KPKM: Chapter 160 (Part 1): Penjara

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Retna

Editor: Nadita| Proofreader: Kak Glenn

.

.

Tanda lahir kecil berwarna merah di tempat tersembunyi Cang ZaiQing adalah sesuatu yang orang normal tidak akan bisa melihatnya. Tapi orang macam apa Shen Wan itu? Jika dia percaya kata-kata tidak berdasar ini dengan mudah maka dia tidak akan bisa bertahan bertahun-tahun di pengadilan sebagai pejabat. Dia membaca surat yang mengindikasikan bahwa ayah dan anak itu telah memasuki ibu kota Ding dan tinggal di tempat yang biasa di bagian timur kota. Surat itu bahkan menunjukkan alamatnya. Shen Wan merobek-robek surat itu dengan cepat dan berkata kepada pelayan di sampingnya, “Siapkan kuda.”

Shen Wan tidak akan mempercayai surat orang asing tapi juga tidak bisa langsung mempercayai Cang ZaiQing. Akan lebih baik baginya untuk melihatnya sendiri.

Ketika kereta kuda sampai ke rumah di bagian timur kota seperti yang ditunjukkan pada surat itu, Shen Wan tidak turun dari kereta, melainkan bersembunyi di dalam sebelum memerintahkan pelayannya untuk mengetuk pintu.

Yang membuka pintu adalah seorang anak muda. Karena bocah itu terlalu kurus, ada sedikit keluguan di matanya dan lebih dewasa sehingga dia tampak seperti laki-laki muda. Ketika Shen Wan melihat wajah bocah itu, dia tiba-tiba menarik udara dingin.

Pada saat itu Shen Wan tahu bahwa apa yang dikatakan dalam surat itu benar. Tidak ada alasan lain kecuali bahwa bocah ini sangat mirip dengan Cang ZaiQing. Bahkan ruang antar alis pun sangat mirip. Namun, dibandingkan dengan penampilan Cang ZaiQing yang cerah dan terus terang, anak ini lemah dan lebih rendah. Tidak peduli apa, dia juga memiliki fitur wajah yang serupa.

Keluarga Cang tidak memiliki cucu lain sehingga tidak mungkin bocah ini adik laki-laki Cang ZaiQing. Pelayan Shen Wan juga melompat kaget ketika melihat penampilan bocah ini tapi dia masih mengikuti instruksi Shen Wan dan bertanya, “Dik, apa kau tahu di mana Cang ZaiQing?”

Bocah itu menatapnya dengan waspada, “Ada urusan apa dengan ibuku?”

Shen Wan menutup matanya.

Tanpa ragu apa yang disebutkan dalam surat itu adalah kebenaran. Cang ZaiQing memang memiliki suami dan putra di Provinsi Liu. Hanya saja orang tidak tahu mengapa ini disembunyikan dengan baik. Pelayan itu bertukar kalimat lagi dengan bocah itu sebelum kembali ke Shen Wan dan bertanya pada Shen Wan dengan hati-hati, “Tuan?”

“Selidiki.” Shen Wan berkata dengan napas terengah-engah, “Kirim orang ke Provinsi Liu untuk menyelidiki seluk beluk Cang ZaiQing. Kalian harus menyelidiki semuanya dengan sangat jelas.”

Alasan mengapa Shen Wan menghargai Cang ZaiQing adalah karena Cang ZaiQing memiliki temperamen yang lembut dan berbakat, apalagi dia sekarang hamil anaknya. Tapi jika Cang ZaiQing benar-benar memiliki suami dan anak di Provinsi Liu, maka ini akan menjadi lelucon. Dirinya telah memberi makan istri orang lain dan masih sangat puas tentang hal itu; dan karena Cang ZaiQing telah meninggalkan suami dan anaknya, dia tidak selembut yang terlihat di permukaan. Shen Wan sebenarnya sangat pilih-pilih pada aspek-aspek tertentu, di satu sisi dia berharap istrinya mampu mengelola rumah tangga dengan baik dan di sisi lain berharap pihak lain akan menjaga udara seperti peri. Adapun semua yang terjadi hari ini, seolah-olah Cang ZaiQing telah menjadi orang yang berbeda pada saat itu dan membuat Shen Wan merasa jijik.

