KPKM: Chapter 135 (Part1): Mimpi Buruk

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Lativa (bingtangg)

Editor: Kak Nadita | Proofreader: Kak Glenn

.

.

“Aku yang mengirimimu undangan, Qing Yi.”

Chang ZaiQing terkejut untuk sesaat dan bertanya dengan agak bingung, “Nona muda kelima, apa maksud anda?”

“Sebelumnya Qing Yi datang dan pergi dengan tergesa-gesa jadi saya tidak sempat mengobrol dengan Qing Yi. Qing Yi menyebutkan bahwa anda akan datang berkunjung lagi, tetapi saya sudah menunggu cukup lama dan tidak juga melihat Qing Yi, jadi saya harus mengirim undangan terlebih dahulu. Saya khawatir jika menggunakan segel saya tidak pantas, maka segel ibulah yang saya gunakan. Qing Yi tidak akan menyalahkan saya kan?”

Chang ZaiQing menatap wanita muda di depannya. Shen Miao diam-diam berbicara dengan senyuman dan sama sekali tidak malu sama sekali. Jika Chang ZaiQing terus menekannya, akan nampak seperti Chang ZaiQing yang terlalu perhitungan. Chang Zai Qing tersenyum di tempatnya, “Bagaimana mungkin? Ini merupakan keberuntungan ZaiQing untuk diundang oleh nona muda kelima.” Saat dirinya berbicara, dia mengukur Shen Miao diam-diam. Sebelumnya di rumah Shen, meskipun Shen Miao tidak acuh tak acuh padanya, gadis ini jelas tidak hangat dan ada beberapa kali bersikap kasar kepadanya. Untuk tiba-tiba diundang tanpa terduga, sudah cukup memicu peringatan di hati Chang ZaiQing.

“Aula utama sangat dingin. Akan lebih baik Qing Yi datang ke ruangan saya untuk duduk.” Shen Miao berdiri sambil tersenyum, “Tidak jauh dari sini. Saya benar-benar tidak tahan dengan angin dingin di sini.”

Chang ZaiQing setuju dan mengikutinya. Ketika mencapai ruangan milik Shen Miao, Shen Miao menginstruksikan pelayan untuk menyajikan teh dan kue. Anglo api sudah dinyalakan dan jendela dibuka dengan celah kecil sebelum pintu ditutup. Ruangan itu sangat hangat tetapi tidak pengap.

Shen Miao mendorong teh di depan Chang ZaiQing. Chang ZaiQing tersenyum ketika dia mengambil cangkir teh tersebut dan menyesapnya, kemudian ekspresinya menjadi agak aneh.

“Ini Teh Zhu Dan. Rasanya sangat pahit dan kasar, tetapi baunya harum. Qing Yi kemungkinan besar tidak terbiasa meminumnya.” Shen Miao menjelaskannya sambil tersenyum.

Ekspresi Chang ZaiQing berhenti sejenak, karena dia dibuat agak bingung dengan pergerakan Shen Miao ini. Untuk menunjukkan keramahan, orang lain tentu saja akan mengeluarkan daun teh terbaik, jadi setelah menggunakan teh dengan kualitas buruk ini apakah itu bertujuan untuk mempermalukan dirinya? Tetapi berdasarkan ekspresi Shen Miao, sepertinya bukan itu masalahnya.

“Meskipun teh ini pahit, teh ini sangat baik untuk tubuh. Ketika seseorang meminumnya selama musim dingin, teh ini akan mengusir hawa dingin dan menjaga kehangatan tubuh. Ayah dan Gege adalah orang yang berlatih seni bela diri, sehingga tentu saja akan meminum Teh Zhu Dan selama musim dingin. Bahkan kemudian seluruh orang di kediaman meminum teh jenis ini.” Shen Miao memandang Chang ZaiQing, “Qing Yi berasal dari keluarga terpelajar dan kemungkinan besar tidak suka minum teh jenis ini, tetapi karena kami adalah keluarga militer, kami tidak begitu pemilih.”

Chang ZaiQing melambai ketika dia tertawa, “Nona muda kelima bercanda. Keluarga Chang adalah keluarga biasa. Meskipun Teh Zhu Dan ini pahit, teh ini baik untuk kesehatan sehingga saya tidak akan merasa buruk setelah meminum teh ini untuk waktu yang lama.”

