LAC 17. Membuka Atap untuk Mengucapkan Dengan Jelas

Featured Image

-oOo

Tidak ada yang menduga bahwa dalam situasi seperti ini, benar-benar ada seseorang yang berani bersikap tidak patuh kepada orang tua; kepala keluarga Chu.

Namun, meski tidak diantisipasi, tidak ada orang yang akan melakukan tindakan ini dengan serius.

Dan orang yang melakukannya bukan orang lain. Hal itu dilakukan oleh orang kampungan muda yang baru saja diajak kembali ke keluarga Chu belum lama ini.

Karena itu, semua orang kaget di tempat.

Chu Qing-Yan perlahan berdiri, ekspresi takut dan malu-malu di wajahnya sudah disingkirkan. Apa yang tampak di wajahnya adalah ekspresi tenang melampaui usianya, dan ekspresi senyum yang samar.

Nyonya Tua Chu dengan tegas menepuk-nepuk lengan kursi, “Makhluk jahat, apa yang baru saja kau katakan?”

Makhluk jahat…

Mulut Chu Qing-Yan terangkat beberapa saat, benar-benar mengira dia Tang Seng? Merasa setiap orang akan menyembahnya?

(Tang Seng: Sebuah karakter dalam buku Perjalanan ke Barat (Sun Go Ko) yang ditulis selama dinasti Ming. Tang Seng adalah biksu/guru dari Go Kong; yang kemudian diakhir novel, Xuanzang diangkat sebagai Buddha dari Cagar Kayu Cendana )

“Bibi Besar, Qing-Yun menghormati anda sebagai tetua, jadi akhir-akhir ini, telah menunjukkan pertimbangan dengan mengalah sampai tingkat tertentu. Lagi pula, ‘hormati yang tua dan hargai kaum muda’ adalah kebajikan yang diturunkan sejak dahulu kala. Sayang, mengapa ketiga kata ini ‘menghargai yang muda’ tidak muncul di tubuh anda? Mungkinkah kode etik Konghucu hanya dipatuhi oleh generasi yang lebih muda, dan generasi yang lebih tua dengan sengaja dapat mengabaikan dan melupakannya?” Chu Qing-Yan berhenti menyembunyikan ketajamannya sendiri, alami dan tak terkendali, dia berdiri di tengah aula. Tulang punggungnya tidak lagi ditekuk, sekarang, jika mereka sekali lagi tidak mau menerima kompromi, maka yang menanti mereka adalah hukuman yang lebih parah lagi.

“Kau, kau, kau–” Mungkin karena dia telah hidup begitu lama dan tidak melihat generasi muda dalam keluarga Chu bertentangan dengannya, Nyonya Tua Chu langsung marah sampai bahkan tidak dapat berbicara dengan jelas.

Nyonya Xing, melihat ini, langsung berdiri untuk mengatakan dengan nada dingin dan tegas, “Chu Qing-Yan, omong kosong apa yang kau katakan? Nyonya Tua sangat mencintai keluarga mu yang terdiri dari tiga orang, jika tidak, dia tidak akan mengirim orang untuk membawa kalian kembali ke keluarga Chu. Sebaliknya, dia bisa membiarkan kalian bertahan dalam kehidupan kemiskinan yang menyedihkan. Chu Qing-Yun, kalian seharusnya tidak mengabaikan niat baik orang lain, benar-benar balasan tidak baik untuk kebaikan seseorang!”

Begitu Nyonya Xing selesai berbicara, Nyonya Wang juga bergema mengatakan, “Benar, Chu Qing-Yan, mengapa kau tidak buru-buru meminta maaf kepada Nyonya Tua? Kalau bukan untuk Nyonya Tua, bagaimana mungkin kalian bisa hidup dengan kekayaan dan posisi tinggi?”

“Sayang; mencintai? Hidup dengan kekayaan dan posisi tinggi?” Chu Qing-Yan menggunakan cara berbicara yang sangat lambat, seolah mengunyah kata-kata ini, dengan implikasi ‘gagal memahami’ yang kuat. Hal ini membuat alis semua orang dari keluarga Chu keriput. Kemudian, Chu Qing-Yan dengan lembut mengeluarkan napas, matanya menatap lurus ke arah setiap orang yang hadir di tempat kejadian. Tatapan yang jelas itu seperti cermin, semua orang di keluarga Chu, sejenak, merasa tidak punya tempat untuk bersembunyi.

