LAC 21. Istana yang Indah, Kehidupan yang Sepi

Featured Image

-oOo

Setelah menentukan bahwa Dokter Suci ini bukan dokter suci, Chu Qing-Yan, dengan tangan di dahinya, membawa orang tuanya dan pergi tanpa melihat ke belakang. Terlepas dari permohonan Dokter Suci Zhu agar dia tidak pergi.

Chu Qing-Yan tertawa ‘hehe’, tidak mengherankan saat ini, ketika para pelayan ini tahu dia ingin mencari Dokter Suci Zhu, wajah mereka memiliki senyuman aneh. Jadi, ternyata mereka sudah tahu siapa Dokter Suci Zhu ini. Tampaknya meskipun dia dan keluarga Chu telah meletakkan semua kartu mereka di atas meja, hanya keluarga Chu yang mengambil sikap ‘tunggu dan lihat’ yang acuh tak acuh terhadapnya.

Namun, Chu Qing-Yan tidak kehilangan harapannya. Dia tidak pernah berharap keluarga Chu bisa membantunya dalam masalah ini.

Pada saat ini, Ayah Chu menarik Ibu Chu, dengan senang hati mengambil langkah besar untuk berjalan ke depan. Tidak memperhatikan sepintas makna dari orang-orang di sekitarnya. Dan Ibu Chu hanya disibukkan dengan Ayah Chu, jadi dia tidak memperhatikan tatapan aneh dari orang lain.

Rasa kasihan yang meredup dari hati Chu Qing-Yan. Rasa sayang antara orang tuanya dari kehidupan sebelumnya seperti sekarang, masih sangat dalam. Jika pikiran Ayah bisa dipulihkan, maka semuanya akan menjadi lebih indah lagi.

Dia juga tidak tahu kapan harus menghormati komitmen terhadap perintah kekaisaran yang memberkatinya dengan pernikahan tersebut. Apapun masalahnya, dia harus memanfaatkan sebagian besar waktunya untuk mencari dokter yang memiliki cara untuk mengobati penyakit Ayah. Jika tidak, dia tidak akan bisa tidur nyenyak.

Semua yang terjadi pada Chu Qing-Yan di jalan diteruskan ke telinga Xiao Xu. Wajahnya tanpa ekspresi, dan dia dengan ringan mengetuk dinding di dalam kereta kuda dan bertanya pada bawahannya di luar, “Sampai sekarang, di manakah Dokter Suci Luo?”

“Melaporkan kembali kepada Tuan, sejak tiga bulan yang lalu, setelah Dokter Suci Luo meninggalkan istana kekaisaran, tidak ada jejaknya yang bisa ditemukan. Bawahan ini, pada hari-hari ini, akan mengirim orang untuk mencari keberadaannya dengan seksama.” Suara hormat datang dari luar.

Xiao Xu mendenguskan suara setuju.

“Tuan, kita akan memasuki istana kekaisaran setelah lamanya satu dupa terbakar.”

(Kebanyakan orang pada masa itu menghitung waktu dengan jumlah dupa terbakar untuk menit/jam, untuk ukuran waktu yang tidak pasti, misalkan satu dupa terbakar sama dengan 15-20 min.)

Setelah mendengar apa yang dikatakan, tatapan aneh Xiao Xu mendarat di tirai bergoyang kereta di depannya. Angin mengangkatnya, dan jalan-jalan yang akrab di luar melewati matanya, sementara pikirannya perlahan melayang jauh.

Setahun ah, setahun penuh dia belum menginjakkan kaki di tempat ini.

Sayang sekali, bahkan jika dia berada jauh, orang-orang ini tidak akan pernah berpikir untuk beristirahat dari merencanakan jebakan-jebakan.

Sebuah jejak ejekan dan penghinaan seakan melintas di balik sepasang mata hitam seperti tinta dan kaca itu. Seepat tiupan angin, itu tersembunyi kembali di kedalaman mata bagai tinta hitam itu. Ketika seseorang melihat dengan hati-hati lagi, sepasang mata tampan itu seperti kolam yang damai tanpa riak, tidak dapat melihat suasana hati apapun sama sekali.

“Yang Mulia Pangeran Ying, Permaisuri sudah menunggumu selama beberapa hari. Kemarin, dia bahkan melempar porselen biru dan putih. Dengan susah payah, anda datang setelah dia berharap begitu lama. Hari ini, anda seharusnya tidak bertindak sekeras sebelumnya. Jika Permaisuri diprovokasi sekali lagi menjadi marah, maka apa yang dilemparkan ke bawah tidak akan hanya menjadi satu set perangkat teh.”

Xiao Xu baru saja melangkah ke Istana Zhao Yang, ketika seorang pelayan kaisar tua, tampak gembira di ujung alisnya, mendekat untuk menyambutnya. Namun, kata-katanya jelas membawa beberapa ketidaksetujuan.

