KPKM: Chapter 137 (Part 1): Pangeran Ini Menginginkannya

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Amal (pengembara_cinta)

Editor: Kak Nadita | Proofreader: Kak Glenn

.

.

Shen Yue mengamuk di Qiu Shui Yuan selama beberapa waktu, tapi sepertinya Chen RouQiu berhati besi kali ini. Tidak peduli berapa kali Shen Yue memohon,Chen RouQiu tetap acuh tak acuh dan bahkan menjadi marah,lalu mengatakan jika Shen Yue terus seperti ini maka dia akan mengurungnya. Kali ini Shen Yue benar-benar panik tetapi Chen RouQiu tidak lagi peduli padanya, jadi dia merasa marah dan cemas saat meninggalkan Qiu Shui Yuan.

Saat Shen Yue melihat beberapa orang keluar dari Cai Yun Yuan, seorang nona berpakaian biru yang memimpin rombongan terkejut sebelum melangkah maju dan berbicara, “Kakak kedua.”

Shen Yue melirik wanita itu dan menjawab, “En.” Sikapnya agak dingin.

Wanita ini tidak lain adalah putri Shu kediaman kedua, Shen DongLing. Sebelumnya, Shen DongLing ditekan oleh Ren WanYun dan tidak akan meninggalkan kediaman sepanjang tahun, sehingga beberapa pelayan bahkan tidak mengenalinya. Tetapi setelah kematian Ren WanYun, Shen Gui didiagnosis tidak dapat memiliki ahli waris, Shen DongLing menjadi satu-satunya garis keturunan keluarga Kedua. Meskipun demikian, Shen Yue masih memandang rendah identitas Shen DongLing, meskipun dia tampak ramah. Bahkan jika itu adalah darah yang sama, tidak akan mengubah fakta bahwa Shen DongLing adalah seorang putri Shu. Jika seseorang mengatakan bahwa Shen Yue cemburu dan kesal terhadap Shen Miao, maka terhadap Shen DongLing, tidak ada keraguan bahwa itu sebuah penghinaan.

Namun, Shen DongLing tampaknya tidak melihat tatapan dingin di mata Shen Yue dan masih berkata sambil tersenyum, “Aku bermaksud membuat beberapa baju dari kain sutra, dan beberapa hari yang lalu ketika aku berbicara kepada YiNiang tentang masalah ini, aku sangat menyukai polanya. Kebetulan aku merancang beberapa pola. Apakah kakak kedua menginginkan beberapa?”

“Tidak perlu.” Kata Shen Yue.

Bahkan saat diperlakukan dengan dingin, Shen DongLing tetap berkata dengan temperamen yang baik, “Kalau begitu baiklah. Aku awalnya berpikir ingin memberi beberapa pola untuk kakak kedua.”

Shen Yue menjadi agak tidak sabar. Pada saat ini, dirinya hanya khawatir tentang masalah Chen RouQiu memilihkan seorang suami untuknya, jadi bagaimana bisa dia memikirkan hal-hal lain? Melihat Shen DongLing menundukkan kepalanya dan memperlihatkan bagian lehernya yang indah, hatinya sedikit berhenti. Shen Yue menarik tangan Shen DongLing dan dengan hati-hati menatap gadis itu.

Hanya ada perbedaan usia setengah tahun antara Shen DongLing dan Shen Yue. Jika seseorang berbicara tentang putri Di keluarga Shen, Shen Qing adalah orang yang lemah lembut, Shen Yue adalah kecantikan yang anggun dan Shen Miao adalah kecantikan yang halus. Mereka bertiga memiliki temperamen unik dari seorang anak perempuan Di, sehingga Shen DongLing juga memiliki keunikan yang serupa meskipun hanya seorang anak perempuan Shu. Wan YiNiang sebelumnya adalah pemimpin teater, dia sedikit cantik ketika berbicara tentang penampilan. Shen DongLing tidak mirip dengan Shen Gui, tetapi hampir sama persis dengan bagaimana penampilan Wan YiNiang ketika dia masih muda. Mata besar dan dagu tajam yang diambil dari penampilan Wan YiNiang. Namun, dibandingkan dengan sikap mendominasi YiNiang, Shen DongLing sering menurunkan matanya dan tidak mau mengambil kesempatan atau membuat suara, membuat YiNiangnya malu.

Namun setelah melihat dengan cermat dan mengukurnya, DongLing adalah gadis lembut yang telah tumbuh menjadi wanita cantik.

Tiba-tiba hati Shen Yue bergerak. Dia mengambil inisiatif untuk menarik tangan Shen DongLing dan berkata sambil tersenyum, “Aku tidak membiarkanmu melakukannya karena takut itu akan membuatmu lelah. Kamu adalah seorang nona muda dari kediaman dan bukan wanita penjahit dari toko. Mengapa perlu menjahit sepanjang hari?”

