KPKM: Chapter 136 (Part 2): Pernikahan

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Fitri (Anis_Mush)

Editor: Kak Nadita | Proofreader: Kak Glenn

.

.

Badai yang tiba-tiba di ibu kota Ding membuat cuaca menjadi dingin pada hari kedua. Seolah-olah musim dingin yang lama telah menghampiri dalam semalam, jadi saat orang-orang membahas tentang hujan lebat kemarin, mereka semua menyebutkan bahwa itu agak tak terduga.

“Saya tidak menyangka hujan akan datang seperti ini, dan saya terlupa dengan tanaman dan hewan-hewan di halaman. Saat saya memikirkannya, beberapa jambangan pecah. Bunga-bunga itu biasanya yang paling dijaga dengan hati-hati. Ini sungguh disayangkan.” Chen RouQiu merapikan pakaian Shen Wan saat dirinya bicara tentang hujan kemarin malam.

Chen RouQiu selalu menaruh perhatian pada keanggunan, dan terutama juga akan kepada bunga dan hewan langka. Shen Wan mendengarkan dengan pikiran bercabang, tapi matanya tidak pada Chen RouQiu.

Chen RouQiu menyadari ekspresi Shen Wan dan bertanya dengan senyuman, “Apa Tuan punya masalah yang dipikirkan?”

Shen Wan kembali ke kesadarannya dan menatap pada Chen RouQiu. “Aku sedang memikirkan bahwa Yue-er telah mencapai usia untuk membahas pernikahan.”

Hati Chen RouQiu berdentam, tapi dia masih tersenyum. “Saya tahu. Saya sedang mencari orang yang tepat untuk Yue-er, tapi saya harus memilih perlahan dan tidak membiarkan Yue-er menikah dengan bodoh, kalau tidak Tuan juga akan tertekan.”

“Masalah ini sudah ditunda begitu lama.” Kali ini Shen Wan tidak membiarkan Chen RouQiu meluncur melewatinya dan dengan terang-terangan berkata, “Dari Yue-er berumur enam belas tahun, ini sudah dua tahun. Bahkan jika nona muda dari keluarga lain tidak menikah, mereka semua sudah bertunangan. Jika Yue-er terus seperti ini, akan sulit untuk menemukan seseorang yang cocok di masa depan. Beberapa hari yang lalu aku telah memberimu beberapa keluarga yang semuanya cukup bagus. Aku telah menelitinya dan semua keluarga itu tidak begitu rumit di kediaman mereka, sehingga Yue-er tidak akan rugi saat dia menikah.”

“Meskipun dikatakan seperti itu,” Chen RouQiu berkata dengan enggan, “Ini hanya untuk sementara. Kita harus membiarkan Yue-er membiasakan diri dengan semua ini.”

“Ini sudah dua tahun. Setiap kali topik tentang pernikahan dibawa kepadanya, dia akan menolak dan kamu sebagai ibu juga membiarkannya.” Mata Shen Wan menajam. “Meskipun kediaman kita juga tidak buruk, tapi ekspektasi Yue-er terlalu tinggi. Jika dia memiliki niat yang tidak seharusnya dia miliki dan melibatkan kediaman kita, itu tak akan sepadan sama sekali.”

Tatapan Shen Wan memiliki maksud yang disengaja dan Chen RouQiu tiba-tiba mengerti. Shen Wan bukanlah orang bodoh, sehingga ketika Shen Yue terus berkata bahwa dia tidak ingin menikahi ini atau itu, dia sebagai seorang ayah pasti curiga. Shen Yue jatuh cinta dengan Pangeran Ding, Fu XiuYi, dan jika Shen Wan tahu tantang ini, Chen RouQiu takut bahwa suaminya tidak akan mengampuni Shen Yue.

“Ada beberapa keluarga yang tidak untuk kita panjat,” Terdapat makna tersembunyi di balik kata-kata Shen Wan, “Akan lebih baik kalau membiarkan Yue-er rendah hati dan mengenyahkan pikiran semacam itu sedini mungkin. Kalau tidak, lumpur ini akan terlalu dalam hingga terlambat untuk keluar darinya.”

