LAC 16. Dikelilingi Musuh dan Dikhianati Dengan Menyedihkan

Featured Image

-oOo

Chu Qing-Yan, bersama Ibu Chu dan Ayah Chu kebingungan, dikawal dengan paksa menuju aula utama.

Kediaman Chu yang awalnya sepi, sekarang, menyala terang.

Chu Qing-Yan mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang duduk tegak dan duduk di kursi majikan. Tetua Chu kebetulan menunggunya di sana agar seluruh keluarganya masuk ke sarang harimau. Sudut mulut Nyonya Tua Chu terangkat sedikit, menunjukkan ejekan.

Agar seluruh keluarganya bisa menyerah, sepertinya mereka tidak menyia-nyiakan biaya atau tenaga kerja apapun.

“Huai-Yuan, dari keluarga Huai-Yan, keluarga Chu tidak memperlakukanmu dengan tidak adil. Mengapa kalian melakukan sesuatu yang sangat memalukan yang akan mengakhiri tradisi keluarga?” Nyonya Tua Chu berkata dengan tegas, mengambil inisiatif untuk menyerang lebih dulu. Sedangkan Tetua Chu bertindak sebagai penentu; Tetua bijaksana dan memandang mereka dengan ekspresi dingin dan jauh.

(Huan-yuan = nama gadis Ibu Dan)

“Paman Besar dan Bibi Besar. Saya dan orang tua saya belum melakukan apapun yang akan membahayakan keluarga Chu. Ini benar-benar karena Qing-Yan melihat pakaian orang tua terlalu lusuh, jadi Qing-Yan berpikir untuk membawa pakaian untuk dipakai. Sama sekali tidak melakukan sesuatu yang akan menghancurkan tradisi keluarga Chu.” Chu Qing-Yan segera menjatuhkan diri ke tanah, dan dengan ekspresi menyedihkan, melihat orang yang duduk di pengadilan.

“Benar, Paman mertua, Bibi mertua, Qing-Yan melakukannya karena kesalehan, saya meminta anda agar tidak menyalahkannya. Dia masih muda, dia tidak menganggap semuanya dengan benar. Jika anda tetua harus menetapkan hukuman, maka tolong hukumkan saya, Ibu Dan!” Ibu Chu segera melangkah maju untuk memohon keringanan keringanan hukuman.

“Humph! Kalian benar-benar berpikir mataku telah kabur dari usia? Bahwa aku bahkan tidak bisa membedakan apa yang nyata dan apa yang palsu?” Nyonya Tua Chu dengan dingin mendengus, segera melambaikan tangannya, “Orang-orang kemari, bawa Shan Cha dan mendekat!”

Shan Cha? Kelopak mata Chu Qing-Yan sedikit melonjak, tampaknya langit menginginkannya mati.

Sekarang, di bawah bimbingan seorang pelayan senior, Shan Cha yang mungil berjalan keluar, gemetar ketakutan. Begitu melihat Chu Qing-Yan, dia langsung menunduk, tidak berani menatapnya.

Pada saat ini, Nyonya Xing tersenyum dan berkata: “Shan Cha, beritahu semua orang apa yang kau ketahui.”

Shan Cha, setelah mendengar apa yang dikatakan, gemetar, melirik Chu Qing-Yan, lalu langsung mengalihkan tatapannya untuk berkata, “Beberapa hari ini, Shan Cha menyadari bahwa gerakan Nona Kesembilan tampak sedikit aneh. Jadi, lebih memperhatikannya, sehari sebelum kemarin, saya menemukan Nona Kesembilan menyembunyikan beberapa pakaian; pakaian pelayan yang dicuri. Shan Cha berpikir Nona Kesembilan melakukannya untuk bersenang-senang, tapi kemudian, merasa semakin curiga tentang ini, karena pelayan ini menemukan Nona Kesembilan sedang merapikan barang-barangnya, seolah-olah hendak kabur. Dengan demikian, budak ini segera melaporkan hal ini kepada Nyonya Kedua. Setelah itu, Nona Kesembilan benar-benar diam-diam mencari Tuan Tertua dan Nyonya Tertua.”

Kata-kata Shan Cha, tanpa ragu, membenarkan niat Chu Qing-Yan untuk melarikan diri.

Hal ini membuat Chu Qing-Yan tidak dapat menanggapi.

“Qing-Yan, dengan bukti yang tak terbantahkan dan kesaksian saksi, apakah kau masih memiliki keberatan?” Mata Nyonya Tua penuh dengan kekejaman saat dia menatap Chu Qing-Yan.

Orang-orang para nyonya berdiri di samping, seperti Nyonya Wang, dll. Semuanya memiliki ungkapan senang atas kemalangan orang lain. Satu demi satu, mereka melirik sambil menonton permainan dan mengolok-olok mereka.

“Qing-Yan, lebih baik kau menjelaskan dengan jujur, apakah ini disengaja oleh ibumu? Jika tidak, karena kau terlalu muda, bagaimana kau bisa melakukan sesuatu yang begitu berani?” Nyonya Wang, sambil meniup kuku jarinya, dengan dingin berkata.

Chu Qing-Yan bisa merasakan kebencian yang datang dari segala arah, kemarahan yang menggelegak dalam hatinya tiba-tiba tenang. Sudut mulutnya terangkat, sebuah makna dingin melintas di matanya.

Shan Cha tidak hati-hati dan melihat ekspresi ini, dan dia menggigil dari kepala hingga ujung kaki. Penampilan Nona Kesembilan ini sangat menyeramkan, dia mulai meragukan apakah menceritakan rahasia ini adalah keputusan yang benar atau salah?

Tepat ketika semua orang hadir memiliki ekspresi menonton drama yang bagus, tawa yang tidak seperti tawa senang pada saat yang tidak tepat terdengar.

“Nyonya Tua Chu, benar-benar memberi mu sedikit warna, dan kau mulai membuka pabrik warna! Menangin satu inci dan mau sekaki; tidak selesai seperti ini!”

“Apa?” Mata Nyonya Tua Chu terbelalak saat mengucapkan kata-kata itu dari kebingungan.

Semua orang di keluarga Chu khawatir.

____________________________________________________________________

Pojok penerjemah :

untuk teman-teman yang sedikit bingung.

1. Tetua Chu dan Nyonya Tua Chu = Tetua atau kepala keluarga besar dan yang posisisnya paling tinggi di keluarga Chu.

2. Tuan Tertua dan Nyonya tertua = Anak tertua dari keluarga Chu, orang tua dari Qing-Yan.

3. Sisa dari keluarga akan di urutkan sesuai posisi, :

anak kedua akan di panggil Tuan kedua, dan istrinya Nyonya kedua.

anak ketiga di panggil Tuan ketiga, dan istrinya Nyonya Ketiga,

dsb dst.

4.  Para istri yang menikah ke dalam keluarga Chu juga terkadang akan di panggil dengan nama gadis mereka. cth:

 Nyonya Wang, Nyonya Xiang dsb dst.  (menurut penerjemah sih ga perlu juga hafal urutannya, bikin pusing aja hahaah)

 

 

LAC 15. Waktu Yang Tidak Baik untuk Kabur dan Bertemu Plot Perlawanan
LAC 17. Membuka Atap untuk Mengucapkan Dengan Jelas

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.