KPY 21. Pertemuan

Featured Image

Jade, Finn, dan Klaus tiba di Kerajaan Roh.

Sekarang ini, Kerajaan Naga menghadapi masalah kecil.

Penyebab dari masalah itu adalah negeri tetangganya, Nadarsia.

Dari waktu ke waktu, Nadarsia telah mendeklarasikan perang melewan Kerajaan Naga hanya untuk dikalahkan dalam sekejap. Semua itu seperti yang diperkiraan karena mempertimbangkan perbedaan yang jelas dalam hal kekuatan antara kedua suku. Baik itu fisik mereka atau afinitas sihir.

Raja Nadarsia yang sekarang sepertinya tidak bisa melihat realitas yang ada dan terus melanjutkan untuk mengirim pasukannya untuk kematian yang pasti, lebih jauh menipiskan kekuatan tempur negeri itu. Untuk memperburuk masalah itu lebih jauh lagi, orang-orang Nadarsia bertanggungjawab dengan pungutan pajak yang terlalu tinggi atas nama perang.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengungsi dari nadarsia yang bermigrasi ke Kerajaan Naga meluap. Jumlah permintaan migrasi masih meningkat bahkan sekarang.

Namun, berdasarkan laporan dari Joshua, Raja Nadarsia tidak hanya memberikan kutukan bagi keadaan buruk orang-orangnya, uang untuk pembayaran pajak diguankan untuk memperoleh lebih banyak senjata dalam persiapan perang dengan Kerajaan Naga.

Untuk merespon terhadap Nadarsia yang keluar-dari-kendali ini, tingkat kekuasaan tinggi di Kerajaan Naga memutuskan untuk tidak hanya mengalahkan nadarsia, tapi juga menyapu keluar negeri itu.

Sayang , selain serangan balik, Kerajaan Naga dilarang untuk menyerang negeri lain dan mengambil tanahnya untuk sendiri seperti yang ditetapkan dalam perjanjian persekutuan.

Dalam rangka untuk melaksanakannya, sebuah pertemuan dengan semua 4 pihak sekutu harus ditunda. Begitu dianggap baik-baik saja mereka akan melanjutkan dengan 3 pihak lainnya, hanya dengan begitu maka Kerajaan Naga akan bisa melaksanakan rencana mereka.

Itulah alasan kenapa mereka ada di sini di Kerajaan Roh.

Selain wakil dari Kerajaan Naga, Raja Binatang Buas dan Ratunya akan berada di sini.

Sambil menunggu kehadiran mereka, Jade membaca seluruh berkas dengan titik pembicaraan untuk pertemuan di ruang tunggu.  Ketika dia melakukannya, dia menghela nafas ketika sebuah pemikiran tentang bulu putih alami yang tidak dia sentuh selama beberapa waktu ini berkelebat dalam pikirannya.

“Aku sangat ingin membawa Ruri bersamaku.” –Jade

Kalimat Jade tidak ditujukan kepada siapapun. Itu hanyalah batinnya yang bocor. Melihat itu, Klaus tersenyum pahit.

“Itu akan buruk jika sesuatu terjadi pada Ruri ketika kita tidak berada di sekitarnya, jadi tidak ada cara lain.” –Klaus

Ada begitu banyak negeri yang menginginkan Yang Dicintai.

Tidak ada orang yang cukup bodoh untuk menculik atau membawa Yang Dicintai yang lain dengan paksa. Namun, Ruri masih bisa goyah untuk pergi bersama mereka secara sukarela.

Artinya, selama Ruri setuju untuk itu, itu adalah permainan yang adil bagi semua pihak.

Jika seseorang bisa membujuk Ruri ke sisi mereka, Jade tidak akan bisa melakukan apa-apa untuk menghentikan mereka.

Dalam ketakutan dengan kejadian seperti itu, mereka tidak mungkin membawa Ruri dengan mereka.

Itu dimengerti bahwa Raja Naga ingin menjaga Yang Dicintai milik mereka karena sudah cukup lama mereka miliki di negeri mereka, alasan besar lainnya bersandar pada Raja Naga sendiri. Meskipun Jade hanya jauh dengan Ruri selama beberapa hari, dia sudah menderita karena kemelankolisannya. Baginya, Yang Dicintai adalah seseorang yang perlahan menjadi bagian penting dirinya.

“Kerajaan Roh sudah memilki Yang Dicintai yang masih muda, jadi tidak apa-apa jika Ruri berada di sini. Sedangkan Kerajaan Binatang Buas di sisi lain…” –Klaus

Setelah mendengar apa yang Klaus katakan, Jade dan Finn menunjukkan ekspresi yang sulit.

