KPY Ekstra Part 1 (i)

Featured Image

Pada suatu dari, disanalah ia, di dalam ruangan bertangga spiral yang bersinar, membantu menerangi sekitarnya. Hari lainnya ketika pintu pintu muncul, dengan pintu-pintu tersebut yang muncul dari makhluk yang sangat cerdas dengan kekuatan supranatural dan mereka berada di luar kendalinya. Mereka bisa membuka pintu sedikit untuk menjatuhkan semua jenis barang.

Dia melihat pintu-pintu dari bermacam makhluk. Pintu-pintu milik para makhluk yang waktunya telah tiba akan dibuang. Itu adalah tugasnya sebagai Peri Ruang dan Waktu.

Apa yang dia lakukan tidaklah diperintah atau diajarkan, itu adalah cara yang alami. Mengulang proses tanpa memikirkan sedetikpun ketika waktu berjalan. Bahkan  pada hari dimana dia menghapus pintu-pintu, tak ada yang berubah. Kemonotonan yang sama, perputaran tanpa akhir yang berlanjut, namun hal-hal tidak selalu berjalan seperti yang direncanakan. Suatu hari, ketenangan permukaan danau telah terusak oleh anomali.

“Apa?” -Lydia

Merasakan anomali muncul di dalam salah satu pintu-pintu terbesar yang pernah dia lihat, dia segera bergegas ke pintu tersebut.

Bahkan, dia sendiri tidak bisa membuat ruangan yang sebesar ini, artinya pemilik ruangan memiliki jumlah kekuatan sihir yang besar melebihi miliknya. Ini adalah pertama kali hal ini terjadi, dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Bisa dibilang inj adalah masalah pertama baginya.

Setelah mengamati ruangan sebentar, dia merasakan anomali tersebut berada di ruangan dan itu adalah makhluk hidup. Memutuskan untuk mendekat, dia terkrjut, begitu terkejut hingga matanya nyaris keluar.

“Apakah kau Peri Ruang dan Waktu?” -Vito

“. . . . . Siapa kau?!?” -Lydia

Ini adalah percakapan pertamanya dengan orang dari luar selain para peri. Sambil berbicara dengan nada yang kesal, dia juga berhati-hati terhadap orang dihadapannya, jadi dia tidak mendekatinya.

“Oh, aku Vito. Terimakasih.” -Vito

Vito bahkan menyapanya dengan tubuhnya yang lebam, dan sebuah senyum yang memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih.

Itu adalah senyum yang bisa menyinari dunia kehidupan yang biasa dan berulang-ulang. Ini adalah pertemuan pertama antara peri yang kemudian diberi nama Lydia dan raja penemu Kerajaan Naga, Vito.

***

Ketika Vito datang ke dalam ruang, dia berteriak ke dalam ruang kosong.

“Oi, aku datang untuk bermain!” -Vito

Dia sedikit berteriak tapi tidak ada reaksi apapun. Dia menghirup nafas dalam lagi ketika seorang wanita berambut putih panjang muncul di ruangan tersebut.

“Kau disini lagi?” -Lydia

“Oh!” -Vito

Dia memberikan senyum lebar yang menunjukkan giginya. Bahkan sejak hari pertama dia muncul, Vito datang kini dan nanti untuk berkunjung. Ketika Vito datang untuk berkunjung, dia sepertinya tidak menderita efek samping apapun dari menetap terlalu lama di ruang tersebut. Bahkan dia terlihat kembali segar.

Kemudian dia memutuskan untuk membuat kontrak dengan Vito untuk meminimalisir pengaruhnya. Hal yang paling umum didiskusikan adalah bahwa mereka selalu bisa membatalkan sebuah kontrak sederhana.

“Hmm, bisakah aku memberimu nama?” -Vito

Dia marah pada pengajuan tiba-tiba yang datang tanpa pertanda apapun.

“Aku masih belum bisa memutuskannya.” -Lydia

“Baiklah.” -Vito

Dia tidak puas dan menyambar Vito sambil cemberut. Segera, dia berbalik. Memberikan nama kepada peri berarti menjadi tuan dari peri tersebut. Vito mmutuskan bersenang-senang memberikan nama meskipun itu bukanlah sebuah “nama yang bagus,” atau apakah itu adalah sebuah “hal baik.”

