KPKM: Chapter 132 (Part 1): Pangeran Ini Menolongmu

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Momo ( MoritaAulianti )

Editor: Kak Nadita | Proofreader: Kak Glenn

.

.

Kemungkinan besar mansion tempat utusan Qin menginap telah diperbaiki, karena agak berbeda dengan bentuk mansion yang ada di Ming Qi. Ketika Shen Miao masuk, dirinya menemukan bahwa rumah besardi Jalan Yan Qing telah direnovasi oleh orang-orang Qin, karena gayanya sama dengan Istana negara Qin dan sangat mewah.

Orang-orang Qin menyukai benda-benda emas yang berkilau, seperti Shen Miao sebelumnya, kemungkinan besar itu karena mereka berpikir bahwa emas dapat memperlihatkan kekayaan mereka, bahkan beberapa batu bata di Istana terbuat dari emas. Pertama kali Shen Miao pergi ke negara Qin, dirinya iri ketika melihat Istana itu. Tapi sekarang berpikir tentang hal ini, keluarga Kekaisaran Qin yang mencintai emas terlihat sangat tidak sedap untuk dipandang, terlihat mereka terburu-buru memperlihatkan kekayaan mereka, benar-benar klise.

Shen Miao akhirnya melihat Putri Ming An, setelah pelayan yang menunjukkan jalan menuntun mereka ke kebun.

Putri Ming An duduk di meja batu kecil di taman. Meja batu itu dihiasi dengan saputangan sutra bersulam dan di atasnya ada piring-piring makanan ringan yang indah dan sepoci teh. Ada kolam kecil di sebelahnya yang masih belum beku karena musim dingin dan ikan merah di kolam mengibas-ngibaskan ekornya. Beberapa pelayan memegang mangkuk kecil ketika mereka duduk di samping memberi makan ikan.

Shen Miao berdiri lurus di depan Putri Ming An dan menyapanya.

Putri Ming An berbalik.

Di antara Ming Qi, Liang Yang Besar dan negara Qin, Liang Yang Besar adalah negara yang paling kuat dan jika dibandingkan, Ming Qi dan negara Qin tidak diragukan lagi jauh lebih rendah. Jika perbandingan dibuat antara Ming Qi dan negara Qin, maka negara Qin jauh lebih baik daripada Ming Qi karena pasukan Qin jauh lebih kuat.

Mungkin ini adalah keluarga Kaisar Ming Qi, keluarga Fu yang terlalu ingin memperkuat kekuatan militer dalam keluarga Fu mereka dan tidak berani mendesentralisasikannya. Setelah bertahun-tahun, tidak ada Jenderal yang luar biasa. Sebagai contoh, Shen Xin dan Xie Ding, ketika keduanya tidak sebagus masa lalu, Ming Qi tidak dapat menemukan siapa pun dari keluarga dengan garis keturunan militer untuk menggantikan posisi mereka. Karena itu dalam perjamuan penghormatan ini, Kaisar Wen Hui memanggil kembali Shen Xin dengan tergesa-gesa, jangan sampai dirinya kehilangan muka di depan negara-negara lain.

Mungkin negara Qin juga tahu bahwa mereka lebih rendah daripada Liang Yang Besar tetapi jauh di atas Ming Qi, seperti ketika orang-orang negara Qin berada di depan orang-orang Ming Qi mereka akan memiliki rasa superioritas. Ini adalah perasaan yang menjengkelkan, jadi ketika Shen Miao pergi ke negara Qin dalam kehidupan masa lalunya, semua pelayan rendahan di Istana Qin akan memandang rendah kepadanya, apalagi keluarga kekaisaran negara Qin yang melakukan lebih banyak lagi hal yang tak bisa dikatakan. Karena dirinya hidup di kaki orang lain, mereka menginjak-injak martabat Ming Qi di bawah kaki mereka.

Melihat Putri Ming An pada saat ini, semua kenangan dari kehidupan sebelumnya muncul.

“Hari ini BenGong mengundangmu tetapi Bengong mengira kamu tidak akan berani datang. Aku tidak berpikir bahwa ternyata kamu benar-benar akan datang. Kamu memang punya nyali.”Putri Ming An melirik Shen Miao dan tatapannya menjadi gelap dan suram. Dia mengenakan jubah sutra bunga berwarna emas hari ini dan gaya rambutnya adalah yang terbaik yang terlihat di negara Qin tetapi setelah melihat jubah lilac dan makeup ringan Shen Miao, Putri Ming An terlihat lebih rendah jika dibandingkan dengan Shen Miao.

