LAC 14. Memperhatikan ‘Teman Lama’ Keluarga Chu di Malam Hari

Featured Image

-oOo

“Cai Cai, cepat beritahu kami apa ide mu?” Wajah Ibu Chu penuh dengan terkejut, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menarik tangan putrinya dan dengan saksama bertanya. Ayah Chu merasakan kegembiraan seluruh keluarga dan juga menarik tangan putrinya, melambaikannya.

Chu Qing-Yan terinfeksi oleh orang tuanya, jadi suasana hatinya menjadi menyenangkan. Tapi dengan sangat cepat, dia tenang, hati-hati melihat ke kiri, lalu ke kanan. Setelah dia yakin tidak ada yang menguping, dia membungkuk dekat telinga ibu dan berkata dengan suara rendah.

“Bu, bukankah perayaan ulang tahun ke-100 Paman Buyut dalam beberapa hari ini? Saat itu, kediaman ini akan sangat ramai dan semarak, dengan hadiah dan bahan makanan datang dan pergi. Kita akan memanfaatkan kekacauan ini untuk lolos dari pintu belakang. Putri ini sudah menemukan beberapa set pakaian pelayan pria dan wanita, setelah berpakaian dalam penyamaran itu, kita tidak akan ditemukan.”

Mata Ibu Chu bersinar setelah mendengar apa yang dikatakannya, dia langsung mengangguk, hanya saja, dia masih sedikit khawatir, “Gagasan ini bagus, hanya saja, tidak tahu apakah akan semudah ini bila waktunya tiba.”

Chu Qing-Yan tersenyum samar, “Bu, jika kita tidak mencoba, bagaimana kita bisa tahu apakah itu akan berjalan mulus atau tidak? Selama ada kesempatan, akan ada harapan. Apalagi situasi saat ini sudah menjadi yang terburuk. Apakah ditangkap lebih buruk daripada seberapa buruknya saat ini? Keluarga Chu membutuhkanku untuk menjadi kambing hitam mereka, mereka tidak akan berani bergerak melawanku dengan gegabah. Kecuali mereka bersedia berpisah dengan putri mereka yang rapuh-bagai-bunga dan halus-bagai-giok, dan mendorong mereka ke sarang harimau.”

Mendengar kata-kata serius putrinya, hati Ibu Chu akhirnya sedikit tenang. Baru menyadari, sambil menatap putrinya yang cerdas dan bijak, semburan kesedihan sekali lagi keluar dari hati Ibu Chu. Dia mengangkat tangan ke pipi putrinya ini, belaian ringan yang perlahan-lahan menjadi lebih tegas dan dengan lembut berkata, “Itu karena ibu tidak berguna. Seorang gadis seusia mu harus menjalani kehidupan yang riang dan tanpa kekhawatiran, dan tidak tertarik pada krisis semacam ini. Khawatir tentang segala hal siang dan malam, saat Yang Mulia Pangeran Ying masih muda, dia tidak seperti ini. Setelah itu, tidak tahu apa yang menyebabkan berita dan komentar belakangan ini menjadi buruk. Ibu juga tidak akan berani membiarkan mu menghadapi bahaya ini jika ibu bisa melindungi mu, kau mungkin tidak harus mengalami kesulitan yang pahit ini! “

Chu Qing-Yan tahu Ibunya sekali lagi menyalahkan dirinya sendiri, dia menyeringai dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, “Bu, hidup ini seperti ini, tidak menindas satu orang, mereka akan terasa tidak nyaman. Apalagi, anak perempuan tidak pernah merasakan bahwa jenis kehidupan ini tidak baik. Memiliki kekayaan dan kehormatan juga bisa terjebak dan tertekan. Semua ini tidak penting. Yang paling penting adalah keluarga kita bersama.”

Putri sangat masuk akal, Ibu Chu penuh rasa syukur.

