LAC 29. Pertama Kali Bertemu, Aku Sangat Sopan!

Featured Image

-oOo

Orang ini sangat berbahaya!

Itu adalah kesan pertama yang Chu Qing Yan dapatkan terhadap calon suaminya!

Tidak, dia juga memukau!

Dua kesan membanjiri pikiran Chu Qing-Yan.

Mungkin bagi orang-orang di dunia, penampilan menyeramkan disembunyikan di bawah topeng perak itu, tetapi hal pertama yang dia perhatikan tentang seseorang bukanlah wajah mereka.

Meskipun dia tertangkap sedang mengintipnya, Chu Qing Yan sama sekali tidak panik. Sebaliknya, dia memberinya senyuman yang paling imut, dan kemudian melihat ke bawah dan mulai menghitung jumlah jumbai pada liontin giok hias yang tergantung di pinggangnya.

Dia pasti harus meninggalkan kesan yang baik pada pertemuan pertama mereka, jadi berusaha sebaik mungkin untuk tampil baik tidak mungkin salah!

Xiao Xu mengangkat alis. Dia tidak berpikir bahwa gadis itu akan tetap tenang di bawah tatapan langsungnya. Dia tidak bisa tidak merasa agak terkejut. Dengan begitu banyak orang yang hadir, dia dapat menghitung dengan satu tangan berapa banyak orang yang berani melakukan kontak mata dengannya.

Namun, dia ingat hari itu di gunung di belakang Desa Mao, gadis kecil itu juga tidak terkejut sedikitpun ketika dia menemukannya di bawah pengaruh racun yang sangat kuat. Karena itu, ini tidak terlalu mengejutkannya.

Itu yang terbaik bagi gadis kecil ini, untuk tidak takut padanya. Kalau tidak, bagaimana mereka berdua bisa hidup bersama di tahun-tahun mendatang?

(Penulis buku: Hei, hei, hei, kau belum lama bertemu dan kau sudah memikirkan tentang masa depan? Apakah kau tidak khawatir bahwa penulis ini akan menambahkan beberapa kejadian yang tidak terduga untuk membuat Cai Cai kecil tidak menginginkan mu?

Xiao Xu: Kamu berani?

Penulis pengecut, menurunkan kepalanya: Benar-benar tidak berani ah.)

Xiao Xu menarik pandangannya tanpa mengedipkan bulu mata dan kemudian menoleh ke orang-orang yang memiliki ekspresi rumit ketika memandangnya dengan topeng dari awal. Tiba-tiba, mereka menundukkan kepala, satu demi satu meniru burung unta. Sudut mulut Xiao Xu naik, menunjukkan seringai mengejek.

Anggota keluarga Chu yang menyapa para tamu sejak awal merinding setelah mereka merasakan aura kuat Buddha Besar yang terhormat ini. Tak satu pun dari mereka berani bernapas, bahkan dengan halus.

Perjamuan itu hampir berakhir, dan semua orang berpikir sebentar lagi akan meninggalkan jurang penderitaan ini.

Namun, beberapa orang suka terus-menerus bermain dengan bencana. Di awal, mereka takut pada Ying Wang setengah mati; sekarang, melihat perjamuan itu akan berakhir, mereka tidak mau membiarkannya pergi begitu saja.

Akibatnya, Nyonya Tua Chu menarik Tetua Chu di sampingnya, lalu mulutnya menunjuk ke arah dimana Chu Qing-Yan dan Pangeran Ying berada. Tetua Chu segera memahami niatnya, setelah itu dia batuk dua kali dan berkata kepada Ying wang yang sudah tidak sabar, “Wangye, sangat jarang kami merasakan kehormatan kehadiran anda. Bukankah lebih baik membiarkan Qing Yan mengajak anda berjalan-jalan di sekitar Chu fu? Secara sepintas, untuk membiasakan diri dengan kediaman ini. Apa yang dipikirkan Ying wang tentang saran ini? “

(fu= kediaman/keluarga besar)

