LAC 12. Yama ‘Raja Neraka’ yang murung, Pangeran Ying

Featured Image

-oOo

Musim semi yang hangat di bulan Maret, dengan rumput tumbuh dan berbagai burung terbang. Betapa hangatnya angin lembut itu.

Beberapa lusin kuda halus melaju di sepanjang jalan resmi.

Setiap kuda penunggangnya yang memakai topi bambu berwarna hitam dengan puncak yang tinggi.

Dan di bagian depan prosesi ini ada seorang pria jangkung yang mengenakan jubah berwarna hitam, di bawah topinya yang memiliki layar, sebuah cahaya keperakan bersinar dari topeng wajah. Melalui kain tipis yang menggantung dari ujung topi itu, kau bisa melihat sepasang mata hitam misterius. Kini, awan hitam lebat sepertinya telah dikumpulkan pada mata itu, kabut itu tidak bisa dilarutkan. Dan juga, bibirnya mengerucut, memberi ilusi dingin dan tampan bagi semua orang.

Di sisinya, Roh Api berada tepat di tengah memberi dia laporan rahasia selama beberapa hari terakhir ini. Setiap kali dia selesai berbicara tentang satu hal, matanya akan menjadi lebih suram lagi.

( Roh Api: nama yang dia berikan ke tangan kanan pria dan wanita, nama kode. Bagaimanapun, dia sangat tidak kreatif, dia menamai mereka sesuai dengan unsur mereka.)

“Yang Mulia, beberapa hari ini, semua orang di Ibukota sungguh-sungguh menyelidiki anda dan keterlibatan keluarga Chu. Masalah pemberian pernikahan ini, saya khawatir, ini telah menyebar ke seluruh Xuan Barat.”

(Xuan Barat: Negara tempat cerita ini ditetapkan, negara lain akan di perkenalkan kemudian)

“Yang Mulia Permaisuri sangat marah. Dia mengirim tiga perintah rahasia berturut-turut, menyuruh anda segera memasuki istana kekaisaran untuk bertemu dengan Kaisar. “

“Dan baru-baru ini, suasana hati Yang Mulia Kaisar tampak sangat ceria. Dia menghargai Pangeran Rumah kita kita banyak harta berharga.”

“Kemarin, Mantan Kaisar sudah meninggalkan Ibu Kota. Sekali lagi, keberadaannya tidak diketahui. Roh Air juga tidak dapat menemukan jejaknya.”

(Mantan aisar di sini maksudnya Kaisar yang sudah pensiun / Kakek dari pangeran/ Ayah dari Kaisar saat ini)

Tanpa ragu, pria dingin bertopeng ini dengan ekspresi suram yang bisa meneteskan air, adalah Yama yang mengerikan, Raja Neraka, Pangeran Ying, yang sedang dibicarakan Chu Qing-Yan. Kaisar dan Permisuri Liang saat ini, putra tertua dengan nama Xiao Xu.

Xiao Xu dengan dingin tersenyum, “Sepertinya saat ini, saat kembali berjaya dari depan pertempuran, tampaknya ada banyak kejutan menyenangkan menanti raja ini!”

(Pada masa itu para pangeran bisa menyebut diri mereka sendiri benwang / raja ini = raja di bawah kaisar, karena mereka bisa memiliki wilayah sendiri, seperti posisi gubernur)

Wajah Roh Api penuh dengan kemarahan, “Yang Mulia, pada awalnya, kita seharusnya kembali dengan kemenangan dari depan pertempuran ke istana kekaisaran beberapa hari yang lalu. Tapi Yang Mulia tiba-tiba memerintahkan kami untuk menekan para bandit, sebagai akibatnya, anda melewatkan kesempatan terbaik untuk meminta bantuan dari Mantan Kaisar. Saat ini, seluruh Xuan Barat tahu bahwa anda harus menikahi anak perempuan dari keluarga Chu dan yang mulai jatuh. Orang-orang di istana tentu menanti-nanti melihat anda dijadikan lelucon!”

