LAC 26. Petir Di Siang Bolong Benar-benar Membuat Orang Takut

Featured Image

-oOo

Saat Chu Qing Yan menerima perintah kekaisaran, Kasim Cao memberinya tatapan yang penuh arti. Kemudian, di bawah desakan Keluarga Chu agar dia tinggal sebentar, dia perlahan pergi.

Chu Qing Yan, yang dalam keadaan shock, tidak kembali sadar. Oleh karena itu, dia tidak mengerti pandangan Kasim Cao yang dalam.

Di dalam aula besar, semua orang secara munafik mengucapkan selamat. Keluarga Chu juga merasa canggung tentang hal ini, karena itulah, mereka melemparkan berita panas dari pernikahan yang diberikan kepada Chu Qing Yan. Sekarang, dia didorong untuk melakukan sesuatu di luar kemampuannya, memaksanya pindah ke Ying Wangfu. Pada saat itu, jika ada sesuatu yang terjadi, hal itu tidak akan berhubungan dengan keluarga Chu. Ini adalah sesuatu yang harus diam-diam di senangi. Namun, hati beberapa orang dipenuhi kegelisahan. Meskipun Ying Wang tidak disukai oleh Kaisar Xuan Barat, dan berita dan komentar tentang dia sangat buruk, bagaimanapun, untuk kebaikan atau keburukan, dia masih seorang Pangeran. Jadi, melihat bagaimana Chu Qing Yan baru saja menaiki tangga sosial dalam satu gerakan, seperti burung gereja yang terbang ke cabang atas dan menjadi burung phoenix, meninggalkan rasa tidak enak di mulut mereka.

(Wang-fu = Kediaman seorang pangeran peringkat pertama)

(Wang / wangye = Pangeran peringkat pertama)

Bagaimana mungkin Chu Qing Yan mengetahui pikiran licik dan rumit yang dimiliki orang-orang ini? Kepalanya masih dalam keadaan kosong, dia bahkan tidak tahu bagaimana akhirnya dia kembali ke kamarnya, dengan titah Kaisar digenggam di tangannya.

-oOo

Saat dia masuk ke dalam ruangan, Ibu Chu datang menyambutnya. Wajahnya penuh dengan kesedihan dan ketidakberdayaan, “Cai Cai, baru saja, ibu mendengar para pelayan berbicara. Apakah Yang Mulia benar-benar ingin kau pindah ke Ying Wangfu, Pangeran Ying yang memiliki reputasi buruk? Apa yang sebaiknya kita lakukan?”

Setelah mendengar perhatian yang begitu tulus, pikiran terpendam Chu Qing Yan akhirnya berkumpul bersama. Dia berbalik menghadap Ibu Chu, yang wajahnya penuh kekhawatiran, dan kehangatan menyebar di dalam hatinya. Sambil tersenyum, dia berkata, “Ibu, jangan berbicara begitu pesimis. Bukankah itu hanya pindah rumah? Ke depan, bukankah aku masih harus menikah? Bergerak lebih awal atau lambat, memang tidak banyak bedanya. Lagi pula, jika aku pindah sekarang, aku bisa terbiasa dengan gaya hidup masa depan ku lebih cepat. Masih bagus.”

Hati Chu Qing Yan tidak sepenuhnya siap menghadapi gagasan dadakan dari Kaisar Xuan Barat ini. Meskipun dia mengatakannya untuk menghibur Ibu Chu, hatinya juga tenang sedikit saat dia terus berbicara. Nada suaranya semakin kencang menjelang akhir kalimatnya.

“Jadi, mulai sekarang, anak perempuan ini tidak akan dekat, jadi anak perempuan ini mungkin tidak sering menunggu Ayah dan Ibu. Ayah dan Ibu harus merawat dirimu di masa depan!”

Tatapan Chu Qing Yan menyapu bahu Ibu Chu dan mendarat pada Ayah Chu, yang diam terbaring di tempat tidur, tertidur nyenyak. Tatapannya menjadi lembut. Untungnya, dia bisa membangun otoritasnya di dalam Keluarga Chu. Jadi, untuk waktu yang singkat, Keluarga Chu masih tidak akan berani memperlakukan orang tuanya secara tidak adil. Hal ini membuat hatinya terasa sedikit lebih nyaman.