Begitu dia mengucapkan kata-kata ini, semua orang yang hadir di tempat kejadian mengangkat kepala mereka dari meja makan. Mereka semua berpikir bahwa Keluarga Chu hanyalah keluarga yang mulai jatuh, kecil dan lemah. Mereka tidak pernah berpikir bahwa tindakan dan perilaku keluarga ini akan menjadi tidak menyenangkan, untuk benar-benar membiarkan seorang gadis yang belum menikah menemani seorang pria dari luar keluarga. Bahkan jika kontrak pernikahan Chu Qing Yan dan Xiao Xu sudah ditetapkan, dan mutiara kebijaksanaan Kaisar juga mendiktekan bahwa Chu Qing Yan pindah ke Ying wangfu, ini tidak ada hubungannya dengan yang lain. Menampilkan perilaku tidak sabar dan menjijikkan ini, bahkan untuk mengatakan hal-hal seperti itu di depan begitu banyak orang, membuat semua orang menunjukkan tatapan jijik, sementara pada saat yang sama mengasihani Chu Qing Yan karena memiliki seorang tetua yang dingin dan tidak berperasaan! Awalnya, mendapatkan pernikahan ini sudah tidak menguntungkan! Sekarang, untuk berbuat sejauh ini?

Chu Qing Yan sudah tak berdaya menempatkan tangannya di dahinya sebelum Tetua Chu bahkan mulai berbicara. Untuk terburu-buru begitu bersemangat untuk menjilat pria itu, mengapa tetua ingin dia menggantikan pengantin wanita? Keluarga ini benar-benar bukan tipe orang aneh yang biasa!

Ketika Xiao Xu melihat ekspresi Chu Qing Yan yang kesal dan tidak sabar mereka karena harapan tidak terpenuhi, sudut-sudut mulutnya tidak bisa tidak untuk melengkung ke atas. Beralih ke Tetua Chu, dia berkata, “Karena Tetua Chu telah mengatakan demikian, maka, jika benwang menolak terlalu tidak sopan!”

Chu Qing-Yan menutupi matanya. Pria ini benar-benar bisa saja berbicara!

Tetapi dengan sangat cepat, dia mendengar suara dingin yang jelas itu terdengar lagi, “Aku mendengar bahwa putra tertua Keluarga Chu berbakat dan cerdas. Tidak tahu apakah dia akan ikut juga? Benwang baru saja menulis puisi dan ingin mendiskusikannya bersama.”

Bencana tak terduga jatuh dari langit!

Chu De Chang, yang duduk di samping, setelah mendengar apa yang dikatakan, kehilangan semua warna di wajahnya. Di mana dia berbakat dan pintar? Dia, dengan segala cara, tidak ingin bersama dengan Pangeran jahat ini! Bagaimana jika pria ini tidak bahagia dan kemudian membacoknya sampai mati, apa yang harus dilakukan kemudian?

Tapi dari sudut pandang keluarga Chu, meskipun Ying wang berdarah dingin dan kejam, bagaimanapun, hari ini, dia masih cukup sopan untuk mengunjungi dan memberi selamat kepadanya. Selain itu, masih ada banyak tamu, tidak mungkin hal-hal yang merepotkan akan terjadi. Selain itu, dapat menerima pengakuan dari seorang Pangeran, pada akhirnya, itu bukan hal yang buruk. Akibatnya, semua orang mendesak Chu De Chang untuk bergegas dan mengejar kedua orang yang pergi duluan.

Dengan Chu De Chang yang menyertai mereka, itu tidak akan dianggap sebagai pria lajang dan seorang wanita lajang yang berduaan.

Chu Qing Yan tidak bisa tidak mengangkat kepalanya untuk melihat pria itu melangkah ke depan. Baru saja, dia mencoba menyelamatkan reputasi ku kan?

Seolah-olah punggung Xiao Xu tumbuh mata. Ketika dia dengan cepat berbalik, tatapannya sekali lagi menangkap tatapan Chu Qing Yan. Hanya saja, kali ini, tidak ada lapisan es dan salju yang tebal di matanya, melainkan seperti air jernih.

“Jangan malas-malasan!” Nadanya tetap dingin.