Ayah Chu mengangkat tangan untuk menghapus air mata di sudut mata Ibu Chu. Dia berkata dengan sungguh-sungguh, “Ibu Dan, kau tidak perlu cemas. Jika seseorang mengintimidasi kalian, aku pasti tidak akan membiarkan mereka lepas! Aku adalah harimau besar yang hebat! Awoo– “

“Pfft–“

Chu Qing-Yan dan Ibu tertawa terbahak-bahak sehingga mereka berguling menjadi bola. Tidak tahu mengapa, setiap saat, dalam situasi yang paling serius, ayahnya selalu memiliki kemampuan untuk membuat orang tertawa.

Setelah memeriksa banyak rincian satu sama lain, dan setelah memutuskan waktu untuk melarikan diri, Chu Qing-Yan kemudian dengan halus dan diam-diam meninggalkan ruangan. Dia berjalan menuju halaman kecilnya sendiri.

Roh Api melotot pada Chu Qing-Yan, dengan marah berbisik, “Boneka gadis kecil ini terlalu tidak memilah. Dia benar-benar berani melarikan diri dari pernikahan ini? “

Roh Air menyaksikan dengan sangat senang, setelah mendengar apa yang dikatakan Roh Api, dia tidak dapat menahan diri untuk memelototinya, “Kau tidak merasakan bahwa usia gadis kecil ini masih muda tapi menangani masalah dengan cermat. Pikirannya teliti, sama sekali tidak seperti anak berusia sepuluh tahun. Aku pikir selama dia dididik lebih lanjut, anggaplah setelah beberapa waktu, prospeknya tidak terbatas dan tak terukur!”

Meski pria ini juga melihatnya, selama dia memikirkan fakta bahwa gadis itu ingin melarikan diri, perutnya akan penuh dengan api. Yang Mulia yang mereka hormati sangat tidak disukai oleh seseorang, bagaimana hatinya bisa bahagia! Hanya saja, Roh Api lupa, di Ibukota ini, tidak ada keluarga yang berani menikahkan putri mereka dengan Yang Mulia keluarga mereka. Juga, tidak ada perempuan yang tidak takut pada keluarga mereka.

Tepat ketika Roh Api hendak membuka mulutnya dan terus berdebat, dia melihat tubuh Yang Mulia melangkah. Bahkan menuju arah yang sama dengan boneka gadis kecil itu.

Setelah Roh Api dan Roh Air saling bertukar pandang, mereka segera bergerak cepat untuk mengejar ketertinggalan.

Sosok kecil seperti itu dengan hati-hati berjalan ke depan pada malam hari, tanpa memperhatikan sedikitpun bahwa di belakangnya diikuti sekelompok besar orang berpakaian hitam.

Chu Qing-Yan menggunakan rute datang untuk kembali. Namun, setelah berjalan setengah jalan ke sana, tiba-tiba, langsung di depannya muncul beberapa pelayan laki-laki yang membawa lentera. Kebetulan saja hanya ada tembok di sini tanpa tempat bersembunyi. Chu Qing-Yan berseru ‘tidak baik’ di hatinya. Jika dia ditemukan sekarang, maka menelusuri ini, dia khawatir rencana itu akan menemui kesulitan dan dihentikan. Karena saat itu, keluarga Chu pasti akan menjaganya lebih ketat.

Tepat ketika Chu Qing-Yan menatap bodoh, tidak yakin bagaimana harus bereaksi, beberapa pelayan laki-laki di depan tiba-tiba memberi beberapa erangan teredam. Setelah itu, mereka langsung jatuh ke tanah seolah mabuk.

Chu Qing-Yan terkesima oleh situasi ini dan perubahan ini berada di luar harapannya. Segera, dia kembali sadar dan mengucapkan ‘terima kasih’ dengan suara rendah. Dan terlepas dari konsekuensinya, dia berlari menuju halamannya sendiri.

Seberapapun bodohnya, dia bisa menduga masih ada orang di dekatnya. Entah mereka teman atau lawan, dia tidak tahu, tapi dia tidak perlu meragukan bahwa mereka menyelamatkannya. Namun, pada saat kritis ini, dia tidak ingin terlibat dengan orang lain.

Setelah Chu Qing-Yan pergi, seseorang keluar dari tempat ia berdiri beberapa saat yang lalu. Dengan mengenakan jubah hitam yang indah, mengenakan topeng perak, di bawah sinar rembulan yang dituangkan ke tanah, topeng itu melepaskan lapisan cahaya samar. Hal itu menyulitkan orang untuk melihat ekspresi di matanya.

