LAC 236. Bertemu dengan wanita cantik yang bijak secara kebetulan

Featured Image

Setelah dua hari perjalanan, mereka akhirnya tiba di daerah Yang Xia.

Tetapi hari sudah sore,  sinar matahari datang dari barat.

Mereka menemukan sebuah penginapan kecil untuk ditinggali.

Ketika kereta kuda baru saja memasuki kota, Chu Qing-Yan merasa tempat ini seperti tempat yang disebut Wu Zhen yang pernah dia kunjungi sebelumnya.

Rumah sederhana dan tanpa hiasan, jalan batu panjang dan kehijauan, jembatan kecil di atas air mengalir. Itu tampak seperti jembatan lengkung yang mungkin memiliki sejarah. Rakyat biasa datang dan pergi, semuanya memiliki ekspresi senyum puas di wajah mereka. Mereka tidak berjalan dengan tergesa-gesa, sambil menikmati pemandangan.

Di kejauhan, puncak pegunungan tinggi ke arah langit dengan kabut cahaya yang mengelilinginya. Baru saja turun hujan, entah itu jauh atau dekat langit cerah dan bersih seolah-olah telah dicuci.

Semuanya membuat orang merasa nyaman, seolah-olah mereka telah kembali ke lingkungan yang tenang dan lembut.

Mengetahui mereka hanya akan tinggal selama satu malam, karena besok mereka akan mencari adik seperguruan Roh udara, lalu pergi, Chu Qing-Yan segera memiliki rencana dan itu adalah berkeliling di tempat ini pada malam hari.

Jadi setelah semua orang selesai makan malam, Chu Qing-Yan mengusulkan ide untuk keluar jalan-jalan di malam hari.

Lu Yi yang bertanggung jawab mengatur tempat tinggal mereka, Qing Yi bertugas mencuci dan memberi makan kuda-kuda, Huang Yi bertanggung jawab untuk mengisi kembali persediaan makanan mereka. Dia tidak perlu mengatakan lebih banyak tentang kelompok Roh Api, mereka merasa berjalan di malam hari tidak cocok untuk kaum pria.

Dan ketika tatapan Chu Qing-Yan berbalik untuk mendarat di tubuh orang yang memakai baju hijau bersih, sepasang matanya penuh harapan.

Tapi pria itu menggelengkan kepalanya.

Malam ini, dia perlu membuat surat untuk dikirim ke ibukota.

Pada akhirnya, Chu Qing-Yan hanya bisa membawa Xi Ning pelayan pribadinya serta pengawal pribadin yang baru, Jin Xin. Setelah Xiao Xu membantunya meluruskan bulu rubah di lehernya dan memberikan beberapa instruksi, mereka keluar dari pintu.

Semua orang mempunyai kesibukan tersendiri, seolah-olah dia sendiri yang tidak mempunyai kesibukan.

Dia merasa agak disisihkan.

Tapi pada awalnya, bukankah dia yang ingin menjadi orang yang bebas melakukan apapun?

Semburan angin dingin bertiup, seolah-olah itu membubarkan kesuraman di dalam hatinya, seluruh tubuhnya itu menjadi lebih semangat.

Tidak peduli, bagaimanapun dia sudah keluar, jadi dia harus bermain sepuasnya!

Setelah berjalan beberapa saat, Chu Qing-Yan dengan tenang merasa langkah Jin Xin jauh lebih ringan dari sebelumnya. Dia tahu ini adalah hasil latihan kelompok orang Roh Api.

Tapi dia tidak tahu bahwa sebenarnya, kelompok Roh Api selalu membawa Jin Xin untuk berlatih tetapi sebenarnya memanfaatkan posisi mereka untuk membalas dendam pribadi. Lagipula jika bukan karena kehadiran Jin Xin, saat ini orang-orang yang melindunginya masih tetap kelompok Roh Api.

Tetapi sebagai anggota dari Xiao Lie Cavalry yang bangga, mereka tidak akan mengaku meminta bantuan dan  cemburu pada pemuda lemah yang asal-usulnya tidak diketahui.