Shen Miao menggelengkan kepalanya, “Mudah untuk membatasi diri sendiri untuk jangka waktu tertentu, tetapi sulit untuk membatasi diri sendiri untuk sepanjang hidupnya.”

Chang ZaiQing terkejut sesaat dan merasa ada makna tersembunyi dalam kata-kata Shen Miao, jadi dia tidak bisa untuk tidak melihat Shen Miao.

Shen Miao tersenyum, “Omong-omong, saya mendengar bahwa Qing Yi saat ini tinggal di kediaman Shen. Apakah orang-orang di kediaman Shen memperlakukan Qing Yi dengan baik?”

“Sangat Baik.” Chang ZaiQing tersenyum, “Mereka sangat memperhatikan saya.”

“Anda memiliki minat yang sama dengan Shen Ketiga, jadi orang akan berpikir bahwa Anda berdua akan cocok satu sama lain.” Shen Miao tersenyum, “Shen Ketiga selama ini sangat gemar dalam keterampilan sastra, dan Shu Ketiga sangat menghormatinya karena itu. Kemungkinan besar Anda juga telah melihat bahwa Shu Ketiga memperlakukan Shen Ketiga dengan sangat baik. Di dalam Kediaman Ketiga, hanya ada Shen Ketiga, satu ibu pemimpin keluarga.” Shen Miao kemudian mendesah setelah berbicara, “Sayang sekali bahwa Shen Ketiga tidak memiliki putra Di. Jika ada putra Di, dia tidak perlu begitu khawatir.”

Chang ZaiQing telah lama berada di kediaman Shen, jadi dia tentu saja tahu tentang masalah kekosongan ahli waris di Kediaman Ketiga. Chen RouQiu dan Nyonya Besar Shen terlibat pertengkaran hampir setiap hari. Hanya saja dirinya tidak menyangka bahwa Shen Miao benar-benar akan berbicara kepadanya tentang masalah ini. Bagaimanapun juga Shen Miao adalah seorang wanita muda yang belum menikah, jadi agak canggung untuk menyebutkan tentang hal-hal di Kediaman Ketiga. Namun Shen Miao mengucapkan kata-kata itu secara alami seolah-olah ini adalah masalah yang tidak layak disebutkan, membuat Chang ZaiQing tidak dapat membedakan apakah Shen Miao naif atau bijaksana sebelum waktunya.

“Dengan kebaikan furen Ketiga, putra-putra dan cucu-cucu laki-lakinya akan menyebar di aula.” Chang ZaiQing mengikuti kata-kata Shen Miao.

“Tentu saja orang ingin membandingkan kediaman Pertama dan Ketiga.” Shen Miao mengambil cangkir teh dan meniup daun teh yang mengambang di permukaan sebelum tersenyum, “Yang satu sipil, yang satu militer. Kedua halaman ini hanya memiliki satu ibu pemimpin keluarga tetapi untungnya kediaman kami lebih baik karena kami masih memiliki Gege. Dia juga sudah mencapai usia untuk menikah. Setelah beberapa waktu, saya akan membantu memilih pernikahan yang baik di ibu kota Ding. Dengan seorang SaoSao dan keponakan laki-laki di kemudian hari sehingga rumah ini akan ramai.” Shen Miao tampaknya agak senang, “Tapi kediaman Ketiga tidak semeriah kediaman kami.”

Chang ZaiQing awalnya berpikir bahwa Shen Miao begitu kekanak-kanakan dan kesal dengan kediaman Ketiga tetapi setelah mendengarkan semuanya, dirinya tiba-tiba berpikir tentang sesuatu dan ekspresi wajahnya berubah.

Benar. Di kediaman Shen Xin, Luo XueYan itu bodoh, begitu terus terang dan tidak terlalu sensitif. Halaman dalamnya bersih sehingga tidak sulit untuk membereskannya. Tapi Chang ZaiQing lupa bahwa masih ada satu Shen Qiu. Dia adalah putra tertua Luo XueYan, masih muda dan menjanjikan. Di tambah lagi jika dia menikahi seorang istri dari keluarga kuat, bahkan jika Chang ZaiQing tidak melawan atau bersaing, dirinya masih akan ditekan.