Yang Dicintai-nya Kerajaan Binatang Buas adalah demi-humans dari rumpun burung.

‘Hiperakfit’ adalah satu cara untuk mendeskripsikannya, dan kebetulan, dia mengincar posisi teman hidup Jade. Dengan kata lain, istri Jade.

Bukan sekali, atau dua kali, tapi tak terhitung jumlahnya dia telah melamar Jade hanya untuk ditolak olehnya. Masih saja, dia gagal membaca situasi. Memang, dia adalah seseorang yang tidak bisa Jade tangani.

Ini juga merupakan masalah bagi Kerajaan Binatang Buas.

Jika Jade mengambil Yang Dicintai sebagai pengantinnya, dia akan, pada akhirnya, menjadi bagian dari Kerajaan Naga dan meninggalkan Kerajaan Binatang Buas.

Tanah di sekitar Kerajaan Binatang Buas kurang lebihnya liar. Hanya dengan memiliki Yang Dicintai yang bisa mendatangkan hujan, membuat perbedaan besar dalam keseluruhan persawahan makanan. Itulah mengapa pernikahan ini adalah satu hal yang akan mereka cegah dengan harga apapun.

Di sinilah masalah bersandar, atau alasan mengapa kehadiran Ruri akan jadi sesuatu yang bermasalah.

Kerajaan Bnatang buas pasti akan mencoba utuk menyambutnya ke negeri mereka sebagai pengganti yang dicintai milik mereka yang sekarang.

Dan untuk Kerajaan Manusia yang sekarang ini tanpa Yang Dicintai, ratunya juga pasti akan menghubungi Ruri begitu dia sendirian.

“Jika saja Yang Mulia mendapatkan pasangannya, Yang Dicintai itu akan menyerah pada usaha rayuannya.” –Klaus

“Kau terdengar lebih dan lebih mirip Agete…” –Jade

Pada akhirnya, topinya berputar kembali pada kehidupan cintanya.

“Sekarang ini, Joshua sedang dalam perjalanannya untuk mendapatkan gadis yang kau sukai itu, jadi hari itu ungkin akan tiba lebih cepat dari pada perkiraan.” –Klaus

Jade membuat ekspresi yang tidak senang.

“Yang Mulia, tolong jangan berekspresi seperti itu. Dirimu sendirilah yang membiarkan harapan menyelinap pada Agete dengan kenyataan bahwa kau tertarik pada seorang lawan jenis.” –Klaus

“… Kupikir bahwa mengatakan itu akan membuat level tentang pencarian mengenai keseluruhan hal ‘menemukan teman hidupku’…” –Jade

“Itu berefek sebalikya yaitu membuat dia semakin semakin berapi-api, kelihatannya.” –Klaus

Jade yang terpukul menghela nafas. Klaus tersenyum pahit dan memikirkan hal lain ketika dia menatap Jade.

“Jika saja Ruri adalah manusia atau demi-humans, tidak akan ada begitu banyak masalah.” –Klaus

Setelah mendengar itu, Jade memikirkan Ruri.

Dalam sepanjang hidupnya, tidak ada orang lain lagi yang cocok dengan gelombang sihirnya sesempurna Ruri. Hanya dengan bersama Ruri memberikan dia tingkat kenyamanan dan kehangatan yang tidak pernah dia tahu bahwa itu mungkin.

Jarang untuk 2 individu yang memiliki gelombang sihir mereka sinkron dengan sempurna satu sama lain. Jika itu pernah terjadi, tidak akan bisa dihindari membawa 2 individu itu untuk menutup simpulnya.

Bagi orang-orang dari Suku Naga, karena jangka hidup mereka yang panjang, mereka akan bepergian ke seluruh dunia untuk menemukan seseorang yang spesial itu. Namun, kebanyakan dari mereka akan menyerah pada akhirnya dan membahayakan sampai beberapa tingkat.

“Ruri huh… . Kau benar. Tidak ada orang lain yang gelombang sihirnya sinkron denganku sebanyak milik Ruri. Beberapa kali aku berpikir ‘Jika saja Ruri bukanlah kucing…’ mungkin tidak akan mungkin untuk menemukan orang lain, karena aku tanpa ragu akan membandingkannya dengan Ruri.” –Jade

“Agete pasti akan geram jika dia mendengar ini. Dia menuangkan darah dan keberaniannya dalam pencariannya.” –Klaus

“Ya, itu pasti.” –Jade

Tawa kecil dapat terdengar.