Ibu Chu menyeka air mata yang terkumpul di sudut matanya, hatinya sedikit tenang, “Cai Cai, ibu menemukan bahwa sejak saat kau terluka, seluruh pribadi mu berubah.”

Berubah?

Chu Qing Yan dalam hati berteriak ‘tidak baik’. Apakah ibunya mendeteksi ada yang tidak beres dengannya?

Saat keringat dingin mulai terbentuk di dahi Chu Qing Yan, Ibu Chu meletakkan sebuah tangan di atas kepalanya dan dengan ringan menghela napas, “Kau telah menjadi jauh lebih masuk akal dan kau menangani masalah dengan lebih tepat daripada kami, orang tua mu. Jika bukan karena pernikahan yang dijanjikan ini, Cai Cai akan memiliki masa depan yang lebih diberkati dan dapat diandalkan.”

Ternyata dia sudah berpikir terlalu banyak. Chu Qing-Yan lega dan mengangkat tangannya untuk memeluk ibunya, mengubur kepalanya dan mengelusnya ke dada ibunya. Dengan nada manja, dia berkata, “Ibu, anak perempuan ini masih kecil. Jangan selalu mengemukakan soal perkawinan atau anak perempuan ini akan malu!”

Ibu Chu terkekeh dan tidak bisa tidak berkata, “Benar-benar jiwa yang gesit dan pintar –“

Ruangan yang penuh dengan rasa sedih akibat perpisahan itu dimeriahkan seperti ini, hanya menyisakan sedikit rasa hangat dan nyaman.

Melihat kejadian ini, Roh Api, yang sedang duduk di atap, berpaling untuk meminta bawahan yang baru saja kembali dari melaporkan ke wangfu, “Apakah Wangye tahu tentang masalah ini?”

Si bawahan mengangguk dan menjawab dengan serius, “Tuan sangat marah dengan keputusan Kaisar ini.”

Roh Api mengangguk, “Kaisar mendorong mereka melampaui kemampuan mereka benar-benar membuli dengan keterlaluan!”

Si bawahan dengan curiga menatap atasannya. Jika dirinya yang biasa, atasannya pasti sudah marah. Mengapa hari ini, wajahnya tersenyum licik? “Tuan yang terhormat, anda sepertinya tidak sedikit pun marah?”

Roh Api tidak pernah berpikir bahwa hatinya akan terlihat oleh bawahan ini, dan memberi batuk, “Aku sudah kena serangan jantung karena amarah!”

Si bawahan dengan ragu mengangguk.

Roh Api menggosok rahang bawahnya. Jika dia seperti sebelumnya, dia pasti sangat tidak nyaman setelah mengetahui keputusan Kaisar. Tapi setelah mengamati Chu Qing Yan selama beberapa hari terakhir, dia menyadari bahwa memiliki gadis kecil ini di sisi wangye mungkin tidak akan buruk. Hanya mengingat penampilan heroiknya saat hendak terjun ke danau hari ini, mungkin di masa depan, dia akan menciptakan kekacauan di Ying wangfu. Itu akan sangat lucu!

Tidak ada yang tahu bahwa keputusan kekaisaran ini nantinya akan mengubah kehidupan banyak orang. Baru diketahui kemudian, ketika dikeluarkannya titah kekaisaran, seluruh ibukota dipenuhi kegembiraan.

“Apa, apa? Yang Mulia Kaisar benar-benar membiarkan Nona kecil keluarga Chu yang berusia sepuluh tahun pindah ke Ying wangfu? Bukankah ini terlalu tidak sabar?!” Seseorang yang lewat berteriak kaget.

“Mungkin orang yang tidak sabar bukanlah Yang Mulia Kaisar, tapi Ying wang ah. Bagaimanapun, Ying wang hampir berumur dua puluh tahun, dan setiap kali dia dianugerahi istri, mereka semua akan mati secara tragis. Hati Ying wang pasti sangat tidak sabar!” Orang lain yang lewat, dengan cara misterius, membungkuk untuk membisikkan.

