LAC 23. Lapis Demi Lapis Rencana Licik Selir Yue

Featured Image

-oOo

“Yue’er, kau tidak perlu khawatir tentang pernikahan keluarga Xu’er dan Chu.” Kaisar Xuan Barat memeluk bahu Selir Mulia kesayangannya. Dia mengatakan ini dengan mata terpejam untuk menghiburnya.

“Perkawinan Pangeran Ying ini akhirnya telah ditetapkan, hambamu ini sangat bahagia atas nama Kakak Permaisuri. Jika tidak. Di antara orang-orang yang seumur Xu’er, mereka semua sudah memiliki beberapa anak dengan gembira di bawah lutut orang tua mereka. Setelah bertahun-tahun, tidak ada orang di sisi Pangeran Ying, hambamu juga sangat prihatin!” Sebuah nada tidak senang yang membawa sedikit senyuman terdengar oleh telinga Kaisar Xuan Barat.

Orang-orang hanya bisa melihat orang cantik setengah berbaring, penampilannya provokatif, kulitnya putih seperti bedak. Kelopak matanya yang terbuka dalam bentuk bulan sabit, setiap kedip mata meluncur, sehingga tidak mungkin seseorang mengalihkan pandangannya. Layak dikenal sebagai wanita cantik nomor satu di Xuan Barat dua puluh tahun yang lalu. Meski dua puluh tahun telah berlalu, bagaimanapun, waktu sepertinya tidak meninggalkan bekas apapun di tubuhnya. Dia masih seindah sebelumnya, ini cukup untuk melahirkan cemburu di hati banyak orang.

Orang ini tepatnya adalah ibu kandung dari Pangeran keempat, Nona keluarga Fu kedua, Selir Mulia yang paling dicintainya, Fu You Yue.

Pada saat ini, Fu You Yue memindahkan jarinya, memutar rambutnya sendiri, ekspresi puas di matanya melayang. Akhirnya, dia telah menghabisi pengaruh Xiao Xu, bahaya besar di hatinya. Layak untuk perayaan

“Jika Xu’er tahu betapa kau khawatir tentang dia, dia tidak akan memperlakukan mu dengan sangat dingin.” Kaisar Xuan Barat menepuk kedua tangannya dan berkata dengan lembut ‘sangat disayangkan’.

Fu You Yue menjawab dengan nada yang sama-sama menyedihkan dan murah hati, “Sifat alami Pangeran Ying adalah ketidakpedulian, bahkan Kakak, sang Permaisuri tidak dapat memperoleh perhatiannya. Jangankan untuk saya, hambamu yang bahkan tidak berhubungan darah dengannya. Yang Mulia tidak perlu merasa kasihan padaku, hambamu.”

Setelah mendengar apa yang dikatakan, penilaian Kaisar Xuan Barat terhadap putra sulung ini menjadi semakin tidak puas, “Xu’er tidak masuk akal, Yue’er tidak perlu memikirkan dia.”

Fu You Yue pelan pelan setuju, sinar menyala di matanya, “Yang Mulia. Saya dengar usia Chu Qing Yan ini masih muda. Saya takut dia tidak akan tahu banyak kebiasaan dan peraturan. Tidakkah lebih baik baginya untuk pindah ke kediaman Pangeran Ying? Dan biarkan Pangeran Ying mengajarinya dengan benar. Jika tidak, menurut temperamen Pangeran Ying, menunggu sampai Chu Qing-Yan tumbuh dan menikah, saya khawatir tidak akan mudah bagi mereka untuk bisa bersama. Mengapa tidak membiarkan mereka berdua berinteraksi lebih dulu, saat Chu Qing-Yan mencapai usia lima belas tahun, baru mengadakan pernikahan. “

Tangan Kaisar Xuan Barat yang membelai selir kesayangannya berhenti sejenak. Dengan nada ragu, dia berkata, “Ini – aku khawatir ini tidak sesuai dengan tata cara ah!”

Wajah Fu You Yue penuh dengan kesal, “Tata cara tradisi diatur oleh orang-orang, apalagi, hal ini, Pangeran Ying juga istimewa. Dia dan keluarga Nona Chu berbeda usia delapan tahun. Selain itu, tahun-tahun ini, mencarikan Pangeran Ying seorang gadis untuk calon dinikahi, masing-masing keluarga gadis-gadis itu —- “Fu You Yue berhenti sejenak, bersikap penuh perhatian, dan berkata, “Saya, hambamu, berpikir bahwa jika orang itu dapat ditempatkan disisi Pangeran Ying, berdasarkan kemampuan Pangeran Ying, dia pasti bisa melindungi nya, dia akan aman dan sehat tanpa ada kekhawatiran.”

Kata-kata yang selir tercintanya tidak sebutkan, Kaisar Xuan Barat sudah bisa menebaknya. Mengingat beberapa calon mempelai wanita sebelumnya, semuanya dihentikan karena anak-anak perempuan itu meninggal mendadak. Karena itu, Kaisar Xuan Barat juga sedikit ragu.