Shen Dong Ling terkejut sesaat dan wajahnya sedikit memerah, tampaknya terkejut oleh keintiman tiba-tiba Shen Yue. Dia berkata dengan ramah, “Kakak kedua berbicara terlalu serius. Aku tidak ada kegiatan pada hari-hari normal sehingga YiNiang menyuruhku menjahit beberapa pakaian, jadi aku melakukannya. Itu tidak mengganggu apapun.” Wan YiNiang tampaknya terlalu lama ditekan oleh Ren WanYun dan meskipun ombaknya sudah berubah sekarang, yang dia sukai hanyalah tinggal di kediaman dan membuat sulaman. Shen DongLing rupanya juga mengikuti karakternya.

Melihat Shen DongLing berperilaku baik, senyum di mata Shen Yue semakin dalam, “Kamu harus mengubah temperamenmu. Hal yang bagus menjadi orang baik dan suka menjahit, tetapi nona muda mana yang terlihat menyulam sepanjang hari? Besok aku akan pergi ke toko perhiasan untuk memilih beberapa perhiasan. Kamu harus ikut. Ada beberapa desain baru tahun ini dan mungkin akan ada beberapa yang kamu sukai. Jika kamu melihat sesuatu yang kamu sukai, aku akan menghadiahkannya untukmu.”

“Ini.” Shen Dong Ling melambaikan tangannya dengan panik, “Tidak, tidak.”

“Kamu masih bersikap terlalu sopan padaku.” Shen Yue pura-pura marah, “Kamu dan aku adalah saudara perempuan yang dekat dan kalau kamu bersikap jauh, lalu apa gunanya menjadi saudara?”

Shen DongLing agak bingung, dia tidak tahu bagaimana melanjutkan kata-kata Shen Yue. Ketika Shen Yue melihat ini, dia tersenyum dengan lembut dan menepuk pundaknya, “Saudara ketiga masih pemalu dan memiliki karakter yang membuat hati orang lain sakit. Begini saja, aku masih memiliki beberapa urusan jadi tidak bisa terus mengobrol denganmu sekarang. Besok aku akan menyuruh pelayan pergi ke Cai Yun Yuan mencarimu, jadi kamu bisa pergi ke toko perhiasan bersamaku.” Ada nada tak terbantahkan dalam kata-katanya.

Shen DongLing mengangguk dan menerima.

Setelah Shen Yue dan rombongan pergi, Wu Mei pelayan di sebelah Shen DongLing berkata, “Apa yang nona kedua coba lakukan? Di satu waktu dingin, di lain waktu hangat. Tanpa sajak atau alasan apa pun, mengapa dia berpikir untuk mengundang nona ke toko perhiasan?”

Shen Yue memperlakukan Shen DongLing dengan dingin lalu menjadi hangat, itu memang menimbulkan kecurigaan.

“Mungkin dia mengubah taktik untuk menjebakku.” Shen DongLing memandang sosok Shen Yue yang memudar dan berkata dengan senyum lembut, “Kemungkinan besar dia merasa bahwa aku mudah disuap, dia ingin aku mengandalkan dan memercayainya sehingga di masa depan ketika dia membutuhkanku untuk membantunya melakukan sesuatu, itu akan jauh lebih mudah.​​”

Wu Mei heran ketika dia mendengar ini, “Apa yang bisa dilakukan? Nona kedua jelas memiliki niat buruk dan ingin memanfaatkan nona. Karena nona sudah tahu mengenai hal ini lalu mengapa membiarkannya?”

“Tidak ada salahnya.” Shen DongLing agak senang, “Aku senang membantunya, sama seperti dia memberiku perhiasan. Dia ingin memberikan hal-hal baik kepada orang lain, dan aku bukan orang suci sehingga tidak ada logika untuk tidak menerima.” Dia berkata, “Hanya saja dia berpandangan pendek. “

Shen Yue yang sedang berjalan menuju Qiu Shui Yuan, tenggelam dalam pikirannya saat pikirannya dipenuhi dengan tampilan Shen DongLing yang lemah dan patuh. Keduanya adalah wanita yang manis, cantik dan anggun, keduanya pada usia prima, keduanya adalah putri keluarga Shen, tetapi Shen Yue memiliki naluri bahwa dengan memenangkan Shen DongLing, mungkin akan sangat bermanfaat baginya di masa depan.

Pada akhirnya Shen Yue benar-benar dalam kekacauan dan di ujung lain, di pintu kediaman barat, ada seseorang yang memindahkan bunga. Kegiatannya sedikit meriah dan tepat ketika Shen Wan melewati pintu halaman barat, ia mendengar seorang wanita tua berseru, “Nona, hati-hati.”

