KPKM: Chapter 131 (Part 2): Seseorang Yang Tidak Sebaik Harimau

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Alfi (ShinMin02)

Editor: Kak Nadita | Proofreader: Kak Glenn

.

.

Saat malam menyebar ke seluruh ibukota Ding, setiap rumah mulai menyalakan lampu, memberikan pemandangan yang sedikit makmur. Namun selain istana, jalan yang paling berkembang mungkin masih bagian selatan kota di mana restoran dipenuhi dengan suara makan dan minum, pria dan wanita tertawa dan musik terjalin, membuat kota itu terdengar sangat hidup.

Di kediaman Pangeran Rui, lampu dinyalakan dengan sangat baik sehingga bahkan lenteranya disulam dengan emas. Ketika dinyalakan di malam hari, lentera itu bersinar sangat terang sehingga menangkap mata semua orang. Mereka yang lewat akan mengiler di atasnya dan ingin mencuri satu untuk mengurai benang emas di lentera itu dengan imbalan uang. Tetapi ketika mereka melihat penjaga yang tersenyum galak dan ganas, mereka hanya bisa menekan hati mereka dan pergi dengan ekor di antara kaki.

Lentera itu milik kediaman Pangeran Rui dari Liang Yang Besar. Siapa yang berani mencurinya?

Semuanya tenang di kediaman, seolah-olah tidak ada orang di sekitar. Menjelang akhir, ada halaman yang luas dan ada paviliun yang indah dan berdekorasi rumit di sebelah kolam yang jernih. Air di kolam berwarna kehijauan, membuat cahaya bulan bersi ar indah. Selama musim panas, kilang anggur dan kolam teratai akan memberikan jenis pesona yang berbeda tetapi sayangnya cuaca memasuki awal musim dingin, sehingga ketika seseorang duduk di paviliun akan ada angin dingin bersiul.

Pada saat ini ada seseorang yang duduk di paviliun, aliran besar emas dan ungu hampir menutupi bangku-bangku di paviliun. Itu adalah pemuda yang sangat tampan. Di bawah sinar bulan yang lembut, fitur yang biasanya tampan menjadi lebih lembut dan fitur wajahnya juga terlihat lebih hangat. Dia menunduk dan menggoda anak harimau di pelukannya.

Anak harimau itu dengan paksa ditekan ke dada pria itu dan harimau itu menggelengkan kepalanya dengan tidak nyaman, mencoba untuk berbalik dan menggigit tangan yang memegang kepalanya. Sayangnya dia tidak tahu bahwa lehernya terlalu pendek atau kekuatan yang mendorong terlalu kejam, setiap mencoba tidak ada hasilnya. Tapi anak harimau ini tidak menyerah dan terus memegang lengan baju pemuda ungu itu di mulutnya.

Xie JingXing menarik lengan bajunya dari mulut anak harimau, menatap daerah yang telah dibasahi oleh air liur anak harimau. Setelah lama mencari, dia menjentikkan kepala harimau itu. Anak harimau itu mulai merengek dan akhirnya berhasil meremas tangan pria itu dan mulai bermain dengan jari-jari Xie JingXing dengan cakarnya.

Di antara rerumputan di kejauhan, dua kepala tiba-tiba muncul. Ye Ying menatap pria itu dan harimau di paviliun dengan mata tidak percaya. Orang perlu tahu bahwa Xie JingXing memiliki kebiasaan buruk untuk kebersihan dan biasanya tidak menyukai binatang. Bahkan orang-orang yang dekat dengannya tidak akan menyentuh barang-barangnya, tetapi sekarang tidak hanya memiliki lengan bajunya direndam dengan air liur binatang buas, dia masih tenang. Ye Ying berkata, “Apa Tuan sudah gila hari ini? Kalau tidak mengapa terus membawa harimau itu? Memeluknya saat makan, memeluknya saat tidur, aku mendengar bahwa saat mandi Tuan juga memeluk harimau itu. Tidak mungkin Tuan benar-benar ingin membawa harimau ini kembali ke Liang untuk dijadikan Rui WangFei.” Melihat orang di sebelahnya tidak bergerak, Ye Ying menoleh, “Huo Long, katakan sesuatu.”

Huo Long memegangi wajahnya dengan tangannya dan menatap ke paviliun, “Tuan benar-benar memperlakukan harimau itu dengan sangat baik. Lihat saja ekspresinya yang lembut ketika melihat harimau itu. Dengan gaya Tuan yang luar biasa seperti otu, jika itu aku, aku akan bersedia jadi harimau itu sehingga aku bisa tidur dan mandi bersama Tuan.” Ketika Huo Long mengatakan kata-kata itu, dia tetap tenang bahkan tidak malu. Pada akhirnya dia menggelengkan kepalanya dan menghela nafas, “Sayangnya, aku bukan harimau itu.”