Dalam beberapa hari berikutnya, Shen Wan tampak sibuk. Setiap hari dia akan keluar dan bahkan jika dia kembali ke kediaman Shen, dia akan langsung pergi ke ruang belajar hingga Cang ZaiQing tidak mendapatkan kesempatan untuk melihatnya. Kadang-kadang ketika wanita itu mengirim beberapa camilan ke Shen Wan, pria itu tidak lagi seintim dulu. Awalnya sikap Shen Wan membuat Cang ZaiQing gelisah tapi pelayan pribadi Shen Wan memberi tahunya bahwa Shen Wan telah menerima tugas akhir-akhir ini dan sangat sibuk hingga dia tidak punya waktu untuk hal lain. Hanya saat itulah Cang ZaiQing lega.

Namun, pada kenyataannya, Shen Wan telah menerima surat yang dia tunggu dari Provinsi Liu.

Isi surat ini persis sama dengan surat dari orang asing itu. Cang ZaiQing memiliki suami pada awalnya dan dianggap anekdot pada awalnya. Ketika Shen Wan selesai membaca surat itu, dia menjadi sangat marah hingga hampir membalik meja. GuiQie yang dibawanya adalah istri orang lain dan sekarang suami serta anak dari pihak lain berada di ibu kota Ding. Setelah ini tersebar, dia takut akan menjadi lelucon untuk seluruh ibu kota Ding; belum lagi orang yang suka mencela yang akan mengambil kesempatan untuk mengkritiknya.

Tidak apa-apa jika ini hanya masalahnya tapi karena dia menceraikan Chen RouQiu karena membawa Cang ZaiQing, dia telah membuat musuh dengan keluarga Chen. Sekarang ketika menyebar, orang akan mengatakan bahwa dia telah memperlakukan mata ikan seperti mutiara. Perasaan penyesalan mulai samar-samar muncul di hati Shen Wan. Diakui, memang benar bahwa Cang ZaiQing mengandung anaknya, tapi dia juga telah mengubur karier masa depannya karena Cang ZaiQing. Antara cinta dan kekuasaan, dia pada akhirnya akan lebih menghargai kekuasaan. Selain itu bagaimana mungkin Shen Wan lupa bahwa perempuan yang tidur di sisinya adalah istri orang lain.

Tatapannya menjadi serius untuk sesaat dan ketika dia akan memberikan instruksi, dia melihat salah satu pelayannya bergegas masuk dan berteriak, “Tuan, sesuatu terjadi.”

Shen Wan mengerutkan kening dan memarahi, “Masalah apa hingga membuatmu melupakan sopan santun?”

Pelayan itu dengan gemetar memberikan surat kepada Shen Wan dan orang tidak tahu apa yang terjadi tapi matanya agak menghindar.

Shen Wan menatap curiga pada pelayan itu. Pelayan ini adalah orang yang sering menyampaikan pesan di antara rekan-rekannya.

Setelah membaca dua baris, ekspresi Shen Wan tiba-tiba menjadi sangat hijau. Jika seseorang melihat dengan serius, seseorang dapat menemukannya juga terdiri dari rasa takut.

.

.

Di ruang kerja kekaisaran, Kaisar Wen Hui sangat marah.

Dia dengan keras melemparkan laporan itu ke lantai. Kaisar Wen Hui dengan dingin mencibir dan para kasim di samping bahkan tidak berani bernapas. Jutaan orang menjadi mayat ketika seorang kaisar marah. Terutama saat ini seseorang tidak berani bertemu Kaisar Wen Hui.

Dalam laporan itu, ada serangkaian kabar yang menunjukkan semua hal yang telah dilakukan Shen Wan selama beberapa tahun terakhir dan secara keseluruhan tampaknya itu bukan masalah serius. Bagaimanapun, Kaisar Wen Hui adalah orang yang berjuang dalam hujan dan darah dengan saudara-saudaranya untuk mendapatkan kekuasaan. Tapi laporan itu ditulis dengan cerdik karena setiap baris menyoroti hubungan yang tidak biasa antara Shen Wan dan Fu XiuYi.

Di antara sembilan putra Kaisar Wen Hui, yang lebih meyakinkan adalah Putra Mahkota dan Pangeran Ding. Putra Mahkota secara sah lahir dan kesehatannya lemah hingga Kaisar Wen Hui secara tidak sadar santai dengannya. Namun untuk Pangeran Ding, meskipun dia luar biasa, dia tidak bertanya tentang masalah pengadilan dan selain dengan Selir Dong Shu sebagai seorang ibu yang tidak bertengkar atau merebut, itu membuat Kaisar Wen Hui merasa nyaman. Semua perkelahian tersembunyi antara para pangeran diawasi oleh kaisar dan selama itu tidak terlalu berlebihan, dia adalah orang yang menikmati situasi di mana ada banyak saling perbandingan dan keseimbangan. Setelah seseorang memperoleh kekuasaan, seseorang tidak akan mau menurunkannya sehingga menyaksikan ketika putranya tumbuh dewasa dan mencapai usia yang paling sengit, Kaisar Wen Hui juga menjadi waspada.