Shen Wan memandangi suara itu dan melihat seorang wanita muda memindahkan pot bunga yang berat. Kemungkinan besar pot itu terlalu berat dan hampir mengenai kakinya. Sang MaMa di sebelah menghela napas lega, perempuan itu berbalik dan tersenyum kepada MaMa dengan senyum seperti bunga.

Langkah Shen Wan berhenti.

Wanita itu mengenakan atasan biru kehijauan dengan rok merah muda, dia memiliki gaya rambut Lily dengan jepit rambut batu akik. Ada badai petir tadi malam dan wanita ini keluar pagi-pagi sekali. Wanita ini tidak mempunyai kecantikan yang bisa menyebabkan kejatuhan suatu negara dan hanya bisa dianggap sebagai keindahan yang anggun. Tetapi sinar matahari jatuh ke keringat di dahinya dan menjadi mempesona seperti kristal. Karena dia berkeringat, wajahnya sedikit memerah, membuatnya menjadi semacam keindahan yang tak terucapkan.

Setiap orang memiliki hati untuk kecantikan. Meskipun Shen Wan tidak bernafsu, itu tidak berarti bahwa dia akan acuh tak acuh terhadap kecantikan. Hanya ada Chen RouQiu di halaman dalamnya dan meskipun Shen Wan mencintainya, seiring berjalannya waktu, orang akan selalu merasa sedikit bosan. Namun, hari ini setelah melihat keindahan dengan aroma yang hidup, secara alami Shen Wan tidak bisa berhenti memikirkannya.

Rasanya seperti mengagumi lukisan atau puisi. Pada saat ini Shen Wan tidak memiliki emosi lain. Dia tidak akrab tentang masalah antara pria dan wanita. Perempuan itu tampaknya telah memperhatikan bahwa seseorang mengawasinya dan berbalik. Setelah melihat Shen Wan, dia terkejut sebelum berhenti berjalan.

Dia berjalan ke arah Shen Wan dan sama sekali tidak malu atau canggung tetapi terlihat dengan anggun menyapa, “Tuan Ketiga.”

Shen Wan meliriknya dan tiba-tiba menyadari identitasnya, “Nona Chang.”

Chang ZaiQing hanya melihat Shen Wan sekali saat dia baru saja datang ke kediaman Shen, dan malam itu Chen RouQiu membawanya ke Nyonya Besar Shen. Pada malam hari cahaya redup dan karena semua orang memikirkan masalah di siang hari, Shen Wan juga tidak memperhatikan Chang ZaiQing. Dirinya tidak berharap jika dilihat lebih dekat, wanita ini adalah sebuah kecantikan dengan temperamen yang langka. Berpikir bahwa Chen RouQiu memiliki hubungan baik dengan Chang ZaiQing, sikapnya menjadi lebih ramah.

“Apa yang dilakukan Nona Chang?” Tanya Shen Wan sambil tersenyum.

Chang ZaiQing berbalik dan melihat ke teras bunga, “Hujan tadi malam begitu deras sehingga tangkai bunga rusak oleh hujan, jadi aku membalutnya.”

“Membalutnya?” Shen Wan merasa hal ini agak baru dan bertanya, “Bagaimana cara membalut bunga?”

Chang ZaiQing tersenyum lembut, “Tuan Ketiga bisa melihatnya.”

Shen Wan berjalan ke teras bunga untuk melihat dan memang pada cabang-cabang yang berserakan itu, beberapa dibungkus kain dan beberapa dilapisi dengan obat-obatan tetapi semuanya ditempatkan dan diatur dengan rapi. Di sekitar mereka, ada beberapa kain dan gunting dan salah satu bunga dilipat menjadi dua tetapi sebenarnya terhubung.

“Kamu sangat telaten.” Shen Wan menghela nafas, “Sulit untuk melakukannya.” Dengan badai petir tadi malam, sebagian besar flora dan fauna akan terluka dan bahkan Chen RouQiu, orang yang mencintai bunga, juga akan membuang bunga setelah merasa kasihan sebentar. Bunga yang hancur tidak terlihat sebaik sebelumnya dan akan mengganggu jika terus dipertahankan. Shen Wan tidak menyangka Chang ZaiQing akan sangat memperhatikan tanaman-tanaman ini, tidak hanya untuk tidak membuangnya, dia bahkan masih ‘mendandani’ mereka.

“Tumbuhan juga memiliki kehidupan.” Chang Zai Qing tersenyum ketika berbicara, “Karena saya adalah orang yang menyukai bunga, saya tidak boleh melupakan tujuan awal saya jika dilanda permasalahan seperti ini. Setiap makhluk hidup memiliki roh dan saya tidak bisa menjadi orang yang mengatakan satu hal tetapi memiliki maksid yang lain. Berbicara tentang mencintai flora dan fauna tetapi bahkan tidak dapat melakukan hal sekecil ini.” Chang ZaiQing berkata dengan jujur, “Ini hanya hal kecil dan memberi kepuasan pada diri kita sendiri jadi mengapa tidak?”

