LAC 22. Kertas Kontrak pernikahan Melemparkan Semuanya ke Dalam Kekacauan

Featured Image

-oOo

Pemandangan itu adalah jalan indah yang diaspal dengan lempengan hijau dan pohon bambu yang menghadapinya. Spektrum cahaya bulan tenggelam, memberikan pemandangan malam yang dalam di dalam. Saat sepatu bot menginjak lempengan hijau, bayangan akan menutupinya. Langkah demi langkah, seolah-olah apa yang diinjak bukanlah jalan, melainkan keheningan malam.

Istana kekaisaran yang kaku, selain jalur patroli yang seragam, suara angin bertiup di atas dedaunan, tidak ada suara lain yang bisa didengar.

Dua kata “Studi Kekaisaran” yang berani dan kuat tergantung di atas kepalanya memberi gambaran yang mengesankan.

Kasim Cao masuk lebih dulu, setelah beberapa saat, dia keluar dari pintu istana dan dengan hormat membungkuk untuk menyambutnya masuk.

Xiao Xu, tanpa melihat-lihat, langsung masuk ke ‘Studi Kekaisaran’.

Sebuah lentera terang diletakkan di tepi sebuah meja di istana. Itu menerangi seluruh aula istana di dalam, juga menerangi orang dengan kuas, yang menulis di atas meja.

Jubah naga kuning terang sepertinya menyerap semua sinar cahaya yang mengalir pada jubah itu. Sutra emas itu seperti aliran api paling terang di malam hari, membuatnya orang tidak berani menatap lurus ke arahnya.

“Anakmu memberihormat kepada Ayah Kaisar.” Suara dingin tanpa emosi Xiao Xu terdengar di dalam aula istana ini, tidak menekan orang atau sombong.

Orang yang menulis tidak berbicara, kuas di tangannya terus bergerak. Seolah-olah dia tidak mendengar orang di depannya yang menghormatinya.

Sambil berangsur-angsur waktu berlalu, Xiao Xu juga tidak menjadi cemas, mempertahankan posisi berdiri, menunggu orang di depannya untuk menyelesaikan lukisannya.

Hanya saat beberapa sapuan kuas yang tersisa untuk gambar yang dilukisnya, Kaisar Xuan Barat sepertinya akhirnya menyadari keberadaannya. Nada suaranya diwarnai dengan jejak ketidaksenangan, “Setelah banyak membujuk dan memohon, kau baru memasuki istana kekaisaran sekarang. Apakah karena setelah satu tahun di luar, kelakuanmu sekarang sudah terbiasa malas ? “

“Anakmu tidak berani.” Xiao Xu menjawab dengan datar.

Ini adalah kedua kalinya malam ini dia mengulangi kalimat ini.

Orang lain mungkin mengatakan bahwa ini adalah kerabat terdekat dengannya di dunia ini, baginya, dia telah menjadi orang asing yang dikucilkan.

Sudut mulut Xiao Xu sedikit tersendat, ejekan samar-samar muncul di bibirnya dan menghilang begitu cepat.

Kaisar Xuan Barat tidak memperhatikan suasana hati Xiao Xu, dia hanya mendengar nada dingin dan ketiadaan ceria di nada Xiao Xu yang semenjak lama. Dan dia menelan kata-kata kritik di ujung lidahnya. Bagaimanapun, pada tahun ini, dia telah membantu Xuan Barat untuk merebut kembali banyak wilayah yang diambil alih oleh kesepakatan yang sulit – dengan suku-suku Nomaden. Jika dia terlalu ketat dengannya, mungkin orang-orang di bawahnya juga tidak akan menerima ini. Akibatnya, Kaisar Xuan Barat berhenti sejenak saat melihat profil sampingan dengan topeng perak itu, hatinya menurunkan pikiran untuk menceramahi dia. Toh, anak ini tidak lagi memiliki kualifikasi untuk bersaing dengan Ran’er.

Jadi, Kaisar Xuan Barat perlahan mengubah nada suaranya, hanya ekspresinya dari sebelumnya yang masih tersisa, “Xu’er kau juga tidak lagi kecil, kau tidak bisa terus menjadi orang yang keras kepala seperti ini. Sudah waktunya kau menikah dan memulai sebuah keluarga.”