Mereka belum berjalan jauh dari penginapan, ketika Chu Qing-Yan merasa daerah ini benar-benar memberinya perasaan yang sama dengan Wu Zhen. Terutama ketika semua lentera digantung, lingkaran kuning dari api terpantul di sungai dengan air yang sangat jernih sehingga Anda bisa melihat dasarnya. Refleksi berkilauan di air jernih menyilaukan. Inilah yang disebut pemandangan malam yang sebenarnya.

Xi Ning dan Jin Xin berjalan di belakang nona mereka yang tampaknya telah keluar dari sangkar burung. Mereka hampir tidak bisa mengejar kecepatannya.

Di gang kecil, lampu perlahan menyala.

Sosok yang anggun dan cantik keluar dari daerah yang gelap dan perlahan berjalan menuju mulut gang. Dia berjalan di sepanjang jalan dengan santai, tidak membiarkan jalan yang ramai dan berisik mengganggu langkahnya.

Saat dia mendekati cahaya, secara bertahap menerangi tubuhnya sedikit demi sedikit.

Gaun bahan kain sian polos. Sebuah sabuk berwarna hitam diikat di pinggang ramping, jaket katun putih  polos dengan kancing gaya Cina. Leher kuning langsat  dan lurus sempurna, dagu yang sangat indah. Bibir berwarna mawar, pipi berwarna kemerahan, hidung lurus. Selain itu terdapat sepasang mata jernih seperti batu giok yang bening.

Tiga ribu rambut digantung di kedua sisi yang dikepang bersama, kedua ujungnya diikat dengan pita yang memiliki kerang merah muda di atasnya yang bergerak dengan angin. Itu mengeluarkan suara renyah yang agak menawan. Di atas dahinya terbungkus sebuah batu mulia berbentuk tetesan air mata berwarna mawar. Rantai perak disembunyikan di rambut hitam legamnya.

Orang itu berdiri di bawah cahaya api, dengan penampilan yang sangat cerah dan penuh warna, seperti bunga lotus.

Ekspresinya agak santai seperti suasana hatinya sekarang, terganggu.

Oleh karena itu ketika Chu Qing-Yan berbalik untuk mendesak dua orang di belakangnya, dalam satu momen kurang memperhatikan dan kecerobohan, kedua orang itu bertemu satu sama lain.

Chu Qing-Yan sangat pendek sehingga tubuhnya tidak terlalu besar. Dia hampir saja terlempar ke tanah, tetapi untungnya reaksi orang itu sangat cepat. Dengan mata dan tangan yang cepat, dia meraih bahunya, sehingga mencegah Chu Qing-Yan jatuh ke tanah.

Ketika Chu Qing-Yan berdiri tegak lagi dan melihat orang di depannya, segera dia tampak terkejut.

Wajah seperti bulan purnama, bibir seperti lotus merah, mata jernih seperti air musim gugur, alis seperti gunung yang jauh. Wanita ini benar-benar terlihat hebat.

” Adik perempuan, mengapa kau tidak tinggal di rumah dengan baik. Di malam yang gelap ini, mengapa keluar untuk berjalan-jalan? Berhati-hatilah agar kau tidak diculik oleh orang jahat. Meskipun Kabupaten Yang Xia adalah wilayah yang sangat jujur dan penuh pertanyaan, sulit untuk memperkirakan seseorang tidak akan memikirkan ide itu setelah melihatmu! ”

Dia tidak sadar ketika melihat keindahan seperti itu sampai sebuah ceramah panjang menghujani kepalanya.

Dengan linglung, Chu Qing-Yan menunjuk ke belakangnya. “Aku tidak keluar sendirian, aku membawa pelayanku. Juga, bagaimana kau tahu aku perempuan? ”

Dia jelas berpakaian seperti laki-laki, oke? Mungkinkah kakak perempuan ini memiliki mata yang bisa melihat banyak hal?