Chen RouQiu meneteskan keringat dingin. Setelah menjadi suami dan istri dengan Shen Wan bertahun-tahun, saat ini dia hampir bisa menyimpulkan bahwa Shen Wan pasti tahu tentang harapan Shen Yue. Tapi Chen RouQiu jelas-jelas mengerti temperamen Shen Yue. Pada awalnya saat Shen Miao masih ada, hati Shen Yue sepenuhnya pada Pangeran Ding, dan sekarang tanpa Shen Miao, Shen Yue akan lebih mati-matian. Untuk membuat Shen Yue menikahi orang lain, dirinya takut bahwa Shen Yue tidak akan menyetujuinya hingga mati.

“Tapi, Tuan,” Chen RouQiu masih ingin berjuang demi Shen Yue, “Yue-er masih muda dan kita tidak boleh terburu- buru dengan beberapa hal. Sebelumnya Anda juga menyayanginya, jadi tidak bisakah kita berempati padanya kali ini?”

Shen Wan menarik napas dalam dan menatap pada Chen RouQiu dengan suatu kekecewaan di matanya. Dia berkata, “Furen selalu memahami gambaran kesuluruhannya, tapi sekarang kenapa kamu tidak mampu melihatnya? Pangeran Ding adalah orang yang tampak sederhana di permukaan, saat kediaman kakak tertua masih ada di sini dan memiliki kekuatan militer dari tentara keluarga Shen, mungkin Pangeran Ding akan merasa gentar. Sekarang saat kediaman kakak tertua telah berpisah, kakak kedua dan aku dua-duanya adalah pejabat sipil dengan karier yang lancar, Pangeran Ding tidak akan menunjukkan ketertarikan apa pun. Saat Pangeran Ding menikah, pastinya dengan seorang istri yang keluarganya mampu menguntungkan dirinya, jadi dia tidak akan membiarkan Yue-er menjadi istri sah dan Yue-er hanya bisa menjadi selir. Bahkan jika Yue-er mendapatkan kasih sayangnya, bagaimana mungkin seorang selir mampu melawan istri sah? Saat itu orang yang akan dirugikan masihlah Yue-er.”

Saat Chen RouQiu mendengar ini, dia menjadi berkeringat dingin. Dia awalnya berpikir bahwa Shen Wan tidak setuju untuk membiarkan Shen Yue menikah dengan Pangeran Ding karena dia tidak optimis tentang Pangeran Ding dalam pertarungan posisi pewaris. Tapi sekarang tampaknya evaluasi Shen Wan bukanlah dari sudut pandang orang biasa, tapi dari seseorang yang mempertimbangkan pro dan kontra. Sulit bagi laki-laki semacam ini untuk menjadi tulus dan bahkan jika ada ketulusan, untuk membiarkan Chen RouQiu menonton saat putri sahnya mengalah dan merendahkan kepalanya pada perempuan lain, Chen RouQiu tidak sudi.

Chen RouQiu berkata, “Jika itu yang terjadi berarti sayalah yang tidak bijaksana. Tuan terus memikirkan tentang Yue-er tapi saya masih menyalahkan Tuan. Saya merasa bersalah.”

“Kamu juga tidak salah,” Shen Wan mendesah, “Temperamen Yue-er sekarang lebih sombong dari sebelumnya. Kamu harus memperbaikinya sehingga tidak akan ada masalah di masa depan. Aku akan membiarkan bawahanku menulis sebuah buku tentang seluruh anak laki-laki dari keluarga baik-baik di ibu kota dan mengirimkannya kepadamu. Pilih beberapa dan bawa Yue-er untuk mengunjungi mereka pada hari lain.” Setelah berhenti sejenak, dia berkata, “Masalah ini tidak boleh berlarut-larut.”

Setelah Chen RouQiu mempelajari masalahnya, kali ini dia berdiri bersama-sama dengan Shen Wan dan dengan segera setuju. Setelah Shen Wan pergi ke pengadilan, buku itu dikirimkan dan Chen RouQiu hati-hati memeriksa setiap detilnya sebelum akhirnya membuat tanda dengan orang yang cocok, berniat untuk membiarkan Shen Yue menemui mereka.

