LAC 25. Yang Mulia Memerintahkan, Silakan Pindah Rumah

Featured Image

-oOo

Masalah Chu Qing Yan yang menyebabkan kekacauan di keluarga Chu, dalam waktu kurang dari satu batang dupa, telah diteruskan ke telinga Xiao Xu.

Orang yang baru saja memejamkan mata untuk beristirahat, mendengar seruan kekaguman bawahan saat menggambarkan kejadian ini, tidak bisa tidak membuka matanya, menunjukkan sepasang mata yang indah. Nada suaranya membawa sedikit takjub, “Dia menggunakan lompatan ke danau untuk memaksa mereka?”

“Itu benar ah! Pada saat itu, bawahan ini mengira bahwa Nona kecil keluarga Chu takut setengah mati, bagaimana saya bisa sangka bahwa pada akhirnya, orang-orang di keluarga Chu yang menjadi orang-orang yang takut setengah mati!” Kali ini, bawahan yang ikut di sisi Roh Api yang masuk kediaman untuk melapor. Kini, ekspresinya sedikit seperti pemujaan. Sungguh sulit untuk diramalkan, hanya gadis seperti boneka berusia sepuluh tahun, yang ternyata memiliki wawasan dan keberanian semacam ini.

Tidak sulit bagi Xiao Xu untuk menebak adegan pada saat itu. Hanya saja, dia tidak pernah menduga ada hari dimana bawahannya, yang tatapannya selalu sangat tinggi, benar-benar akan memuji seseorang.

Bibirnya terangkat sedikit, sepertinya gadis kecil ini tidak boleh dipandang rendah. Pada saat itu, di Desa Mao, saat dia mengalami pikiran gadis yang teliti ini, dan sekarang, untuk mendengar lagi rencana beraninya, perasaan yang tak terlukiskan dan tak tergambarkan secara tak sadar muncul dari hatinya.

Wangye, sekarang, Roh Air yang terhormat mengirim sebuah surat rahasia.” Pada saat ini, seorang bawahan datang dari luar, dan sebuah surat mengepal di tangannya.

(Wangye : Pangeran peringkat pertama)

Xiao Xu mengendalikan suasana hati di wajahnya, mengambil surat itu dan membukanya, setelah membacanya dengan cepat, ujung mulutnya sedikit menegang.

Wangye, apakah ada yang terjadi?” Melihat ekspresi wangye menjadi lebih dingin, bawahan yang telah menghantarkan surat tersebut tidak dapat tidak bertanya.

Xiao Xu meremukkan surat itu di telapak tangannya, dalam waktu kurang dari beberapa detik, saat dia menjulurkan jarinya lagi, potongan kertas yang sangat halus seperti remah-remah berterbangan.

“Ada perubahan pada pernikahan benwang dengan Chu Qing Yan!”

(Benwang: Raja ini/Cara seorang pangeran memanggil diri sendiri.)

Nada suaranya sedingin es, suhu di dalam ruangan langsung turun, seolah-olah hari itu menjadi musim dingin yang beku di bulan Oktober!

Semua orang saling memandang cemas, tidak berani bicara.

Xiao Xu berdiri dengan tangan di belakang punggungnya. Wajahnya keras dan manakutkan, bagaimanapun, tidak ada yang tahu bahwa hatinya, saat ini, sudah menjadi dingin.

Ayah Kaisar, pada akhirnya, masih membuangnya lagi dan lagi untuk orang itu, terlepas dari semuanya!

Tidak, dia bisa menerima dibuang meski tidak buruk, tapi dia tidak dapat mentolerir ayahnya berulang kali menyinggung batas kesabarannya.

Hari ini, dia menyebabkan masa kekacauan di keluarga Chu, dengan sengaja mempertahankan kekuasaan mereka. Mungkin diasumsikan bahwa periode waktu ini, mereka bisa menjalani kehidupan yang damai.

Bibir Chu Qing Yan melengkung dalam senyuman memikirkan ini, tapi tidak tahu bahwa beberapa pengaturan takdir telah datang dengan tenang.

Dia membuka pintu kamar orang tuanya, melewati ruang luar. Dia menyingkirkan tirai di pintu dan masuk ke kamar tidur. Sekilas, dia melihat ayahnya yang setengah duduk di atas tempat tidur, terbungkus dalam bentuk beruang. Pada saat ini, Ayah baru saja tawar-menawar soal banyak hal-hal, bertingkah seperti anak manja. Begitu melihat putrinya masuk, dia dengan senang hati memanggilnya untuk menyapa.

“Cai Cai, Cai Cai, kau pulang ah! Atchoo – “Ayah Chu, yang baru saja dengan senang hati membual dengan bersuara keras dan jelas, bersin.

