LAC 27. Ying Wang tiba, Sama Sekali Tidak Memberi Peringatan

Featured Image

-oOo

Begitu perintah kekaisaran untuk pindah rumah turun, itu memulai sebuah angin puyuh besar di seluruh ibu kota. Itu berubah menjadi topik pembicaraan orang-orang saat minum teh dan makan siang. Dengan sangat cepat, hari ulang tahun Tetua Chu telah tiba.

Di ibukota, banyak orang membawa keingintahuan terhadap Nona kecil keluarga Chu, jadi, satu demi satu, mereka berpartisipasi dalam pesta ulang tahun ini. Bahkan mereka yang tidak menerima undangan tertulis menggunakan segala cara untuk mendapatkannya. Dikatakan bahwa beberapa hari ini, para pelayan keluarga Chu telah mengeruk banyak keuntungan, dan tangan mereka dilumuri dengan minyak!

(Tangan mereka telah di lumuri dengan minyak= Diberi uang pelicin / disuap)

Hari perayaan ulang tahun, pintu depan keluarga Chu sibuk seperti pasar. Ini adalah sesuatu yang keluarga Chu tidak pernah capai, bahkan pada puncak kekuatan keluarga. Tetua Chu tersenyum sampai seseorang bahkan bisa melihat gigi belakangnya, berpikir bahwa statusnya di ibukota telah meningkat seiring arus pasang.

Para pelayan di keluarga Chu membawa semua jenis kue kering, datang dan pergi, hingga berharap mereka telah menumbuhkan sepasang tangan atau kaki tambahan. Hari ini, kediaman keluarga Chu sangat hidup.

Nyonya Xing dan wanita-wanita lain jenisnya segera membuat anak-anak mereka mengenakan pakaian terbaik mereka. Mereka dihiasi dengan gaya kelas tinggi, karena banyak pejabat tinggi pemerintah dan bangsawan datang menghadiri pesta ini. Di antara mereka, tidak ada kekurangan pria muda, berbakat dan tampan, dan anak-anak perempuan yang belum menikah dari rumah bangsawan. Akibatnya, keluarga Chu berencana memanfaatkan kesempatan ini untuk memberi beberapa anak mereka yang usianya memiliki kesempatan, untuk mencari pasangan nikah.

Dibandingkan dengan pemandangan kegiatan ramai yang bising di luar, di dalam paviliun di halaman belakang, ruangan ini relatif sepi. Pada saat ini, Chu Qing Yan memegang dagunya dan menguap.

“Ayah, ayah memakai sepatu mu dengan cara yang salah.” Dia mengingatkan dengan baik.

Ayah Chu, setelah mendengar apa yang dikatakan, menurunkan kepalanya untuk melihat sepatunya. Sepertinya memang tidak benar. Jadi, ia mulai memainkan permainan mengganti sepatu dengan dirinya sendiri.

Sementara Ibu Chu menggenggam rok kupu-kupu berwarna pink dan menyerahkannya padanya, “Ini dikirim melalui perintah Bibi-Mertua beberapa hari yang lalu, kau coba dan mari kita lihat.”

Begitu Chu Qing-Yan melihat warna ini, sudut mulutnya tidak bisa menahan diri untuk tidak berkedut. Mengapa warna ini? Meski punya tubuh gadis imut, jiwanya masih berusia dua puluh tahun ah. Dia tidak memakai warna ini selama lebih dari sepuluh tahun, membuatnya merasa seperti kembali ke taman kanak-kanak sekali lagi. Namun, saat dia mengangkat kepalanya untuk melihat wajah ibunya yang penuh antisipasi, Chu Qing Yan, dengan susah payah menelan kata-kata penolakannya dengan taktis. Lupakan saja, bagaimanapun. Dia juga memiliki wajah gadis imut sekarang, anggap ini merupakan kebangkitan dari masa-masa mudanya!

Setelah selesai mengenakan gaun itu, dia berjalan keluar dari pandangan ibu yang senang dan ekspresi ayah tercengang. Melihatnya di cermin, Chu Qing Yan tidak bisa menahan diri untuk tidak mendesah. Seperti yang disangka, orang bergantung pada pakaian. Sepintas lalu, dia benar-benar anak yang cantik yang membuat orang merasa senang. Dia mengangkat alisnya, orang di cermin itu tampak seperti peri, dengan mata yang memandang sekeliling dengan ketenangan yang tidak sesuai untuk usianya. Dalam sekejap mata, benda itu lenyap dan kembali pada ekspresi polos yang murni dan halus itu.

Karena ini adalah pertama kalinya dia tampil di depan semua orang, maka dia harus berpakaian terbaik dan mengupayakan keberuntungan hidup yang seharusnya menjadi milik orang tuanya!

