LAC 117 – Peri Kecil Datang dari Langit

Featured Image

LAC 117 – Peri Kecil Datang dari Langit

 

Xiao Xu mengetahui perbuatan dan perilaku Ayah Chu selama beberapa hari terakhir, tetapi dia tidak pernah memiliki waktu luang untuk mengurus masalah ini. Karena itu ketika Roh Bumi, Roh Kayu, dan Roh Api semuanya dengan ekspresi sedih dan tertekan berjalan di depannya, mencoba membangkitkan rasa iba, Xiao Xu memilih untuk menutup matanya.

Beberapa hari Chu Qing Yan yang menjalani pelatihan dengan Roh Bumi telah mengalami kemajuan dengan pesat.

Dia memakai karung pasir saat dia berjalan dan makan. Setelah itu ketika dia melepas karung pasir untuk berlatih bela diri dia menjadi lentur seperti burung.

Hari ini, Chu Qing Yan menaiki ranting pohon, dengan cepat berjalan selangkah demi selangkah hingga dia berlari ke ranting pohon yang tertinggi. Kedua kakinya mengetuk dahan jari yang tebal, dan dengan kedua kakinya sedikit ditekuk, dia berbalik dan terbang ke bawah.

Lengan jubahnya melayang tertiup angin, dia tampak seperti peri kecil yang turun dari langit, nakal, eksentrik, dan juga bersemangat.

Begitu dia mendarat, dia berlari ke meja batu, terkikik ketika dia berkata kepada Xiao Xu yang telah memeriksanya selama beberapa hari terakhir. “Bagaimana itu? Hebat?”

“Cukup baik.” Xiao Xu minum seteguk teh, dia tidak ingin mendorong nyala api dari perasaan puas diri sehingga dia mengatakan dengan tidak antusias.

Chu Qing Yan cemberut, benar-benar tidak mudah untuk mendengar satu kata pujian keluar dari mulut Gunung Es!

“Kemajuan Wangfei Kecil sangat cepat, seperti yang diharapkan, beliau berbakat dan pintar!” Roh Api berdiri di samping sambil tersenyum memuji.

Roh Bumi menatapnya sekilas, Dasar penjilat! Ya, tapi, dia juga tidak punya pilihan selain mengakui bahwa kemajuan dan usaha keras Chu Qing Yan benar-benar membuatnya memiliki rasa hormat padanya.

Chu Qing Yan tersenyum pada kedua orang itu, lalu mengucapkan salam kepada Xiao Xu. Sekali lagi dia menaiki pohon, dan terbang. Sebelumnya, dia selalu iri pada fakta bahwa burung bisa terbang begitu bebas, sekarang dia juga bisa melakukannya. Hal-hal yang tidak berani ia bayangkan sebelumnya, kini dia bisa mencapainya.

Itu benar, kau harus bermimpi, dengan begitu mimpi itu akan tercapai!

Xiao Xu menyaksikan Chu Qing Yan yang dengan gembira lepas landas seperti burung, dan ekspresi tersenyum muncul di matanya.

Pada akhirnya kekuatannya tidak buruk!

Roh Api dan Roh Bumi bisa merasakan suasana hati tuan mereka, keduanya saling bertukar pandang. Kemudian mereka melihat Chu Qing Yan yang terbang secara acak, jelas Wangye merasa bangga dengan perkembangan Wangfei Kecil yang sangat cepat, tetapi beliau tidak ingin mengatakan sepatah kata pun. Tampaknya Wangye benar-benar bangga padanya!

Tunggu sebentar, bagaimana mungkin kata ‘bangga’ ini muncul di kepala mereka?

Mungkinkah mereka telah diracuni oleh teh Tuan Chu?

Setelah latihan selama sehari, Chu Qing Yan mengganti pakaiannya menjadi pakaian olahraga berukuran kecil yang dipesan Gunung Es kepada Hong Yi untuk dipersiapkan secara khusus untuknya. Itu pas dan terbuat dari bahan yang baik, kualitas terbaik. Itu melilit seluruh tubuhnya, membuatnya gesit dan kuat. Setelah itu, ia berganti lagi pakaiannya, ia memakai pakai milik Gunung Es saat ia masih kecil. Tiba-tiba, dia berubah dari yang tadinya seorang gadis kecil yang ramping dan anggun menjadi seorang tuan muda yang tampan.