Ibu Chu segera meletakkan sup jahe dan mengulurkan tangan untuk menutupi Ayah Chu lagi dengan selimut yang baru saja dia lepaskan diri dari, dengan wajah garang yang seperti harimau, dia berkata, “Jangan bergerak sembarangan, berhati-hatilah untuk tidak terkena flu lagi.”

Melihat hidung ayah yang kemerahan, semburan asam datang dari dada Chu Qing Yan. Segera, dia melangkah maju untuk mencengkeram tangan Ayah, dan berkata dengan menyalahkan diri sendiri, “Ayah, ini salah putri, aku tidak melindungi ayah dengan baik!”

Ayah Chu kadang sangat tidak masuk akal, dan terkadang, memiliki keseriusan yang melampaui keunikannya.

Orang hanya bisa melihatnya mengangkat tangan untuk menggosok kepala putrinya. Wajahnya bukan ekspresi biasa yang tertawa dan lucu, wajahnya sedikit bangga. “Cai Cai, kau sangat baik. Tidak ada masalah dengan ayah. Kau juga tidak tahu saat itu, ayah sengaja terjun ke air. Ayah tahu cara berenang, tapi hanya ingin mereka ketakutan terus!”

Kata-katanya baru saja diucapkan, dan segera, Chu Qing Yan dan Ibu Chu menatap kosong. Ayah keluarganya (suami), kapan dia menjadi sangat pintar. Dia bahkan tahu untuk memanfaatkan situasi demi keuntungannya sendiri dan, pada saat yang berbahaya, menyerang balik. Hanya saja, kata Ayah Chu sesudahnya, menghancurkan kesukaan ibu dan anak yang tercengang.

“Awalnya, aku ingin menakut-nakuti mereka agar bisa mencari harta karunnya. Sayang sekali orang-orang itu tidak memperhatikan ku, mereka benar-benar berdiri saja di tepi danau. Ini benar-benar membuat seseorang merasa sangat kecewa!” Wajah ayah Chu penuh dengan penyesalan.

Sudut mulut Chu Qing Yan berkedut, bagaimana mungkin ayah keluarganya begitu bodoh?

Akibatnya, Ayah Chu mengedipkan matanya yang berkaca-kaca dan jernih, meremas tangannya dan pura-pura menjadi pahlawan dan meminum sup jahe. Dia patuh menutupi dirinya dengan selimut dan tertidur.

Chu Qing Yan, melihat ekspresi lelah ibunya, dan tidak bisa menahan diri untuk juga mendesaknya untuk tidur.

Namun, tepat pada saat ini, halaman belakang yang damai tiba-tiba meletus menjadi keributan.

Chu Qing Yan mengerutkan kening, sangat ribut, bagaimana ayah bisa beristirahat seperti ini?

Chu Qing Yan baru saja akan keluar dan melihat situasinya, tapi sebelum dia bisa berjalan ke pintu, pintu kamar sudah terbuka. Dia hanya melihat Shan Cha segera masuk, begitu dia melihat Chu Qing Yan, kedua matanya bersinar. Dia segera menarik Chu Qing Yan untuk keluar.

“Nona kesembilan, seseorang datang dari istana kekaisaran untuk menyampaikan perintah kekaisaran. Nyonya Tua meminta anda segera pergi ke halaman depan untuk menerima titah kekaisaran!”

Chu Qing Yan awalnya ingin menyingkirkan tangan Shan Cha, tapi setelah mendengar apa yang dia katakan, tindakannya segera berhenti.

Istana kerajaan– mengantarkan perintah kekaisaran?

Mungkinkah pernikahan itu dihapus?

Kedua mata Chu Qing Yan menyala, dan langkah kakinya dipercepat. Awalnya, Shan Cha menariknya untuk maju, sekarang, dia yang diseret oleh Chu Qing-Yan untuk melangkah maju.

Orang tidak bisa menyalahkan Chu Qing-Yan karena berpikir seperti ini, tapi karena usia tubuhnya masih muda, dan tidak mungkin mereka begitu cepat mengizinkannya dan Pangeran Ying untuk menikah. Akibatnya, dia menduga bahwa titah kekaisaran ini karena orang di atas akhirnya menemukan hati nuraninya dan merasa bahwa dia benar-benar tidak dapat menyesuaikan diri dengan dewa militer brilian; Pangeran Ying. Atau mungkin, dia tidak memiliki hati untuk menghancurkan pohon muda seperti dia, sebagai hasilnya, dia mengirim orang-orang untuk datang untuk menghapus pertunangan itu!

Hanya, di dunia ini, hal yang paling tak dapat ditebak untuk dikatakan adalah yang tak terduga.

