KPY 11. Kunjungan Rumah

Featured Image

Setelah peristiwa dengan dua penjahat dan pria mencurigakan, aku memesan penginapan sehari.

Keesokan harinya, aku menuju ke tempat Klaus dan disapa dengan dua penjahat yang kutemui kemarin. Tidak seperti kota yang biasa kukunjungi di masa lalu, aku tidak tahu siapapun di ibu kota. Kemungkinan bertemu dengan orang yang sama dua hari berturut-turut di kota yag sibuk ini hampir tidak ada.

Namun, disinilah mereka. Wajahku kaku ketika mata kami bertemu.

“Ugh…” –Ruri

“Hehe, sungguh kebetulan, nona muda.”

“Kau melakukan cukup bayak hal pada kami kemarin, kan?”

Senyum kedua pria itu untukku membuatku merinding. Aku segera berbalik dan berlari.

Melontarkan permintaan maaf yag tidak tulus pada orang yang ku tabrak saat berlari, meskipun di bawah situasi yang sama seperti kemarin, aku secara tak terduga tenang.

Kali ini, aku masuk gang yang tanpa orang dengan sengaja.

Seluruh jalan ke depan hanya garis lurus. Namun, ketika aku mencapai sudut ujung jalan yang jauh…

“Aa. Kemana dia menghilang?”

“Kita tepat di belakangnya dari tadi. Tidak mungkin kita kehilangan jejaknya! Temukan dia!”

Pria itu menyebakan keributa di jalan. Aku mengamati situasinya di belakang sebuah kotak kecil.

(Iniburukiniburuk)

Aku menggunakan gelang perubah kucing ketika mengarah pada sudut dan bersembunyi di belakang beberapa kotak kayu.

Begitu aku mengonfirmasi suaranya telah hilang, aku melompat ke atas kotak kayu dan melegakan diriku.

Berkat indera penciuman mereka yang akurat, demi-humans bisa membedakan bau yang dikeluarkan oleh manusia dan demi-humans. Jadi masuk akal bahwa pria yang mengejarku tahu bahwa aku adalah manusia dari awal.

Aku membuat gelang agar mudah di raih hanya untuk situasi seperti ini. Tidak ada yang akan mengira bahwa seorang manusia akan berubah jadi seekor kucing dan bersembunyi di balik kotak kecil.

Sihir penyembunyian yang ditanamkan ke dalam gelang adalah salah satu yang sangat kuat bahwa bahkan dengan demi-humans yang memiliki akal superior tidak bisa untuk melihat melaluinya. Akan lebih baik untuk mengatakan bahwa aku sebenarnya berubah menadi se ekor ‘kucing’. Aku bisa merasakan obsesi si pembuat.

Berkat penampilan-luarku hingga bau badan, aku bisa melindungi diriku seperti itu.

Ini adalah cara yang kupikirkan kalau-kalau aku menemui situasi yang tidak berbeda dengan yang baru kutemui. Untuk berpikir bahwa aku akan menggunakan ini sebelumnya…

(Aku mungkin akan bertemu mereka lagi. Lebih baik aku memakai bentuk kucing sebanyak mungkin ketika aku berada di ibu kota.)

Dengan pikiran seperti itu, aku melanjutkan perjalanan ke rumah Klaus dengan bentuk kucing.

Dengan bentukku saat ini, aku tidak bisa menyembunyikan para peri seperti bagaimana aku melakukannya dengan sebuah jubah. Jadi aku meminta mereka mengikutiku dari kejauhan.

Setelah kedatangan di tempat Klaus,  bukannya rumah yang terlihat umum seperti yang akan kau perkirakan dimiliki orang biasa, apa yag dilihat oleh mata adalah rumah besar.

Melihat sepanjang pintu depan yang tebal, pintu masuk rumah yang sebenarnya sendiri bisa dilihat di kejauhan. Dalam sekali pandang, akan sulit untuk membayangkan seluruh struktur rumah. Seberapa besar tempat ini aku tidak yakin?…

Aku sungguh tidak mengira ini sejak kami berbicara mengenai putera Chelsea di sini. Chelsea yang mandiri tinggal di hutan dengan tenang, ITU sangat Chelsea.

Apa yang bahkan lebih mengejutkan adalah macan yang berdiri di depan pintu tebal.