Dia berlari ke ruang belajar untuk memberi tahu Gunung Es, lalu dia bersiap untuk keluar dan bermain. Ini adalah sesuatu yang telah Gunung Es janjikan padanya, setelah lulus ujian, dia bisa pergi berjalan-jalan dan melihat lentera berwarna.

Xiao Xu meletakkan dokumen di tangannya dan memandang Chu Qing Yan yang berdiri di depannya dengan pakaian kecilnya dulu. Tiba-tiba Xiao Xu bingung ingin berkata apa, rasanya seolah-olah dia melihat dirinya sendiri bertahun-tahun yang lalu, dia yang memiliki energi dan harapan dalam hidup. Namun, saat api tiba-tiba menyebar di depan matanya, energy dan harapan hidupnya ikut terkubur di lautan api.

Chu Qing Yan merasa bahwa dia tenggelam dalam pikirannya, matanya abu-abu kusam yang tidak bisa dia mengerti. Tanpa alasan sama sekali hatinya merasa khawatir, dia berjalan maju dan mengulurkan tangannya untuk menarik lengan baju Xiao Xu. “Temani Qing Yan untuk keluar dan bermain?”

Xiao Xu tersentak kembali ke akal sehatnya, menundukkan kepalanya dan membelai kepala Chu Qing Yan. “Tidak bisa, kau pergi saja dengan membawa beberapa pengawal. Hati-hati dan jangan membuat masalah.”

Apakah dia terlihat seperti orang yang bisa membuat masalah?

“Gunung Es, kau menjadi lebih cerewet!” Chu Qing Yan mengerutkan bibirnya dan menggodanya.

Xiao Xu mengambil kembali tangannya dan berkata. “Sepertinya lebih baik kamu tidak keluar!”

“Ah, barusan Qing Yan tidak mengatakan apa-apa! Qing Yan akan pergi lebih awal dan kembali lebih awal!” Sudut mulut Chu Qing Yan pecah saat tersenyum!

“Kalau begitu pergi!” Xiao Xu menggosok alisnya, gadis ini menjadi lebih dan lebih seperti iblis kecil.

Chu Qing Yan melihat bahwa kegelapan di antara mata Xiao Xu kini telah menghilang, jadi dia menjadi lega. Dia melambaikan tangannya pada Xiao Xu, lalu membawa Xi Ning dan berjalan menuju gerbang Wangfu.

Melewati gerbang halaman, dia mendengar percakapan Roh Api dan Roh Bumi.

“Bocah laki-laki dari keluarga Fu itu, aku punya seseorang yang mengikutinya selama berhari-hari, hari ini dia akhirnya meninggalkan kediamannya. Roh Air bilang semuanya sudah siap, Roh Bumi, apakah kau ingin menonton pertunjukan yang bagus?” Roh Api menggosok tangannya dan bertanya, penuh minat.

Roh Bumi memutar matanya. “Membosankan!” Untuk memberi seseorang pelajaran, mengapa  dia yang seorang ahli tingkat tinggi ini harus pergi secara pribadi? Benar-benar lelucon!

Roh Api baru saja akan mengejeknya karena terlalu membosankan, karena ingin tinggal di Wangfu ketika dia tidak memiliki misi, tapi tiba-tiba sebuah suara datang dari samping pada waktu yang tidak menguntungkan ini.

“Kalau begitu bawa saja aku!”

Leher Roh Api menegang ketika dia menoleh dan melihat iblis kecil itu, menatapnya dengan penuh minat.

Hasilnya–

Di malam yang gelap dengan angin kencang, dua sosok, satu besar dan satu kecil muncul di jalan paling ramai di ibukota pada malam hari.

Paviliun Wangi bagaikan sebuah paviliun yang penuh dengan peri. Kabut-kabut yang harum tersebar di seluruh tempat.

Para perempuan cantik yang membawa anggur, mereka sangat menyentuh dan menggoda penuh kasih saat mereka berjalan.

