LAC 18. Membalikkan Masalah untuk Melindungi Orang Tua

Featured Image

-oOo

Sangat jarang melihat Tetua Chu menjadi sangat marah, semua orang sedikit ketakutan. Namun, satu orang yang sepertinya tidak mementingkan kemarahannya.

Setelah mendengar apa yang dikatakan, langkah kaki Chu Qing-Yan terhenti. Tetua Chu mengira dia takut padanya hingga berhenti, saat dia merasa bangga, dia melihat Chu Qing-Yan berbalik. Senyum yang melampaui usianya masih tetap di wajahnya, rasanya sedikit aneh, membuatnya sulit untuk memahami suasana hati itu.

“Paman besar, apakah generasi muda ini bisa keluar dari pintu ini, saya khawatir anda pun tidak memiliki otoritas.”

(Tetua dari keluarga Chu saat ini adalah Paman dari ayah Qing-Yan, maka dia memanggilnya ‘Paman besar’ atau ‘paman ayah’, dan untuk yang satu generasi dengan ayahnya, dia memanggilnya hanya paman dan bibi)

“Apa maksudmu?” Nyonya Tua Chu mengerutkan alisnya dan menatapnya dengan tak puas.

Chu Qing-Yan tersenyum tapi tidak berbicara, dan saat ini, anak laki-laki dan perempuan yang mengikuti Chu An-Cun melihat bahwa Chu Qing-Yan berani bertentangan dengan kakek dan nenek mereka. Lagipula, dia masih berani mengancam mereka, Chu Yun-Yu, tidak merasa bahwa Chu Qing-Yan enak dimata, menghentakkan lengan bajunya dan berdiri keluar, “Chu Qing-Yan, jangan berpura-pura tidak bisa membedakan yang baik dari yang buruk. Jika bukan karena keluarga Chu, kau masih akan menggali tanaman liar di desa pegunungan itu dan mengrogoti kulit pohon!”

“Itu benar, itu benar!” Chu Ying-Yu berdiri di samping kakaknya, dengan hidung yang sama, melampiaskan kemarahannya. Dia sangat melotot pada Chu Qing-Yan.

Baru sekarang Chu Qing-Yan memperhatikan bahwa kedua gadis muda yang mengatakan kata-kata jahat tentang dia di balik bukit batu itu, juga hadir. Chu Yun-Yu mengenakan baju hijau kebiru-biruan, satu demi satu, bunga persik disulam ke roknya. Sedangkan Chu Ying-Yu mengenakan rok panjang berwarna oranye, dengan kumquat kecil-kecil yang disulam di roknya. Meski keduanya berusia sekitar empat belas dan dua belas tahun, mereka sudah memiliki tanda-tanda cantik genit. Kedua orang itu berdiri berdampingan, memberi orang perasaan bahwa lengan hijau itu menggoda dan ilusi bahwa pakaian itu lembut dan sederhana namun tidak tersedia secara bebas.

(kumquat = jeruk kecil-kecil seukuran jempol)

Sayang sekali kedua orang itu menatapnya dengan tatapan tajam, Chu Qing-Yan merasa bahwa betapa pun indahnya gambar ini di depannya, tetap saja ia tidak dapat membangkitkan rasa untuk menghargainya.

“Karena kalian berdua merasa sangat disayangkan, maka adik perempuan ini akan melepaskan dan mengembalikan kesempatan menikah melangka ini pada kalian yang lebih pantas. Bagaimanapun, kesempatan ini awalnya bukan milik adik ini.” Chu Qing-Yan menjawab dengan sangat sopan, jadi kau tidak bisa mendengar sedikit ejekan ringan dalam kata-katanya.

“Kau –” Chu Yun-Yu tidak pernah menduga akan dijebak oleh anak kampungan kecil ini. Yang sangat muda, sambil marah. Dia tidak bisa menemukan kata-kata untuk membantah, Chu Qing-Yan telah mengalami masalah yang sangat menyakitkan baginya.

Beberapa orang generasi muda sedang membuat keributan di bawahnya, ini membuat ruang antara alis Nyonya Tua Chu mengencang. Nada tegasnya sangat terjatuh. Tatapannya terkunci pada Chu Qing-Yan, yang berdiri di bawah merasa lega, “Chu Qing-Yan, kau harus menyadari bahwa sekarang, kau dan kami adalah belalang yang terikat pada benang yang sama. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada kami, jangan pernah berpikir bahwa kau dan orang tua mu bisa lolos!”

