihat bagaimana anda menakuti Cai Cai kami!)

LAC 29. Pertama Kali Bertemu, Aku Sangat Sopan!
LAC 31. Kemasi Tas mu dan Berangkatlah

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.