Roh Api memandangi para wanita dengan pakaian terbuka di depannya yang sedang memanggil pelanggan, dan dia menyesali perbuatannya untuk yang ke-32 kalinya. Seharusnya dia tidak setuju untuk membawa Wangfei Kecil bersamanya.

Wangfei Kecil yang tidak bersalah mungkin akan lari karena melihat semua ini! Lalu, bagaimana dia akan menjelaskan semua hal ini kepada Wangye nanti!

“Tidak buruk, tidak buruk, ceri ini enak, kue ini juga enak, tempat ini layak disebut sebagai tempat paling ramai pada malam hari di ibukota, penuh dengan kekayaan dan nafsu. Roh Api, kenapa kau berdiri di sana dengan bodoh? Bukankah kita akan menonton pertunjukan yang bagus? Ayo pergi!”

Roh Api membuka matanya lebar-lebar dan melihat Wangfei Kecil itu melambaikan kipas lipat dengan kedua mata penuh kegembiraan. Tiba-tiba, dia ingin menyodok matanya. Iblis kecil ini dia bukan Wangfei Kecil yang dia tahu! Jelas bukan!

Chu Qing Yan tidak memperhatikan Roh Api yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia perlahan berjalan menuju rumah bordil nomor satu di ibukota – ‘Malam yang Memabukkan’.

Saat memanggil pelanggan, penjaga rumah bordil melihat batu giok Chu Qing Yan yang terlihat lembut dan mengira dia adalah anak kecil yang datang untuk menimbulkan masalah. Dia baru saja akan melambaikan tangannya untuk mengusirnya ketika kedua matanya melihat Chu Qing Yan mengenakan pakaian halus yang terbuat dari bahan kelas atas, dan tiba-tiba ekspresinya berubah. “Tuan muda, Anda terlihat sangat tampan. Apakah pertama kali keluar untuk bermain? Gadis seperti apa yang Anda inginkan? Sedikit gemuk atau bermake-up tipis atau tebal, semua yang Anda inginkan, kami memilikinya di sini!”

Orang-orang yang berjalan-jalan di area pros titusi, tidak pandai dalam hal lain selain memiliki sepasang mata yang tajam dan cerdik. Hanya dari pakaian, mereka bisa tahu kalau identitasnya kaya dan terhormat. Di mata mereka, dia hanya sapi perah. Mengapa mereka peduli jika dia masih muda atau tidak!

Bocah api ini menyukai kata-kata kakek!” Ujar Chu Qing Yan sambil melempar perak. Di bawah cahaya lentera, dia dan tindakannya itu tampak semakin memesona.

Bocah api : anak laki-laki. Ini merupakan nama panggilan yang jarang digunakan di China saat menyebut dirinya sendiri.

Penjaga rumah bordil berpikir, seorang playboy kecil yang sangat menarik dan cerdas, ketika perak putih yang bersinar terlempar di dadanya. Penjaga rumah bordil itu dengan gugup menangkapnya, lalu mengangkat kepalanya untuk melihat iblis, Roh Api. Tiba-tiba, dia merasa takut. Awalnya dia ingin menipu playboy kecil yang kaya ini, tetapi kemudian dia melihat ada pengawal yang tidak bisa dianggap enteng di sisinya!

Roh Api sekarang penuh dengan amarah, kenapa semuanya menjadi seperti ini?

Wangfei Kecil benar-benar tertarik pada rumah bordil, ia berjalan mondar-mandir dan pergi dengan penjaga rumah bordil. Karena mereka telah sampai di sini, jadi dia hanya bisa pasrah pada nasibnya. Paling buruk, dia akan dihukum oleh Wangye ketika dia kembali! Dia hanya berharap Wangfei Kecil tidak akan menimbulkan kekacauan di sini!

Di ujung jalan, seorang pemuda berpakaian ungu melengkungkan bibirnya dalam senyum jahat. Sepertinya dia melihat gadis kecil itu! Dia mengangkat kepalanya dan melihat ‘Malam yang Memabukkan’, dia benar-benar terlalu berani!

LAC 116 - Kiamat Bagi Roh Kayu Tiba
LAC 118 - Dagu Roh Api Jatuh Karena Ketakutan

Leave a Reply

Your email address will not be published.