Sebenarnya Putri Ming An sangat halus dan cantik, bahkan di antara wanita di keluarga kekaisaran di negara Qin, ada keistimewaan khusus mengenai dirinya. Tetapi ada banyak hal yang berbeda dari segi sifat-sifat kepribadian. Penampilan Shen Miao anggun dan lembut tetapi yang paling menarik adalah sepasang matanya menarik perhatian. Pandangannya yang bermartabat membuatnya tidak tampak sebagai pengecut atau lemah, seolah-olah Shen Miao adalah wanita berpangkat tinggi di Istana selama bertahun-tahun. Ada aura bangsawan di seluruh tubuh Shen Miao.

“Putri bercanda.” Ekspresi Shen Miao tidak berubah, “Putri adalah tamu Ming Qi jadi karena saya telah memiliki keistimewaan untuk bertemu dengan Putri, mengapa saya tidak menepati janji?”

Jing Zhe dan Gu Yu berdiri di belakang Shen Miao. Mo Qing terhalang oleh penjaga di pintu dan Shen Miao tidak mengatakan apa-apa. Adapun temperamen Puteri Ming An, Shen Miao mengetahuinya sejernih kristal. Hari ini, karena Putri Ming An mengirim undangan, tidak mungkin baginya untuk melakukan sesuatu yang benar-benar berbahaya. Palingan hanya menggunakan beberapa trik untuk menyulitkan dirinya, jadi ketika Shen Miao datang dirinya sudah siap dan penderitaan yang akan dirinya alami tidak akan diterima begitu saja. Dirinya pasti akan mengembalikannya sepuluh kali dari apa yang Putri Ming An lakukan hari ini.

“Mulutmu itu sangat cekatan. BenGong tentu saja tahu bahwa kamu sangat kuat, kalau tidak selama perjamuan penghormatan kami tidak akan sengaja mempermalukan BenGong. Kamu perlu tahu bahwa aku adalah Putri yang paling dimanja dari negara Qin yang bahkan dalam keluarga Kekaisaran semua orang akan takut padaku. Aku tidak tahu ternyata setelah datang ke Ming Qi yang lebih rendah dari negara Qin dalam segala hal, aku bisa dibuat ketakutan olehmu selama jamuan penghormatan sehingga aku pingsan.”

Berpikir tentang fakta bahwa dirinya tidak lagi punya wajah, Putri Ming An tidak sabar untuk membunuh orang di depannya. Jika tidak ada pertimbangan bahwa ini adalah tanah Ming Qi dan juga telah diperingatkan oleh HuangFu Hao, Putri Ming An sekarang akan mengambil nyawa Shen Miao.

Putri Ming An tiba-tiba menatap Shen Miao dan tertawa, “BenGong melihat bahwa kamu memiliki kemampuan memanah yang luar biasa dan menemukan bahwa tidak ada saudara perempuan sepertimu di Istana Qin. Mengapa Bengong tidak meminta Kaisar untuk membiarkanmu mengikuti BenGong kembali ke negara Qin? “

Shen Miao hampir tertawa. Di masa lalu dan masa kini, Puteri Ming An ini tampaknya masih tidak setuju dengannya dan dengan kata-kata semacam ini rasanya seperti dirinya telah kembali ke masa lalu ketika dirinya bersedia pergi ke negara Qin sebagai sandera. Puteri Ming An juga mengatakan ini pada Fu Xiu Yi. Dia berkata, “Yang Mulia dapat yakin bahwa karena ini adalah permaisuri Ming Qi, negara Qin secara alami akan memperlakukannya dengan sangat baik, lagipula dia adalah saudara perempuan BenGong.”

Pada akhirnya ketika di negara Qin, semua penghinaan yang dideritanya tidak kalah dengan ketika dia berada di Ming Qi. Ketika Shen Miao kembali ke Ming Qi dan bertarung begitu lama dengan Mei Furen di Istana Dalam, semuanya berkat lima tahun di negara Qin di mana dirinya belajar untuk bertahan dalam diam dan hidup dalam dormansi.

“Jika Yang Mulia memiliki niat seperti itu maka silahkan beri tahu Yang Mulia Kaisar.” Shen Miao tersenyum tanpa peduli, “Jika Yang Mulia setuju, putri pejabat ini akan menuju ke negara Qin dengan Yang Mulia Putri.”

Putri Ming An ingin mengejek dan menekan Shen Miao tetapi dia tidak berpikir bahwa Shen Miao akan menjawab balik dengan sarkastis. Shen Miao adalah putri berharga Shen Xin sehingga untuk menjaga Shen Xin, Kaisar Wen Hui tidak akan menyentuh Shen Miao untuk saat ini. Putri Ming An melotot marah kepada Shen Miao, “Kamu!”

