LAC 121 – Kakak Aneh, Halo dan Selamat Tinggal

Featured Image

LAC 121 – Kakak Aneh, Halo dan Selamat Tinggal

 

Melihat orang di depannya seperti anak kucing dengan bulu yang terangkat, dan juga berpenampilan sangat waspada, Dongting Wang Yu tidak tahan dan ingin tertawa terbahak-bahak. Tetapi pada akhirnya, dia masih bisa menghentikan tawa dan berkata dengan nada mengejek. “Jika kau tidak menatapku, bagaimana kau bisa tahu bahwa aku memperhatikanmu?”

Chu Qing Yan berkata pada dirinya sendiri, dia harus menahannya bagaimanapun caranya, harus bertahan!

Menghadapi orang yang menyesatkan seperti ini, semakin banyak perhatian yang kau berikan padanya, semakin tinggi ia akan melompat. Abaikan dia dengan begitu dia akan berhenti.

“Gadis kecil, apa yang kau suka?”

Setelah mereka berdua berdiri diam untuk waktu yang singkat, Dongting Wang Yu bertanya dengan santai.

“Kenapa kau bertanya?” Chu Qing Yan curiga menatap ke arahnya.

Dongting Wang Yu bersandar dengan kedua tangannya berada di belakang kepalanya, lalu tersenyum dengan menawan dan jahat padanya. “Karena kita adalah teman, maka setidaknya aku harus memberimu hadiah untuk pertemuan pertama kita. Tuan muda ini mampu untuk memberikan sedikit uang”

Cih—— jelas-jelas dia adalah anak dari keluarga kaya yang manja dan angkuh. Sejak kapan dia setuju untuk menjadi temannya? Seharusnya kau tidak bersikap terlalu percaya diri!

Tampaknya Donting Wang Yu merasakan penolakan dari Chu Qing Yan, bibir Dongting Wang Yu terhubung saat dia melihat ke arahnya. “Jika kau merasa statusmu terlalu rendah dan tidak mampu menjadi teman tuan muda ini, itu tidak masalah. Maka tuan muda ini tidak perlu menyembunyikan hal-hal kepada orang asing yang bukan teman. Tunggu sampai tuan muda ini merasa bosan, maka tuan muda ini akan pergi ke Kediaman Fu untuk berkunjung. Bagaimanapun juga, tuan muda keluarga mereka telah dijebak oleh skema seseorang, tuan muda ini juga bisa mengambil kesempatan untuk mendapatkan pertemanan dari situ. Misalnya, membeberkan siapa yang sebenarnya dalang di balik masalah ini—— ”

“Kau mengenal orang dari keluarga Fu?” Mata Chu Qing Yan segera terbuka lebar, wajahnya penuh kewaspadaan saat dia menatapnya. Dia hampir lupa bahwa orang ini adalah penonton yang melihat seluruh peristiwa yang terjadi pada Fu An Lai. Jika orang ini benar-benar mengenal orang dari keluarga Fu, maka itu sangat merugikan mereka.

Dongting Wang Yu mencoba menakutinya. “Awalnya tidak mengenal mereka, tetapi jika aku pergi dan menawarkan bukti kuat tentang kejadian malam ini, maka aku akan mengenal mereka!”

Wajah Chu Qing Yan memiliki lapisan kemarahan yang tipis. “Fu An Lai melakukan banyak kejahatan, jika kita tidak melakukan hal ini, maka wanita yang tak bersalah akan dirugikan. Kenapa kau begitu tidak masuk akal? Atau ternyata sejak awal kau sama saja jahatnya seperti mereka (Keluarga Fu)!”

Dongting Wang Yu kembali tersenyum. Dia mendekat ke arah Chu Qing Yan. Nada suaranya serius dan humoris pada saat yang sama. “Tuan muda ini tidak pernah mengatakan dia adalah orang yang baik. Terlebih lagi, seperti inilah dunia bekerja, yang lemah adalah mangsa yang kuat. Itu bukan sesuatu yang bisa diubah dengan mudah!”

