LAC 13. Hati Berharap Bertemu Kembali

Featured Image

-oOo

Roh Air melirik ekspresi muram tuannya, dan dia menganggukkan kepalanya. Dia ingin berbicara, tapi berhenti sebentar. Dia memikirkan apa yang harus dikatakan agar Tuannya tidak marah. Dan pada saat ini, Roh Api memimpin untuk berbicara, nadanya penuh kemarahan.

“Keluarga Chu ini benar-benar tidak menaruh Yang Mulia di mata mereka. Ini hanyalah sebuah keluarga kecil yang sudah mulai jatuh, yang brani-braninya menolak perintah kekaisaran. Secara terbuka bersikap tidak hormat terhadap Yang Mulia, Yang Mulia, biarkan Roh Api mengajak beberapa orang untuk membiarkan mereka melihat kekuatan anda. Mari kita lihat apakah dia berani menghina anda seperti ini di masa depan!” Roh Api membungkuk hormat untuk Yang Mulia-nya, meraih senjatanya dan akan segera keluar.

“Berhenti.” Xiao Xu mulai berbicara, nadanya membawa perintah yang tak perlu dipertanyakan lagi.

Roh Api tidak mau menyerah tapi tubuhnya patuh berhenti. Dia menatap tuan keluarganya dengan sangat marah dan dengan marah berkata, “Yang Mulia!”

“Apa yang ingin kau pergi dan lakukan?” Xiao Xu melirik ke arahnya dan mengambil cangkir teh di atas meja. Ekspresi suram itu perlahan disembunyikan oleh kabut tebal dari teh.

“Saya –” Roh Api dihentikan dan bingung mencari kata-kata untuk pertanyaan dari tuannya.

Xiao Xu minum seteguk teh, sebelum tatapannya mendarat di tubuh bawahannya, dengan nada rendah, dia berkata, “Mungkinkah kau ingin membantai keluarga Chu? Setelah itu, seluruh kota akan sekali lagi berbicara tentang bagaimana Pangeran Ying selalu melakukan hal-hal yang kejam. Menjadi brutal dan kejam? Jika kau benar-benar ingin melakukan hal seperti ini, benwang tidak peduli. “

(benwang = raja ini / raja kecil ini/ pangeran ini)

Roh Api bingung mencari kata-kata, segera kembali sadar setelah melihat Roh Air menatapnya seolah melihat orang bodoh. Dia segera berlutut untuk memohon pengampunan, “Yang Mulia, bawahan tidak mempertimbangkan semuanya, dan hampir melibatkan anda. Bawahan ini meminta untuk dihukum!”

Meskipun Roh Air tidak setuju dengan metode yang disarankan Roh Api, namun sekarang, dia berjalan maju untuk meminta keringanan, “Yang Mulia, walaupun Roh Api sedikit impulsif, tapi itu berasal dari hatinya yang setia. Meminta Yang Mulia agar tidak marah.”

Xiao Xu melambaikan tangannya, “Bangunlah.”

Roh Api dan Roh Air saling bertukar pandang, sebelum bangkit dari tanah. Baru sekarang, Yang Mulia sudah sedikit marah, tapi sekarang, dia tampak seperti orang yang tidak terganggu. Hal ini membuat mereka berdua, yang telah mengikuti Yang Mulia di sisinya sejak kecil, sebagai orang kepercayaannya, sedikit bingung.

“Yang Mulia, haruskah kita merasa kesal dan membiarkan keluarga Chu yang kecil mempermalukan kita?” Meskipun saat ini, Roh Api memang membiarkan emosinya mempengaruhi keputusannya, tapi siapa yang tahan untuk menekan kemarahan mereka ketika hal seperti itu terjadi pada mereka. Sebenarnya, hati Roh Air juga memiliki lubang api. Meski biasanya, Yang Mulia Kaisar tidak menyukai Yang Mulia Pangeran, tapi jika Yang Mulia sedikit menghargai Kaisar, maka pernikahan ini akan dibubarkan. Tidak pernah menduga bahwa keluarga Chu juga akan memukul seseorang saat mereka jatuh, diam-diam pindah untuk membodohi Tuan. Roh Air juga tidak tahan dan ingin mengatakan sesuatu.