Shen Miao tersenyum lembut ketika dirinya menatap Putri Ming An tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

“Jangan khawatir, akan terlalu salah bagimu untuk kembali seperti ini.” Putri Ming An dengan dingin tersenyum dan matanya menjadi ganas, “Mengapa kamu tidak memasuki kediaman Huang Taizi ku dan menjadi selir atau permaisuri kedua? Bengong percaya bahwa Kaisar Ming Qi akan sangat bersedia. “

Alis Shen Miao sedikit berkerut. Jika Ming Qi ingin memiliki hubungan yang baik dengan negara Qin, pernikahan aliansi itu memang baik. Jika Putri Ming An benar-benar dapat membujuk HuangFu Hao dan dia melamar untuk menikahi Shen Miao sebagai permaisuri kedua, Kaisar Wen Hui akan menyetujuinya. Dan bagi seluruh negeri, bahkan jika Shen Xin tidak setuju, tidak akan ada cara untuk membantahnya.

Melihat Shen Miao sedikit tenggelam dalam pikiran, bibir Putri Ming An berubah menjadi seringai dan tiba-tiba melirik pelayan di samping Shen Miao. Pelayan itu tiba-tiba mengulurkan tangannya dan mendorong Shen Miao ke dalam kolam.

Dorongan ini tiba-tiba dan sengit, jadi Shen Miao tertangkap basah dan dirinya jatuh ke kolam. Jing Zhe dan Gu Yu berteriak dan ketika mereka ingin datang untuk membantu, sudah terlambat. Shen Miao bisa merasakan udara dingin yang terciprat ke pakaiannya tapi bibirnya sudah sedingin es. Metode Putri Ming An semuanya seperti ini. Karena hari ini dia tidak bisa benar-benar menyakiti dirimya, maka dia akan membiarkan Shen Miao menderita beberapa kesulitan. Bahkan hasil seperti ini hampir diharapkan oleh Shen Miao.

Shen Miao mendarat di air dengan bunyi putong tetapi dirinya tahu cara berenang di air, jadi meskipun air itu sedingim awal musim dingin, bukan berarti tidak bisa membuat Shen Miao tidak bisa bergerak. Namun mereka mendengar suara putong lainnya. Awalnya Shen Miao berpikir bahwa dirinya salah dengar tetapi ketika dirinya berbalik Shen Miao melihat ada percikan di belakangnya, dan warna emas itu tidak lain adalah Putri Ming An.

Jeritan Puteri Ming An hampir menusuk gendang telinga seseorang dan sepertinya dia tidak tahu bagaimana cara mengapung, dia hanya bisa menjerit, “Seseorang datang. Seseorang datang. “

Para pelayan Putri Ming An juga menjadi hingar-bingar setelah melihat pemandangan ini dan dengan cepat pergi mencari bambu untuk menyelamatkannya. Para penjaga tahu bagaimana berenang di air tetapi mereka semua laki-laki dan Putri Ming An adalah bangsawan berdarah biru. Mereka takut jika seseorang menyentuh Putri Ming An maka keesokan harinya kepala mereka akan dipenggal, sehingga tidak ada yang pergi untuk menyelamatkannya. Selain itu lokasi di mana Putri Ming An jatuh benar-benar terlalu jauh.

Shen Miao juga didorong ke dalam kolam, tetapi dirinya jatuh di sisi kolam yang tidak jauh dari tepi kolam. Tapi Putri Ming An benar-benar jatuh ke tengah kolam, di mana bahkan tiang bambu tidak bisa menjangkaumya sama sekali.

Ketika Shen Miao melihat adegan ini, dirinya merasa itu agak lucu. Tapi ini bukan saatnya untuk menonton pertunjukan dari air. Jadi ketika semua orang bingung, dirinya berenang dengan santai ke arah tepi kolam.

Ketika Shen Miao mencapai tepi kolam, Jing Zhe dan Gu Yu dipenuhi dengan kepanikan saat mereka menariknya. Di tengah-tengah keributan mereka semua, mereka semua dapat mendengar teriakan, “Apa yang terjadi?”

