KSKW 54 …I’ve Fallen (2)

Featured Image

Dia tidak mengetahui berapa lama mereka telah berjalan melalui hutan, tetapi itu tidak akan terlalu lama lagi.

Carlisle menarik kekang dan kuda itu melambatkan langkahnya. Akibatnya, Elena menekan Carlisle yang berada di belakangnya lagi. Elena menunduk untuk melihat urat di lengannya, dan dia menyadari bahwa tubuh mereka sangat dekat satu sama lainnya lebih dari yang dia pikirkan.

“Selagi aku ingin tinggal di udara terbuka, ayo memindahkan kereta dari sini jadi kita tidak akan terlalu menonjol.”

“Baiklah.”

Cukup aneh, dia bahkan tidak melihat seekor semut di sepanjang jalan hutan gelap ini. Dia menemukan bahwa dia telah menikmati perjalanan tanpa takut ditemukan. Dia berpikir ini semua dikarenakan keberuntungan, kecuali…

Segera dia menyadari kesunyian mereka hanyalah sebuah ilusi.

Sasasasag–

Suara dari banyak kaki kuda yang berlari melalui rumput bergerak mendekati mereka. Suara yang terdengar tiba tiba membuat dia khawatir, tetapi Carlisle berbicara dengan suara yang menenangkan. 

“Jangan khawatir, itu adalah orang ku.”

“…Apa?”

Elena terkejut. Dia tahu Carlisle tidak akan membiarkan mereka ditemukan, tetapi dia tidak menyadari bahwa itu akan dengan menggunakan kekuatan dari begitu banyaknya pria untuk mengendalikan jalan di hutan yang mereka lalui.

“Kamu tidak harus melakukan ini…”

“Aku meyakinkan kamu, tidak ada hal yang terlalu hebat untuk dilakukan yang tidak akan aku lakukan untukmu.”

Itu adalah yang dia katakan, tetapi pertimbangannya masih sangat membuat Elena kewalahan. Dia tidak pernah diperlakukan dengan penuh hormat. Dia telah menjalani sebuah kehidupan yang penuh penderitaan dan tidak dapat menyesuaikan dengan kehidupan aristokrat yang mewah. Tapi… dia tahu itu semua untuknya.

“…Terima kasih.”

Alasannya masih tidak jelas untuknya, tetapi dia bukan tidak tahu berterima kasih.

“Tetapi kamu tidak harus melakukan apapun seperti ini mulai sekarang.”

Carlisle tidak merasa ingin merubah pikirannya.

“Hanya sekali ini. Aku melakukan ini untuk mendengar kata terima kasih.”

Dia tidak bisa berbicara. Meskipun dia tidak tahu kapan pastinya, mereka berdua berencana untuk menikah secepatnya. Carlisle akan menjadi suaminya. Pikiran bahwa mereka akan memiliki banyak hari di masa depan, bersama seperti ini meggerakkan sesuatu yang rumit di dalam dirinya

Saat itu kereta hitam kosong menyusul mereka dari belakang, dan dua kuda diturunkan dan dipindahkan ke kendaraan yang lain. Mereka berkendara sepanjang jalan yang gelap, sepi, dan setelah cukup lama sebelum mereka akhirnya tiba di kastil Blaise.

“Jangan melangkah keluar dari kereta, berjaga jaga jika seseorang melihat mu.”

“…Tentu saja. Pesta dansa akan berada disini segera, jadi ini mungkin akan menjadi terakhir kalinya kita melihat satu sama lain sebelum itu.”

“Ya. Terima kasih atas semua pertimbanganmu sejauh ini.”

Pengalamannya telah melebihi pengukuran satu sampai sepuluh. Elena menundukkan kepalanya dalam perpisahan, tetapi Carlisle menghentikannya.

“Jangan membungkuk padaku. Sekarang dan di masa depan, kamu akan menjadi satu satunya orang yang akan berdiri sejajar dengan pundak ku.”

“Bahkan seorang permaisuri tidak bisa memiliki kekuasan lebih dari kaisar. Bahkan jika aku tidak membungkuk sekarang, sebagai kaisar, kamu nantinya akan menerima hormat dariku.” 

Elena bermaksud untuk melakukan semua yang dia bisa untuk membantu Carlisle mencapai kekuasaan tertinggi, dan tidak akan mengurangi kekuasaan nya. Elena akan memperlakukan suaminya dengan sangat tinggi jadi semua orang akan tahu bahwa mereka harus melakukannya juga.

“Seperti katamu, aku akan memiliki kekuasaan tertinggi. Dan aku akan berada di posisi yang sama sepertimu.”

Elena memberi Carlisle tatapan mempertanyakan. Itu bisa diartikan dalam beberapa cara, termasuk bahwa kaisar dan permaisuri berbagi kekuatan yang sama.

“Kamu adalah istri masa depanku. Jika kamu membungkukkan kepalamu, aku harus membungkukkan kepalaku juga. Tidak diperlukan untuk menjadi sangat hormat denganku mulai sekarang.”

Setelah sesaat momen keraguan, Elena mengangguk. Dia tidak dapat sepenuhnya mengerti maksud Carlisle. Bagaimanapun, jika dia menjadi seorang putri, dan kemudian seorang permaisuri, akan ada lebih sedikit alasan untuk dia menundukkan kepalanya. Jika ini adalah apa yang Carlisle inginkan, lalu Elena tidak akan keberatan. Dia adalah wanitanya.

“…Baiklah. Aku akan mengingatnya.”