Wanita yang bijak dan luar biasa itu melirik pemuda dan gadis muda yang mengikuti di belakang Chu Qing-Yan saat dia meletakkan tangannya di dahinya. “Hanya kalian bertiga anak kecil yang keluar, orang dewasa di keluargamu benar-benar seseorang yang berpikiran bebas ah. Lupakan saja, melihatmu tidak bodoh, maka kakak perempuan tidak akan peduli padamu. ”

Selesai berbicara, dia ingat pertanyaan kedua. Perempuan bijak dan cantik itu menunjuk ke belakang. “Kakak perempuan adalah seorang dokter dan ketika memegang nadimu, tentu saja aku bisa tahu jenis kelaminmu. Oke, kakak perempuan masih sibuk jadi kau jalan-jalan sendiri! ”

Selesai berbicara, perempuan bijak dan cantik itu berjalan melewatinya.

Tak lama kemudian Chu Qing-Yan menyadari bahwa orang itu membawa keranjang bambu di punggungnya. Tampaknya ada beberapa ramuan obat di dalamnya. Dan waktu pergelangan tangannya diraih oleh kecantikan itu, mungkin saat itulah dia memeriksa nadinya.

Meskipun Chu Qing-Yan melihatnya mengenakan pakaian biasa tetapi memiliki pandangan yang luar biasa , ia berdecak dengan lidahnya. Mungkinkah orang-orang di Kabupaten Yang Xia tampak lembut dan cantik tetapi memiliki temperamen yang jujur dan langsung?

Tapi kecantikan kakak perempuan ini sangat elegan tanpa sedikit kesombongan. Cara dia berbicara juga memesona, sangat cocok dengan tipenya. Chu Qing-Yan ingin mencaritahu lebih banyak, karena mereka disatukan oleh takdir, lalu mengapa tidak berteman? Ini tidak akan mengecewakan karena kebetulan bertemu di malam yang berkabut  ini.

Xi Ning dan Jin Xin bertukar pandang. Apakah kau memiliki perasaan bahwa tuan seperti seorang playboy yang akan mengejar seorang wanita cantik dari keluarga baik-baik?

Kedua orang itu menganggukkan kepala dengan berat.

Tetapi ketika Chu Qing-Yan secepatnya mencari sambil melangkah, dua orang dari belakang tiba-tiba bergegas. Mereka melewatinya dan berlari ke arah wanita yang bijaksana dan cantik itu.

“Kakak Senior, Kakak Senior, pasien yang sakit di Dong City telah memburuk. Kami tak berdaya memgatasi penyakit ini, sebaiknya Anda segera memeriksanya! ”

terdengar lelaki itu berkata dengan cemas.

“Berhentilah berlama-lama, cepat bawa aku ke sana!” Wanita yang bijaksana dan cantik itu memiliki ekspresi serius, dan mengikuti kedua orang itu dengan langkah kaki tergesa-gesa untuk pergi.

Meninggalkan Chu Qing-Yan sendirian yang baru saja mengulurkan tangan sambil menggibaskan baju dengan jari-jarinya saat dia pergi.

“Tuan, ada lebih banyak ikan di laut, mengapa hanya mengejar yang satu inj? Mari kita kembali, sudah terlambat. Kalau tidak, tuan muda tertua mungkin akan mengirim orang untuk mencari kita. “Xi Ning menyarankan itu ketika melihat tuannya yang agak sibuk.

Jin Xin melirik ke sekeliling daerah itu dan bisa merasakan bahwa penjaga rahasia Xiao Xu telah tiba.

Chu Qing-Yan menarik tangannya dengan wajah penuh garis-garis hitam, perasaan dikira sebagai orang bodoh yang dilanda cinta membuatnya sakit kepala. Dia hanya merasa jarang bertemu orang yang begitu mudah dengan temperamen jujur di dunia yang berbeda ini, akan menjadi hal yang luar biasa jika mereka bisa menjadi teman. Sayangnya cuaca tidak bekerja sama dan dia pergi begitu saja.

Besok dia akan meninggalkan Yang Xia, tidak tahu apakah ada kesempatan untuk melihatnya lagi.

Hanya kata-kata wanita, keranjang bambu, jamu, dokter; kata-kata ini membuat otaknya menyala dengan sebuah ide.

Dia melihat ke arah di mana perempuan itu menghilang, apakah dia telah melewatkan kesempatan?

LAC 235. Satu-satunya kekurangannya
LAC 237. Bertemu si cantik lagi di desa

Leave a Reply

Your email address will not be published.