Tapi dirinya tidak melihat bahwa di Qiu Shui Yuan, di antara pelayan yang sedang menyapu halaman, seseorang diam-diam meletakkan tugas di pegangannya dan pergi.

Kuas kaligrafi di tangan Shen Yue tiba-tiba berhenti dan tanda tinta panjang muncul di lukisan yang belum selesai. Lukisan itu sebenarnya adalah pemandangan musim gugur yang dikerjakan dengan baik, tapi penampakan tiba-tiba dari tinta hitam panjang muncul di langit biru. Shen Yue tidak memedulikannya sama sekali dan menanyai pelayan di depannya dengan marah.

“Apa yang kamu katakan? Ibu memilihkan suami untukku?”

“Menjawab nona muda,” pelayan itu dengan hati-hati menundukkan kepalanya, “Furen telah memilih beberapa orang dari sebuah buku dan mengirimkan beberapa undangan. Saya menebak bahwa dalam beberapa hari ke depan furen akan membawa nona muda kedua untuk berkunjung.”

“Bajingan.” Shen Yue begitu marah hingga dia melempar kuasnya. Orang tidak tahu siapa yang dia maki, dan penampilan lembut dan anggun yang sebelumnya telah lenyap. Pelayan-pelayan yang berada di area itu semuanya tidak berani untuk bahkan bernapas nyaring. Semua orang tahu bahwa nona mida kedua ini mungkin tampak lemah dan lembut, tapi dia tidak memedulikan pelayan dan tak akan memiliki sedikitpun belas kasih saat berurusan dengan mereka.

Shen Yue menampilkan wajah jengkel.

Dia saat ini berusia delapan belas tahun. Delapan belas tahun. Di dalam ibu kota Ding, perempuan seumuran itu pasti telah menikah dan bahkan mereka yang belum menikah paling tidak sedang bertunangan. Tapi hingga sekarang dia masih belum bertunangan. Dirinya adalah perempuan berbakat dan memiliki penampilan yang baik dengan karakter yang lembut dan cerdas. Terdapat banyak laki-laki yang menyukainya tapi dirinya hanya ingin menikahi satu orang, dan orang itu adalah Fu XiuYi.

Pangeran Ding, Fu XiuYi, adalah yang paling muda dari semua pangeran dan saat ini adalah satu-satunya yang tidak memiliki seorang selir. Awalnya Shen Miao jatuh hati pada Fu XiuYi pada pandangan pertama karena dia terpesona olehnya, tapi siapa yang tahu bahwa Shen Yue juga menyukai laki-laki semacam itu. Karena Pangeran Ding tercipta untuk memesona orang lain, dia tidak memiliki pembawaan yang aneh untuk seorang pangeran yang muda serta tampan. Apa yang lebih dari itu adalah Fu XiuYi keturunan kerajaan dan adalah laki-laki yang paling terhormat selain Kaisar Ming Qi. Shen Yue selalu merasa bahwa hanya dirinya yang sepadan dengan Fu Xiuyi. Sehingga awalnya saat Shen Miao dengan tak tahu malu membuat cintanya kepada Fu Xiuyi diketahui publik, Shen Yue merasa bahwa Shen Miao telah menghina kekasihnya.

Untungnya Fu Xiuyi sangat dingin terhadap Shen Miao dan sekarang tak ada apa-apa di antara mereka, membuat Shen Yue merasa lega. Awalnya dia menguping percakapan Shen Wan dan Shen Gui yang berkata bahwa ada kemungkinan Fu Xiuyi menderita kesalahan dan akan menikahi Shen Miao dalam rangka mendapatkan kekuatan militer Shen Xin. Shen Yue telah gelisah dalam waktu yang lama dan berharap bahwa tidak ada Shen Miao di dunia ini. Untungnya Shen Miao sendiri yang kemudian menyerah.

Di saat itu Shen Miao tidak bertarung dengannya, jadi mengapa orangtuanya sendiri memaksanya?

