KPY 33. Masa Percobaan (iii)

Featured Image

Meninggalkan kantor dalam kekacauan besar, Ruri dan Jade tiba di taman.

Jade melepaskan tangan Ruri, dan berubah ke wujud naganya.

Wujud naga Suku Naga memiliki warna yang berbeda dengan warna kulit wujud manusia mereka.

Sisik mereka warnanya sama dengan pasangan warna rambut wujud manusianya, Jade adalah naga hitam legam.

Ruri tidak tahu alasan Jade bertransformasi ke dalam wujud naganya, dan dia menonton sambil bertanya-tanya.

“Ada apa, Jade? Tiba-tiba bertransformasi, apakah kau akan pergi ke suatu tempat?” -Ruri

“Aku ingin menunjukkan sesuatu yang menarik padamu.” -Jade

Setelah mengatakan itu, Jade mengepakkan sayapnya ke atas.

Angin kencang menerpa dan menembus ke atas. Pada saat bersamaan, sesuatu mulai terkelupas dari tubuh Jade, dan terbawa angin, tapi segera turun menghujani tanah.

Serpihan itu merefleksikan matahari dan jatuh seperti kepingan salju yang berkilauan.

“Wow, indah.” -Ruri

Menonton tontonan yang luar biasa, Ruri berubah jadi seperti anak kecil yang bersemangat.

Jade juga bahagia, menatap Ruri yang tersenyum bahagia.

Setelah Ruri melihat bahwa semuanya telah jatuh ke tanah, dia berjongkok dan mengambilnya sepotong.

“Apa ini? . . . . . . . . . Sebuah sisik?” -Ruri

Itu berbentuk sisik transparan dan tanpa warna.

Namun, itu tidak setipis sisik ikan, itu tebal, dan pada pandangan pertama itu terlihat seperti perhiasan.

Ruri menyadari bahwa itu adalah sisik karena itu terjatuh dari Jade, tapi Ruri tidak berpikir bahwa itu milik Jade, karena Jade berwarna hitam legam dan sisik itu transparan, Ruri cukup bingung.

“Oh, ini sisik. Suku Naga secara rutin menumbuhkan sisik dan sisik yang tua gugur. Yeah, itu mirip dengan rambut rontok. Semua ini adalah sisik sisik tua, jadi tidak berwarna dan tidak berguna bagi kami para Naga, tapi suku lain menganggapnya berguna, jadi para naga menjualnya dengan harga tinggi. Itu bisa diolah menjadi senjata, baju perang, dan ornamen. Itu bisa mengumpulkan uang saku untuk para naga.” -Jade

Secara tak terduga, sepertinya Raja Naga yang bisa digantikan kapanpun ingin mengumpulkan gaji, jadi dia menjual sisik sisik dan memperoleh uang saku.

Sepertinya kualitas sepotong sisik se ekor naga yang kuat itu bagus, dan dijual dengan harga tinggi, sisik Jade dan Finn cukup populer hingga ada daftar tunggu pemesanan, jadi mereka bisa memperoleh jumlah yang sedikit lebih banyak dari sekedar uang saku.

Karena Jade berkata bahwa dia boleh mengambil sebanyak yang dia inginkan, Ruri mengambil beberapa potongan yang jatuh di kakinya.

“Terimakasih, Jade.” -Ruri

Ruri menaikkan wajahnya dan berbalik menatap Jade, dia berhenti ketika melihat sesuatu.

“Eh? Jade, warna sisikmu berbeda di titik ini, apakah itu selalu berada di sana?” -Ruri

Sisik di sekitar hatinya berbeda dengan sisa sisik di seluruh tubuhnya.

Ruri merasa bahwa itu tidak berada di sana ketika mereka kembali dari rumah Chelsea.

Atau, dia hanya tidak menyadarinya saja?

Jade, dengan mulut besarnya, mengelupas sisik hati yang berwarna asing dengan terampil, dan menyerahkannya pada Ruri.

“Ini seperti perhiasan.” -Ruri

Itu memiliki bentuk yang sama dengan sisik sisik yang tersebar di tanah, tapi itu memiliki warna indah yang mirip dengan batu giok, itu terlihat seperti perhiasan.

Itu terlihat seperti batu mentah,  bukan batu permata olahan.

Jade kembali ke wujud manusianya, dan mengeluarkan sebuah kalung rantai yang tipis.

Di kalung itu ada sebuah bola kaca kecil yang terpotong separuh, Jade mengambil sisik hati dari Ruri, dia meletakannya di setengah bulatan, menutupnya dengan setengah bulatan lain yang berukuran sama, dan melelehkannya dengan sihir api untuk menyegelnya.

Jade meletakkan kalung dengan bola kaca yang berisi sisik hati di leher Ruri.

“Oh, bolehkah aku menyimpannya?” -Ruri

“Ini adalah sebuah jimat. Bagus untuk tetap menjaganya terhadap kulitmu.” -Jade

“Wow, terimakasih. Ini memiliki warna yang sama seperti matamu.” -Ruri

Ruri menerima sesisik hati yang berwarna sama dengan mata Jade, yang meletakannya ke dalam manik kaca untuk Ruri, dia gembira.

Setelah melihat Ruri, Jade tersenyum dengan ekspresi sedih selama beberapa saat.

Tepat sebelum Ruri bertanya kenapa Jade tersenyum dengan begitu sedihnya, dia menatap belakang Jade, sosok Finn yang berlari dengan tidak sabarnya, masuk dalam pandangan.

“Oh, Finn.” -Ruri

“Sepertinya telah terjadi sesuatu.” -Jade

Jade berkata ketika dia berbalik, dengan ekspresi tegang.

“Yang Mulia! Si wanita Asahi telah menghilang!!” -Finn

Setelah laporan dari Finn, Ruri menjadi takut dan matanya membelalak.

“Apa apaan!?” -Ruri

Tangisan keterkejutan Ruri bergema ke seluruh taman.

A/N : Asahi tuh emang dimana-mana kerjaannya mengganggu suasana mulu!! Dan Finn, sisik hatimu buat aku dong. Wkwk :v

KPY 33. Masa Percobaan (ii)
KPY 34. Gosip 4 (i)

Leave a Reply

Your email address will not be published.