… Benar, berdiri di sana tanpa sedikitpun keraguan, se ekor macan.

Macan yang tertutupi bulu-kuning kecoklatan itu memiliki fisik besar dan mata kucing yang garang dengan kaki yang tampak tebal yang bisa dengan mudah menerbangkan jauh jika ditinju.

Jika bukan karena fakta bahwa dia mengenakan pakaian formal dan berdiri dengan kedua kakinya, orang akan salah mengira dia adalah macan biasa.

Tidak termasuk fraksi kecil di komunitas manusia binatang, kebanyakan dari mereka sebenarnya cukup lembut. Siapapun yang tidak tahu pasti akan berlari ketika mereka melihat macan.

Macan itu mungkin adalah penjaga gerbang.

Mengabaikan tatapan yang dia berikan, aku mulai mendekatinya. Namun, aku bermasalah dengan penampilan kucingku saat ini. Baru saja kenyataan bahwa tidak bisa kembali ke bentuk manusia menyadarkanku.

Adalah hal baik aku bisa berubah menjadi kucing, dan kembali ke bentuk manusia adalah perkara mudah dengan melepaskan gelang yang berubah pas ukurannya untuk pergelangan tanganku. Inilah masalahnya: sepertinya aku tidak bisa melakukannya segera dengan bantalan kaki kucingku yang licin.

Meskipun para peri adalah makhluk yang bisa bersentuhan dengan hal-hal alami dunia dan kekuatan sihir, aku tidak meminta mereka untuk membantu ketika aku berada di tengah jalan.

Jika aku meminta bantuan peri-yang-ingin-menyenangkanku, lupakan satu saja, mereka semua akan datang berbondong-bondong padaku dalam hitungan sedetak jantung.

Ada juga metode dengan meminta pada macan di hadapanku untuk membantuku melepaskan gelang, namun aku sangat menentangnya.

Aku tidak cukup berani untuk memperpanjang lenga kucingku yang terlihat lengah yang bahkan lebih kecil dibandingkan jari macan di hadapanku. Lengan besarnya mungkin bisa dengan mudah merusak batu.

Gelangku pasti akan hancur berkeping-keping.

Percakapan bisa dilakukan melalui telepati, jadi tidak perlu terburu-buru untuk kembali ke bentuk manusia. Masalahnya apakah tuan rumah setuju untuk bertemu dengan kucing aneh.

(Aku pasti akan mengirim orang yang mencurigakan pergi. Se ekor kucing yang bisa bicara… Hmm, tapi ada demi-humans dari suku kucing, jadi sesuatu mengenai kucing berbicara pasti tidak terlalu selangka itu.)

Ketika bermonolog seperti itu dalam batin, tanpa disadari, aku sudah berdiri di depan tujuanku dalam sekejap. Setelah melihatku berdiri mematung, peri yang khawatir mendekatiku. Mungkin mereka tahu datang dengan berkendara bukanlah ide yang baik, jadi hanya itu satu-satunya perwakilan.

[Ruri, tidak masuk-?]

[Oh tidak, aku masuk. Hanya saja aku tenggelam dalam pikiranku. Hey, gelangku. Bisakah kau… ah, seseorang keluar] –Ruri

Karena peri datang pada waktu yang tepat, aku berpikir membuatnya melepaskan gelangku.  Namun, sebelum itu terjadi, orang yang berpakaian bagus keluar dari pintu.

Macan penjaga gerbang membungkuk hormat dan menyapa orang itu. Aku tidak yakin apakah itu adalah adalah pemilik rumah, namun jelas bahwa dia adalah pemimpin rumah ini.

Dia memiliki rammbut lurus berwarna madu dan mata berwarna kuning muda. Dari penampilan terpelajarnya yang mengalir, tebakanku bahwa dia berusia sekitar 30 tahun. Namun, penampilan bisa menipu untuk demi-humans. Jadi sebenarnya, dia bisa jauh lebi muda atau tua dari itu.

Ketika pertama kali aku mengarahkan mataku pada orang ini, aku entah bagaimana tahu bahwa dia adalah putera Chelsea, meskipun bahkan wajahnya sama sekali tidak seperti Chelsea. Sambil berpikir mengapa bisa seperti itu, menyadari bahwa tatapan kami bertemu, pria itu berjalan ke arahku.