Sudut mulut Xiao Xu terangkat saat turun, mengungkapkan senyuman dingin, “Perintah kekaisaran hanya memberikan pernikahan dengan keluarga Chu. Itu tidak menunjukkan nona yang mana, bahkan jika kita mengeluh sampai ke Ayah-kaisar, keluarga Chu juga menempati sisi masuk akal.”

Roh Api erat mengepalkan gagang pedang di tangannya dan berkata tidak merata, “Yang Mulia, keluhan terpendam dan tak terucap ini, mungkinkah kita harus melupakannya seperti ini?”

Terpendam, keluhan tak terucap? Xiao Xu mengerutkan kening, tak lama kemudian, tatapannya beralih ke langit yang gelap. Mata hitamnya yang bagai tinta misterius, tampak lebih gelap. Perlahan, dia membuka mulutnya untuk berbicara, nadanya lembut dan dangkal, “Kalian seharusnya tidak melupakan beberapa kali sebelumnya, apakah nona dari keluarga Chu ini bisa hidup sampai hari itu, masih belum diketahui. Namun, tampaknya keluarga Chu juga merupakan pilihan, jika tidak, mereka masih akan khawatir dengan posisi istri utama benwang. Pilih siapa yang masih memilih, dari sudut pandang benwang, tidak ada bedanya.”

Kalimat bernada datar dan acuh tak acuh ini, membuat mata roh Air dan Api Roh menjadi merah pada saat bersamaan. Sesaat, tatapan mereka berpaling. Roh Air menggigit bibirnya, dia sangat marah sampai dia terdiam. Betapa sulit dan melelahkan hidup Yang Mulia selama beberapa tahun terakhir ini, semua orang dengan mata bisa melihat. Di dalam hatinya, dia benar-benar merasakan pengorbanan Yang Mulia tidak layak dilakukan.

Di dalam ruangan itu diam untuk waktu yang singkat, tidak ada yang berbicara.

Roh Air melirik tuannya yang sedang merenungkan masalah, dan matanya bergerak, “Yang Mulia, tidak tahu apakah kita harus pergi memata-matai anak kecil dari keluarga Chu itu. Kudengar dia tumbuh di luar, dia baru saja disambut kembali ke keluarga Chu beberapa hari yang lalu.”

“Anak bodoh berusia sepuluh tahun, apa yang harus di lihat?” Roh Api tidak bisa tidak bergumam pada dirinya sendiri.

Roh Air memelototinya, “Jangan bicara omong kosong, di masa depan, inilah Putri kita. Lagipula, bukankah kau hanya beberapa tahun lebih tua darinya!”

“Beberapa tahun lebih tua masih lebih tua, aku bisa melindungi tuan, apa yang bisa dia lakukan? Mungkinkah ketika saatnya tiba, dia ingin Tuan membujuknya, boneka kecil!” Roh Api sedikit menghina, mengeluarkan kemarahannya pada perilaku keluarga Chu dan perbuatan mereka pada Chu Qing-Yan.

Roh Air menggelengkan kepalanya dan berpaling untuk berkata kepada Yang Mulia-nya, “Meskipun dia hanya seorang gadis berusia sepuluh tahun, tapi jika kita pergi dan melihat-lihat, hati kita akan memiliki basis.”

Xiao Xu mengangkat alis, berumur sepuluh tahun, tidak bisa menahan diri untuk mengingat gadis kecil bernama Cai Cai yang baru bertemu beberapa waktu yang lalu. Tidak tahu apakah setelah dia menerima uang kertas perak itu, apakah dia bisa menjalani kehidupan yang baik? Begitu pikiran ini muncul, dia segera melupakannya. Gadis itu menyelamatkannya, dan dia memberinya uang yang paling ia butuhkan. Bisnis ini telah selesai. Dia, Xiao Xu, benar-benar tidak suka dengan bantuan orang lain.

“Karena tidak ada yang penting, jalan-jalan juga bagus!” Awalnya dia ingin menolak, tapi berpikir lebih baik, Xiao Xu masih mengangguk dan berdiri.