Shen Miao melihat perubahan di wajah Chang ZaiQing dan matanya menjadi dingin.

Dalam kehidupan sebelumnya, ketika Chang ZaiQing akhirnya tinggal di halaman dalam Shen Xin, Shen Qiu sudah tidak ada dan Shen Miao sudah menikah ke kediaman Pangeran Ding. Tidak ada ancaman bagi Chang ZaiQing di kediaman dalam. Dengan rute pelayaran yang begitu mulus, bagaimana mungkin Chang ZaiQing tidak memanfaatkan peluang yang begitu bagus?

Tapi itu tidak sama sekarang karena Shen Qiu sangat baik. Dengan putra tertua Di yang hidup dan sehat di sini, kemungkinan Chang ZaiQing yang berharap untuk menjadi istri Shen Xin selamanya tidak akan pernah terwujud.

Rute apa yang akan dipilih wanita ini, yang suka merencanakan dan menimbang pro dan kontra dengan jelas?

Shen Miao memutar-mutar kue di atas meja dan tersenyum, “Sangat disayangkan bagi Shu Ketiga. Awalnya ketika ZhuFu (Kakek) masih ada, dia mengatakan bahwa Shu Ketiga adalah yang paling cerdas dalam keluarga Shen. Dia bermartabat dan terpelajar, jika Shu Ketiga memiliki seorang putra, dia akan sepintar dirinya. Sayangnya kediaman ketiga hanya memiliki seorang anak perempuan yaitu Kakak Kedua. Sekarang Kakak Kedua hampir mencapai usia untuk menikah, ketika dia menikah, hanya akan ada Shu Ketiga dan Shen Ketiga, dua orang di rumah kediaman Ketiga akan terlalu sepi.”

Chang ZaiQing awalnya mendengarkan dengan linglung, tetapi hatinya tergerak setelah mendengar kata-kata Shen Miao.

Omong-omong, kediaman Shen Xin dan Shen Wan hampir serupa. Keduanya hanya memiliki satu wanita dan keduanya orang yang sentimen. Dan jika berbicara tentang itu, Shen Yue juga dua tahun lebih tua dari Shen Miao dan akan segera dinikahkan dan karena tidak ada anak laki-laki di kediaman Ketiga situasi ini sangat bagus.

“Temperamen Qing Yi dan Shen Ketiga juga serupa dan hanya ada beberapa perbedaan kecil dalam sikapnya. Kalian berdua berbicara dengan lembut dan memiliki pengetahuan yang banyak dalam sastra. Jika saya tidak tahu, saya akan berpikir bahwa Anda berdua adalah sepasang saudara perempuan.” Shen Miao memandang Chang ZaiQing dengan tatapan menyelidik dan berbicara tanpa tergesa-gesa, “Tapi menurut saya, Qing Yi lebih menonjol daripada Shen Ketiga karena Qing Yi lebih muda.”

Bibir Chang ZaiQing tanpa sadar terangkat. Dirinya sangat sadar bahwa orang-orang di kediaman Shen membandingkannya dengan Chen RouQiu karena mereka sangat mirip satu sama lain, wanita yang lembut dan berbakat dalam kesastraan. Tetapi apa yang dikatakan Shen Miao benar, tidak peduli seberapa cantik seorang wanita, bahkan jika seseorang memiliki bakat yang hebat, begitu usia bertambah warnanya juga akan layu. Sebagai perbandingan, Chang ZaiQing jauh lebih menarik dengan masa mudanya. Apalagi Chen RouQiu menganggap dirinya sebagai putri Di dari keluarga bangsawan membuat perilakunya agak penyendiri, sedangkan Chang ZaiQing dibesarkan di rumah biasa dan tahu bagaimana berkompromi, menundukkan kepalanya ketika tiba saatnya untuk membungkuk dan membaca wajah orang lain sehingga semua orang memujinya.

Mata Chang ZaiQing dipenuhi dengan pikiran. Dirinya lebih baik dari Chen RouQiu.

Shen Miao mengambil cangkir teh untuk diminum, teh yang masuk ke mulutnya terasa pahit tetapi dia meminumnya seperti rasanya semanis madu dan memperlihatkan senyum yang lembut.