Setelah beberapa saat, seorang petugas masuk ke dalam ruangan, mengumumkan bahwa semua orang sudah hadir sekarang, dan memimpin ketiganya ke ruangan selanjutnya.

Setelah kehadiran mereka, Ratu, Raja Binatang Buas, dan Yang Dicintai Kerajaan Binatang Buas sudah duduk.

Begitu Jade masuk ke dalam ruangan, gadis dengan mata dan rambut hijau yang cantik berdiri dan menuju sisi Jade.

“Jade-sama, sudah lama ya!!”

Melihat bahwa Raja Naga membuat ekspresi yang memberikan kesan ‘Kenapa Yang Dicintai berada di tempat seperti ini?’,

Raja Binatang Buas bermata-emas dengan rambut runcing tajam, terjun dalam percakapan.

“Meskipun aku memintanya untuk tidak datang, dia hanya tidak akan mendengarkanku. Kasihan diriku.”

Orang ini adalah Armand, seorang demi-humans dari rupun Singa, dan juga Raja Binatang Buas yang sekarang.

Wujud manusia yang diambil oleh Raja Binatang Buas adalah yang telah terambil dengan penampilan kasar, tidak kurang untuk itu dari Raja naga, cocok sebagai orang yang dipanggil Raja.

Setelah melihat pandangan Armand yang lesu pada Yang Dicintai negerinya, Jade bisa membayangkan kerja keras yang telah Aramnd lalui dalam perjalanannya ke sini. Dengan hal yang entah bagaimana memberatkan hati nuraninya itu, Jade tahu dia tidak bisa mengeluh dan menyerah mengatakan hal lainnya.

Jade mengerti dengan baik bahwa jika Yang Dicintai telah memutuskan untuk datang, bahkan Raja Binatang Buas tidak bisa melakukan apapun mengenai hal in.

“Ini sudah cukup lama, Celestine. Oh dan tidak, aku tidak akan menikahimu.” –Jade

“Tapi aku masih belum mengatakan apapun!” –Celestine

“Yeah, kau bertanya pertanyaan yang sama setiap kali kita bertemu. Aku hanya menyimpan waktumu.” –Jade

Celestine dibungkam oleh Jade. Bahkan Armand terkejut dengan sangkalan yang Jade berikan pada Celestine.

Sebuah tawa indah mirip-lonceng dari perempuan muda bergabung dengan keributan itu.

Pemilik tawa manis itu berjalan ke arah Armand dan duduk di sebelahnya. Dia memiliki rambut hitam panjang yang halus dan dikelilingi oleh aura misterius yang masih membuat orang tidak bisa tidak terpesona dengan kecantikannya.

Meskipun dia memiliki penampilan luar seperti seseorang yang belum melewati umur 20, dia, faktanya, wanita paruh baya dengan seorang putera yang sudah memasuki masa awal kedewasaannya.

Dia adalah ratu perserikatan itu dan memimpin negeri dengan populasi manusia terbesar di benua ini, Ratu Adularia.

“Aku tidak tahu berapa tahun kau telah melakukan ini, tapi sudah cukup lama untuk membuat Raja Naga mengambil satu langkah ini seperti dia sudah terbiasa padanya. Bagaimana jika kau menyerah? Mengetahui kapan untuk menerah juga penting.” –Adularia

Setelah mendengar itu, Celestine menunjukkan wajah sedih penyesalan.

“Apakah aku masih belum cukup baik untuk Jade-sama?” –Celestine

“Daripada memaksakan perasaanmu pada seorang pria yang terang-terangan menolak perasaanmu, tidakkah lebih baik bagimu untuk memilih seorang pria yang aka menujukkan perhatiannya padamu?” –Adularia

Setelah mendengar nasihat ini yang sepertinya berasal dari pengalaman aktual yang telah dilalui oleh ratu, Celestine tenggelam dalam pemikirannya.

Sebuah kilasan harapan. Apakah ini dimana dia menyerah? Ini akhirnya terjadi? Sayangnya, itu semua kecuali harapan fana bagi Jade dan Armand yang sama sekali hancur karena Celestine kembali ke dirinya yang biasa.

“Tidak! Satu-satunya orang untukku di dunia ini adalah Jade-sama!” –Celestine

“… Oh yeah, jika kau sekeraskepala itu mengenai hal ini, maka kupikir aku tidak bisa membantu.” –Adularia

“Tolong jangan menyerah semudah itu, Adularia.” –Jade

Jade memberikan tatapan mata yang busuk pada Adularia untuk menciptakan sebuah rasa harapan yang palsu padanya.