Melihat jantung Kaisar Xuan Barat sedikit tergoda, sebuah ekspresi tersenyum melintas di mata Fu You Yue.

Kaisar Xuan Barat, melihat wajahnya yang serius menunggu jawabannya, suara Kaisar Xuan Barat serak saat dia berkata, “Semuanya akan dilakukan sesuai dengan kata-kata selir tercinta —“

Lalu, suara itu berhenti.

Layar muslin menggantung di atas tempat tidur dengan ringan bergoyang, dan pelayan istana di istana dalam, sekali lagi mundur dengan tenang.

Kaisar Xuan Barat tidak melihat ekspresi ‘mendapatkan apa yang dia inginkan’ terbersik di mata wanita ini.

Di kamar tidur yang menyala terang oleh nyala lilin, tentunya masih perlu bersinar untuk jangka waktu yang lama.

Malam itu secara bertahap menjadi lebih dalam, semua makhluk hidup sepenuhnya lelap.

Xiao Xu baru saja duduk di kereta kuda saat ada suara seseorang yang membuat laporan muncul.

“Yang Mulia, baru saja, Permaisuri telah mengirim orang-orang untuk bertanya tentang bagaimana pembahasan anda dan Yang Mulia Kaisar?”

“Tidak perlu menjawab.” Xiao Xu memejamkan mata untuk beristirahat, menjawab tanpa memikirkannya.

“Tapi …” Si bawahan ragu-ragu, jika Yang Mulia tidak menanggapi, dia khawatir tidak mungkin Permaisuri melepaskan masalah ini. Pada saat itu, orang yang menderita akan tetap menjadi keluarga nya sendiri. Dia menganggap hal ini sedikit sulit untuk dihadapi.

Setelah dia telah merasakan kekhawatiran bawahannya, Xiao Xu membuka matanya. Tatapannya membawa sentuhan kompromi karena kurangnya pilihan yang lebih baik, “Kau akan terlebih dahulu memberi tahu Ibu Permaisuri, Ayah Kaisar telah memutuskan di dalam hatinya, benwang juga tidak dapat mengubahnya. Dia juga jelas tentang temperamen Ayah Kaisar. Katakan saja padanya untuk menunggu dengan santai untuk menjadi ibu mertua!”

(benwang = raja ini / pangeran ini.)

“Ya.” Bawahan itu dengan sedih mematuhi. Di seluruh dunia ini, tidak ada orang lain seperti Yang Mulia yang memperlakukan keluarga terdekatnya seperti orang asing!

“Yang Mulia, baru saja, orang-orang dari kediaman datang untuk melapor. Pangeran kedua tahu bahwa anda telah kembali, dan meminta orang untuk mengantarkan dua orang dari daerah barat. Mengatakan tarian daerah barat cukup bagus, secara khusus memberi anda hadiah untuk bermain. Bawahan anda melakukan semua yang mereka bisa untuk menghalangi tapi tidak bisa memblokir. Pangeran Kedua juga mengatakan bahwa jika Yang Mulia tidak menerima, maka dia akan marah kepada anda!” Roh Api melaporkan kabar yang baru saja dia terima. Hatinya tidak berkata apa-apa, hal favorit Pangeran kedua adalah mengumpulkan wanita cantik. Entah ada sesuatu atau tidak, dia selalu suka menjejali orang-orang pada Yang Mulia. Jika bukan karena Yang Mulia menolak setiap saat dengan wajah hitam, dikhawatirkan Kediaman Pangeran pasti sudah menjadi sejenis dengan halaman kediaman lain yang menyambut musim semi. Namun. Dia tidak pernah berpikir bahwa saat ini, Pangeran kedua masih merasa cukup aman untuk memasukkan orang ke dalam Kediaman Pangeran. Apakah dia benar-benar berpikir Yang Mulia tidak dapat melakukan apapun padanya?

“Buang mereka.” Xiao Xu tidak perlu memikirkannya sebelum menjawab.

Setahun tanpa melihat dan adik; pangeran kedua ini, masih melakukan apa yang dia suka. Tak heran saat ini, saat kembali, reputasinya sudah terkenal karena membuat banyak kebisingan.

Suka wanita baru dan bosan dengan pacar lama, licik dan berlebihan.

Xiao Xu dengan tak sabar mengangkat alisnya, tidak ingin membicarakan masalah ini lagi.

Sedangkan Roh Api menerima perintah ini dengan sangat senang. Ia juga tidak menyukai Kediaman Pangeran untuk diganggu dengan suasana yang kotor karena orang-orang ini menggunakan bedak dan bubuk vulgar.