Chu Qing Yan menatap sedikit kosong, wajah yang luar biasa tampan itu berada dalam jangkauannya. Bibir tipis yang cerah seperti embun pagi itu mengeluarkan kata-kata yang terasa jahat.

Melihat penampilan Nona Kecil yang ketakutan dan tidak pasti, Dongting Wang Yu menarik tubuhnya. Dia menggosok hidungnya, agak bingung, mungkinkah gadis kecil ini merasa takut?

“Baik, aku hanya bercanda denganmu. Tuan muda ini tidak begitu bosan untuk pergi dan mengungkapkan rahasia ini. Kau harus percaya!” Dongting Wang Yu mengangkat bahu.

Tubuh Chu Qing Yan segera sedikit rileks, ini adalah pertama kalinya dia menatap lurus ke orang di depannya. Dia memiliki wajah yang dapat membuat pria dan wanita iri. Kepribadiannya sembrono seolah-olah dia tidak mengambil masalah apa pun dalam hati. Namun, setiap kali dia berbicara, kata-katanya itu tiga puluh persen sarkastik dan tujuh puluh persen bercanda. Entah kalimat mana yang dikatakannya nyata.

Namun setelah bertemu beberapa kali, sepertinya dia tidak berusaha untuk menyakitinya. Lupakan. Memiliki teman ekstra lebih baik daripada memiliki musuh ekstra.

“Baik, bertemu secara kebetulan adalah takdir, maka kita berteman sekarang!”

Menghadapi kompromi Chu Qing Yan, Dongting Wang Yu dengan santai tersenyum. “Tunjukkan ketulusan.”

Chu Qing Yan tidak punya pilihan selain berkata. “Namaku Yan Chu, tahun ini berumur sepuluh tahun. Latar belakang keluarga saya biasa-biasa saja, tidak perlu disebutkan.”

Dongting Wang Yu menyipitkan matanya dan tersenyum. “Yan Chu adalah nama yang bagus.”

Chu Qing Yan tersenyum tidak wajar. Dia tentu tidak akan memberitahu identitas aslinya kepadanya. Tetapi melihatnya tersenyum seperti rubah, seolah-olah dia telah mengetahui kalau ia berbohong.

Di malam yang larut ini dengan angin dan bintang-bintang, kedua orang itu mengobrol bebas tanpa tujuan.

Setelah bercakap-cakap untuk beberapa kalimat, Chu Qing Yan menemukan bahwa meskipun orang ini memiliki penampilan seperti penjahat, ia memiliki cara berpikirnya sendiri yang rumit. Tentu saja dia tidak punya pilihan selain mengatakan cara berpikir ini benar-benar terdengar masuk akal. Chu Qing Yan perlahan merevisi pandangannya tentang orang ini dan tidak lagi menolaknya. Mungkin orang ini bukan tuan muda yang tampak sembrono.

Melihat warna langit semakin gelap. Chu Qing Yan ingat Roh Api yang telah dia tinggalkan. Pikirannya langsung berteriak dengan suara keras, ‘bahaya!’

Akibatnya, Chu Qing Yan menggunakan kedua tangannya untuk mendorong cabang pohon, setelah itu turun ke bawah.

“Kau mau pergi ke mana?” Dongting Wang Yu memegang dagunya dan melihat ke bawah dari atas pohon.

“Aku harus pulang, kalau tidak orang-orang di rumah akan khawatir.” Kata Chu Qing Yan agak terburu-buru.

“Apakah kau ingin aku mengantarmu?” Dia bertanya.

Chu Qing Yan berulang kali melambaikan tangannya. “Tidak perlu.” Jika dia mengantarnya pulang, bukankah itu akan mengungkapkan identitasnya?

Dongting Wang Yu mengangkat bahu.

Sebelum pergi, Chu Qing Yan berbalik. Dia memalingkan kepalanya dan melambaikan cakar padanya. “Kakak aneh, halo dan selamat tinggal!”