Xiao Xu mengangkat alisnya, tatapannya menatap langsung Kaisar Xuan Barat, akhirnya, dia sampai di titik utama.

Menghadapi tatapan Xiao Xu yang telah secara jelas menduga semuanya, Kaisar Xuan Barat menjadi sedikit terganggu. Dia tahu pikiran anak sulung ini selalu jernih, bisa diasumsikan bahwa dia sudah tahu tentang masalah ini. Namun, karena harus menjelaskan pada You Yue, dia berdeham. Tatapannya beralih, berpura-pura tidak melihat dan dengan nada yang tidak mengizinkan pendapat lain, berkata, “Sebelumnya, aku memilih beberapa wanita dari keluarga baik, namun karena banyak alasan, pernikahan itu tertunda. Ayah Kaisar dan Ibu Permaisuri mu sama-sama cemas untuk mu. Kebetulan, kali ini, kakekmu, Kaisar terdahulu kembali ke ibu kota dan membantu mu memilih sebuah keluarga. Untuk karakter dan penampilan, keduanya bagus, juga sangat sesuai dengan mu. Jadi, kali ini, Ayah Kaisar akhirnya merasa diyakinkan. Meski di sisi lain; usia dia masih muda, namun tidak satu pun merupakan masalah. Tunggu beberapa tahun, lalu upacara pernikahan bisa digelar.”

Xiao Xu mengerutkan bibir, karakter dan penampilan, keduanya bagus? Kemungkinan besar, Ayah Kaisar bahkan tidak tahu seperti apa orang itu!

Melihat Xiao Xu tetap diam dan tidak menjawab, segera, wajah Kaisar Xuan Barat tenggelam, “Apa? Mungkinkah kau keberatan dengan pernikahan ini? Aku, Kaisar, memberi tahu mu, pernikahan telah diberikan, seorang penguasa tidak dapat mengambil kembali kata-kata nya. Aku tidak bisa mentoleransi kau yang mengambil keputusan ini sendiri! “

Ini pastilah arti sebenarnya dari Ayah Kaisar?

Xiao Xu tanpa ekspresi setuju, “Anakmu tidak berani.”

Kasih sayang ‘darah seolah air’ hanya meninggalkan empat kata di belakang.

Setelah mendengar apa yang dikatakan, Kaisar Xuan Barat membelai janggutnya dengan puas, baru sekarang dia meletakkan kuas di tangannya. Lalu, dengan tangan di belakang punggungnya, dia berdiri di depan Xiao Xu. Tiba-tiba, tangannya terulur dan menepuk bahunya. “Seperti ini lah, anak yang baik ku, Kaisar. Kau harus percaya bahwa Kakek-kekaisaran melakukan ini untuk kebaikan mu sendiri. Karena itu, jangan sampai marah. Kau harus bergaul dengan baik dengan keluarga Nona Chu dan menjalani kehidupan. Mungkin dalam beberapa tahun, kau bisa memberi Kakek-kekaisaran seorang cicit.”

Bibir Xiao Xu bergerak, pada akhirnya, dia tidak mengatakan apapun, seolah dia diam-diam setuju.

Ingin mendapat pujian dari ayahnya, dia harus melepaskan semua kemungkinan berjalan ke takhta kekaisaran. Dari sudut pandang Ayah Kaisar, selama dia tidak menolak semua keputusannya dan tanpa syarat memberi jalan ke takhta untuk putra tercintanya; Ran’er, itulah hal yang harus dia lakukan!

“Cukup, tahun ini, kau juga sudah bekerja keras. Bulan depan adalah ulang tahun Adik laki-laki keempat mu, pada saat itu, kau juga harus membawa Nona itu untuk bertemu Ibumu permaisuri untuk melihat-lihat dia. Jadi dia akan berhenti mengomel di telinga Kaisar terus.” Melihat Xiao Xu tidak keberatan. Suasana hati Kaisar Xuan Barat menjadi jauh lebih baik, dan dalam masalah menenangkan, dia menepuknya beberapa kali lagi di bahu.