“Karena orang itu sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah, berapapun jumlah katanya tak akan merubah pikirannya, kan? Di samping itu, ini tidak akan jadi masalah jika Yang Mulia membuat orang lain untuk menjadi ratumu. Tidak seperti Kerajaan Binatang buas yang mempraktikkan poligami, sudah terkenal bahwa Suku Naga hanya memiliki satu isteri sebagai pasangan untuk sepanjang hidup mereka.” –Adularia

“… Aku baru saja diberitahu hal yang sama oleh petugas dekatku… ” –Jade

“Oh. Bakilah. Um… itu… … Aku turut berduka.” –Adularia

Akhirnya mengungkap kenapa Raja Naga menunjukkan ekspresi lunglai bahkan sebelum seluruh hal ini dimulai, Adularia meminta maaf. ‘Nasihat’ nya, sepertinya, hanya gabungan dari apa yang petugas dekatnya sebutkan padanya, yang artinya Adularia tidak membantu masalahnya sama sekali.

Untuk mengubah atmosfer di ruangan, Adularia mengeluarkan topik Ruri.

“Ngomong-omong, kudengar Yang Dicintai muncul di Kerajaan Naga. Orang seperti apa Yang Dicintai itu? Sukunya apa?” –Adularia

Armand dan Celestine juga menunjukkan ketertarikan yang dalam ketika mereka menatap Jade dengan mata ketidak yakinan. Jade menjawab dengan ragu.

“… itu aku tidak bisa menjawab. Detail meneganai Yang Dicintai akan dipublikasikan karena waktu.” –Jade

“Itu benar-benar jawaban yang samar.” –Adularia

Itu benar bahwa sekarang Ruri berada dan di bawah perlindungan Kerajaan Naga. Namun, dia belum mengatakan apapun tentang keinginnannya bergabung dengan Kerajaan Naga atau menjadi penduduk permanen di sana.

Tidak perlu disebutkan bahwa dia adalah kucing.

Dengan situasinya yang sekarang, Ruri belum terikat oleh negeri manapun secara khusus. Jika yang lain meminta untuk bertemu dengannya, Jade tidak berada diposisi untuk menolaknya.

Jika pertemuan itu membawa keberangkatan Ruri…

Jade harus menghormati keputusannya.

Jade akan menunggu sampai dia terbiasa hidup di Kerajaan Naga sebelum bertanya jika dia ingin secara resmi menjadi orang Kerajaan Naga. Dia kaan melakukan langkah-cepat itu ketika dia kembali ke negerinya.

Pengungkapan apapun yang berkaitan dengan Yang Dicintai akan keluar setelahnya.

“Hey Armand-sama, karena seorang Yang Dicintai telah muncul di Kerajaan Naga, bukankah tidak apa-apa jika aku bertukar tempat dengannya? Tidak masalah, kan? Kami berdua sama-sama Yang Dicintai paling tidak.” –Celestine

“TIDAK BISA!” –Jade

Berkebalikan dengan pembicaraan lembut Celestin pada Armand, Jade menyuarakan penolakannya dengan keyakinan yang kuat.

Seruan yang tiba-tiba dari Jade, membuatnya terdengar seperti dia marah. Celestine tdak bisa tidak gemetar dalam ketakutan.

“Aku tidak akan pernah menyerahkan Ruri.” –Jade

Terkejut dengan bukan-omong kosong dan tatapan berbahaya yang dibuat Jade Adularia membalikkan konsentrasinya pada Jade.

Tidak ada banyak hal yang bisa membuat jade yang selale tenang itu menjadi begitu gelisah.

“Apa ini, apa ini? Kau terlihat cukup putus asa, kan, Raja Naga ku sayang yang kesepian? Apakah dia sepenting itu bagimu?” –Adularia

“Benar.” –Jade

Adularia hanya bermaksud untuk main-main dengan Jade, tapi jawaban instannya mengejutkan semua orang yang hadir.

“… Itu tidak mungkin benar… Untuk berpikir bahwa Jade-sama telah menemukan orang lain…” –Celestine

Celestine gemetar dengan pengungkapan itu bahwa dia agak kehilangan pijakannya dan hampir tersandung.

Dari arus percakapan, semua orang pasti berpikir bahwa Jade telah menemukan seseorang dalam hidupnya.

Itu tidak 100% benar, tapi memang benar bahwa keberadaan Ruri penting bagi Jade.

Orang dari Suku Naga memiliki keinginan yang kuat untuk memonopoli sesuatu. Begitu mereka menemukan seseorang yang spesial yang tepat untuk diri mereka, bahkan sebuah keikutcampuran yang sederhana akan sebodoh menyerang Yang Dicintai.