Kali ini Dongting Wang Yu tidak mengikutinya, dia duduk di pohon dengan ekspresi tenang. Dia melihat ke kejauhan, ke arah dia pergi dan tertawa dengan nada rendah. “Kakak aneh?” Maka jangan salahkan dia karena tidak memberitahunya tentang dua ciuman berwarna cerah di wajahnya!

Dia mengangkat kepalanya untuk melihat bintang-bintang di langit malam, Dongting Wang Yu merenung dalam-dalam. Dia sebenarnya masih bisa merasakan bahwa gadis kecil ini memiliki kewaspadaan padanya. Dia bahkan tidak memberi tahu dia nama aslinya, Yan Chu? Dia bahkan bermain-main dengan itu!

Lupakan saja, waktu masih panjang.

Chu Qing Yan melakukan perjalanan melalui jalan-jalan besar dan kecil dengan kecepatan tinggi, terbang menuju ‘Malam yang Memabukkan’. Entah apakah Roh Api sedang menunggu di suatu tempat ketika dia tidak dapat menemukannya.

Dia dengan ringan membuka jendela kamar pribadi yang telah dipesannya, lampunya menyala, tapi itu sangat sunyi. Dia dengan hati-hati membuka jendela, dan baru saja masuk ke dalam ketika dia kebetulan melihat Roh Api berdiri di tengah ruangan. Hatinya senang. “Roh Api, aku percaya kamu tidak akan pergi dan akan menungguku di sini!”

Chu Qing Yan yang gembira tidak memperhatikan ekspresi Roh Api yang ingin menangis tetapi tidak memiliki air mata. Setelah dia turun dari jendela, suara yang sangat dingin tiba-tiba terdengar.

“Jadi, kamu ingat untuk kembali?”

Kedua kaki yang baru saja mendarat di tanah tiba-tiba menjadi lunak. Dia tergagap saat tubuhnya menjadi kaku, dan dia perlahan mengangkat kepalanya. Dengan suaranya yang bergetar, dia menyapa orang yang duduk tegak di kursi. “Gu-Gunung Es, kenapa ada di sini? Apakah datang menjemput Qing Yan?”

Xiao Xu sekarang mengenakan jubah brokat hitam dengan topeng perak di wajahnya. Kedua matanya menatap orang di depannya dengan dingin, lalu tatapannya mendarat pada dua tanda bibir yang menyala di pipinya. Ekspresi di matanya tiba-tiba tenggelam.

Chu Qing Yan merasa bahwa meskipun suhu di ruangan ini dingin sampai membuat orang menggigil. Bagaimana bisa suhu di ruangan ini terus menerus berubah menjadi semakin dingin hingga membuat orang takut.

Roh Api menutupi wajahnya dengan kedua tangan, tampaknya Wangfei Kecil tidak mengerti. Ah, leluhur kecilku, jika kau kembali, setidaknya bersihkan wajahmu dulu!

Tiba-tiba saja Xiao Xu berdiri, ia mengabaikan orang di depannya dan langsung pergi begitu saja.

Chu Qing Yan menatap kosong, agak bingung, akhirnya dia menatap Roh Api, meminta penjelasan.

Roh Api, dengan wajah menangis menyerahkan cermin padanya. “Nenek moyang kecil, jangan salahkan bawahan ini, semua ini terjadi karena dirimu sendiri!”

Tidak, tidak, tidak, apa maksudnya terjadi karena kesalahanku sendiri!

Chu Qing Yan tidak mengerti dan mengambil cermin itu untuk melihat bayangannya di cermin. Lalu dia segera melemparkan cermin dan bergegas keluar. “Gunung Es, dengar dulu penjelasan Qing Yan!”

LAC 120 - Bagaimana Kalau Kita Berteman?
LAC 122 - Roh Api dan Roh Bumi Mengadakan Pertemuan Kecil

Leave a Reply

Your email address will not be published.