Bagaimana mungkin Xiao Xu tidak mengerti hal ini? Persis karena dia mengerti ini dengan baik, maka suasana hatinya begitu buruk.

Kelompok orang ini sudah sampai di ibukota.

Roh Api melihat wajah Tuannya terendam es, tidak bisa tidak bertanya, “Yang Mulia, haruskah kita pergi dulu ke istana kekaisaran? Mungkin di pihak Yang Mulia Kaisar, anda bisa meminta bantuan untuk membatalkan pertunangan itu.”

Xiao Xu meliriknya dan berkata, “Apa menurutmu masalah ini bisa diselesaikan dengan meminta bantuan?”

Roh Api segera berhenti dan menatap kosong. Begitu dia mengingat perlakuan Yang Mulia terhadap Tuannya, hatinya langsung menjadi dingin. Sekarang, dia melihat Tuannya turun dari kuda dan berjalan menuju halaman ‘Menyambut Musim Semi’. Roh Api segera bertanya, “Kalau begitu Tuan, bukankah anda akan memasuki istana kekaisaran terlebih dulu untuk menemui Permaisuri?”

“Tidak perlu, pertama, tutupi berita kembalinya raja ini. Jangan sampai ada yang tahu.”

“Ya!” Roh Api mematuhi.

Dari pintu belakang untuk memasuki halaman ‘Menyambut Musim Semi’, itu berbeda dari halaman depan dengan banyak suara burung. Halaman belakangnya murni, dingin dan sunyi. Dan begitu Xiao Xu muncul, dua orang berpakaian hitam muncul di kepala tangga. Mereka berdiri di sana dan dengan hormat membungkuk, dan salah satu dari mereka berkata, “Tuan, bawahan telah memberi tahu Roh Air yang terhormat. Saat ini, dia ada di ruangan menunggumu.”

Xiao Xu mengangguk, dia menaiki tangga dan kelompok Roh Api juga cepat menyusulnya. Inilah salah satu tempat pertemuan rahasia mereka, benar-benar dirahasiakan, tidak ada orang lain yang tahu tentang hal itu.

Begitu dia membuka pintu, ruangan yang tidak seperti yang lain dengan dupa harum. Ruangan ini didekorasi cukup tapi tetap nampak megah, dipenuhi udara megah yang samar.

Seorang wanita cantik berpakaian merah berdiri di tengah ruangan, mata menawan alami dengan daya pikat yang berasal dari tulangnya, akan membuat hati seseorang melunak saat melihat ke arahnya. Hanya saja, begitu wanita berpakaian merah melihat orang yang masuk, senyum menawan di wajahnya segera disingkirkan dengan saksama. Pesona licik itu sudah diganti dengan ekspresi tegas dan tenang. Ekspresi senyum ceroboh itu berubah menjadi niat hormat. Orang itu berdiri tegak, lalu menundukkan kepala dan berlutut, “Roh Air hormat kepada Yang Mulia.”

“Bangun.” Xiao Xu berkata dengan suara rendah dan dalam. Dia sudah berbalik untuk duduk di kursi utama di ruangan itu.

Dia mendengar nada Tuan keluarganya bahkan dan acuh tak acuh, tapi setelah mengikuti sisinya selama bertahun-tahun, dia tahu wajah tanpa ekspresi Tuan yang ditutupi oleh topeng dingin itu tampaknya menjadi sedikit lebih dingin. Roh Air tidak bisa tidak melirik Roh Api yang berdiri di samping, dan Roh Api, yang menangkap tatapannya yang berarti, hanya mengangkat bahunya. Jadi, Roh Air mampu menebak bahwa suasana hati buruk Yang Mulia berkaitan erat dengan keluarga Chu dan Yang Mulia Kaisar memberikan sebuah pernikahan untuknya. Dia mulai ragu untuk memberitahukan kepadanya tentang berita terbaru yang baru saja dia kumpulkan. Dia tahu Yang Mulia tentu akan sangat marah karena kabar ini. Sebab, berita terbaru yang dia terima sepertinya tidak ada harapan.

