LAC 24. Kekacauan, Tidak Bisa Membiarkan Keluarga Chu Mengambil Keuntungan

Featured Image

Chu Qing Yan bukanlah orang yang suka ikut cmapur, terutama di tempat ini, jauh di halaman dalam kediaman. Tapi sekarang, dia sudah kehilangan kepalanya, karena dari kebisingan saat ini, dia mengenali suara ibunya.

Langkah kakinya dipercepat, suara ribut dan tangisan yang beragam juga berangsur-angsur menjadi lebih jelas.

“Pejabat Yuan, Pejabat Yuan -“

Menangis sampai Ibu Chu diliputi air mata, dia terbaring di tepi danau, meneriakkan hingga serak.

Chu Qing Yan melihat ke arah yang sedang diteriaki Ibu, seorang sosok yang sangat akrab terbayang di tengah danau.

Dan di pinggiran, beberapa anak muda menonton, seolah melihat lelucon, mereka tertawa terbahak-bahak tanpa sedikit pun ketenangan, hingga tatapan dingin Chu Qing Yan tertuju pada mereka. Mereka sedikit meringkuk, segera setelah itu, mereka dengan cepat menegakkan tulang punggung mereka. Sekali lagi, mereka membalas tatapannya dan menatap dengan hina.

Chu Qing Yan tidak punya waktu untuk menggubris orang-orang ini, dia cepat-cepat bergegas. Dia berencana masuk ke air untuk menyelamatkan ayahnya yang telah jatuh.

Awalnya, semua orang yang menonton di sampingnya seperti penonton yang tidak berhubungan, tapi saat melihat bahwa dia akan melompat ke dalam air seolah-olah hendak bunuh diri, mereka sangat takut sehingga mereka segera melangkah maju untuk mengelilingi Chu Qing Yan. Dan langsung menyusul di belakang Chu Qing Yan, Shan Cha menggunakan seluruh kekuatannya untuk memeluk pinggangnya, menghentikannya!

Sama sekali tidak boleh membiarkan Nona Kesembilan ini lompat ah!

Jika Nona Kesembilan melompat masuk dan tidak bisa diselamatkan tepat pada waktunya, maka seluruh keluarga Chu akan mengganti kerugian dengan nyawa mereka! Pernikahan yang diberikan itu dipajang di sana, kebetulan, jika terjadi kecelakaan pada Nona Kesembilan, jika Kaisar di atas menyelidiki, maka kebenarannya akan keluar.

Semua orang yang pada awalnya terpisah, sekarang, seperti kucing di atap timah panas, berusaha keras untuk membujuknya.

“Nona Kesembilan, tubuhmu halus dan rapuh, air di musim semi ini sangat mengerikan. Anda tidak harus melakukan sesuatu yang bodoh!” Seorang pelayan berteriak.

“Itu benar, itu benar ah! Nona Kesembilan, bagaimanapun juga, anda tidak boleh menjadi impulsif ah!” Kata pelayan lain.

“… ..”

Mendengar suara para pelayan menangis dengan air mata pahit, semburan kedutan mucul dari hati Chu Qing Yan. Melihat saat Ayah berjuang sampai hampir tidak memiliki kekuatan, nadanya tiba-tiba menjadi sangat marah, “Baiklah, biarkan aku pergi, aku akan menyelamatkannya sendiri, atau kalian turun dan membantuku menyelamatkannya dengan menariknya ke atas! Jika ada yang terjadi pada ayahku, aku, Chu Qing Yan, tidak memiliki kemampuan lain, tapi kemampuan untuk membuat kalian makan akibatnya, aku masih punya cadangan!”

Chu Qing-Yan melepaskan semua auranya, segera menekan seluruh kejadian. Setelah itu, satu ‘plop’ terdengar, dua terdengar, tiga terdengar ….

Tujuh sampai delapan pelayan, berguling dan merangkak, melompat ke danau, satu demi satu, berusaha untuk berenang menuju Ayah Chu yang sedang berjuang secara sembarangan.

Akhirnya, sekelompok orang yang sangat lelah membawa Ayah Chu di punggung mereka ke pinggiran.

Dan Chu Qing Yan, yang menenangkan Ibu Chu di sampingnya, melihat ini, segera pergi menemui mereka. Kemudian, saat melihat wajah Ayah yang sedikit pucat, dia sama-sama marah dan penuh sakit hati. Dia berbalik dan melihat beberapa anak muda yang bangga berdiri di bawah pohon. Nadanya sangat tenang.

“Chu De Chang, Chu Shi Bao, Chu En De, kalian bertiga, tolong katakan, pada akhirnya, apa yang terjadi?”

Baru sekarang, melihat mereka memiliki ekspresi menonton drama yang bagus dan juga mencegah para pelayan menyelamatkan Ayah, dia sudah menduga bahwa masalah ini terkait dengan mereka.