“Aku ingin bicara dengan Ibu. Aku tidak akan menikah. Aku tidak akan menikah.” Shen Yue berdiri dan menyapu tinta dan kertas dari meja, wajahnya sangat marah. Pelayan di sekitar segera berlutut, tapi tak satu pun dari mereka berani membujuk.

Di Cai Yun Yuan, seseorang juga mendengar pergerakan ini.

Dibandingkan kehebohan dua tahun sebelumnya, Cai Yun Yuan jauh lebih suram. Sejak kematian Ren WanYun dan garis keturunan Shen Gui rusak, Nyonya Besar Shen  menjadi berang dan tak lagi memperbolehkan Shen Gui untuk membawa kembali perempuan ke kediaman. Setelah kehidupan Shen Gui rusak dan tahu bahwa di sepanjang kehidupannya ini dirinya tak akan mampu memiliki anak dengan perempuan manapun, Shen Gui merasa kesal saat kembali ke kediaman sehingga dia terus berlama-lama di tempat pelacuran  Selain pelayan dari Cai Yun Yuan, satu-satunya perempuan yang tersisa adalah Wan YiNiang dan Shen DongLing.

Shen Gui pernah memiliki dua putra dan dibandingkan dengan kediaman ketiga,kediaman ini dianggap sebagai tempat yang tumbuh subur akan keturunan, tapi sekarang sayangnya hanya tersisa anak perempuan tidak sah. Tak peduli apapum, Shen DongLing adalah satu-satunya keturunan yang tersisa, sehingga pelayan memperlakukan Shen DongLing dan Wan YiNiang dengan hormat.

“Ada keributan dan ramai-ramai apa di luar?” Wan YiNiang yang sedang mengerjakan jahitan mendongak. Dua tahun terakhir ini dirinya hidup dengan baik dan dibandingkan dengan di masa lalu, dirinya menjadi jauh lebih pantang menyerah.

Pelayan di pintu berkata, “Menjawab YiNiang, nona muda kedua sedang mengamuk karena furen ketiga sedang memilihkan suami untuknya. Saat ini dia sedang bergegas ke Qiu Shui Yuan.”

Dengan sebuah cemoohan, Wan YiNiang tertawa dan menggelengkan kepalanya. “Nona muda kedua ini benar-benar akan marah karena masalah ini.” Dia tiba-tiba berpikir tentang sesuatu dan matanya menggelap, “Saat tumbuh besar dalam kebahagiaan, orang gagal menghargai apa arti kebahagiaan yang sesungguhnya.”

Shen DongLing-nya juga adalah nona muda dari kediaman Shen dan hampir seumuran dengan Shen Yue. Namun Shen furen menatap rendah pada anak perempuan tidak sah dan Shen Gui tidak peduli tentang masalah kediaman. Identitas Shen DongLing tidak tinggi, oleh karena itu sangat sedikit orang yang datang untuk menanyakan pernikahan. Bahkan mereka yang datang untuk pernikahan adalah orang-orang aneh yang siapapun tahu dengan sekali lihat bahwa mereka bukanlah orang baik-baik.

Wan YiNiang di sini mengkhawatirkan tentang pernikahan Shen DongLing tapi di lain sisi, Shen Yue, yang telah diatur pernikahannya malah merasa tidak puas. Bereinkarnasi ke posisi manapun semuanya tergantung mengenai masalah kebajikan yang telah dilakukan.

Tepat saat dirinya sedang berpikir, Shen DongLing yang sedang duduk di belakang layar mulai berdiri. Gadis itu telah banyak tumbuh, memiliki figur yang langsing dan ramping dan matanya tajam, memiliki kecantikan yang Wan YiNiang miliki saat dirinya masih menjadi seorang penyanyi.

“Kamu akan pergi kemana?” Wan YiNiang bertanya dengan santai.

Shen DongLing berkata, “Bukankah Wan YiNiang terus-terusan khawatir mengenai pernikahanku?”

Wan YiNiang terkejut sejenak, sebab dirinya tidak tahu apa makna di balik kata-kata itu.

“Aku telah menunggu selama dua tahun. Sekarang kesempatannya telah tiba,” ujar Shen DongLing.

[maxbutton id=”42″ ]

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.