Apa yang telah terjadi sebelumnya di keluarga Chu hanya bisa dianggap sebagai masalah skala kecil. Medan perang sesungguhnya mungkin akan dimulai hari ini!

Dia adalah cucu perempuan yang dipetik secara pribadi oleh Mantan-Kaisar Xuan Barat. Pernikahannya juga secara pribadi diberikan sebagai sebuah titah kekaisaran yang ditulis oleh Kaisar Xuan Barat. Di luar, tidak ada kekurangan orang yang penasaran dengannya, dari rumor tersebut. Namun, dia perlu tampil bagus agar bisa mendapatkan lebih banyak peluang untuk jalur mundur.

Saat orang di cermin bergerak sedikit, kupu-kupu lima warna yang diatur di atas baju atasan sepertinya menari dengan anggun. Ekspresi manis dan cerdik muncul di wajahnya.

Dia siap untuk memulai pertempuran pertama!

Pada jalur berjalan dari halaman belakang ke aula depan, Chu Qing Yan secara bertahap merasakan suasana yang semarak. Dia menarik bibirnya menjadi senyuman, karena pernikahan yang dijanjikan ini, tampaknya keluarga Chu telah mendapatkan banyak manfaat, seperti reputasi, status —

Tapi dari sudut pandang Chu Qing Yan, ini adalah sesuatu yang saling menguntungkan. Kedepan, saat dia pindah ke Ying Wangfu, orang tuanya akan membutuhkan perlindungan di bawah atap keluarga Chu. Lagi pula, mereka sangat saling bergantung!

Tepat saat dia memasuki aula depan halaman, Nyonya Tua Chu, dengan mata tajam, melihatnya. Atau mungkin, dia hanya menunggu Chu Qing Yan muncul.

“Nyonya Lin, bukankah baru saja kau ingin melihat Nona kesembilan Keluarga kami? Sebenarnya, orang itu baru saja tiba!” Suara Nyonya Tua Chu tidak nyaring, tapi orang-orang yang berpengetahuan luas yang suka bergosip mengikuti pandangan Nyonya Tua Chu untuk melihat ke arah itu.

Orang hanya bisa melihat seorang gadis mirip boneka dengan wajah berrias bagai giok, berpakaian dengan baju berhiaskan seratus kupu-kupu, perlahan memasuki lorong depan. Kulit putih dengan keharuman permata, ekspresi tersenyum manis yang membuat orang merasakan kegembiraan untuknya, seolah-olah dia adalah seorang pelayan di sisi guru besar Buddha Guanyin, dia menarik perhatian semua orang.

(Guanyin/ Kwan Im; diasosiasikan dengan welas asih dan dihormati oleh Budha Mahayana dan pengikut agama rakyat China, yang juga dikenal sebagai “Dewi Pengampunan” dalam bahasa Inggris. Murid-muridnya terkenal tampan dan cantik nan suci)

“Dia benar-benar gadis kecil yang cerdas dan lucu!”

“Itu benar ah! Dia terlihat sangat anggun! “

“… ..”

Bisikan pujian terdengar satu demi satu.

Ketika Chu Yun Yu dan Chu Ying Yu, yang duduk tak jauh, mendengar ini, wajah mereka menjadi gelap sesaat. Beberapa waktu yang lalu, mereka masih menikmati pujian semua orang, sekarang, orang kampungan pedesaan yang mereka paling benci telah menjadi objek pujian semua orang. Bagaimana suasana hati mereka bisa terasa baik?

“Apa gunanya berpenampilan bagus, bukankah dia masih perlu menikah dengan Ying wang yang setiap orang takuti?” Chu Ying Yu berkata dengan jijik.

Chu Yun Yu mengangguk dan mendukung, “Itu benar. Sambil berpakaian sedemikian rupa, dia benar-benar orang kampungan! “

Meski suara dua orang sangat rendah, namun suara tersebut tetap menular ke telinga beberapa orang. Banyak nyonya dari keluarga berpengaruh, setelah mendengar ini, tidak bisa menahan kerut alis mereka. Nona-nona ini dari keluarga kecil dan klan seperti keluarga Chu benar-benar memiliki mulut yang buruk, mereka tidak bisa dibawa keluar ke depan umum. Sedikit cemoohan ini juga beralih ke Chu Qing Yan. Keluar dari keluarga yang sama, karakter moralnya kurang lebih sama dengan keduanya!