Roh Api, melihat pelayan kekaisaran ini, alisnya melompat sedikit. Pelayan kekaisaran ini disebut Luo Yun, yang diberkati jabatan di sisi Permaisuri Liang. Dia telah berada di sisinya sejak Permaisuri Liang lahir, dan bisa dianggap mirip dengan perawat Permaisuri Liang. Di dalam pikiran Permaisuri Liang, posisinya tidak rendah. Oleh karena itu, Luo Yun ini selalu diminati dan dipercaya oleh Permaisuri Liang. Dia sering tidak sopan terhadap Tuan keluarganya, sama sekali tidak menyadari statusnya sebagai pelayan. Jika bukan karena memberi Permaisuri Liang wajah, menurut temperamen Yang Mulia keluarganya, tidak tahu sudah berapa kali dia akan mati.

Xiao Xu mengerutkan kening, meski dia merasa jijik dengan ceramahnya setiap kali melihatnya, bagaimanapun, dia adalah salah satu dari orang-orang yang Ibu Permaisuri pandang tinggi. Xiao Xu meliriknya dan mengangguk sedikit, setelah itu, dia mengambil langkah besar untuk berjalan ke Istana Zhao Yang.

Luo Yun ketakutan dan terkejut melihat tatapan dari Yang Mulia Pangeran Ying sekarang, kakinya tidak bisa menahan diri untuk sedikit lemas. Tidak melihatnya selama setahun, dan sifat Yang Mulia Pangeran Ying menjadi semakin dingin. Tidak punya banyak waktu untuk merenungkan ini, Luo Yun segera menyusul langkah Yang Mulia Pangeran.

Xiao Xu baru saja masuk ke aula istana, dan sebuah benda tak dikenal terbang ke arahnya dari depan. Dia mengerutkan kening tapi tidak bergerak, benda itu bergesek di sudut alisnya. Dengan suara ‘bang’, menabrak tiang pintu di belakangnya dan membuka pintu. Jika miring sedikit, maka itu akan menabrak kepalanya. Xiao Xu tidak tahu apakah dia harus bersukacita atau merasa bahwa ini sangat disayangkan.

Gelas tehh itu tidak mencapai sasarannya, membuat orang memaksakan diri itu sangat kesal. Suara wanita suram terdengar dari tengah aula, “Masih tahu untuk kembali ke istana? Permaisuri ini mengira hatimu telah menjadi liar karena bermain di luar selama setahun. Di matamu tidak ada keberadaan Permaisuri ini!”

Di tengah Istana Zhao Yang yang utama, di kursi istri kekaisaran ungu tua yang diukir dengan burung pemangsa dan dilengkapi dengan permata yang dipotong halus, duduk seorang wanita mengenakan jubah istana yang penuh dengan bunga mekar. Lapisan kasa emas menutupi wajahnya, burung-burung phoenix yang sayapnya melonjak naik tergantung pada gaunnya. Penampilan indah dengan fitur wajah yang cukup bagus. Baru saat ini, dua alis mengkerut, dan kedua matanya dipenuhi kemarahan.

“Anakmu tidak berani.” Suasana hati Xiao Xu bahkan tidak tergerak karena kecaman dari orang di hadapannya. Dia berdiri di tempat dan sedikit menundukkan kepala, wajahnya tanpa ekspresi.

“Tidak berani? Hehe, apa yang tidak kau berani lakukan di dunia ini?” Orang yang duduk bukanlah orang lain, dia adalah ibu kandung Xiao Xu, Permaisuri dari negara Xuan Barat. Sekarang, matanya mengkhianati ekspresi mengejek, dengan nada yang melebih-lebihkan, dia berkata,” Permaisuri ini telah membujuk dan memohon, namun masih belum bisa memanggilmu untuk kembali. Tak heran bila di luar, selalu ada rumor bahwa suasana hati mu tidak stabil, dingin dan kejam. Sepertinya tidak sedikit dari ini yang palsu! Bahkan Permaisuri ini, sebagai ibumu, tidak bisa mempengaruhi keputusanmu. Kau benar-benar anak Permaisuri ini! “

Dihadapkan dengan ucapan-ucapan menyayat Ibu Permaisuri yang diliputi tombak dan tongkat, hanya pupil mata Xiao Xu yang bergerak sedikit, sesaat setelah itu, dia dengan acuh tak acuh bertanya, “Ibu Permaisuri, jika anda mencari anak ini hanya untuk mengucapkan kata-kata ini, maka anak laki-laki anda akan terlebih dahulu meminta izin pergi.”

“Berhenti! Sikap apa ini?” Dia belum selesai berbicara dan anaknya akan pergi, Permaisuri Liang, dalam keadaan marah, hampir tidak bisa bernafas. Dan Luo Yun segera melangkah maju untuk menepuk-nepuk punggung Permaisuri Liang dengan lembut saat memintanya untuk tenang, lalu menegur Xiao Xu untuk mengatakan, “Yang Mulia Pangeran Ying, dengan susah payah, anda telah kembali, maka tolong, jangan membuat Permaisuri marah.”