“Apa yang terjadi? Bukankah hanya Ayah bodoh keluarga mu yang ingin pergi ke danau untuk mengambil beberapa daun teratai ah, pada saat orang tidak perhatian, dia tidak bisa naik ke pinggiran. Apa, kalian masih ingin menyalahkan kami, Chu Qing Yan, jangan hanya mengatakan hal-hal yang sewenang-wenang untuk menempatkan panci hitam di atas kami!” Chu De Chang adalah yang tertua di antara kelompok ini, jadi dia mengambil inisiatif untuk berbicara lebih dulu. Tatapannya sedikit mengelak, tapi nadanya masih sedikit keras!

“Benar, langsung memanggil kami, nama kakak laki-lakimu, nama lengkap, bukan penampilan seorang wanita. Memang tidak memiliki asuhan yang baik!” Begitu Chu Shi Bao melihat Kakaknya mulai berbicara, dia juga mengikutinya. Bagian tulang punggungnya juga diluruskan dengan percaya diri.

“Itu tidak benar! Kalian yang bilang ada harta karun di tengah danau. Namun, saat masuk ke air, aku tidak menemukan apapun. Dan masih banyak minum air, kalian semua adalah anak-anak yang buruk!” Ayah Chu, sambil terbatuk-batuk, berkata dengan sikap penuh keluhan.

Sebenarnya, kebenaran sudah keluar tanpa Chu Qing Yan harus mengatakan apa-apa lagi. Ketika Chu De Chang menerima tatapan dingin Chu Qing Yan, dia tidak mau mundur dan berkata dengan cara yang tidak menyenangkan, “Paman Tertua sendiri, ingin pergi, apa hubungannya dengan kami! Terlebih lagi, Paman Tertua itu idiot, berapa banyak persuasi yang dimiliki kata-kata idiot?”

Chu Shi Bao dan Chu En De menganggukkan kepala satu demi satu, membalas tatapan Chu Qing Yan. Hanya anak perempuan kecil sekitar sepuluh tahun, apa yang harus mereka takuti!

Putra-putra Paman Kedua, Paman Ketiga dan Paman Keempat, semuanya berdiri identik Bersama! Chu Qing-Yan tertawa terbahak-bahak.

Chu Qing Yan tidak ingin melakukan sesuatu untuk terlibat dengan mereka, dia membiarkan Ibu membawa Ayah kembali ke kamar mereka. Sementara dirinya sendiri, berjalan pelan menuju tepi danau.

Ada beberapa hal yang seharusnya tidak dilakukannya, tapi jika dia melakukannya, dia mengakhiri masalah masa depan, menyelesaikan semuanya dan untuk selamanya!

Semua orang tidak mengerti mengapa, tiba-tiba, Nona Kesembilan berhenti berbicara, sebaliknya, sekarang, dia memiliki suasana santai dan tenang untuk berjalan-jalan di sepanjang danau. Sampai Nona Kesembilan melangkah ke tepi danau, lalu, berturut-turut, ekspresi mereka berubah.

Apakah ini ayunan Nona Kesembilan untuk melompat ke danau?

Begitu pikiran ini melayang, ada orang-orang di kerumunan yang melangkah maju untuk mencegahnya. Ada juga orang-orang yang berlari menuju halaman utama untuk memberi tahu Nyonya Tua Chu tentang berita ini.

Dari sudut matanya, Chu Qing Yan melirik sosok itu berlari keluar dari halaman utama. Sudut mulutnya mulai membungkuk, segera, dia menggerakkan tangan dan kakinya, memusatkan semua perhatiannya ke tengah danau.

“Chu… Chu Qing Yan, apa yang akan kau lakukan?” Awalnya, Chu Qing Yan akan terus menanyai mereka. Mereka tidak pernah menduga bahwa dia tidak akan mengatakan apapun lagi dan langsung berjalan menuju danau. Karena tidak dapat memahami masalah ini, Chu De Chang ketakutan saat ini sampai dia tidak bijak.

Setelah mendengar apa yang dikatakan, Chu Qing Yan tertawa terbahak-bahak dan menjawab, “Apa kau tidak memberitahu ayahku ada harta di dalam danau? Qing Yan juga sangat penasaran, jadi mau pergi dan melihat. Mungkin aku masih bisa mengambilnya untuk Ayah!”

Chu De Chang dan keduanya terbengong. Ini benar-benar pasangan gila, ayah dan anak perempuan! Dan pada saat ini, seorang pelayan melihat bahwa ketiga tuan muda itu masih belum memikirkan titik kritis yang penting, dia tidak bisa tidak mengatakan dengan nada menyedihkan yang panjang, “Tiga Tuan Muda, kalian cepat-cepat maju untuk menghentikan Nona Kesembilan. Jika kebetulan. Sesuatu yang tidak menguntungkan terjadi padanya, keluarga Chu kita harus menyerahkan kepala kita untuk kesalahan ini ah!”