Dan seperti yang terjadi, yang tak terduga selalu suka datang tanpa kata-kata dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Ambil contoh ini, misalnya.

Chu Qing Yan dengan penuh semangat masuk ke halaman utama. Melihat sekilas ke dalam, hehe, semua orang hadir. Dia mengangkat kepalanya dan melihat bahwa Tetua Chu dan Nyonya Tua Chu saat ini menemani seseorang berpakaian seperti seorang kasim, tersenyum dan sangat berhati-hati melakukan percakapan. Dan semua orang di keluarga Chu tersenyum sampai wajah mereka hampir kaku. Bibir Chu Qing Yan tidak bisa menahan diri untuk tidak berkedut, tentu saja, ini adalah keluarga yang tak tahu malu. Pasti karena dosa tiga kehidupan terakhirnya, untuk menjadi anggota keluarga orang-orang ini.

(Dosa kehidupan terakhir: tidak berhubungan dengan perpindahan tubuh CQY, tapi orang China pada masa itu percaya pada reinkarnasi dan pahala dan dosa kehidupan sebelumnya akan di bayar/karma pada kehidupan berikutnya)

Nyonya Wang memiliki mata yang tajam, begitu dia melihatnya masuk, dia langsung berteriak, “Qing Yan kita telah tiba!”

Chu Qing Yan menggigil karena penghinaan dari Nyonya Wang, panggilan suara yang melengking ini, bagaimanapun, sekarang adalah waktu untuk mendengarkan bisnis yang serius.

Datang untuk mengumumkan titah kekaisaran bukan orang sembarangan, itu adalah Kasim Cao yang sangat populer di sisi Kaisar Xuan Barat. Dia dengan acuh tak acuh melirik Chu Qing Yan yang berlutut di tanah di tempat itu, setelah itu, dia membuka titah kekaisaran dan membacanya dengan lantang.

“Langit telah mengakui panggilannya untuk menjadi Kaisar. Kaisar berbicara melalui tatanan kekaisaran ini, Zhen, Kaisar mendengar bahwa keluarga Chu memiliki anak perempuan yang baik Chu Qing Yan, tingkah laku dan penampilan adalah kelas satu. Pintar dan bermartabat, cocok untuk Pangeran Ying, jadi hati Kaisar ku terhibur dengan ini. Hanya saja, hatiku sedikit khawatir bahwa Chu Qing Yan masih muda dan perlu berinteraksi lebih banyak dengan Pangeran Ying, untuk bisa bergaul. Jadi, dia akan pindah ke Wangfu Pangeran Ying untuk menunggu hari pernikahan tiba, lalu menikah.”

(Zhen = Cara Kaisar memanggil diri sendiri. Arti harafiah = kami.)

(Wangfu = kediaman/keluarga seorang pangeran peringkat pertaman.)

Perintah kekaisaran ini seperti guntur dari langit, dengan kecepatan, jatuh di atas kepala Chu Qing Yan.

Chu Qing-Yan langsung terpaku di tempat.

Kata-kata terpelajar pada titah kekaisaran, sejujurnya mengatakan bahwa Kaisar Xuan Barat takut bahwa menantu perempuan ini akan melarikan diri, karenanya, membiarkannya pindah ke tempat tinggalnya sekarang di wangfu Pangeran Ying. Untuk tumbuh besar dengan baik di sana dan menunggu untuk menikah!

Dibanding pandangan Chu Qing Yan yang kosong dan linglung, semua orang di keluarga Chu saling memandang cemas. Mereka benar-benar tidak dapat memahami makna sebenarnya di balik titah kekaisaran ini oleh Kaisar Xuan Barat. Jadi, satu per satu, tatapan mereka mendarat di terengah-engah, pada Chu Qing Yan.

Pada saat ini, wajah Kasim Cao penuh ketidaksabaran saat dia menatap Chu Qing-Yan di depannya, “Nona kesembilan keluarga Chu, mengapa kau tidak segera menerima titah kekaisaran?”

Baru saat Chu Qing-Yan kembali sadar, dia menggeretakkan giginya, wajahnya penuh duka dan kemarahan saat dia menerima perintah kekaisaran. Mengapa tidak ada yang memberitahunya, ada kebiasaan untuk tunangan sebelum menikah, tunangan masih harus terlebih dahulu pindah ke rumah calon suami untuk hidup? Ini jelas sesuatu yang digunakan untuk menipu orang ah!

Perintah Kaisar yang cerah dan bersinar, benar-benar menyengat matanya sampai mereka perih!

LAC 24. Kekacauan, Tidak Bisa Membiarkan Keluarga Chu Mengambil Keuntungan
LAC 26. Petir Di Siang Bolong Benar-benar Membuat Orang Takut

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.