Chu Qing Yan juga mendengar ucapan dua orang ini, dan dengan jelas bisa merasakan ekspresi penghinaan setiap orang. Dia tidak bisa menahan dorongan untuk menampar batu bata ke arah kedua sepupunya. Ini adalah tempat umum di bawah banyak mata orang, bahkan jika ada permusuhan dalam keluarga, prioritas pertama masih menolak agresi orang asing. Di mana kau bisa menemukan orang-orang seperti dua orang ini, yang mengeluarkan perselisihan internal untuk dilihat semua orang?!

Ini hanyalah keluar tanpa membawa otak mereka! Tidak, seharusnya dikatakan bahwa bahkan di rumah, mereka tidak akan menggunakan otak mereka!

Namun, saat ini, fokus utama Chu Qing Yan bukanlah ini.

“Semoga Bibi-besar baik, semoga para nyonya sehat selalu.” Chu Qing-Yan mengangkat wajah tersenyum yang tulus, menyenangkan dan polos, dan memberikan penghormatan kepada mereka semua, satu per satu.

Hanya gadis kecil berusia sepuluh tahun, terlihat sangat menggemaskan dan sopan; dibandingkan dengan sepasang sepupu yang suka bergosip, citra Chu Qing Yan, sekaligus, berubah lebih baik.

“Nona kesembilan ini benar-benar pintar dan cerdas seperti yang dikatakan rumor. Nyonya Tua Chu, memiliki keponakan seperti ini adalah berkah, sebuah berkah!” Nyonya di sisi kiri Nyonya Tua Chu tersenyum kepada Chu Qing Yan dan berpaling kepada Nyonya Tua Chu untuk mengatakannya.

Baru sekarang, Nyonya Tua Chu hendak berbicara kasar kepada sepasang adik perempuan Chu Yun Yu dari kemarahan. Namun, begitu dia mendengar kata-kata ini, pikirannya segera ditenangkan. Bahkan tatapan yang dia berikan kepada Chu Qing Yan juga membawa beberapa jejak kesenangan.

“Usianya masih sangat muda, dia tidak mengerti apa-apa. Aku berhutang budi pada pujian Nyonya Lin! Qing Yan, cepat berterimakasih pada Nyonya Lin! “

Chu Qing Yan dengan patuh menekuk tubuhnya berterimakasih. Sepasang pipinya memiliki warna malu saat dia berkata, “Terimakasih Nyonya Lin.”

Suaranya manis dan menawan, hanya berbicara, dia langsung mendapatkan opini baik dari semua orang.

Chu Qing Yan mendengarkan kata-kata pujian semua orang. Sebenarnya, hatinya sangat jelas, yang mereka pedulikan bukanlah dirinya, Chu Qing Yan, juga bukan keluarga Chu. itu adalah gelar Ying wangfei dari Xuan Barat.

(Wangfei= istri utama seorang wangye/ istri resmi pangeran peringkat pertama)

Namun, Chu Qing Yan masih bertanggung jawab dan rajin memainkan perannya sebagai Nona Kesembilan yang dicintai. Hal ini membuat wajah Nyonya Tua Chu menyala karena kebahagiaan dari perilaku Chu Qing Yan yang membuatnya terlihat baik. Tetua Chu, melihat ini, juga menjadi lebih ceria. Jadi, dia dengan senang hati dan riang mendiskusikan berbagai hal dengan orang-orang di sini untuk mengucapkan selamat kepadanya.

Dan saat pesta itu akan dimulai, dan ketika Chu Qing Yan telah beberapa kali menguap diam-diam, pelayan dari luar berlari terhuyung-huyung masuk, wajahnya pucat seolah-olah dia bertemu dengan hantu di siang bolong.

“Tetua Chu -“

“Apa yang bisa sangat mengkhawatirkan?”

Sebagai tuan rumah dan juga orang yang merayakan ulang tahun saat ini, Tetua Chu adalah orang pertama yang bertanya dengan cara yang tidak menyenangkan.

“Ying, Ying–“

“Sepakat? Bayangan?” Penatua Chu mengerutkan kening.

(Setuju? Bayangan ?: Dua karakter cina ini, ketika diucapkan, semuanya terdengar seperti Ying. Kecuali Pangeran Ying adalah Karakter Cina untuk Pahlawan 英 dan karakter China untuk disepakati adalah 应 dan bayangan adalah 影.)

“Ying wang telah tiba–” Dia akhirnya selesai berbicara dengan satu nafas!

Eh, pelayan itu mengangkat kepalanya dan melihat sepasang mata Tetua Chu menatap kosong, bibirnya bergetar tak berdaya. Apa ini?

LAC 26. Petir Di Siang Bolong Benar-benar Membuat Orang Takut
LAC 28. Tunangan bagai Batu Es Besar

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.