Jika Jade tidak menjelaskan kesalahpahaman ini, dia yakin bahwa tidak akan ada orang yang akan meminta untuk bertemu dengan Ruri sementara waktu dalam ketakutan dengan pembalasan olehnya. Karena itu bekerja dengan baik untuknya, dia tetap tenang.

Meminta untuk istirahat, Celestine keluar ruangan dengan pandangan kehancuran di mukanya. Di tempatnya, datanglah Raja Roh.

Awein. Keberadaan suku Kirin yang telah habis di dunia ini, dan Raja Roh yang sekarang.

Penampilan Raja Roh adalah rambut lurus yang panjang berwarna hijau tua yang dapat terlihat dari kedalaman lautan dan berpasangan dengan mata silver kebiruan.

Mengeluarkan pandangan yang entah bagaimana menakutkan yang akan membuat seseorang berpikir bahwa telah mengganggunya, penampilan ini, faktanya, adalah penampilan Raja Roh yang biasa, dan dia tidak marah atau apa.

“Aku baru saja berpapasan dengan Yang Dicintai Kerajaan Binatang Buas. Apakah ada sesuatu yang membuatnya berjalan goyah yang tidak stabil?” –Awein

“Ah, dia baru saja melewati episode penolakan yang mengejutkan. Sepertinya Raja Naga kita di sini akhirnya telah memilih seseorang yang spesial.”

“Hoo- itu memanggil harapan selamat. Kapan pernikahannya akan dilaksanakan?” –Awein

“Ya, itu…… Err… Suatu hari, mungkin?… …segera?…” –Jade

Meskipun ini membuat Celestine menyerah padanya, untuk berpikir bahwa raja mereka akan menggali lubang sedalam itu untuk dirinya, Finn dan Klaus yang duduk dengan tenang di belakang Jade memalsukan wajah mereka sendiri dengan keras.

Meskipun dia tidak benar-benar paham situasinya, Raja Roh tidak menekan masalah itu lebih jauh ketika dia melihat Raja Naga memberikan responnya dengan malu-malu. Sebaliknya, dia berbicara pada Armand.

“Dengan ini, orang-orang Kerajaan Binatang Buas bisa menghela nafas lega sepertinya.” –Awein

“…… . Selama dia tidak melakukan apapun dengan Yang Dicintai Kerajaan Naga.” –Armand

Dengan ini, seeprtinya bahwa masalah dengan Yang Dicintai meninggalkan Kerajaan Binatang Buas sudah tidak berlaku, tapi satu paket masalah yang baru hadir sendiri.

“Yang Dicintai? Orang yang membuat Jade tertarik, adalah seorang Yang Dicintai?” –Awein

“Sepertinya begitulah masalahnya.” –Armand

“Itu merepotkan.” –Awein

“Kenapa? Apakah ada yang salah tentang itu?” –Jade

“Yeah kau tahu, satu dari 12 peri tingkat tinggi yang melindungi kerajaan ini, ‘Peri Pohon’, menunjukkan maksudnya untuk bertemu dengan Yang Dicintai yang baru muncul.” –Awein

Awein menjawab pertanyaan Jade dengan nada yang bermasalah.

Peri Pohon yang melindungi Kerajaan Roh memiliki sebuah tubuh pohon yang besar, bertempat di tengah kerajaan.

Kekuatan sihir yang mengalir keluar dari pohon menamengi Kerajaan Roh dari kekerasan. Menjadi sebuah pohon, Peri Pohon tidak bisa berpindah dari titik itu.

Itulah kenapa itu membutuhkan Ruri untuk datang sendiri ke sini. Namun, ada lubang kecil dengan rencana itu, terutama dengan Raja Naga.

Dengan keposesifan alaminya, pemikiran belaka bahwa seseorang yang dia sukai meninggalkan teritori Kerajaan Naga tidak berjalan baik dengannya.

Bahkan jika itu adalah kasusnya, harapannya Awein bahwa harapan Peri Pohon bisa dijamin.

“Kenapa Peri Pohon ingin bertemu dengan Ruri? Apakah Peri Pohon mengatakan hal yang mirip dengan Celestine?” –Jade

Jade mengalihkan perhatiannya terhadap Armand, tapi Armand hanya menggelengkan kepalanya.