Chang ZaiQing sudah berusia dua puluh enam tahun dan di ibu kota Ding bagi wanita pada usia sedemikian untuk membahas tentang pernikahan, sebagian besar akan menjadi selir untuk orang lain atau menjadi ibu tiri dan membesarkan anak-anak yang tidak merangkak keluar dari rahim mereka. Selain itu keluarga Chang adalah keluarga kecil, bahkan jika mereka mengandalkan keluarga Shen, masih sulit untuk menikah dengan keluarga yang lebih tinggi.

Chang ZaiQing ini adalah orang yang membuang suaminya dan meninggalkan putranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik, jadi bagaimana bisa seorang Chang ZaiQing mudah dipuaskan? Hanya saja dirinya awalnya tidak memperhatikan Shen Wan. Karena Chang ZaiQing paling baik dalam menimbang pro dan kontra, Shen Miao kemudian secara langsung berbicara tentang kekosongan dari kediaman Ketiga kepada Chang ZaiQing sehingga dia dapat memilih sendiri.

Ekspresi Chang ZaiQing terus bergeser seperti awan, sementara hatinya dalam keadaan kacau. Shen Miao telah membangkitkan pemikiran lain di hatinya, sesuatu yang tidak dirinya perhatikan sebelumnya.

Benar, karena Shen Wan menyukai karakter Chen RouQiu dan Chang ZaiQinh lebih baik daripada Chen RouQiu dalam segala hal, jadi bagaimana mungkin dirinya tidak dapat menangani apa yang disukai Shen Wan? Dibandingkan dengan Shen Xin yang seorang pria militer, Shen Wan adalah seorang bangsawan sederhana dengan watak anggun dan dirinya merasa lebih nyaman dengan orang seperti ini.

Tapi bagaimana bisa masalah hari ini tiba-tiba menjadi seperti ini? Dirinya awalnya ingin mendengarkan Chen RouQiu untuk merasakan Shen Xin dan dirinya awalnya juga menyukai Shen Xin, tetapi pada akhirnya bagaimana bisa hal ini berbalik dan menjadi berurusan dengan Chen RouQiu? Ini karena Shen Miao terus berbicara tentang hal-hal yang tidak berhubungan dan mengalihkan perhatiannya. Semua ini karena Shen Miao.

Chang ZaiQing tiba-tiba menatap Shen Miao.

Wanita muda berpakaian ungu itu duduk di depan jendela. Chang ZaiQing tidak tahu kapan salju di luar berhenti jatuh, matahari yang terbit menyinari setengah dari wajah giok Shen Miao yang indah. Lehernya ramping saat gadis itu memegang cangkir teh dan perlahan-lahan menyesapnya untuk dinikmati.

Tapi ada ada wibawa yang tidak hilang.

Chang ZaiQing merasakan keringat dingin. Seolah-olah dirinya baru menyadari sekarang bahwa dari awal sampai sekarang, dirinya adalah orang yang dipimpin dengan hidung oleh Shen Miao. Shen Miao memalu di timur dan bagian baratlah yang babak belur, berbicara dengan santai tentang hal-hal yang tidak terkait tetapi beberapa katanya secara langsung mengarahkan panah ke arah Chen RouQiu. Setiap kata Shen Miao memberi tahu Chang ZaiQing untuk berpikir mengenai kediaman Ketiga.

Perempuan muda ini sama sekali tidak bodoh atau naif, tetapi sebaliknya seperti monster.

Chang ZaiQing memikirkan saat pertama kali dirinya datang ke kedian Shen, Shen Miao bersikap kasar untuk beberapa kali dan hatinya melonjak tanpa henti. Mungkinkah saat itu Shen Miao sudah tahu niat macam apa yang dirinya miliki? Jadi insiden perilaku kasarnya dan bahkan undangan yang disengaja hari ini juga karena itu?

Shen Miao menatapnya dan tersenyum lembut, “Mengapa Qing Yi mulai berkeringat? Apakah ruangannya terasa panas?”

Chang ZaiQing tiba-tiba pulih dan memberikan perhatian penuh saat dia memandangi Shen Miao dan berkata sambil tersenyum, “Kemungkinan besar seperti itu.”