Begitu Roh Api mendengar ini, bibirnya bergetar, Yang Mulia, apa ini ‘tidak penting’? Yang Mulia Permaisuri pastilah cemas menunggu di istana kekaisaran! Tapi dari awal sampai sekarang, Yang Mulia tidak menunjukkan niat untuk memasuki istana. Roh Api tidak bisa menahan diri untuk menutup mulutnya dan dengan cepat mengikuti.

Roh Air melepaskan napas lega, akhirnya, dia bisa meyakinkan Yang Mulia untuk pergi keluar dan bergerak. Setelah mengganti pakaian hitam dari kepala sampai kaki, menunjuk beberapa orang untuk dibawa, dia mengikuti kedua orang di depan dengan ketat.

Akibatnya, pasukan berpakaian hitam berangsur-angsur lenyap ke dalam kegelapan malam.

Kediaman lama di keluarga Chu.

Chu Qing-Yan memanfaatkan kesempatan saat Shan Cha tidur, setelah itu, dia dengan pelan-pelan dan diam-diam keluar dari ruangan. Menghindari kedua pihak yang telah diatur bibinya di dekatnya untuk memata-matai nya, berdasarkan rute yang dia gunakan beberapa hari ini, dia dengan sangat hati-hati berjalan menuju rumah tempat tinggal orang tuanya.

Dua ketukan pendek dan satu Panjang yang halus di pintu, ini adalah sinyal rahasia yang dia dan Ibunya setujui.

Dengan sangat cepat pintu dibuka dari dalam oleh seseorang. Kepala Ibu Chu terulur untuk mengawasi, lalu terkejut, dia membawa putrinya masuk. Dia memperhatikannya tubuhnya dari atas ke bawah untuk mengatakan, “Cai Cai, beberapa hari ini, kau tidak datang, apakah mereka menyulitkan mu?”

Chu Qing-Yan memasuki ruangan dan, sambil segera menutup pintu. Setelah mendengar apa yang Ibunya katakan, dia tersenyum menggelengkan kepalanya, “Tidak ada yang menyulitkan ku, mereka tidak akan membiarkan ku pergi keluar dan bergerak. Dari segi makanan dan pakaian, tidak mengalami penurunan.”

“Kalau begitu bagus, itu bagus!” Ibu Chu melepaskan nafas lega.

Dan pada saat ini, Ayah Chu, yang sedang mengurus urusannya sendiri, melihat anak perempuannya datang, dan dia langsung melompat maju. Dia dengan senang hati memegangi tangan putrinya dan berputar berputar-putar di tempat, “Cai Cai, Cai Cai, kau datang!”

Begitu melihat orangtuanya, hati Cai Cai sangat gembira, dia memegang tangan Ayahnya, matanya melengkung karena tersenyum, “Ayah, anak perempuan mu datang.”

Ibu Chu, melihat ini, tidak tahan untuk tidak tersenyum, “Cai Cai kau mungkin tidak tahu ini, ayahmu, selama beberapa hari terakhir, membuat keributan setiap hari karena ingin bertemu dengan mu. Ibumu menggunakan segala alasan dan mampu menghentikannya. Jika tidak, seperti hembusan asap, dia pasti akan terbang mencarimu.”

Chu Qing-Yan menatap Ayah yang bodoh dan berpikiran sederhana, dan seluruh hatinya tergerak. Dia menggelengkan kepalanya sekali lagi, “Kali ini, anak perempuan ini juga diam-diam mencuri kesempatan untuk berlari dan menemui Ayah dan Ibu. Sebelum kita melarikan diri dari keluarga Chu, yang terbaik adalah agar kita tidak bertemu di depan umum. Kalau tidak, kita bisa menarik perhatian keluarga Chu.”

“Lalu, Cai Cai diam-diam datang malam ini, apakah karena kau memikirkan sebuah rencana?” Tiba-tiba, mata Ibu Chu menyala.

Chu Qing-Yan mengatupkan bibirnya dan tersenyum, matanya penuh kelicikan, “Tentu saja.”

Di dalam ruangan penuh kegembiraan. Tapi, tidak ada yang merasakan tatapan sepasang mata misterius seperti bola kaca hitam yang memiliki jejak ekspresi aneh yang berkobar-kobar didalamnya.

LAC 12. Yama 'Raja Neraka' yang murung, Pangeran Ying
LAC 14. Memperhatikan 'Teman Lama' Keluarga Chu di Malam Hari

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.