Namun, meski Roh Air tidak mengatakannya, Xiao Xu juga akan mulai bertanya.

“Roh Air, pada akhirnya, apa pernikahan yang dijanjikan ini?” Xiao Xu dengan dingin bertanya. Dia baru saja merebut kembali tanah yang sebelumnya hilang, dan akan kembali ke istana kekaisaran dengan kemenangan dari pertempuran. Awalnya, dia pikir dia bisa memiliki beberapa hari kedamaian dan ketenangan. Tapi dia tidak pernah menduga bahwa yang menunggunya adalah pertunangan yang tidak diketahui. Meski ia jarang marah dan tidak mudah marah, namun kali ini, hatinya juga tak bisa menahan diri untuk menjadi ombak amarah.

Mendengar nada datar Yang Mulia keluarganya, tubuh Roh Api dan Roh Air tubuh secara tidak sadar sedikit bergetar. Setelah mengikuti Yang Mulia selama bertahun-tahun, meskipun mereka belum bisa memahami semua suasana hati Yang Mulia, bagaimanapun, sangat jelas. Kapan pun nada Tuan mereka menjadi lebih rendah dan lebih tenang, ini menunjukkan bahwa suasana hatinya telah menjadi lebih buruk lagi. Tak satu pun dari mereka berani menonjol dan menjadi peredam meriamnya.

Hanya saja, Roh Air yang sedang sial, yang dipanggil namanya tidak punya pilihan selain melangkah maju. Dan Roh Api di samping, menunjukkan giginya padanya, dengan bibirnya naik dalam senyum seseorang yang memukul seseorang saat mereka jatuh. Segera, dia dengan cepat meninjau berita yang baru saja dia terima, di benaknya. Setelah itu, dia benar-benar melaporkan berita tersebut, “Untuk menjawab Yang Mulia. Bulan lalu, Mantan Kaisar menunjukkan dirinya dan kembali ke istana kekaisaran, berkata kepada Yang Mulia, Kaisar, umur anda hampir dua puluh tahun. Inilah saatnya bagi Anda untuk menikah dan membangun diri sendiri. Jika Anda tidak segera menikah, dan tidak ada yang menginginkan anda. Setelah itu, di bawah pertanyaan Yang Mulia, Mantan Kaisar menangkap apa yang bisa dianggap sebagai jalan darurat, untuk mengatakan bahwa keluarga Chu memiliki anak perempuan yang pintar dan ceria. Dia bisa menjadi selir Putra Tertua Kaisar. Akibatnya, Yang Mulia Kaisar, pada hari yang sama, menyusun titah kekaisaran untuk melimpahkan pernikahan ini, seperti membanting palu pelelang. Satu bagian telah dikeluarkan untuk keluarga Chu bulan lalu, yang satunya lagi menunggumu kembali dalam kemenangan ke istana kekaisaran sebelum dikeluarkan.”

(Membanting Palu Pelelang = Membuat keputusan tanpa tapi-tapi)

Selesai berbicara, Roh Air secara tidak sadar melirik ke Yang Mulia Pangeran di depan matanya. Sepertinya topeng berwarna perak di wajah Yang Mulia itu menjadi semakin dingin.

Tidak ada yang menginginkannya? Dianggap sebagai jalan darurat? Sudut mulut Xiao Xu bergetar. Apakah Kakek-kekaisaran lagi-lagi belajar tentang ramalan dari berkeliling negeri? Biasanya digunakan untuk menipu orang-orang biasa yang bodoh itu baik-baik saja, kali ini, dia bahkan terus menipu cucunya sendiri!