“Orang yang sangat menawan.” Shen Wan memandang Chang ZaiQing dengan mata penuh penghargaan, “Nona Chang benar-benar orang yang elegan. Akulah yang terlalu vulgar. “

“Tuan Ketiga telah memuji dengan berlebihan.” Chang ZaiQing berkata dengan bercanda, “Semua orang adalah orang biasa dan saya juga memiliki motif egois. Jika saya menumbuhkan flora dan fauna dengan baik, saya akan merasa lebih tenang tinggal di kediaman ini dan saya masih bisa melakukan beberapa hal kecil seperti ini. “

Shen Wan tersenyum, “Nona Chang terlalu merendah. Bahkan jika Nona Chang tidak tahu bagaimana menumbuhkan apapun, tidak akan ada orang di kediaman Shen yang akan mengusirmu. “

Chang ZaiQing juga tersenyum, “Terima kasih banyak kepada Tuan ketiga.” Dia tiba-tiba teringat sesuatu dan menatap Shen Wan, “Ngomong-ngomong, saya tidak sengaja menyusun catur kemarin dan tidak bisa menyelesaikannya. Saya awalnya ingin mencari furen ketiga untuk membantu melihat, tetapi furen ketiga tampaknya agak sibuk hari ini. Saya dengar Tuan Ketiga seorang ahli catur. Apakah mungkin untuk Tuan mau memberi ZaiQing satu atau dua nasehat?”

Setelah berpikir lagi, dia tersenyum, “Saya bisa membuat teh untuk Tuan Ketiga. Mungkin furen ketiga telah memberitahu Tuan bahwa teh yang saya seduh sangat baik untuk diminum. “

Tindakannya alami dan terkendali, jika Shen Wan menolaknya, sepertinya dia akan dicap kasar. Pada akhirnya dia juga menggunakan teh sebagai syarat, menunjukkan sedikit kecerdasan. Shen Wan berpikir sejenak dan tertawa, “Kepatuhan adalah cara yang lebih baik untuk menunjukkan rasa hormat daripada pujian yang luar biasa.”

Keduanya mulai bermain catur setelah mencapai meja batu di taman dan ketika mereka bermain, mereka juga mengobrol santai. Shen Wan terkejut ketika mengetahui bahwa Chang ZaiQing tidak hanya unggul dalam catur, ketika Shen Wan berbicara dengannya, Chang ZaiQing ternyata juga tahu tentang astronomi, geografi, dan tidak ada subjek yang tidak dia sukai. Selain itu, ZaiQing juga memiliki perspektif jangka panjang dan bahkan bisa berbicara sedikit tentang masalah pengadilan. Shen Wan adalah seseorang yang menghargai orang-orang yang berbakat serta kurang memperhatikan tentang keindahan seorang wanita, dirinya hanya menyukai Chen RouQiu di kediaman dalam karena Chen RouQiu terampil dalam empat seni ilmiah yang juga mempunyai bakat luar biasa dalam semua ketrampilan. Tapi satu-satunya hal buruk tentang Chen RouQiu adalah karena dia berasal dari garis keturunan sarjana, dia kadang-kadang sombong dan menganggap dirinya tinggi dan murni. Sangat menarik jika itu sekali atau dua kali tetapi untuk orang yang hidup dengannya setiap hari, pasti akan merasa bahwa Chen RouQiu berpikiran sempit dan terlalu khawatir tentang hal-hal kecil.

Namun Chang ZaiQing sangat berbeda. Keduanya perempuan yang sangat berbakat tetapi Chang ZaiQing tidak memiliki kesombongan keluarga besar dan sangt jujur. Dia cantik dalam keterusterangannya dan sangat perhatian. Ketika mengobrol dengannya Shen Wan akan dipenuhi humor dengan kecerdasan membuat pikiran seseorang tenang. Tanpa sadar tatapan Shen Wan pada Chang ZaiQing menjadi kekaguman dan mereka mengobrol lebih lama.

Zhao MaMa melihat dari jauh dan jejak kebahagiaan muncul di matanya. Namun, dia diam-diam memerintahkan pelayan di pintu halaman untuk berjaga dengan hati-hati dan tidak membiarkan orang lain masuk.

Seperti inilah kasus ini berakhir dan di dalam Istana Kekaisaran Ming Qi, hari itu juga merupakan hari yang sangat hidup.

Table Of Content

KPKM: Chapter 136 (Part 2): Pernikahan
KPKM: Chapter 137 (Part 2): Pangeran Ini Menginginkannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.