LAC 203. Tubuh seperti giok

Featured Image

Menatapnya, tiba-tiba Chu Qing-Yan menjadi bodoh. Dia berpikir dalam hatinya andaikan pada saat itu wajah Gunung Es tidak terbakar oleh api besar, maka wajah tampan macam apa yang akan dia miliki?

Sikapnya yang menyendiri. Mata berkualitas tinggi berputar, memberikan keindahan bintang-bintang, seolah-olah mengumpulkan semua cahaya di bumi. Menyeduh anggur yang paling kaya dan paling lembut dari tubuh surgawi. Hanya perlu satu tatapan untuk membuat orang kecanduan. Anggur itu tidak membuat mabuk, tetapi orang itu sendiri menjadi mabuk.

Meskipun Gunung Es tampaknya adalah pria yang dingin, kaku, dan tampan yang jarang tersenyum. Tapi begitu dia tersenyum, dia bisa membalikkan negara. Dia tidak pernah merasa topeng di wajahnya akan menutupi kecemerlangannya. Sebaliknya, penutup sempurna ini menambah pesona misterius padanya.

Setelah menunggu sebentar, Xiao Xu masih belum mendapat balasan darinya. Tapi dia bisa merasakan pandangan si kecil ke wajahnya, panas dan ada sedikit cahaya. Dia melirik si kecil yang masih tenggelam dalam pikirannya dan belum sadarkan dirinya. Dia batuk ringan beberapa kali.

Chu Qing-Yan segera terlempar kembali ke dunia nyata dan dia segera duduk. “Apakah tubuhmu merasa tidak nyaman? Cepat duduk, aku akan memijatmu! ”

Sejak dia tahu Gunung Es mendapat beberapa luka dalam, setiap kali si kecil ini melihatnya, jiwa pengasuhnya akan meningkat. Ada angin yang meniup rumput untuk bergerak, mata kecilnya penuh kekhawatiran.

Xiao Xu tertawa. Kesehatannya tidak serapuh yang dia pikirkan, tetap saja dia sudah ditarik untuk duduk di samping tempat tidurnya.

“Tunggu sebentar, aku akan memijatmu.” Mengatakan ini, dua talapak tangan kecil Chu Qing-Yan sudah diletakkan di bahunya dan mulai menekan otot-ototnya. Saat memijat, dia juga berkata. “Sebelumnya aku pernah mengikuti kursus pengobatan Tradisional Tiongkok. Di sana mereka mengajarkan bagaimana membantu orang lain membuka aliran darah yang terblokir. ”

Pada saat itu dia agak malas, dia bahkan tidak repot-repot mendengarkan dasar-dasar kursus. Dia hanya serius mempelajari bagian tentang cara membuka blokir aliran darah. Hanya karena untuk ujian akhir, guru menggunakan bab ini untuk mengambil nilai akhir siswa. Tapi di asrama, hanya dia yang cukup semangat untuk memilih mata pelajaran pilihan itu. Agar tidak gagal, dia menarik kelima teman sekamarnya satu demi satu untuk menjadi bahan percobaan. Pada akhirnya dia lulus, tetapi kelima teman sekamarnya ditekan olehnya sampai mereka pingsan.

Dia tidak bisa kembali ke masa lalu, tetapi dia sangat senang karena jika bukan karena masa lalu ketika dia tidak beristirahat selama tiga hari dua malam, maka tekniknya hari ini tidak akan begitu terampil.

Xiao Xu awalnya ingin mengatakan itu tidak apa-apa, tetapi ketika telapak tangan kecilnya diletakkan di bahunya, dia menghentikan kata-kata di ujung mulutnya. Matanya sedikit tertutup saat dia menikmati kesempatan langka ini di mana si kecil itu merawatnya.

Kulit di bawah tangannya terasa lembut saat disentuh. Itu sesuai dengan ukuran untuk model pria tampan. Dia seperti model yang memperagakan pakaian, membuatnya tampak ramping dan tanpa pakaian dia terlihat berotot. Dia adalah contoh pajangan pakaian bergerak. Tidak peduli apa yang dia kenakan, dia akan selalu menampilkan sisi yang paling indah dari pakaian itu.

Cengkraman kecil Chu Qing-Yan menekan bahunya. Otot-ototnya fleksibel dan elastis. Kemudian dia menekan sedikit pada tulang belikatnya, tulangnya sangat kuat. Pandangannya melihat bawah, mengikuti leher ramping itu ke bagian lainnya yang tersembunyi di bawah pakaian. Itu terlihat seperti daging es seputih salju dan kulit giok dari puncak Gunung Surgawi. Dia tidak bisa menahan air liurnya. “Meminjam dari bunga aneh yang mekar di air, batu giok yang tenggelam seperti tulang dan daging.”

Tiba-tiba, dia mendengar orang di belakangnya menggumamkan ini pada dirinya sendiri, serta sepasang cengkraman gelisah yang menusuk tubuhnya di sana-sini. Xiao Xu menahan ekspresinya dan meraih kedua telapak tangan itu. “Cukup, sudah tidak ada yang sakit di situ.”

Chu Qing-Yan tanpa sadar mengambil kembali tangannya. Melihatnya berdiri, sebuah pikiran tiba-tiba muncul dari kepalanya. “Gunung Es, malam ini ayo kita berjalan-jalan di pasar malam! Aku mendengar kota Ping Yang sangat ramai di malam hari. Bagaimana kalau kita melihatnya? ”

Tanpa sadar Xiao Xu ingin menolak, tetapi terhenti ketika melihat tatapannya yang penuh semangat. Selama ini, dia terluka dan hampir selalu terkurung di dalam kereta kuda atau di dalam ruangan. Dia jarang membiarkannya bergerak seperti yang diinginkannya. Dapat dikatakan bahwa emosinya yang enerjik sudah tidak dapat ditahan lagi.