Shen Miao berkata dengan ringan, “Ruangan ini akan setidaknyaman kepompong yang dipintal saat jendela terlalu tertutup. Lebih baik membuka jendela karena lebih dingin di luar.” Dia menginstruksikan Jing Zhe untuk membuka jendela sebelum melihat Chang ZaiQing lagi, “Qing Yi, apakah aku benar? “

“Nona muda kelima benar.” Chang ZaiQing memaksakan senyuman, tetapi dirinya sedikit lebih takut ketika dia melihat senyum Shen Miao. Pikirannya tersembunyi begitu dalam, tetapi Shen Miao dapat memahami niatnya hanya dengan satu kali pertemuan. Orang seperti ini adalah monster dengan sikap yang anggun. Beruntung Chang ZaiQing mengetahuinya lebih awal, kalau tidak jika dirinya benar-benar memasuki kediaman Shen Xin, Chang ZaiQing tidak percaya diri untuk berurusan dengan monster seperti ini.

Shen Miao tersenyum tanpa peduli sama sekali.

Dia dengan gamblang dan jelas mengatakan kepada Chang ZaiQing, ‘Jika kamu ingin memasuki kediaman ayahku, kamu harus melihat apakah kamu mampu berurusan denganku terlebih dahulu. Jika kamu tidak bisa, maka kamu layak mati di sini. Bahka. meskipun kamu lewat jalan belakang kamu akan ditembak mati dan binasa karena perbuatanmu sendiri.’

Chang ZaiQing tidak akan mengambil risiko yang tidak beralasan. Dirinya selalu menemukan cara yang paling menguntungkan dan paling aman untuk dirinya sendiri.

Benar saja, Chan ZaiQing tidak lama setelah berbicara dengan Shen Miao mengucapkan selamat tinggal kepadanya. Shen Miao tentu saja tidak menahannya dan setelah Chang ZaiQing pergi, Gu Yu berkata dengan rasa ingin tahu, “Mengapa Nona muda keluarga Chang begitu aneh? Dia sepertinya bersembunyi dari seseorang. Siapa yang membuatnya takut?”

Shen Miao berkata, “Perintahkan kepada para pelayan untuk tidak menyebutkan masalah hari ini kepada siapa pun. Chang ZaiQing tidak pernah datang ke kediaman Shen. Ingat itu.”

Kedua pelayan itu menurut dan pergi. Meskipun mereka tidak mengerti mengapa Shen Miao sangat peduli dengan Chang ZaiQing, mereka tahu bahwa Shen Miao memiliki maksud di balik tindakannya, sehingga para pelayan tidak berkomentar tentang hal itu.

Ketika semua orang telah pergi, Shen Miao kemudian duduk di depan meja dan agak bingung ketika dirinya melihat ke cermin perunggu.

Karena Chen RouQiu terlalu penuh dengan rasa benci dan telah melambung terlalu lama, jadi Shen Miao membiarkan Chang ZaiQing menghancurkan Chen RouQiu. Di kehidupan yang lalu, kontrak pernikahan antara Chang ZaiQing dan Shen Xin ‘secara tidak sengaja’ ditemukan oleh Chen RouQiu. Dialah yang terus mengatakan Chang ZaiQing tidak memiliki salah apapun dan ingin berbicara untuk Chang ZaiQing. Seperti yang dipikirkan Shen Miao, dirinya takut bahwa dalam kehidupan sebelumnya Chang ZaiQing telah menargetkan Shen Xin, dan kemungkinan besar Chen RouQiu yang memicu hal ini.

Karena mereka adalah dua saudara perempuan yang identik dan menganggap satu sama lain sebagai saudara yang baik, maka lebih baik menempatkan mereka di satu sudut untuk bertarung. Mari kita saksikan siapa sebenarnya yang Shen Wan sukai. Tatapan Shen Miao mendingin. Tentu saja dirinya akan bahagia untuk melempar Chen RouQiu kepada Chang ZaiQing untuk diurus. Dan Chang ZaiQing tidak akan membiarkannya pergi begitu saja.

Shen Miao hanya mengerutkan kening. Apa tepatnya yang dilakukan Chang ZaiQing yang mengakibatkan kematian Luo XueYan? Sampai sekarang, hal ini masih menjadi misteri.

Table Of Content

KPKM: Chapter 134 (Part 2): Undangan
KPKM: Chapter 135 (Part 2): Mimpi Buruk

Leave a Reply

Your email address will not be published.