“Lebih baik untuk tidak memikirkannya terlalu keras. Tidak ada yang bisa kulakukan untukmu jika aku meninggalkan ruang ini, bahkan jika aku memiliki nama yang berbeda. Tidak akan menyenangkan bagimu jika kau menemaniku, tapi bukankah lebih baik untuk memiliki satu nama?” -Lydia

“Aku tidak merasakan ketidaknyamanan apapun. Terutama karena tidak mungkin bahwa peri dapat dengan mudah diberi nama.” -Vito

“Tapi kau menerima Kai dengan mudah.” -Lydia

“Jangan seperti itu . . . .” -Vito

Kai adalah raja Peri Bumi milik ke 12 peri dengan peringkat tertinggi. Dia sudah mempunyai nama dari Vito. Tidak sepertinya, si bodoh yang hidup berdasar instingnya dan menerima tawaran dari seorang pria yang bertanya “Bisakah aku menamaimu?” dengan acuh tak acuh.

Alasan mengapa Vito tahu mengenai Peri Ruang dan Waktu berada di ruang ini adalah karena Kai. Lydia memikirkan tentang itu tapi tidak bisa mengatakannya. Vito membawa berbagai macam barang dari dunia luar. Dia berbicara tentang bagaimana kelihatannya, memori dari dunia luar, sambil Lydia mendengarkannya dengan antusias.

Ada cara khusus untuk berkomunikasi dengan para peri. Lydia tahu tentang dunia luar berkat para peri dari sana. Tapi melalui para peri, itu memihak dan dikatakan dengan atau tanpa ketertarikan. Inilah alasan mengapa Vito membicarakannya dengan detail seperti itu, memasukkan bagian subjek dan objek.

Disamping itu, di dalam ruang ini, dia bisa menjadi makhluk yang mirip dengan Vito. Berkat hal tersebut, dia bisa menyentuh dengan sebenarnya dan merasakan sebuah perasaan yang tidak bisa dia pahami hanya dengan melihat. Sejak Vito datang, para peri dari ruang menjadi marah, bahagia, dan sedih. Para peri menjadi sibuk mengutarakan emosi mereka sambil meragukan apakah dia akan datang lagi, mereka menantikan kunjungan Vito.

“Hey, bisakah aku memberimu nama?” -Vito

“Tidak.” -Lydia

“Terimalah.” -Vito

Percakapan tersebut selalu sama sejak Vito datang. Meskipun dia akan mengatakan dia menyerah, dia selalu berbicara tentang hal ini setiap kali dia datang untuk menemuinya tanpa lelah.

“Bisakah aku memberimu nama?” -Vito

Suatu hari, setelsh dia lupa berapa kali Vito telah bertanya, dia menyerah dan setuju.

“Tentu.” -Lydia

“Ta- yeah?!” -Vito

Vito yang kembali ke nada suaranya yang biasa, terkejut hingga dua matanya menjadi dua lingkaran lebar. Itu adalah hari yang luar biasa ketika dia tertawa dan melompat dalam kebahagiaan pada kejutan yang menyenangkan.

“Kau memintanya, tapi kau juga terkejut.” -Lydia

“Tidak, benar . . . . . apakah ini benar-benar tidak masalah?” -Vito

“Ya.” -Lydia

“Baiklah kalau begitu, mulai dari sekarang, kau adalah Lydia!” -Vito

“Bagaimana?” -Vito

Dia bertanya dengan wajah yang muram. Respon bahagia yang ia nantikan tidak muncul dan Vito entah bagaimana menjadi tidak tenang tentang Lydia yang memiliki wajah yang sulit.

“Kau tidak menyukainya?” -Vito

“Bukan seperti itu. Aku khawatir mengenai apakah itu adalah nama yang kau pikirkan dengan benar karena nama itu keluar dengan mudahnya. Itu bukan karena kau sudah memutuskannya dengan kekuatan dan kecepatan yang biasa, kan?” -Lydia

“Tidak ada hal seperti itu! Ini karena aku sudah memikirkannya sejak lama sebelum aku bertanya apakah tidak masalah untul menamaimu.” -Vito

“Aku lega mendengarnya.” -Lydia

Lydia memohon pada pikirannya untuk mengingat nama barunya, kemudian dia menghadap Vito dan memberinya senyum terbaiknya.

“Terimakasih, Vito.” -Lydia

Menghadapi senyum Lydia yanh benar-benar bahagia, Vito yang pipinya sedikit memerah, memalingkan wajah.

Catatan : Tolong matikan penghalang iklan kalian yah. Soalnya tanpa iklan, web kami nggak akan jalan. Terimakasih atas bantuannya :*

KPY Epilog
KPY Ekstra Part 1 (ii)

Leave a Reply

Your email address will not be published.