“Yang Mulia, mengapa anda membantu boneka kacil ini yang tidak tahu luasnya langit dan bumi?” Roh Api melompat keluar dan bertanya dengan bingung.

Xiao Xu tidak menjawabnya, hanya saja, pertanyaan ini mengingatkan pada apa yang Chu Qing-Yan katakan di dalam ruangan itu kepada orang tuanya, ‘Memiliki kekayaan dan kehormatan juga mungkin terjebak dan tertekan. Semua ini tidak penting. Bukankah yang terpenting keluarga kita bersama?’

Sudut mulut Xiao Xu sedikit berlekuk, itu membawa seutas ejekan diri.

Melihat Yang Mulia tetap diam, Roh Api dengan taktis tidak bertanya lagi. Namun dia mulai menaruh dendam terhadap Chu Qing-Yan. Dia benar-benar tidak menaruh Yang Mulia di matanya dan masih berani melarikan diri dari pernikahan ini. Lain kali dia melihatnya, pasti dia akan mempermalukannya.

“Roh Air, kau akan mengirim beberapa orang untuk tinggal di keluarga Chu. Jika keluarga kecil Nona Chu ingin pergi, kau akan membawa orang diam-diam mengawal dan melindungi mereka.” Xiao Xu melihat ke arah Chu Qing-Yan pergi dan berkata samar. Tidak ada perasaan dalam nada suaranya.

“Apa?” Sebelum Roh Air setuju, Roh Api sudah mulai melompat-lompat, “Yang Mulia, apa yang anda katakan? Jika boneka kecil ini benar-benar lari, maka pada saat itu, bukankah pernikahan yang diberikan ini menjadi lelucon?”

Xiao Xu meliriknya, dan Roh Api segera berhenti berbicara.

“Perintah benwang, kau ingin mempertanyakannya?” Sebuah nada yang rata seperti tanpa riak di permukaan air, namun membuat seseorang merasa takut tanpa asal.

Roh Api menurunkan kepalanya, menjilati bibirnya, “Bawahan ini tidak berani. Bawahan hanya merasa tidak adil atas nama Yang Mulia.”

Benwang tidak ingin memiliki utang emosional tersendiri, juga tidak ingin menyeret seseorang ke lautan api. Kandidat untuk Putri, jika ini tidak bisa, maka tukar untuk yang lain. Sehubungan dengan keluarga Chu, ini tidak akan menjadi masalah untuk mengubah kandidat. Padahal benwang tidak peduli terhadap pilihannya.” Orang yang sederhana dan murni tidak boleh masuk ke pusaran air yang rumit. Apalagi dia masih anak-anak. Gaya hidup yang mudah dan tenang di Desa Mao lebih cocok untuknya.

Benar, dia mengenalinya. Hanya saja, mereka tidak perlu saling mengenal! Karena tidak perlu, ini hanyalah keadaan dimana orang asing yang bertemu secara kebetulan. Tindakannya yang baik, dia rela membayar kembali. Dengan cara ini, akan benar-benar menyelesaikan hitang untuk kepuasan kedua belah pihak.

Xiao Xu acuh tak acuh berbalik untuk pergi.

Roh Air mencolok Roh Api, “Mungkinkah Yang Mulia mengenal Nona kecil dari keluarga Chu ini?”

Roh Api dengan sedih menjawab, “Hanya surga yang tahu. Aku tahu aku akan meledak dari kemarahan!”

Mulut Roh Air melengkung, “Kalau begitu sebaiknya kau perlahan-lahan memanjakan diri dengan amarah mu. Aku ingin mengikuti Yang Mulia dan pulang bersama!”

Roh Api mendengus dan segera menyusul mereka.

Begitu roda nasib mulai berputar, maka tak bisa dihentikan.

Takdir terlibat bersama adalah masalah yang telah ditakdirkan sebelumnya.

LAC 13. Hati Berharap Bertemu Kembali
LAC 15. Waktu Yang Tidak Baik untuk Kabur dan Bertemu Plot Perlawanan

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.