Mereka hanya bisa melihat dua laki-laki berjalan dari luar kebun. Seorang laki-laki mengenakan jubah emas dan tutup kepala batu giok dengan ekspresi suram yang menghancurkan sepertiga dari penampilannya yang tampan. Pria yang lain mengenakan jubah ungu emas dengan mantel hitam dan setengah topeng menutupi wajahnya. Topemg itu tidak mengubah penampilan tampan dan heroiknya saat dia dengan tergesa-gesa mengikuti langkah HuangFu Hao dan menuju mereka semua

“Membalas Yang Mulia, Putri telah jatuh ke dalam air.” Para pelayan itu dengan cepat melaporkan. Melihat para pelayan berlarian dalam kekacauan, HuangFu Hao menarik napas dalam-dalam sebelum melihat ke atas untuk melihat ekspresi Pangeran Rui. Tapi Pangeran Rui mengenakan topeng dan bibir di bawah topeng itu agak terhubung, tidak ada yang bisa melihat dengan jelas apa yang sedang dipikirkannya saat ini.

HuangFu Hao kemudian berteriak pada penjaga di belakang, “Kalian masih tidak pergi dengan cepat?”

Penjaga itu menjadi kaku tetapi juga tidak berdaya dan hanya bisa terbang menuju kolam. Kemungkinan besar dia memiliki beberapa keterampilan seni bela diri, karena dia dengan mudah menolong Putri Ming An yang basah kuyup ke tepi.

Putri Ming An telah tersedak air cukup banyak dan hal pertama yang dia lakukan adalah berteriak dan menunjuk Shen Miao, “Pelacur ini mendorongku ke dalam air. Huang Taizi, bunuh dia untukku. “

Putri Ming An sangat marah karena dia benar-benar mengatakan kata-kata seperti itu di depan semua orang. HuangFu Hao diam-diam terkejut dan membuka mulutnya untuk menghentikannya, “Ming An.”

Putri Ming An terkejut sesaat dan baru sekarang dia melihat bahwa Pangeran Rui benar-benar berdiri di samping HuangFu Hao. Dia melompat kaget tetapi wajahnya masih memerah karena marah. Untuk menjadi sosok yang menyesal di depan pria yang begitu anggun dari generasi ini, jika ada lubang di tanah Putri Ming An pasti akan masuk. Dan semua ini berkat Shen Miao.

Jing Zhe tidak dapat menahan diri dan melakukan serangan balik untuk Shen Miao, “Kata-kata Yang Mulia tidak masuk akal. Jelas nona muda kami yang jatuh ke dalam air lebih dulu, jadi bagaimana mungkin seseorang bisa mendorong Yang Mulia. Nona muda kami bukanlah Dewa yang memiliki kemampuan memiliki tiga kepala dan enam lengan. “

“Apa yang membuatmu begitu berani untuk berbicara seperti itu kepada BenGong.” Putri Ming An tidak marah tetapi malah tertawa, “Maksudmu BenGong memfitnah Shen Miao? Seseorang datang dan tangkap pelayan gila dan tidak sopan ini untuk BenGong. “

Shen Miao tersenyum dingin dan memblokir Jing Zhe, “Yang Mulia dari negara Qin sedangkan Jing Zhe adalah orang-orangku dan ini adalah Ming Qi. Sejak kapan orang Qin bisa berperilaku kejam di tanah Ming Qi? “

Shen Miao menggunakan dua kata berperilaku kejam dan dapat dikatakan bahwa itu sangat tidak sopan, bahkan HuangFu Hao tidak bisa membantu tetapi memberinya pandangan lagi.

“Kamu kurang ajar.” Putri Ming An berteriak.

“Anak perempuan pejabat ini tidak menemukan diri sendiri kurang ajar,” sikap tegas Shen Miao sama sekali tidak lemah. Sekarang dirinya bukan Permaisuri yang menderita dalam kesunyian di negara Qin. Terlebih lagi, jika dirinya bahkan tidak bisa melindungi pelayan, maka dirinya akan merasa sia-sia hidup dalam kehidupan ini. Sekarang Putri Ming An menggunakan identitasnya untuk berperilaku kejam, Shen Miao bahkan tidak perlu menggunakan otaknya untuk menghadapinya.

Ini adalah kediaman negara Qin dan pelayan Putri Ming An telah lama membawa jubah untuk Putri Ming An untuk menutupi dirinya. Tapi tidak ada jubah yang dibawakan untuk Shen Miao, karena jubah ungu miliknua basah kuyup dan hampir melekat pada tubuhnya. Meskipum Jing Zhe dan Gu Yu menggunakan diri mereka untuk memblokir tubuh Shen Miao akan tetapi semua itu sia-sia. HuangFu Hao menatap Shen Miao yang menurutnya bersikap sombong.

Table Of Content

KPKM: Chapter 131 (Part 2): Seseorang Yang Tidak Sebaik Harimau
KPKM: Chapter 132 (Part 2): Pangeran Ini Menolongmu

Leave a Reply

Your email address will not be published.