Chu Qing Yan bingung mencari kata-kata. Melihat seseorang yang berbalik dan kemudian melanjutkan berjalan ke depan, dia tidak bisa tidak memukul dahinya. Apakah dia baru saja terjepit di antara pintu-pintu? Jika tidak, mengapa dia merasa seolah-olah temperamen orang ini telah berubah?

“Oke, saya akan menyusul.” Chu Qing Yan tidak punya waktu untuk berakting bagai seorang wanita berbudi luhur. Dia mengangkat kerutan roknya dan menggunakan langkah kecil berlari untuk mengejar ketinggalan. Jika dia terus menggunakan langkah kecil yang cepat untuk berjalan, dia akan dengan cepat tertinggal jauh di belakang.

Dia tidak tahu ke mana orang yang terus berjalan di depannya sedang menuju. Meskipun dia telah berada di keluarga Chu selama beberapa waktu, dia masih belum pernah berjalan di jalur ini sebelumnya. Apalagi, pria ini berjalan sangat cepat; apa yang akan mereka lakukan jika mereka berdua tersesat?

Dan mengikuti dengan sangat lambat, di belakang mereka Chu De Chang yang kecewa, dengan kepalanya tergantung. Wajahnya dipenuhi kecemasan dan keraguan, takut bahwa Ying wang yang misterius ini tiba-tiba memanggilnya.

Tiba-tiba, dua orang muncul di depannya dan menghalangi jalannya. Dilihat dari seragam mereka, mereka adalah pelayan Ying wangye.

“Tuan kami memerintahkan: jika putra Chu tetap di sini, maka anda akan aman dan sehat. Jika anda bersikeras untuk mengambil satu langkah lebih jauh, tidak ada yang bisa menjamin keselamatan anda.” Seorang pengawal berpakaian hitam menunjukkan giginya yang putih dan berkata dengan nada datar.

“Ya, ya, ya!” Seakan telah diberikan amnesti, Chu De Chang buru-buru mundur ke samping dan di bawah naungan pohon, tidak berani melanjutkan perjalanan ke depan.

“Tidak bisa dibawa keluar di depan umum, hanya punya sedikit keberanian dan wawasan!” Pengawal berpakaian hitam lainnya berkata setelah melihat Chu De Chang, yang mendesah lega, dengan cibiran. Mereka benar-benar meremehkan generasi lemah, tak berdaya dan pengecut ini.

“Siapa peduli. Selama itu tidak mempengaruhi wangye dan teman kencan kecilnya, dia bisa melakukan apa pun yang dia suka!” Pengawal berpakaian hitam dari tadi tersenyum berkata. Dia mengintip kembali dengan wajah penuh rasa ingin tahu. Sayangnya, kedua orang itu sudah berjalan jauh dan tersembunyi di balik lapisan layar pelindung hijau. “Sangat disayangkan wangye bahkan mengirim kita pergi, menyebabkan kita tidak bisa melihat apa-apa!”

Pengawal berbaju hitam lainnya memutarkan mata ke arahnya, “Bagaimana kau tahu wangye dan Nona Chu kesembilan sedang berpacaran? Mungkin dia menekannya untuk membiarkan gadis itu tahu tempatnya!”

“Ck, kau ini benar-benar tidak mengerti. Jika memang seperti itu, mengapa wangye membiarkan putra keluarga Chu itu menemani mereka? Ini jelas hanya untuk menutupi, jika tidak, reputasi istri kecil akan rusak!” Pria berpakaian hitam ini mengatakannya seolah-olah dia menyembunyikan rahasia, seolah-olah dia telah menebak pikiran tuannya, dengan ekspresi puas diri– tak terkira di wajahnya.

“….” Wajah pengawal berpakaian hitam lainnya langsung gelap. Pada akhirnya, dia memiliki rambut hitam, wajah hitam dan pakaian hitam, dan itu sudah malam, akhirnya, seluruh sosoknya tidak bisa dilihat.

LAC 28. Tunangan bagai Batu Es Besar
LAC 30. Interaksi Dua Orang yang Konyol

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.