Namun, bukannya diriku, dia mengarahkan pandangannya pada peri di sebelahku.

“Itu adalah kombinasi yang cukup langka, peri dan se ekor kucing. Apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?“

Karena dia mengirimkan sebaris pertanyaan kepada peri, aku menyela.

[Ah, aku di sini untuk menemuimu.] –Ruri

Awalnya, pria itu menunjukkan sedikit ekspresi terkejut ketika aku bertelepati menjawabnya. Namun, dia tersenyum padaku dan bersikap baik seperti ketika berbicara dengan anak kecil dengan berjongkok sesuai tinggiku dan berkonsentrasi padaku. Seperti yang kupikirkan, bahkan jika ini adalah hal yang tidak umum untuk se ekor kucing mengekspresikan keinginannya di dunia ini, ini bukanlah sesuatu yang akan menyebabkan kekacauan atau apapun.

“Apakah kau berada di sini untuk sesuatu?”

[Apakah kau Klaus, anaknya Chelsea? Namaku Ruri. Aku diminta untuk mewakili Chelsea-san, jadi kunjunganku hari ini.] –Ruri

“Ahh, ya aku Klaus. Jadi kau adalah Ruri? Itu benar bahwa ibuku memberitahuku dia akan mengirimkan bantuan…” –Klaus

Klaus memberikan tatapan ragu.

Untuk membuktikan bahwa aku mengatakan kebenaran, aku membuka ruang penyimpananku di hadapan Klaus. Sebuah ssurat terjatuh keluar dari pembukaan, yang segera ditangkap Klaus dan memberikan Klaus konfirmasi mengenai identitasku setelah melihat tulisan tangan ibunya di bagian depan surat.

“Baiklah ini adalah tulisan tangan ibuku. Aku minta maaf atas kekasaranku. Selamat datang masuk rumahku.” –Klaus

Sebelum apapun aku benar-benar ingin melepaskan gelangku. Namun, karena aku kehilangann kesempatan untuk melakukannya, aku mengikuti di belakang Klaus dengan wujud kucingku.

Aku memiliki masalah untuk memutuskan di mana aku duduk setelah aku memasuki ruangan, tapi Klaus dengan ramah menunjuk sebuah sofa besar yang kemudian aku melompat ke sana dan duduk di tengahnya.

Segera setelahnya, seseorang yang ku anggap bekerja sebagai pelayan di rumah ini muncul dengan sebuah piring. Dia meletakkan piring di atas meja di hadapanku dan segera menuangkan susu ke dalamnya. Benar…

Aku menyesal tidak kembali ke wujud manusia ketika aku memiliki kesempatan tadi.

Sementara itu, Klaus membaca isi surat yang ku berikan padanya dengan wajah cemberut. Setelah beberapa saat terlewat, dia menggosok pelipisnya sambil melihat kepadaku.

“Bolehkah aku menanyakan sedikit pertanyaan?” –Klaus

[Ya. Silahkan.] –Ruri

“Sudah berapa lama kau mengetahui ibuku?” –Klaus

[Sekitar 2 tahun, kurang atau lebih.] –Ruri

Setelah itu, dia melanjutkan bertanya beberapa pertanyaan lagi yang ku jawab dengan jujur. Sebagian besar adalah pertanyaan kehidupan di hutan dan kesehjateraan Chelsea. Di tengah percakapan, aku menyerahkan herbal pada Klaus yang disuruh oleh Chelsea untuk ku berikan padanya.

“Terakhir, dalam surat ibuku, dia menyebutkan bahwa kekuatan sihirmu menarik para peri. Tapi hanya ada satu peri di sampingmu…” –Klaus

[Oh, aku meminta sisanya mereka untuk menjauh dariku. Jika ada terlalu banyak dari mereka yang berkumpul di sekitarku ketika aku berada di jalanan, di sana akan ada keributan besar. Aku bisa memanggil mereka ke sini jika kau menginginkannya.] –Ruri

Kecuali satu peri yang sekarang ini berada denganku, sekarang ini aku bisa merasakan kehadiran para peri lain dari luar jendela yang gelisah untuk mengetahui apakah sekarang ini giliran mereka untuk berada di sampingku atau belum.