“Ku pikir akan tidak mungkin untuk meminta Peri Pohon untuk menyerah pada pemikirannya untuk bertemu dengan Yang Dicintai, melihat bahwa dia telah membuat kontrak dengan salah satu dari 3 peri dengan tingkat tertinggi. Tak perlu disebutkan, dia bahkan memberikan Peri Air dan Peri Angin nama pribadi, dan berada di bawah sebuah kontrak nama dengan mereka!” –Awein

Dalam merespon tanggapan Awein, Armand dan Adularia menatap Jade dengan mata membelalak dan tatapan memeriksa.

Namun, orang yang benar-benar terkejut adalah Jade sendiri.

“Mungkinkah bahwa kau tidak mengetahui tentang hal ini?” –Awein

“Y-Ya, ini pertama kalinya aku mendengar tentang ini. Ruri tidak pernah menyebutkan apapun tentang itu…” –Jade

Ruri adalah se ekor kucing. Artinya, Chelsea telah mengajarinya tentang pengetahuan umum sebelum dia mengirimkan Ruri ke Kerajaan Naga.

Namun, sepertinya Chelsea tidak mengajarinya tentang pentingnya nama bagi seorang peri.

Mengingatnya, Jade melihat binatang sihir kecil yang berputar di sekeliling Ruri.

“Jadi itu….” –Jade

“Baiklah sepertinya kau tahu tentang apa yang ku katakan?” –Awein

“Ya, tapi aku ingin mengonfirmasi sesuatu. Jika aku membawa Ruri ke sini, itu harus dengan ucapannya nye sendiri. Jika dia tidak mau, maka aku tidak akan memaksanya.” –Jade

“Aku mengerti. Peri Pohon tidak menyebutkan waktu dan tanggal secara khusus, jadi tidak perlu terburu-buru.” –Awein

Menganggukkan kepalanya dalam persetujuan karena dia telah mendapatkan izin dari Jade, Awein kemudian membuat ekspresi serius.

Yang lain juga mengubah sikap mereka pada satu pemimpin.

“Sekarang, mari lanjutkan dengan pembicaraan pada bagaimana kita harus menangani Nadarsia.” –Awein

***

Pembicaraan berjalan dengan Raja Naga yang menjadi titik utama sebagian besar waktu untuk mengeluarkan pendapatnya. Pendeknya, pembicaraan berjalan dengan mulus.

Keputusan akhirnya mudah dibuat berkat laporan yang telah dikumpulkan oleh Joshua. Titik pembicaraan dari Raja bahkan tidak mencoba mengerti rasa sakit yang dilalui orang-orangnya dan tidak melakukan apapun tentang orangnya yang bermigrasi menjauh dari Nadarsia sama sekali.

Begitu pertemuan berakhir, beberapa tentara memasuki ruangan katika Awein baru akan membawa pemimpin yang lain ke ruangan lain di mana makanan telah disiapkan.

Beberapa tentara dengan ragu mendekati Awein.

“Maafkan kami! Se ekor binatang buas sihir baru saja menerobos perimeter dan menuju ke arah lokasi binatang suci!!”

“Apa?! apa yang dilakukan oleh tentara yang ditempatkan di sana??!” –Awein

Teriakan Awein terisi dengan begitu banyak kemarahan bahwa udara di sekitarnya gemetar.

Dengan ingatan binatang suci yang diracuni sampai mati belum lama ini masih jelas dalam pikiran orang-orangnya, tentara tambahan ditempatkan di sekitar perimeter.

“Di bagian mana dalam hutan binatang buas sihir itu sekarang?! Segera kumpulkan para tentara!!” –Awein

“Aku juga akan membantu.” –Armand

Armand dengan suka rela, ketika haus darahnya mulai keluar.

Pada saat itu, datanglah suara ledakan yang bisa didengar seluruh ibu kota.

[Tenanglah!]

Jade dan raja lainnya melihat ke sekitar pada sumber suara. Namun, sepertinya orang-orang Kerajaan Roh tahu suara milik siapa itu dan berltut hormat tepat di titik di mana mereka berdiri.

“Siapa itu?”

“Itu Peri Pohon yang disebutkan sebelumnya.”

Pertanyaan ‘Kenapa Peri Pohon… .’ berada dalam pikiran semua orang ketika mereka dengan gelisah menunggu kalimat selanjutnya untuk terucap.

[Raja Rohku tersayang, binatang buas sihir yang menerobos tempat suci bukanlah binatang buas sihir, tapi salah satu dari saudaraku. Sepertinya dia datang ke sini untuk mencari tubuh baru. Dia mengincar tubuh binatang suci yang mati kemarin. Aku percaya bahwa kau tidak masalah dengan itu?]

“Tentu saja.” –Awein

Itu adalah sebuah pertanyaan yang bukan pertanyaan.