Setelah mendengar apa yang dikatakan, Xiao Xu bahkan lebih tidak mau tinggal semenit lagi. Awalnya, dia ingin mengangkat kakinya dan pergi, tapi kemudian, mendengar orang di belakangnya dengan marah berkata, “Xiao Xu, kali ini, Permaisuri ini tidak peduli dengan apa yang kau pikirkan, tidak peduli apa, kau harus menolak pernikahan ini dengan keluarga Chu! Kalau tidak, Permaisuri ini tidak akan lagi mengenalimu, anak ini! “

Xiao Xu merasa ini sedikit menggelikan, mendengar Ibu Permaisuri mengatakannya seperti ini, seolah-olah dia terhubung dengan keluarga Chu.

Mendengar tujuan Ibu Permaisuri agar dia kembali ke istana kali ini, Xiao Xu berbalik menghadapnya dengan ekspresi tenang dan beraneka ragam, “Ibu Permaisuri, masalah ini, saya takut anakmu tidak memiliki kekuatan untuk membuat keputusan. Keluarga Chu ini adalah calon yang ditunjuk oleh Kakek, Kaisar Lama. Pernikahan ini dianugerahkan oleh Ayah Kaisar. Jika anda memiliki beberapa keberatan, anda dapat berbicara dengan Ayah Kaisar. Tidak peduli apa akibatnya dari diskusi anda dan Ayah Kaisar, anak ini tidak akan keberatan.”

Permaisuri Liang telah berdebat dengan Kaisar Xuan Barat tentang masalah ini, jika bukan karena tidak ada jalan keluar, bagaimana dia bisa menjadi sangat marah? Dan melihat bahwa anak ini sama sekali tidak peduli dengan hal ini, lubang api di hatinya menjadi lebih kuat. Melihat sikapnya sekarang, kemarahan Permaisuri Liang muncul dari dalam, “Xiao Xu, lihat seperti apa perilaku menjijikkan yang kau miliki saat ini? Jangan berusaha, jangan ambil dan jangan menolaknya kan? Kau pikir, seperti ini, kau bisa lolos dari semuanya? Permaisuri ini akan memberitahumu bahwa ini sama sekali tidak mungkin!”

“Bergantung pada kehormatan putra dan posisi mulia-nya untuk berusaha, ambil dan menolak kan?” Xiao Xu mengangkat satu jari untuk menunjuk topeng di wajahnya dengan nada menghina dirinya sendiri.

(berusaha, ambil, dan menolak maknanya di sini,=1.berusaha mencapai posisi tinggi spt; Mahkota, 2.mengambil dari lawan spt; persaingan dalam istana dengan keluarga kekaisaran lain, dan 3.menolak untuk kalah, spt; menolak pihak lawan/pesaing)

Pandangan Permaisuri Liang mendarat di topeng perak itu, sekilas, tatapannya terbersik cahaya. Dia memberi kelembutan dingin, “Bahkan jika ketampananmu rusak, jadi apa? Kau adalah putra tunggal Liang Yuan ku, dan juga putra sulung dari istri resmi. Semua miliknya harus menjadi milik mu, selama kau bekerja keras, dengan dukungan Ibu Permaisuri, apa yang harus kau takutkan?”

Xiao Xu menatap wajah Ibu Permaisuri yang jelek karena keserakahan, mengerucutkan bibirnya tapi tidak menjawab.

Sementara Permaisuri Liang mengira dia diam-diam setuju dan terus berkata, “Kau tidak perlu khawatir, jika pernikahan tidak dapat ditolak, maka itu juga bukan masalah besar. Orang yang sudah meninggal tidak bisa menikah, Ibu Permiasuri punya cara … “

Xiao Xu merasa bahwa cara berpikir Ibu Permaisuri telah diliputi kehidupan ‘anjing makan anjing’ di harem kekaisaran. Sebelumnya, orang-orang di dunia menilai Permaisuri sebagai orang bermartabat, berbudi luhur, dermawan dan murah hati. Tapi mereka tidak mengenalnya di balik wajah ini. Beberapa kata ini merobek dan menghancurkan gambaran itu. Dia tidak mendengarkannya selesai berbicara sebelum pergi keluar dari Istana Zhao Yang, meninggalkan semua teriakan di belakangnya.

(anjing makan anjing/ dog eat dog = merujuk pada situasi persaingan sengit di mana orang saling menerkam/menjatuhkan untuk bisa sukses.)

Dia baru saja keluar dari Istana Zhao Yang dan melihat Kasim Kao, orang yang cakap di sisi Ayah Kaisar, menunggu di luar Istana Zhao Yang. Xiao Xu mengangkat kedua matanya untuk melirik matahari terbenam, matanya tampak gelap dan suram seperti ujung bumi.

LAC 20. Dokter Suci yang Aneh Tidak Dapat Diandalkan
LAC 22. Kertas Kontrak pernikahan Melemparkan Semuanya ke Dalam Kekacauan

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.