Lagipula karena Klaus tertarik, aku memberikan ‘oke’ kepada para peri di luar setelah mendapatkan izinnya. Kemudian, para peri masuk ke dalam ruangan satu  per satu, memenuhi keseluruhan ruangan dalam sekejap.

Setelah melihat tentara peri yang mengambil alih rumahnya, Klaus menegakkan badannya dan menatap dengan pandangan mata yang terlihat mati. Sedangkan untukku, karena aku tidak mengira sebanyak ini dari mereka yang berkumpul di sini, aku mengeluarkan senyum palsu yang menyebabkan mulutku berkedut tak terkendali. Kumis kucingku menari dengan sendirinya, naik turun, naik turun.

Selain para peri yang biasa mengikutiku dari hutan, sepertinya para peri yang asli dari ibu kota ikut bergabung barisan antek-antek periku. Terjadi kekacauan.

[Wah, jadi gadis ini adalah Ruri? Senang bertemu denganmu]

[Itu adalah kucing putih-]

[Meskipun, dia lebih kecil dari yang dikabarkan.]

[Kekuatan sihirnya sangat nyaman-]

Karena para peri menyuarakan pendapatnya semua bersamaan, itu sangat berisik. Dan karena mereka bertelepati mengirimkan pemikirannya, tindakanku menangkupkan telinga sama sekali tidak membantu.

Ketika aku menutup kedua telingaku dengan kakiku, aku bisa melihat Klaus melakukan hal yang sama sepertiku dengan tangannya. Meskipun kami tahu tindakan ini sendiri tidak berguna, kami tetap melakukannya.

[Semua orang, berhenti, BERHENTI-!! Kepalaku pecahhhhh.] –Ruri

Setelah mengatakannya beberapa kali, para peri akhirnya tenang. Akan buruk jika hal yang sama terjadi lagi, jadi aku meminta para peri yang berasal dari ibu kota untuk meninggalkan ruangan, dan hanya satu yang menemaniku dari hutan untuk tinggal.

Setelah aku dan Klaus menghela nafas lega, kami melanjutkan percakapan kami.

“Para peri memang tertarik pada kekuatan sihirmu.” –Klaus

Setelah menerima kebenaran di hadapannya, Klaus berhenti sejenak untuk berpikir. Dia kemudian melanjutkan percakapan dengan wajah yang serius.

“Jika begitu, aku tidak akan bisa menjagamu di sini.” –Klaus

Aku sudah penuh persiapan untuk membuat tempat ini menjadi rumahku selama kunjunganku ke sini. Setelah mendengar penolakan yang diberikan Klaus padaku, aku tidak bisa tidak bertanya alasannya padanya.  

[Eh?! Kenapa begitu?] –Ruri

Awalnya, kukira alasannya adalah karena para peri setengah-menyiksanya dengan pertanyaan bebesapa saat lalu. Tapi Klaus mengatakan bahwa bukan itu masalahnya.

“Aku yakin kau telah mendengar ini dari ibuku, tapi kehadiranmu adalah sesuatu yang sangat langka. Berada di Kerajaan Naga, atau negeri lain dalam hal ini. Keamanan di sini sangat kurang… tempat yang lebih baik adalah kastil.” –Klaus

[Menurutku, tidak perlu pergi sejauh itu untukku…]

Ini adalah kastil di mana Raja Naga tinggal yang kita bicarakan. Hanya pemikiran untuk tinggal di rumah besar sendiri sudah cukup berlebihan. Aku pasti tidak akan bisa tenang sama sekali jika aku tinggal di kastil kerajaan.

“Tidak. Jika terserah padaku itu bahkan tidak akan cukup. Pemikiran bahwa akan terjadi sesuatu hal padamu adalah apa yang tak berani kupikirkan.” –Klaus

“Aku akan pergi dulu ke kastil kerajaan untuk menanyakan izin yang mulia. Aku akan kembali dengan segera, jadi  jangan tinggalkan rumah ini tidak peduli apa!!” –Klaus

Bahkan tanpa menunggu jawabanku, Klaus meninggalkan rumah dengan tergesa-gesa.

[Ah, sebelumnya bisakah kau membantuku mengenai gelangku…]

Bunyi pintu tertutup menyelesaikan kalimatku.

(Apa yang harus ku lakukan…)

KPY 10. Raja Naga
KPY 12. Yang Dicintai

Leave a Reply

Your email address will not be published.