Itu adalah permintaan dari peri lain yang memiliki peringkat yang sama dengan Peri Pohon. Raja Roh tidak pernah berada dalam posisi untuk menolak permintaan peri. Itu adalah aturan yang diputuskan oleh para peri.

[Sekarang bawalah Rraja Naga menuju altar. Akan bijaksana untuk membuat tentaramu mengundurkan diri Mereka pasti akan mati kija mereka tidak melakukannya.]

‘Apa yang si bodoh itu lakukan…’ begitu bisik Peri Pohon seperti itu adalah kalimat tarakhir olehnya. Namun, mendengar bahwa tentaranya akan mati, Raja Roh sepeuhnya berada dalam mode panik.

“Jade datanglah bersamaku.” –Awein

“Tentu. Tapi kenapa aku?” –Jade

Tanpa mendapatkan jawaban untuk pertanyaannya, mereka menuju altar hanya untuk disapa dengan pemandangan para tentara yang mengarahkan p****l mereka dengan dengan mengancam pada binatang putih seperti serigala yang berdiri di altar. Binatang itu adalah apa yang mereka sebut ‘Binatang Suci’.

Ada tubuh binatang buas sihir yang besar tanpa kehidupan  di pintu masuk.

Kenapa para tentara mengarahkan senjata mereka pada Binatang Suci bisa dijelaskan dengan kenyataan bahwa itu adalah binatang suci yang persis sama yang meninggal beberapa hari lalu.

Binatang suci yang harusnya mati terlihat hidup lagi, dan di sampingnya adalah tubuh tanpa kehidupan binatang buas sihir yang besar. Pantas saja para tentara kebingungan.

Kedatangan Raja mereka memberikan perasaan lega.

Namun, kelegaan itu tidak lama. Para tentara sekali lagi masuk dalam keadaan genting ketika binatang suci itu turun dari altar dan mulai berjalan ke arah mereka.

“Mundur dan turunkan senjata kalian. Dia adalah saudara Peri Pohon. Dia adalah peri lain yang ke sini mencari tubuh baru binatang suci.” –Awein

Wajah para tentara menunjukkan ekspresi heran. Mereka segera menjatuhkan sejata di tangan.

Menyadari bahwa mereka telah mengarhkan senjata mereka pada seorang peri,             semburan perasaan mengerikan mendekati mereka.

Tidak memperhatikan para tentara, peri yang sekarang memiliki tubuh binatang suci mendekati Jade.

Ketika dengan gelisah menatap pada peri, menunggu pergerakannya selanjutnya, peri itu mulai *Sniff* *Sniff* , *Sniff* *Sniff*.

[Kau berbau seperti Ruri]

Penyebutan nama Ruri membuat Jade terkejut.

“Apakah kau mengenal Ruri?” –Jade

[Ya. Aku adalah milik Ruri. Dia memberiku nama.]

Jade mengingat informasi yang dia dapatkan dari Awein beberapa saat lalu.

2 peri yang diberi nama oleh Ruri, Peri Air, dan Pei Angin.

“Kenapa kau di sini? Apakah tidak masalah jika kau tak berada di samping Ruri?” –Jade

“Tubuhku yang sebelumnya terlalu besar untukku memasuki ibu kota. Itulah kenapa aku datang ke sini dalam pencarian sebuah tubuh mofu mofu baru. Aku senang karena aku menemukan tubuh yang bagus.”

Peri itu mengibaskan ekornya dalam kegembiraan.

Jade menatap sekilas lagi pada tubuh besar binatang buas sihir di pintu masuk dan bergumam ‘Itu memang terlalu besar…’

[Aku harus berangkat sekarang. Aku harus berada di sisi Ruri.]

Mungkin dia tahu bahwa para tentara tidak akan melakukan apapun padanya, peri itu berjalan di antara ruang terbuka yang dibuat oleh para tentara dan terbang.

“……. . Apa yang harus kita lakukan dengan binatang buas sihir itu?”

“… Pukul aku… .”

Tekanan di udara sepenuhnya tergantikan dengan kegugupan ketika semua orang berdiri tanpa tujuan, merenung, pada apa yang harus dilakukan dengan oleh-oleh besar yang ditinggalkan oleh peri.

***

Beberapa hari setelahnya, akhirnya Jade kembali ke kastil.

Antisipasi pertemuannya dengan Ruri hancur berkeping-keping ketika dia diberi secarik kertas oleh Euclase.

Itu adalah secarik kertas dengan kalimat yang tidak komplit di atasnya. Tulisan tangannya seperti tulisan cakar ayam anak kecil. Artinya, beberapa huruf yang tertulis itu dapat dibaca.