Kereta dengan derap kaki kuda, berjalan ke depan. Ibu Kota di malam hari sangat semarak, semua jenis kios makanan ringan disusun di pinggir jalan untuk menarik pelanggan. Suara orang-orang yang menjajakan barang-barang mereka membanjiri seluruh jalan.

Dan kereta yang bergerak maju tidak sesuai dengan pusat kota ini, seolah-olah keaktifan di sini tidak ada hubungannya dengan kereta ini.

Kereta itu memasuki jalan lain untuk menuju Kediaman Pangeran Ying. Pejabat tinggi dan orang-orang mulia tinggal di kedua sisi jalan ini, lebih ke arah tenang, kegembiraan tawa dan teriakan ditinggalkan di belakang kereta.

“Yang Mulia, hari ini, Nona kecil keluarga Chu menghabiskan sepanjang hari untuk mencari dokter untuk ayahnya. Sayang sekali semua hasilnya tidak terlalu ideal.” Roh Api adalah orang yang tidak suka diam, melihat di dalam kereta sunyi, dia tidak dapat menahan diri untuk tidak memutar otaknya, ingin menemukan topik lain untuk dibahas. Berpikir bolak-balik, hanya gadis kecil bagai boneka itu yang akan membangkitkan perhatian Yang Mulia. Tanyakan kepadanya mengapa dia merasa seperti ini, dia tidak akan bisa menjawab, itu hanya intuisi.

“Uh.” Suara datar ini berasal dari dalam kereta dan kemudian tidak ada lagi tambahan. Ini tidak bisa tidak membuat Roh Api merasa telah menebaknya dengan salah, dan dia berencana untuk tutup mulut.

Tapi yang mengejutkan, orang di dalam kereta itu sekali lagi mulai berbicara, “Jika dia mencari dan ada kesempatan untuk melarikan diri, kalian masih perlu memberikan bantuan padanya. Selama kalian tidak membiarkannya menyadari, itu akan menjadi yang terbaik.”

“Ya.” Roh Api tercengang namun tetap setuju.

Setelah mengalami banyak kemalangan, dengan masalah Dokter Suci dan beberapa pencarian tanpa hasil lagi, Chu Qing Yan meminta orangtuanya untuk tetap berada di kediaman keluarga Chu. Sedangkan dia membawa Shan Cha dan beberapa pelayan untuk melanjutkan perjalanan; melanjutkan mencari dokter.

Satu lagi hari tanpa hasil.

Chu Qing Yan kembali ke Kediaman sedikit sedih. Hari-hari ini, dia lari ke setiap toko obat besar dan kecil di seluruh ibu kota. Dia bahkan tidak melepaskan penjual obat-obatan dengan barang dagangan mereka di jalanan dan gang kecil. Namun, dia tidak dapat menemukan satu orang pun yang bisa mengobati penyakit Ayah.

Ada seorang dokter tua yang jujur ​​dan penuh pertimbangan yang menyarankan kepadanya, kekurangan mental semacam ini yang telah lama dibiarkan selama sepuluh tahun, mungkin hanya dokter di rumah sakit kerajaan yang bisa mengambil alih.

Chu Qing Yan merasa bahwa saran ini sedikit sulit, bagaimanapun, dia tidak memiliki koneksi untuk menginjakkan kaki di rumah sakit kekaisaran. Dan itu bahkan lebih mustahil bagi keluarga Chu. Bahkan sebelum pernikahan itu dianugerahkan. Keluarga Chu sudah menjadi keluarga yang sedang menurun, apalagi memiliki hubungan dengan pejabat berpengaruh. Bahkan jika mereka memilikinya, mereka tidak akan menyia-nyiakan hubungan itu untuk Ayah.

Tepat ketika Chu Qing Yan memikirkan bagaimana caranya untuk berhubungan dengan rumah sakit kekaisaran itu, dia mendengar sebuah kekacauan datang dari halaman depan. Awalnya, dia tidak ingin memperhatikan apapun, tapi kemudian, dia mendengar suara tangisan yang akrab, dan langkah kakinya berhenti, setelah itu dia langsung berlari menuju sumber suara.

______________________________________________________________________

Pojok penerjemah:

Guys! mohon masukannya!

Sumber dari terjemahan buku ini jarang/tidak menggunakan bahasa asli pinyin untuk kata-kata China yang biasanya tetap di simpan dalam buku lainnya.

Contohnya:

Kediaman Pangeran = yang biasanya tetap menggunakan kata ‘Wang fu

Raja ini = Benwang

Yang Mulia Raja/Pangeran = wang ye (jangan lupa bahwa raja dan Kaisar berbeda), —> pantes saja banyak penggunaan kata ‘yang mulia’ buat raja dan kaisar yang bikin bingung siapa kadang.

LAC 22. Kertas Kontrak pernikahan Melemparkan Semuanya ke Dalam Kekacauan
LAC 24. Kekacauan, Tidak Bisa Membiarkan Keluarga Chu Mengambil Keuntungan

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.