Carlisle terlihat puas dengan jawabannya. Dia menyentuh pegangan pintu kereta dan memberi perpisahan lainnya.

“Hati hati.”

“Selamat malam… wanitaku.”

Elena melihat sekilas pada kebaikannya yang tidak terduga, tapi dia segera melangkah keluar dari kereta dan berjalan menuju rumah besar.

Tiba tiba dia ingat tentang kehangatan di lengannya dan menyadari bahwa dia masih mengenakan jaket sejak dia keluar dari kereta. Setelah berpikir sesaat, dia berbalik dan melihat kereta masih ada di sana. Ini adalah pertama kalinya dia melihat kebelakang sejak dia dipisahkan dengan Carlisle. Dia tidak dapat melihat bagian dalam kereta, tapi dia merasa bahwa dia sedang menatapnya. Dia berhenti, memunculkan kehangatan yang aneh di mata birunya yang dingin.

Seorang pelayan yang kebetulan lewat di pintu masuk rumah besar melihat Elena dan menyapa dia dengan cepat.

“Anda kembali, Nona?”

“Ah, ya.”

Karena kemunculan pelayan yang tiba tiba, Elena kehilangan kesempatannya untuk mengembalikan jaket itu ke Carlisle. Setelah beberapa saat keraguan, Elena berjalan ke rumah besar dengan jaket itu. Sepanjang perjalanan ke dalam, dia merasakan tatapannya mengikuti dia.

Togag, togag.

Dalkag.

Saat Elena tiba di kamarnya, hal pertama yang dia lakukan adalah melihat keluar jendela. Kereta Carlisle telah menghilang, lalu dia menggelengkan kepalanya.

‘Kamu tetap melihat punggungku setiap kita berpisah, bukan?’

Walaupun dia penasaran, tidak ada cara untuk memastikannya. Dia menggelengkan kepalanya untuk membuang pikiran itu.

Dia tiba tiba menyadari sesuatu. Orang orang Carlisle telah mengawasi hutan sehingga tidak ada seorangpun akan menyaksikan Elena dan Carlisle mengendarai kuda bersama. Carlisle mengetahuinya, namun masih membuat dia menggunakan mantel untuk melindungi identitasnya. Alasan mengapa Elena tidak menolak adalah karena…

‘…Aku telah jatuh untuk itu.’

Kesadarannya yang terlambat membuat dia takjub. Bahkan seorang wanita tanpa perasaan akan menyadari bahwa Carlisle terlalu baik padanya. Melepaskan mantel, Elena melihat pada tempat dimana kereta seharusnya berada. Dia tidak tahu mengapa sesuatu tertinggal di hatinya.

*

*

*

Hari selanjutnya. 

Mirabelle menjadi berseri seri saat dia mendengar kabar Elena.

“Sungguh? Jadi seseorang akan memberikan kita sebuah gaun?”

“Ya. Aku tidak berpikir sebuah gaun yang disesuaikan bisa selesai tepat waktu, jadi aku memutuskan untuk menerima gaun yang sudah jadi.”

“Itu tidak masalah. Aku pikir kita tidak akan bisa pergi ke pesta dansa!”

Senyuman Mirabelle semurni sinar matahari di musim semi. Elena merasa khawatir dia akan merasa terlalu berhutang budi pada Carlisle, tapi saat dia melihat senyum Mirabelle, dia tahu bahwa itu adalah keputusan yang tepat.

Saat Elena dan Mirabelle berbicara satu sama lain, Elena menyadari bahwa rumah besar memiliki sebuah energi kehidupan yang tidak biasa.

“Hari apa hari ini? Mengapa semua orang sangat bersemangat?”

“Oh, kamu tidak tahu? Akan ada sebuah festival di ibukota hari ini.”

“Festival?”

“Ya, kamu tahu Jembatan Bunga, yang telah direkonstruksi untuk waktu yang lama? Ini akan selesai baru baru ini dan orang orang keluar dari istana untuk merayakannya.”

Suara Mirabell dipelankan dan menjadi sebuah bisikan.

“Ada sebuah rumor bahwa putra mahkota akan berada disana. Para pelayan berkata bahwa seseorang bisa melihat wajahnya sebelum pesta dansa.”

“…Apa?”

Mirabelle tersenyum, seperti dia telah mengharapkan reaksi terkejut saudaranya.

“Apa, apakah kamu penasaran juga?”

Terlepas dari ekspresi Mirabelle yang tahu tentang itu, Elena terkejut untuk alasan yang lain.

Jembatan Bunga. 

Itu telah dirobohkan di kehidupan dia sebelumnya karena konstruksi yang buruk. Jembatan besar yang menyebrangi  sungai menunjukkan investasi yang signifikan oleh keluarga kekaisaran, tetapi petugas mengambil uang secara tidak adil dan membangun konstruksi yang buruk. Banyak orang yang kecewa. Untungnya, Elena dan Mirabelle tidak berada di sana, tetapi Elena tidak melupakan kejadian tersebut.

Tempat berbahaya itu…

‘Caril akan berada di sana?’

Sebuah perasaan gelisah yang dalam menyapu dia saat dia membayangkan hal terburuk yang dapat terjadi.

[maxbutton id=”44″ ]

3
Comments

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • 0
  • 0
    • 0
      ShinMin says:

      Lanjut kok 🙂 Untuk chapter 54 part 2 dan seterusnya akan dilanjutkan oleh kak Stevi. Stay tuned ya, mungkin kak Stevi lagi sibuk :))