“Iya.”

Setelah menyelesaikan masalah besar ini di dalam hatinya, Kaisar Xuan Barat juga memiliki suasana hati untuk menanyakan perilaku dan perbuatannya di luar tahun ini. Setelah selesai mendengarkan, dia merasa senang dan khawatir. Bahagia karena wilayah Xuan Barat sekali lagi berkembang, khawatir karena anak sulung ini sangat luar biasa, ke depan, bagaimana Ran’er bisa melampaui dia?

“Jika tidak ada hal penting lainnya, anak anda meminta untuk permisi terlebih dahulu.” Ekspresi rumit Kaisar Xuan tidak luput dari perhatian Xiao Xu. Pupil matanya sedikit menggelap, segera setelah itu, dia menundukkan kepalanya untuk mengatakannya.

Pilihan ini kebetulan adalah apa yang diinginkan Kaisar Xuan Barat. Putra sulung ini tidak pernah dekat dengannya, setelah mereka selesai mengobrol dengan bisnis yang serius, tidak ada topik yang bisa mereka bicarakan. Hal ini membuat Kaisar Xuan Barat mengingat putra keempatnya Xiao Ran, anak ini, tidak peduli jam berapa, akan selalu bisa membuatnya tertawa. Dia berakal, pandai dan cerdas. Bahkan menteri kabinet di Akademi Kekaisaran semua memuji dia di langit tinggi. Memikirkan hal ini, suasana hati Kaisar Xuan Barat kembali membaik. Dia mengangguk dan melepaskan Xiao Xu untuk pergi.

Kali ini, You Yue tidak akan begitu gelisah soal pernikahan Xu’er dengan Nona keluarga Chu. Meskipun perasaannya terhadap Xu’er tidak istimewa, bagaimanapun, dia masih mengerti anak ini. Hal-hal yang dia tangani, dia tidak perlu khawatir. Dia menepati janjinya dan tidak akan pernah tidak menaati perintahnya. Sepertinya malam ini, dia bisa membiarkan You Yue menarik napas lega sepenuhnya.

Papan tulis yang jernih di atas kepalanya, beberapa kata besar sangat jelas.

Keadilan, Kejujuran, Kebajikan dan Perdamaian.

Seakan mengejek diam-diam.

Xiao Xu tidak lagi tinggal, dan tanpa menoleh, dia meninggalkan studi kekaisaran.

Kasim Cao memperhatikan tubuh tinggi dan lurus itu, lalu berpaling untuk melihat ekspresi tersenyum di sudut mulut Yang Mulia. Dia tidak bisa menahan diri untuk menurunkan kepalanya.

Hal semacam ini sudah terlalu sering terjadi, dia sudah terbiasa dengannya.

Hanya saja, meski dia sebagai penonton tidak merasa ini aneh, maka orang-orang dalam persaingan seharusnya mati rasa sekarang dan tidak menyadarinya lagi.

Langkah Kaisar Xuan Barat tenang saat ia keluar dari studi kekaisaran, menuju aula istana paling mewah dan elegan di istana bagian dalam — berjalan ke Istana Bulan.

(Istana Bulan: You Yue. Kata Yue dalam nama selir, adalah karakter bulan. Jadi istana ini dinamai dengan nama selir.)

Di sana tinggal selir kekaisaran yang paling dicintai dan disukai Kaisar Xuan Barat. Fu You Yue juga ibu-selir kepada pangeran keempat nya Kaisar Xuan Barat paling manjakan.

Semua orang di Xuan Barat tahu bahwa Permaisuri Liang memiliki keagungan di istana bagian dalam, tapi yang paling berkuasa adalah Selir Yue.

Banyak hal, mulai malam ini, akan berubah.

Dan Chu Qing Yan, yang sedang berjalan-jalan pada saat ini, tidak menyadari hal-hal yang menunggunya setelah masalah malam ini.

Dan Xiao Xu juga tidak menyadari hal ini.

LAC 21. Istana yang Indah, Kehidupan yang Sepi
LAC 23. Lapis Demi Lapis Rencana Licik Selir Yue

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.