“Dari pada mengatakan tidak tahu kebaikan seseorang, lebih baik mengatakan bahwa kalian adalah ‘orang-orang yang mencurigakan yang membawa hadiah, pasti memiliki niat buruk!'”

“Chu Qing-Yan, apa yang kamu katakan?” Tetua Chu, yang duduk di atas mengamati, juga tidak bisa tetap tenang.

Mata Chu Qing-Yan melayang ke atas, tatapannya jelas-jelas penuh dengan makna mengejek dengan samar, “Merindukan keluarga kami bertiga adalah palsu. Menipu kami untuk kembali dan menjalankan pernikahan adalah niat sebenarnya, benar, Paman Besar dan Bibi Besarku?”

Ah–

Semua orang sekali lagi tertangkap basah oleh kata-kata Chu Qing-Yan, dan tetap berdiri di tempat, menatap kosong.

“Kau, kau omong kosong apa? Jangan mendengarkan pembicaraan omong kosong pelayan!” Jelas, mereka tahu pihak lain sudah tahu, tapi Nyonya Tua Chu masih ingin menggunakan statusnya sebagai generasi yang lebih tua untuk menekannya. Sayang, kenyataan tidak akan mengikuti keinginannya.

Sebuah suara yang kuat dalam penampilan namun lemah dalam kenyataannya tidak bisa membalikkan keadaan. Alis Chu Qing-Yan bergerak naik turun, dan melirik sekilas orang yang hadir. Dia hanya melihat semua orang saling memandang, mencoba menyalahkan orang lain sebenarnya telah membocorkan fakta di Kediaman Chu. Hati Chu Qing-Yan kedutan untuk sesaat, dia benar-benar tidak ingin menyia-nyiakan lebih banyak waktu dengan orang-orang ini, untuk terus menyeret hingga menjadi ambigu.

“Nyonya Tua Chu, mari kita buka atap dan omongkan dengan jelas. Pernikahan ini diberikan oleh Kaisar kepada keluarga Chu. Sejak sepuluh tahun yang lalu, anda telah mengusir keluarga saya yang terdiri dari tiga orang, dari keluarga Chu. Selain itu, anda membuat nama ayah saya dicoret dari catatan silsilah keluarga Chu. Menurut prinsipnya, kami sudah bukan bagian dari keluarga Chu. Karena itu, biarpun anda ingin kami mengambil tuduhan untuk ini, bukankah itu berarti anda bersalah karena menipu Kaisar?”

Aula menjadi sepi, karena kata-kata ini dari Chu Qing-Yan telah menimbulkan seribu lapisan ombak. Karena dia juga menunjukkan fakta, fakta ini adalah salah satu yang diabaikan semua orang. Itu juga fakta yang bisa menimbulkan bencana bagi keluarga Chu.

Nyonya Tua Chu dan Tetua Chu, yang masih dalam keadaan marah besar kepada Chu Qing-Yan, langsung bergetar. Kedua orang itu saling memandang cemas dan saling menatap satu sama lain. Apa yang Chu Qing-Yan katakan itu tidak salah. Keluarga mereka bertiga tidak lagi berada dalam daftar silsilah keluarga itu. Dan saat ini, saat pernikahan itu dianugerahkan, mereka telah melaporkan nama Chu Qing-Yan kepada Kaisar. Jika Kaisar menyelidiki, tentu, kebenaran akan ditemukan. Ini adalah kejahatan yang mengakibatkan rumah keluarga dan semua harta benda disita, dan kemudian pemusnahan seluruh keluarga ah!

Melihat semua orang dari keluarga Chu kehilangan akal karena ketakutan, Chu Qing-Yan menggelengkan kepalanya. Sungguh sekelompok orang hanya fokus pada berprilaku sombong dan mencari keuntungan kecil, sembari mengabaikan orang-orang di belakang.

Nyonya Tua Chu dengan erat mencubit saputangan di tangannya, jantungnya telah berantakan total. Namun saat matanya berbalik dan melihat Chu Qing-Yan berdiri di tengah aula dengan ekspresi dingin dan acuh tak acuh, tiba-tiba sebuah rencana keluar dari dalam, “Qing-Yan, kau juga tahu, jika keluarga Chu disalahkan. Ini, keluarga tiga orang mu juga akan kesulitan melarikan diri dari kejahatan yang mengarah pada pemenggalan kepala. Lagi pula, nama mu sudah dilaporkan. Karena sudah seperti ini, akan lebih baik jika kita berkompromi dan memikirkan jalannya. Ayahmu juga ingin kembali ke daftar keluarga. Jika kau menganggukkan kepala dan setuju, bibi besar mu dan aku akan meminta paman mu pergi menemui kepala keluarga Chu, dan sekali lagi tambahkan nama ayah mu ke catatan silsilah keluarga, apa pendapat mu tentang ini?”