Jade tidak mengerti kenapa Euclase memberinya ini.

“Apa ini?” –Jade

“Ruri meninggalkan surat tulisan ini di ruangannya dan pergi ke suatu tempat lain.” –Euclase

Jade membeku ketika kertas itu tergelincir dari tangannya.

Klasu mengambil kertas itu dan melihat isinya. Finn juga melihat dengan baik pada kata kata yang tertulis.

<<Rumah Pergi Rumah Pulang>>

“Apa yang kau pikirkan, Finn?” –Klaus

“Terjemahan secara harfiah akan berarti bahwa dia kabur dari rumah…” –Finn

Tubuh Jade bergetar pada saat penyebutan kata ‘kabur dari rumah’.

“Tapi ‘rumah’ dalam kasus Ruri… .Apakah kau mendengar sesuatu dari ibu?” –Klaus

“Aku telah menghubunginya, tapi Ruri tidak berada di sana. Benar-benar, gadis ini, meninggalkan kastil tanpa mengatakan apapun. Ini namanya meminta sebuah hukuman begitu dia kembali.” –Euclase

“Kau jadi cukup masa bodoh dengan ini, kan, Euclase?” –Klaus

“Ya. Aku punya pikiran kemana dia menuju, itulah kenapa.” –Euclase

Euclase sadar bahwa Ruri dipanggil ke dunia ini oleh negeri itu.

Ada bisikan tentang keadaan Nadarsia yang sekarang oleh orang-orang. Beberapa detail mungkin menarik perhatian Ruri ketika dia bekerja paruh waktu di kantin.

Dia pasti kembali ke Nadarsia dalam rangka melihat hal-hal berjalan pada individu terpanggil lainnya yang datang bersamanya.

“Anak itu masih tidak bisa menulis dengan benar, itulah mengapa arti dari kertasnya berubah jadi seperti itu. Tapi aku sangat yakin dia hanya mencoba untuk mengatakan ‘Aku keluar, akan kembali.’ Bukannya ‘Meninggalkan rumah.’ Sedangkan untuk sekarang, masih belum ada kabar dari Chelsea. Namun, mempertimbangkan tujuannya, Ruri pasti akan berhenti di tempat Chelsea. aku percaya bahwa kita hanya harus menunggu sedikit lebih lama dan mendengar kembali dari Chelsea. Ruri cerdas dan patuh. Tidak perlu disebut bahwa para peri melindunginya, jadi tidak perlu khawatir.” –Euclase

Euclase benar tentang semuanya. Hal-hal tentang Ruri yang tidak bisa menulis dengan benar, dan alasan kenapa dia pergi.

Faktanya, Ruri tidak tahu bagaimana cara menulis ‘kastil’, dan menuliskannya ‘rumah’.

“Melihat karena Euclase sangat yakin tentang masalah ini, kenapa kita tidak menunggu kembalinya dia saja, Yang Mulia?…….. Yang Mulia??” –Klaus

Penasaran bahwa tidak ada taggapan dari Jade selama pembicaraan, Klau mengalihkan perhatiannya pada Jade. Dan lalu…

“Ruri kabur dari rumah… Ruri… kabur…” –Jade

Klaus diperingati oleh tindakan aneh Jade tunjukkan. jade membuat pandangan gila sambil bergumam secara berulang tentang Ruri yang kabur.

“Yang Mulia, apakah anda mendengar apa yang dikatakan Euclase? Aku yakin bahwa jika ini Ruri, dia akan kembali dengan segera!” –Klaus

Klaus menggoyangkan Jade untuk kembali pada realitas, tapi Jade tiba-tiba berubah dengan wujud naganya.

“Yang Mulia?!”

[Aku akan membawa Ruri kembali.] –Jade

“Ah! Tolong tunggu akuuu!!” –Klaus

Dalam kecepatan instan selanjutnya, Klaus dan Finn juga berganti ke wujud naga mereka dan mengejar Jade yang sudah jauh.

“…… Tingkat kesukaan ini, meskipun Yang Mulia berpikir bahwa Ruri adalah se ekor kucing. Jika Yang Mulia diberi tahu kebenarannya, bahwa Ruri adalah manusia, apa yang akan terjadi aku ragu?” –Euclase

Kalimat yang diucapkan oleh Euclase menghilang dalam angin seperti 3 pantat raksasa naga yang perlahan berubah jadi bayangan udara.

KPY 20. Rumor yang Mengganggu
KPY 22. Kebenaran

Leave a Reply

Your email address will not be published.