“Rumor mengatakan bahwa Ying wang ‘m******i’ istrinya sampai mati. Sayang sekali gadis mirip boneka dari keluarga Chu ini. Tidak tahu apakah dia akan bisa hidup sampai hari pernikahan!” Orang lewat lain lagi, yang adalah orang tua, berkata sambil mengusap janggutnya, menggelengkan kepalanya dan menghela napas.

“Seorang istri utama berusia sepuluh tahun, betapa menyedihkan, betapa sedih dan betapa konyolnya –“

Orang-orang di pasar tidak terlalu memikirkan Chu Qing Yan, istri utama kecil ini, sama sekali. Namun, tidak ada yang berani menyelidiki hal ini. Bagaimanapun, ini urusan keluarga kerajaan. Satu kata sembrono bisa memancing malapetaka dipenggal.

Apapun rumor yang disebarkan di luar, Chu Qing Yan tidak tahu, tapi ini tidak berarti Xiao Xu juga tidak tahu apa-apa.

Setelah mendengar laporan bawahannya, wajah Xiao Xu tetap tak bergerak. Suasana hatinya sulit dilihat.

Wangye, karena Yang Mulia Kaisar telah mengeluarkan keputusan semacam itu, besok adalah ulang tahun ke-70 Tetua Chu, haruskah kita menyiapkan hadiah ucapan selamat yang berharga?” Pengurus wangfu manula itu masuk, menundukkan kepalanya untuk menanyakan.

Awalnya, masalah pembayaran kesantunan dengan kesopanan ini didelegasikan oleh Wangye kepada mereka untuk ditangani, namun kali ini sedikit istimewa. Ini karena Tetua Keluarga Chu kebetulan adalah paman besar dari istri masa depan Ying wang! Oleh karena itu, lebih baik melaporkan hal ini kepada wangye.

Setelah baru saja mengingat acara ini, Xiao Xu mengangkat alisnya dan teringat bahwa gadis kecil bagai boneka itu telah merencanakan untuk memanfaatkan hari ini untuk melarikan diri dari Keluarga Chu. Sayangnya, dia tidak bisa lagi melarikan diri, sekarang setelah keputusan kekaisaran ini diturunkan.

“Siapkan hadiah yang mewah. Besok, benwang akan membawanya pulang!”

(Benwang = raja ini / pangeran ini)

Mengingat dia yang belum dewasa, tapi berbicara seperti orang dewasa, Xiao Xu tidak bisa tidak mengatakannya.

Di dalam ruangan, semua orang mengangkat kepala mereka dengan takjub, satu demi satu. Mereka melihat wangye di tengah ruangan dengan tak percaya. Mereka seharusnya tidak disalahkan karena ribut-ribut tentang sesuatu yang tidak penting, itu karena, bahkan setelah mengikuti wangye selama bertahun-tahun, mereka tidak pernah melihatnya secara pribadi membawa hadiah untuk menghadiri perjamuan semacam itu. Itulah sebabnya mereka sangat terkejut. Tidak masalah apakah itu paman kerajaan dengan posisi dan bobot yang tinggi, atau menteri istana kekaisaran di bawah, tidak ada yang pernah menerima perlakuan istimewanya. Bagaimana pesta ulang tahun kecil yang tidak penting itu, saat ini, mendapatkan wangye untuk datang sendiri? Itu sama sekali tidak sesuai dengan kebiasaannya!

Xiao Xu melihat ekspresi kusam dan kosong di wajah semua orang, lalu menenangkan dirinya sendiri. Dia mengeluarkan aura menakutkan itu dan semua orang segera menyembunyikan ungkapan kaget mereka. Mata dan hidung mereka merasakan bahaya, dan mereka segera menegakkan hati mereka. Mereka mulai menghipnotis diri sendiri dengan mengatakan: ini normal, tidak sedikit pun tidak normal!

Ketika Xiao Xu mengingat kembali keputusan ini di masa depan, dia juga sedikit bingung mengapa dia membuat keputusan seperti itu. Namun, pemikiran ini hanya terlintas dalam pikirannya sesaat sebelum dia menyuarakan keputusannya.

LAC 25. Yang Mulia Memerintahkan, Silakan Pindah Rumah
LAC 27. Ying Wang tiba, Sama Sekali Tidak Memberi Peringatan

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.