Yang paling dia benci adalah kedekatan antara para pangeran dan para pejabat. Meskipun ini adalah fakta yang tidak dapat dihindari, karena masing-masing putranya memiliki pendukungnya sendiri. Tapi ketika ini adalah Pangeran Ding, seorang pangeran yang biasanya tidak bertarung atau merebut, Kaisar Wen Hui merasa hal ini agak tidak dapat diterima. Sebaliknya, amarahnya menjadi lebih buruk daripada sebelumnya.

Sikap Fu Xiu Yi sebelumnya melakukan apa yang disukainya dan ketidakpeduliannya terhadap urusan dunia kini telah menjadi satu kata untuk Kaisar Wen Hui. Pura-pura.

“Bunuh ayam untuk memperingatkan monyet.” Kaisar Wen Hui berkata dengan sungguh-sungguh, “Setiap orang memperlakukan Zhen sebagai orang bodoh. Karena ini penyebabnya, maka Zhen akan memuaskan keinginan mereka.”

Itu selalu merupakan gejolak dan temperamental selama pengadilan ketika Yang Mulia Kaisar menekan pemerintah. Jika seseorang melakukan kejahatan, akan beruntung jika seseorang diturunkan pangkatnya tapi paling sering banyak akan melibatkan sembilan generasi keluarga dalam pemenjaraan dan pemancungan.

Shen Wan adalah orang seperti itu.

Beberapa hari yang lalu ketika keluarga Shen dan Chen berkelahi, orang mengira bahwa segalanya akan berangsur membaik. Namun siapa yang tahu bahwa tiba-tiba sekelompok pejabat dikirim ke kediaman Shen untuk ditahan. Rakyat jelata yang penasaran bertanya dan mendengar bahwa Shen Wan berkinerja buruk dan melibatkan seluruh keluarga Shen, tetapi sifat kejahatan yang sebenarnya tidak jelas. Namun rakyat jelata mudah terhasut karena mereka percaya ketika dikatakan bahwa dia berkinerja buruk. Namun orang-orang pintar bisa melihat bahwa masalah ini tidak biasa. Orang harus tahu bahwa meskipun kinerjanya benar-benar kurang, itu tidak akan melibatkan seluruh keluarga. Ini jelas merupakan tindakan kejahatan yang akan melibatkan sembilan generasi keluarga.

Rakyat jelata yang lewat akan melihat kediaman Shen secara berbeda. Tidak hanya mereka menunjuk dan berbicara, percakapan itu akan mengarah ke Jenderal Besar yang Tangguh, Shen Xin. Dua tahun yang lalu, orang-orang keluarga Shen ingin berpisah dengan Shen Xin ketika dia berada dalam situasi yang sunyi dan setelah itu Shen Xin tersingkir dari keluarga Shen. Seseorang tidak berpikir bahwa Shen Xin telah mendapatkan berkah dari kemalangan ini dan melarikan diri dari musibah ini.

Ketika kata-kata ini menyebar ke telinga Shen Miao, Shen Miao hanya tersenyum tanpa peduli. Luo Tan mengepalkan tinjunya dengan erat dan berkata dengan marah, “Ini adalah pepatah bahwa ‘ini bukan karena hal-hal yang tidak diketahui tapi waktunya belum tiba’. Pada awalnya mereka menginjak-injak Bo Tertua dan BoMu, dan jika mereka tahu bahwa mereka akan berakhir seperti ini, orang takut bahwa mereka akan sangat marah.”

Luo Ling berpikir sejenak sebelum menggelengkan kepalanya, “Kejahatan apa yang dilakukan Tuan ketiga Shen hingga membuat keriuhan hebat seperti itu?”

Shen Miao berkata, “Karena Yang Mulia Kaisar begitu giat memobilisasi, dia pasti telah berperilaku kejam. Masalah ini tidak ada hubungannya dengan kita.”

Luo Tan mengangguk, “Memang. Biarkan saja dan nikmati pertunjukan bagus.”

Shen Qiu memandang Shen Miao dengan perasaan melankolis dan tidak mengatakan apa-apa. Setelah Luo Ling dan Luo Tan pergi, Shen Qiu tidak pergi dan menarik Shen Miao ke kamar. Melihat bahwa pintu-pintunya terkunci, dia kemudian bertanya kepada Shen Miao, “Adik, apa yang terjadi di keluarga Shen apa itu adalah ulahmu?”