Setelah mendengar apa yang dikatakan, ketiganya akhirnya mengingat apa yang orang tua mereka jelaskan kepada mereka. Dengan segala cara, mereka tidak boleh memprovokasi setan kecil ini. Akibatnya, corak wajah mereka menjadi pucat karena takut.

Chu Qing Yan tentu saja tidak memberi arahan tentang suasana hati mereka, karena orang-orang yang ditunggunya telah tiba.

Tetua Chu, Nyonya Tua Chu, Tuan Chu Kedua, Nyonya Wang, Nyonya Xing, Nyonya Lin …

Satu dua tiga empat lima enam tujuh–

Dia tidak menduga bahwa tindakannya ini akan mengumpulkan semua tujuh personil pengelola utama keluarga Chu. Tidak tahu apakah dia juga bisa memanggil mutiara naga!

“Qing Yan, jika ada yang ingin kau katakan, maka silahkan kita diskusikan, kau tidak boleh terjun ke danau ah!” Nyonya Xing bermata tajam, sekilas, melihat bahwa Chu Qing Yan hanya selangkah lagi dari danau, dan dia langsung berteriak dalam ketakutan.

Dengan Nyonya Xing, tangisan yang nyaring dan jernih ini, perhatian semua orang terfokus pada sepasang kaki Chu Qing-Yan. Saat Nyonya Tua Chu melihat kaki yang digantung di udara, dia begitu ketakutan sehingga hampir pingsan saat matanya mulai gelap.

Chu Qing-Yan menelengkan kepalanya, “Kakak-Kakak mengatakan ada harta karun di danau, Qing Yan ingin masuk dan melihat!”

Melihat sepasang pupil aneh itu, hati Nyonya Tua Chu diliputi panik. Tapi siapa yang memberi tahu keluarga Chu bahwa sekarang, mereka tidak dapat dipisahkan darinya. Akibatnya, Nyonya Tua Chu segera menjawab, “Kau seharusnya tidak mendengarkan omongan kosong mereka, tidak ada hal seperti itu!” Setelah itu, dia menoleh untuk menasehati mereka, “De Chang, Shi Bao, En De, lihatlah perbuatan baik ini yang kalian lakukan! Mengapa kalian tidak terburu-buru untuk menebus kesalahan dan meminta maaf pada Paman Sulung mu! Keluarga Kedua, Keluarga Ketiga, Keluarga Keempat, mulai sekarang, benar-benar jaga anak-anak nakal ini. Jika mereka diizinkan untuk menimbulkan masalah lagi, lihat apakah aku tidak akan mematahkan kaki mereka!”

“Ya, ya, ya.” Semua orang setuju dengan cara ‘ya-tuan’.

“Bibi Tua, semoga ini terakhir kalinya! Jika aku mendengar atau melihat seseorang membulli ayah ku lagi, ini akan menjadi konsekuensinya!” Nyonya Tua Chu benar-benar bisa menindaklanjuti ah, pantas untuk yang sudah bertahun-tahun tinggal di kedalaman halaman yang luas. Chu Qing Yan juga berhenti berdetak di sekitar semak-semak dan menatap Nyonya Tua Chu dengan wajah serius.

(Makna CQY di sini adalah= sang Bibi dari ayahnya, jago mengikuti arus suasana/ kejadian dengan tetap menjaga harga diri, karena berpengalaman bermain politik ‘halaman belakang rumah’ yang di dominasi wanita dan para selir licik.)

“Kau harus yakin bahwa mulai sekarang, hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi.” Nyonya Tua Chu menjamin sekali lagi.

Satu kali sudah cukup untuk membuat ayam terbang dan anjing melompat, jika datang lagi, diperkirakan seluruh Chu Manor akan terbalik.

(Membuat ayam terbang dan anjing melompat: membuat selluruh rumah panik)

“Aku harap begitu.”

Chu Qing-Yan tanpa terburu-buru mengambil kembali kaki kirinya yang bergoyang-goyang di atas permukaan danau. Setelah itu, dia pergi.

Dia hanya meninggalkan banyak wajah pucat pasi dalam keluarga Chu. Namun tamparan ini terdengar sangat keras dan jelas, mereka tidak punya pilihan selain menderita diam dan menelannya!

(Tamparan secara slang artinya : melukai harga diri orang lain yang biasanya terlalu bangga)

LAC 23. Lapis Demi Lapis Rencana Licik Selir Yue
LAC 25. Yang Mulia Memerintahkan, Silakan Pindah Rumah

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.