Chu Qing-Yan hanya tahu bahwa dia akan menggunakan orang tuanya untuk mengancamnya, tapi dia sudah memikirkan tindakan balasan. Tatapannya tanpa rasa takut menatap tajam pandangan Nyonya Tua Chu, yang terbentuk dari pengalaman bertahun-tahun, “Bibi besar, sepertinya kalian dari generasi yang lebih tua suka mengabaikan beberapa hal yang sepertinya tidak penting, tapi sebenarnya sangat hal penting.”

Dia berhenti sejenak dan melihat bahwa dia berhasil menarik semua tatapannya kepadanya. Kemudian, dia terus mengatakan dengan cara yang tidak lamban ataupun cepat, “Pertama, memberikan pernikahan dan meminta saya mengambil posisi adalah sesuatu yang keluarga Chu atur sendiri. Ini tidak ada hubungannya dengan saya dari generasi muda dan ibu saya. Untuk berbicara sedikit lebih dalam, kami, keluarga tiga orang ini. masih dianggap korban dalam hal ini. Kedua, jika saya, dari generasi muda, tidak menganggukkan kepala dan menyetujui pernikahan ini, saya takut keluarga Chu akan menghadapi situasi dimana kepala akan jatuh ke tanah. Karena itu, sekarang bukan pertanyaan apakah saya bisa keluar dari pintu ini, melainkan pertanyaan apakah kalian di keluarga Chu bisa melihat matahari besok!”

Analisisnya terhadap setiap lapisan berhasil mengubah ekspresi setiap orang.

Bukannya mereka tidak memikirkan hal-hal ini, tapi mereka sengaja mengabaikannya.

Wajah Tetua Chu dan Nyonya Tua Chu pucat dan mengkerut, sangat menakjubkan untuk dilihat. Ekspresi Nyonya Xing dan orang lain dari generasi yang sama juga sangat jelek. Apalagi, generasi muda di keluarga Chu takut sampai bibir mereka menjadi pucat dari kata-kata kematian Chu Qing-Yan, pemenggalan kepala dll.

Ibu Chu menatap putrinya yang berdiri di aula dengan tenang, dan sedikit kekhawatiran di hatinya yang perlahan mereda. Jadi, memang kenapa jika hanya punya anak perempuan, sebagai seorang ibu, apa lagi yang bisa dia minta?

Ayah Chu secara alami mencintai putrinya sendiri yang setiap kata dan kalimatnya akan mencekik orang-orang jahat sampai mereka kehilangan kata-kata. Cukup mengesankan, dia langsung membusungkan dadanya dan berdiri di belakang putrinya. Dia mengangkat dagunya, dengan bangga melihat semua orang yang menghina dari sudut matanya. Dia memberikan ungkapan bangga dengan mengatakan ‘inilah anak perempuan ku, aku melahirkan seorang anak perempuan yang hebat, tidak satupun dari kalian bahkan bisa dibandingkan dengan dia’.

Sejenak, di dalam aula itu keheningan mencekam, itu tidak berlangsung lama, bagaimanapun, Nyonya Tua Chu pernah mengalami banyak badai. Meski amarahnya masih menyala, bagaimanapun, dia tahu sekarang bukan saatnya untuk bertengkar mengenai hal itu. Tatapannya seperti pisau yang mengiris gadis bagai boneka kecil itu, di depannya, “Karena semuanya telah dikatakan ke tempat ini, maka katakan saja kondisimu! Jika kita bisa memenuhi kondisi mu, keluarga Chu kita tidak akan keberatan!”

Akhirnya mendengar kalimat ini dari kepala rumah tangga. Jantung Chu Qing-Yan tenang, dan dia mengeluarkan nafas. Namun, dia tidak mengungkapkan hal ini di wajahnya.

“Bibi besar, anda mengatakannya seperti ini, benar-benar membuat kami tampak seperti orang luar. Namun, pepatah umum adalah ‘bahkan saudara laki-laki sedarah masih perlu menghitung tagihan secara terbuka’, jika tidak, orang bahkan tidak tahu jika seseorang ditikam dari belakang. Karena itu, anda harus memaafkan Qing-Yan karena sangat tidak hormat.”

Begitu Nyonya Tua Chu mendengar kata-kata ini dari Chu Qing-Yan, yang telah mendapatkan keuntungan dan masih memamerkan betapa baik prilakunya, Nyonya Tua Chu sangat marah sehingga hampir menyemburkan darah.