Baru saja, ketika dia mendengar Roh Air menyebutkan bahwa pada hari yang sama, Kaisar Xuan Barat telah mengeluarkan titah Kaisar kepada keluarga Chu, bibirnya yang basah sedikit mengencang.

“Keluarga Chu?” Xiao Xu berkata dengan suara rendah. Jika bukan karena pernikahan kali ini, mungkin dia sudah melupakan keluarga Chu ini.

Keluarga yang dulu terkenal di Xuan Barat, jatuh dari posisi kehormatan dalam pertempuran besar sepuluh tahun yang lalu.

“Yang Mulia -” Roh Air tidak tahu apakah dia harus menyebutkannya atau tidak, hanya sebagai bawahan yang bertanggung jawab dan tekun, Roh Air merasa bahwa dia benar-benar perlu melaporkan berita yang dia baru saja dapat pada Yang Mulia.

“Ada apa?” Xiao Xu meliriknya sekilas.

“Yang Mulia, setelah keluarga Chu tahu Yang Mulia telah dianugrahkan pernikahan itu, bukan saja mereka sangat tidak bersyukur, Nyonya Tua Chu pingsan di tempat sebelum keluarga Chu bisa menerima titah kekaisaran.” Nada Roh Air membawa sebuah jejak kebencian. Orang-orang ini terlalu tidak pandang bulu, identitas Yang Mulia Pangeran mereka sangat mulia. Di dalam hati mereka, keberadaannya seperti dewa, tapi diremehkan seperti ini oleh keluarga Chu. Sebuah api menyala di mata Roh Air.

Begitu Roh Air menyebutkan hal ini, Xiao Xu hanya mengerutkan kening sedikit. Bukannya dia tidak tahu penilaian Ibukota tentang dia. Licik, dingin, kejam, dan penampilan mengerikan, jelek, ada juga desas-desus tentang dia membunuh istrinya. Karena itu, sikap keluarga Chu tak terduga baginya. Seluruh Ibukota kota, tidak, bahkan di seluruh Xuan Barat, mungkin tidak ada yang berani menikahkan anak perempuan mereka dengan pria ‘terkenal’ seperti dia.

Melihat ekspresi Yang Mulia keluarganya tidak berubah, lalu mengingat kembali kecerdasan yang baru saja dia lihat pada surat itu, Roh Air bahkan semakin marah dalam hatinya atas nama Yang Mulia. Akibatnya, dia terus berkata.

“Memang, kalaupun keluarga Chu tidak bisa membedakan yang baik dari yang buruk, mereka benar-benar melewati wanita muda di Rumah BEsar itu yang pada usia menikah. Tidak tahu dari mana ini, Nona Kesembilan ‘tidak sepenuhnya dua kali enam tahun’ berasal, untuk digunakan sebagai pasangan pernikahan Yang Mulia. Sungguh membulli orang, terlalu tak tertahankan! “

(Tidak sepenuhnya dua kali enam tahun = belum duabelas tahun)

Xiao Xu mengerutkan kening, nadanya semakin rendah, “Tidak sepenuhnya dua kali enam?”

__________________________________________________________________

Pojok penerjemah :

Roh Api dan Roh Air memanggil Xiao Xu “Yang Mulia” Karena dia seorang Pangeran, sedangkan “Yang Mulia Keluarga Kami” karena pada zaman itu banyak pelayan atau pelindung pribadi selalu mengdahulukan keluarga tuan mereka. Sehingga keluarga tuan mereka adalah “Keluarga Kami” atau sama dengan mengatakan “Keluarga Tuan Kami”

Mantan Kaisar adalah kaisar yang telah pensiun, maka di sini bermaksud menjelaskan bahwa Kaisar terdahulu masih hidup dan berkelana. 

LAC 11. Merapikan Barang Berharga Agar Bisa Lolos
LAC 13. Hati Berharap Bertemu Kembali

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.