Shen Miao tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, “Kakak, kenapa kamu selalu menganggapku bertanggung jawab atas segalanya? Yang Mulia Kaisar adalah orang yang berurusan dengan orang-orang yang tidak efektif. Aku tidak memiliki kemampuan untuk mengganggu pekerjaan Shu Ketiga.”

Kepala Shen Qiu agak sakit dan dia menekan dahinya dan berkata, “Adik, kakakmu ini tahu bahwa kamu memiliki beberapa masalah yang tidak ingin kamu katakan pada orang lain. Namun masalah pengadilan tidak semudah yang kamu pikirkan. Kadang kamu menang, tapi mungkin akan ada perubahan dalam variabel di masa depan dan akan melibatkan nyawamu sebagai gantinya.”

Dia berseru sebelum Shen Miao berkata dengan tak berdaya, “Kakak, sejujurnya, masalah ini tidak ada hubungannya denganku. Shen Wan dipenjara karena Chen RouQiu menikamnya dari belakang. Ketika Chen RouQiu dan Shen Wan bertempur tanpa henti, apa kakak pikir Chen RouQiu akan diam saja?”

Kali ini Shen Qiu yang terkejut ketika dia bertanya, “Chen RouQiu?”

“Chen RouQiu, setelah semua, tinggal bersama Shen Wan selama bertahun-tahun dan tahu tentang masalah Shen Wan seperti punggung tangannya. Jika dia benar-benar menikamnya di belakang, itu akan jauh lebih mudah daripada orang lain.” Shen Miao melanjutkan, “Shen Wan dirugikan oleh orang di sisinya dan melibatkan seluruh kediaman. Apa hubungannya denganku?”

Ketika Shen Qiu mendengarnya, dia pertama-tama merenungkannya dengan saksama sebelum memandang Shen Miao dengan curiga, “Bagaimana kamu tahu masalah ini dengan sangat jelas?”

“Aku berdoa sepanjang waktu untuk mereka agar berada dalam kemalangan, secara alami aku telah mengirim orang untuk menonton setiap gerakan mereka.” Shen Miao telah terlalu lama bergaul dengan Xie JingXing sehingga kata-katanya juga terdiri dari perasaan tidak takut apa pun di Langit atau Bumi.

Biasanya Shen Qiu akan melihat Shen Miao dengan penampilan yang bermartabat; ini adalah pertama kali melihat adiknya seperti ini. Orang tidak tahu mengapa, tapi dia merasa bahwa ini agak akrab. Dia kemudian menggelengkan kepalanya dan menyela imajinasinya yang liar, “Bahkan jika seseorang memantaunya, masalah ini terlalu kebetulan.” Matanya melebar dan dia tampak konyol, “Adik, apa kau yang mendorong ombak dan menambah ombak di balik layar?”

Shen Miao tertawa, “Terserah apa yang kakak pikirkan. Ngomong-ngomong, aku sama sekali tidak memiliki andil dalam masalah itu.”

Wajah Shen Qiu hancur, “Kenapa keberanianmu sebesar ini? Ini adalah masalah yang menembus langit.”

Shen Miao memotongnya, “Kenapa kakak menjadi sangat feminin. Itu hanya masalah kecil. Keluarga Shen layak jatuh ke keadaan seperti itu. Jika Shen Wan mengerjakan pekerjaannya dengan baik, bagaimana orang lain dapat mengetahui kelemahannya? Jika dia dalam harmoni yang sempurna dengan Chen RouQiu, lalu bagaimana orang bisa diprovokasi dengan sukses? Orang pertama-tama harus memikirkan kesalahan apa yang dia lakukan sebelum menunjuk orang lain, benar?”

Kata-kata Shen Miao membuat Shen Qiu tercengang. Dia didorong keluar dari halaman sebelum Shen Qiu sadar dan memukul kepalanya agar pulih. Shen Miao jelas-jelas memutarbalikkan kata-kata dan memaksakan logika. Dia tidak tahu di mana adiknya mempelajari semua hal ini, karena terlalu berani baginya untuk bermain dengan kaisar dan pejabat di telapak tangannya, tapi dia berkata seolah-olah dia tidak bersalah. Shen Qiu terkejut. Kapan Shen Miao mempelajari semua omong kosong yang penuh percaya diri ini? Terlebih lagi dia sepertinya pernah melihat gerakan dan sikap seperti ini sebelumnya.

[maxbutton id=”42″ ]

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.