“Qing-Yan hanya memiliki dua kondisi. Satu, masalah ayah saya yang kembali ke catatan silsilah keluarga harus selesai dalam waktu satu bulan. Dua, keluarga Chu harus memperlakukan orang tua saya dengan baik, tidak boleh membuat hal-hal sulit bagi mereka, tidak boleh mengurangi apa yang mereka butuhkan. Tidak tahu apakah kedua hal sederhana ini, Paman besar dan Bibi besar bisa mencapainya?” Mata Chu Qing-Yan menyipit dari senyuman saat dia melihat ke arah orang-orang yang duduk di kursi tuan rumah.

Tetua Chu dan Nyonya Tua Chu saling bertukar pandang, akhirnya mereka berdua mengangguk, “Tidak masalah, selama kau patuh dan tetap menikah, dan jangan membawa bencana bagi keluarga Chu hingga pemusnahan seluruh keluarga, keluarga Chu pasti tidak akan menganiaya orang tua mu.”

Setelah mendapatkan apa yang adil, Chu Qing-Yan tersenyum sedikit, tapi dia tidak segera setuju. Sebaliknya, tatapannya seperti obor saat dia menyapu semua orang sekilas. “Paman besar dan Bibi besar, kalian, untuk membantu nona-nona keluarga Chu menghindari kemalangan yang besar ini, lebih suka mendorong Qing-Yan untuk terjun ke neraka. Berdasarkan perasaan dan akal, kita tidak pernah berutang apa-apa pada keluarga Chu. Sebaliknya, ini adalah keluarga Chu yang berutang pada keluarga dengan tiga orang ini, membaca dari catatan, kita dari keturunan yang sama, semua sudah dimasak, mengapa begitu mendesak? Qing-Yan menyadari bahwa dia harus makan kerugian ini. Namun, jika nanti, Qing-Yan tahu bahwa kalian tidak menghormati janji, kalau-kalau aku mempertaruhkan nyawaku, Qing-Yan pasti tidak akan membiarkan keluarga Chu pergi dengan mudah!”

Nada ini jelas membawa jejak ketidakmatangan dan masa muda, tapi membuat semua orang di keluarga Chu tidak berani menghina. Karena malam ini, gadis bagai boneka berusia sepuluh tahun ini telah menggunakan tindakan dan kata-katanya untuk membuktikan kemampuannya. Sudah cukup untuk membiarkan keluarga Chu tahu bahwa kemampuannya adalah sesuatu yang tidak dapat mereka hadapi.

 Ketika Chu Qing-Yan membawa orang tuanya untuk secara mengagumkan meninggalkan aula, semua wajah anggota keluarga Chu sama jeleknya seperti mereka telah menelan lalat.

“Ibu, Ayah, apakah kalian juga menemukan bahwa Chu Qing-Yan ini tidak bertingkah seperti gadis berusia sepuluh tahun yang terlihat!” Nyonya Wang melihat bahwa setelah mereka pergi, dan segera berkumpul lebih dekat dan bersiap untuk berikan saran terlambat.

Sayang, suasana hati Nyonya Tua Chu tidak baik, dan dia dengan sedih berkata, “Kau pikir aku sudah tua dengan penglihatan kabur dan tidak dapat melihatnya? Chu Qing-Yan ini jelas bukan benih yang bagus. Hari-hari ini, aku memerintahkan kalian untuk sedikit lebih terkendali. Kau memiliki urusan atau tidak memiliki urusan, aku memerintahkan kalian untuk tidak pergi dan memancingnya. Tunggu sampai dia menikah dengan Pangeran Ying, keluarga Chu kita, akhirnya, dapat dianggap benar-benar bebas dari kekhawatiran, kau tahu ini kan?”

“Ya.” Nyonya Wang tutup mulut karena malu.

Nyonya Xing memutar matanya menatap Nyonya Wang, benar-benar orang tolol. Pada saat ini, tindakan paling bijaksana bukanlah membangkitkan kemarahan Nyonya Tua Chu, dan dia masih ingin menyisipkan dirinya di dekat Nyonya Tua. Tidak mengherankan jika dia menerima omelan!

Dan di tempat yang sembunyi-sembunyi, Roh Api dengan serius melihat ke arah perginya keluarga Chu Qing-Yan yang tiga orang.

LAC 17. Membuka Atap untuk Mengucapkan Dengan Jelas
LAC 19. Sang Tuan Ingin Melihat tapi Tidak Bertemu

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.