Akhirnya dia berkata. “Bisa saja tapi kau harus membawa beberapa pengawal.”

“Tidak perlu pengawal. Aku bersama Anda. Anda membawa uang dan kita akan baik-baik saja! “Chu Qing-Yan mengedipkan mata padanya. “Apakah anda tidak tahu orang yang terluka atau sakit perlu keluar dan berjalan-jalan untuk menghirup udara segar? Ini dapat membuat tubuh pulih lebih cepat, oke? ”

Xiao Xu selalu merasa kepalanya penuh dengan banyak argumen yang masuk akal sehingga menyulitkan orang untuk membantah.

“En.”

Melihat dia setuju, tidak terbayangkan betapa bahagianya dia, matanya yang cerdas cepat berbalik. “Gunung Es, aku mendengar Roh udara memiliki teknik luar biasa untuk mengubah penampilan seseorang. Anda bisa memintanya untuk membantu Anda mengubah penampilan. Dengan begitu, Anda tidak perlu memakai topi kasa sepanjang hari, serta topeng yang akan membongkar identitas Anda. ”

Meskipun masalah kelompok orang-orang mereka yang pergi ke utara untuk mencari bijih diketahui oleh banyak orang, tetapi untuk menghindari masalah, mereka tetap tampil sederhana di sepanjang jalan, agar mereka dapat menyembunyikan identitas. Tapi topeng perak di wajah Gunung Es terlalu mudah dikenali. Jadi sepanjang jalan selama ada orang luar, dia akan selalu memakai topi kasa. Dia pernah memakai topi kasa sebelumnya, dan merasa topi kasa ini benar-benar tidak nyaman. Dia merasa tertekan untuk Gunung Es, jadi dia memikirkan ide ini.

Xiao Xu mempertimbangkan dengan hati-hati dan tampaknya merasa gagasannya ini tidak buruk, jadi dia mengangguk.

Akibatnya, Xi Ning dengan langkah cepat segera pergi memanggil Roh Udara.

Mendengar dia di panggil, Roh Udara segera bergegas datang, takut ada masalah yang terjadi pada luka mereka. Setelah memasuki ruangan dan melihat keduanya duduk di sana dengan baik-baik saja, hatinya menghembuskan nafas lega. Kemudian dia bertanya untuk apa mereka memanggilnya. Ketika dia mendengar ide Wangfei kecil itu, Roh udara juga setuju.

Sepasang mata Chu Qing-Yan memancarkan cahaya. “Roh udara, cepat datang dan bantu tuan pertamamu mengubah penampilannya. Xi Ning, cepat bantu aku mengambil bangku. Tuan muda ini ingin menonton teknik misterius itu. ”

Roh Udara dengan kejam menusuk pikiran kecilnya. “Tuan muda kecil, kau pasti memiliki motif tersembunyi kan! Hanya bawahan ini yang tahu teknik ini, tidak bisa diungkapkan. Karena itu, tetap minta tuan muda kecil itu untuk keluar. ”

Chu Qing-Yan segera layu. Bisakah Roh Udara ini tidak selalu menentangnya?

Dia hanya ingin memanfaatkan kesempatan untuk melihat wajah Gunung Es di bawah topeng itu. Bahkan jika penampilannya hancur, setidaknya dia seharusnya bisa melihat seperti apa wajahnya?

Tatapan Xiao Xu melihat si kecil “yang seperti akan meledakkan”. Bibirnya terhubung. Dia mengangkat tangannya untuk membelai kepala kecilnya dan dengan suara lembut, kata. “Di malam hari aku akan datang menjemputmu untuk pergi keluar.”

Itu adalah nada membujuk dan merayu seorang anak kecil, tetapi Chu Qing-Yan benar-benar menerima tindakannya ini. Dia segera melambaikan tangannya. “Oke, aku akan dengan patuh menunggumu.”

Melihat Gunung Es keluar pintu, Chu Qing-Yan segera menyingkirkan senyumnya dan dengan dingin menyindir Roh udara. “Kenapa kau tidak segera keluar untuk membantu tuanmu mengubah penampilannya? Apa yang kau lakukan di sini berdiri seperti patung? ”

Roh udara memicingkan matanya saat dia berkata. “Tuan muda kecil, ketika waktunya kau perlu tahu, kau akan tahu. Terkadang dengan memaksakannya, itu tidak akan terjadi. ”

Chu Qing-Yan miring ke arahnya. Misteri macam apa yang dimainkan orang ini? Apakah dia perlu dipukul?

Selesai berbicara, Roh Udara dengan gesit dan anggun berjalan menuju pintu.

Chu Qing-Yan berkata pada Xi Ning dengan bingung. “Katamu, di masa depan, wanita yang menyukai Roh udara, seberapa unik penglihatannya? Untuk dapat berinteraksi dengan orang aneh ini, aku hanya bisa mengagumi keberaniannya! ”

Roh Udara yang baru saja keluar dari pintu mendengar ini dan langkah kakinya miring seakan-akan ada yang memukul dahinya. Wangfei kecil itu berlebihan. Dia hanya mengingatkannya dengan niat baik, oke?

Chu Qing-Yan dan Xi Ning tertawa terbahak-bahak.

Siapa yang tahu tentang masalah di masa depan? Betulkan?

LAC 202. Ada banyak berita miring
LAC 204. Gunung Es setelah mengubah penampilannya

One thought on “LAC 203. Tubuh seperti giok”

Leave a Reply

Your email address will not be published.