Sudut mulut Chu Qing-Yan sedikit menurun, kata-kata dari Nyonya Tua Chu ini menyentuh pikirannya. Baru saja, ketika dia secara terbuka mengatakan hal ini, salah satu tujuannya adalah membiarkan ayah kembali ke catatan silsilah keluarga. Namun, apa yang ingin dia minta kembali untuk orang tuanya bukan hanya ini.

Melihat Chu Qing-Yan tidak menanggapi, Nyonya Tua Chu memberi Nyonya Xing; yang duduk di bawah, sebuah tatapan penuh arti. Nyonya Xing mendapat petunjuknya dan segera mengerti, dan dengan senyuman berkata kepada Chu Qing-Yan, “Qing-Yan, kau tahu, orang tua mu tidak hanya kembali ke keluarga Chu, terlebih lagi, keluarga Chu juga telah menetapkan tingkat tertinggi untuk mu. Siapa yang tidak tahu bahwa Pangeran Ying berani dan pandai bertarung, dan posisinya, dengan demikian; memiliki-hak tinggi. Menikah dengannya, kau akan menikmati penghargaan dan kehormatan tertinggi. Hal yang baik, berapa banyak wanita muda dari Xuan Barat yang berharap dan inginkan, tapi tidak bisa mendapatkannya.”

“Bibi Kedua, tidak salah kalau Qing-Yan baru berumur sepuluh tahun, tapi saya juga tidak bodoh. Reputasi jahat Pangeran Ying di luar, jika dia benar-benar hebat seperti yang kalian katakan, maka masalah ini tidak ada hubungannya dengan Qing-Yan. Oleh karena itu, bahkan jika orang tua saya tidak kembali ke keluarga Chu selama sisa hidup mereka, mereka tidak akan memiliki hati untuk mendorong Qing-Yan ke kehidupan seperti neraka. Bibi, agar ayah kembali ke catatan silsilah keluarga, bukan hanya jalan yang anda tunjukkan untuk kami jalani. Karena itu, Paman dan Bibi, kalian harus memikirkan metode lain! Maafkan Qing-Yan yang tidak bisa menemani kalian.” Chu Qing-Yan tersenyum menatap Nyonya Xing, matanya cerah dan jernih, memperhatikan Nyonya Xing sampai dia tidak bisa tidak mengalihkan pandangannya. Hatinya diam-diam terguncang, apakah ini masih merupakan mata anak berusia sepuluh tahun?

“Chu Qing-Yan, Buddha berkata untuk mengorbankan diri akan menyelesaikan seluruh masalah. Bagaimana kau bisa meninggalkan keluarga Chu tanpa mempedulikan semuanya?” Pada saat ini, sekelompok laki-laki dan perempuan muda masuk, dan berdiri di depan, adalah seorang anak muda yang dengan tidak senang memandangnya.

Chu Qing-Yan melirik sekilas pada anak muda yang baru saja berbicara, begitu dia mendengarnya berbicara, dia tahu siapa orang ini. Ini adalah sepupu keduanya, Chu An-Cun.

Dengan senyuman samar, dia menanggapinya, “Kakak Sepupu Kedua, Buddha berkata, jika saya tidak masuk neraka, siapa yang akan masuk neraka. Lalu kenapa anda tidak masuk neraka, kenapa anda tidak membiarkan adik biologismu masuk neraka ah?”

Tidak menunggu wajah pucat Chu An-Cun untuk menyelesaikan perubahan warna-nya, Chu Qing-Yan berbalik dan meraih tangan orang tuanya, seolah-olah hendak keluar.

“Chu Qing-Yan, kau pikir kau bisa keluar dari pintu ini?” Tetua Chu menurunkan cangkir tehnya, kemarahannya menyebar.

 

LAC 16. Dikelilingi Musuh dan Dikhianati Dengan Menyedihkan
LAC 18. Membalikkan Masalah untuk Melindungi Orang Tua

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.