“Aku pikir kamu juga sudah gila.” Ye Ying menatapnya.

Di paviliun, Xie JingXing menggosok kepala harimau itu ke dadanya. Anak harimau itu berjuang mati-matian dan secara tidak sengaja menerkam leher Xie JingXing dan menjilat wajah Xie JingXing.

“Kamu masih bisa mencuri sebuah ciuman.” Xie JingXing terkekeh dan tangannya pergi ke leher anak harimau itu untuk mengangkatnya dan melihat anak harimau itu berjuang di udara saat dirinya mengangkat alisnya, “Manusia dan harimau ternyata memiliki moral yang sama.”

Anak harimau itu membuka cakarnya dan menatapnya, Xie JingXing mencium kepalanya, “Jadilah anak yang baik.”

Di antara rumput, Ye Ying mencondongkan tubuh ke depan, “Tuan sudah gila.”

“Aku ingin membunuh harimau itu,” Huo Long berkata dengan ganas.

Tepat pada saat ini, sosok Tie Yi tiba-tiba muncul di paviliun. Xie JingXing menempatkan anak harimau itu kembali ke pelukannya dan bertanya, “Ada apa?”

“Tuan, hari ini Putri Ming An mengirim undangan ke nona muda lelima Shen.”

“Oh.” jari-jari Xie JingXing yang sedang menggaruk anak harimau itu berhenti sedikit.

“Putri Ming An mengundang nona kelima Shen untuk mengunjungi kediamannya dan nona muda Shen menerimanya. Dia akan pergi dalam waktu dua hari.” Tie Yi membungkuk dan menjawab.

“Aku mengerti.” Xie JingXing melambaikan tangannya. Tie Yi memandangi harimau di pelukan Xie JingXing, mulutnya bergerak sedikit sebelum akhirnya dia berbalik dan mundur ke dalam kegelapan.

“Nyaloi orang itu sangat hebat,” Xie JingXing meletakkan jarinya di mulut anak harimau. Anak harimau itu telah terbiasa dengan Xie JingXing setelah makan, mandi dan tidur dengannya sehingga dia hanya memegang jarinya di mulutnya, tetapi tidak benar-benar menggigitnya dan hanya melekat padanya untuk bermain.

“Mau pergi atau tidak?” Xie JingXing bertanya.

Anak harimau putih itu merengek dan menatapnya dengan mata yang cerah.

“Ingin pergi.” Xie JingXing mengangkat alisnya, “Pangeran ini akan mendengarkanmu.”

*****

Dalam sekejap mata, dua hari kemudian akhirnya tiba.

Di pagi ini, Shen Miao bangun pagi dan Jing Zhe dan Gu Yu membantunya mengenakan pakaian hangat, karena cuaca perlahan memasuki awal musim dingin. Musim dingin Ming Qi selalu cepat datang dan sangat dingin. Pada hari-hari sebelumnya, hujan terus turun dan pakaian tebal Shen Miao semuanya lembab sehingga sulit untuk menemukan pakaian yang cocok. Gu Yu menemukan sebuah jubah dari peti dan berkata, “Jubah ini cukup kering. Meskipun sedikit tebal tetapi hari ini sangat dingin, jadi lebih baik bagi nona muda untuk memakainya.”

Shen Miao menatap jubah di tangan Gu Yu. Itu adalah jubah putih salju yang terbuat dari bulu rubah dari atas ke bawah. Bulu rubah iti berwarna putih yang langka karena tidak ada satu pun bulu dengan warna yang berbeda. Bahkan setelah beberapa tahun, jubah itu masih terlihat baru seperti sebelumnya, tampaknya sepotong jubah bulu yang bagus.

Jubah ini adalah potongan jubah yang muncul secara misterius pada hari kedua setelah tinggal di rumah petani, ketika Shen Miao menemani Shen Xin meninggalkan ibukota Ding dua tahun lalu. Kediaman petani itu tidak memiliki jubah ini dan Shen Miao juga tidak tahu dari mana benda ini berasal. Pada waktu itu dirinya berpikir untuk menukarnya dengan uang tetapi Shen Qiu sangat keberatan, mengatakan bahwa bulu rubah putih ini sulit diperoleh bahkan dengan ribuan tael emas dan lebih baik untuk disimpan.

Meskipun masih ada, tetapi jubah itu tidak pas untuk ukurannya. Jubah itu terlalu besar untuk Shen Miao sehingga disimpan di bagian bawah peti dan belum pernah dipakai lagi. Jika Gu Yu tidak mengeluarkannya hari ini, Shen Miao tidak akan mengingatnya.

Ketika dirinya melihat jubah itu, Shen Miao memikirkan satu hal. Sebelumnya, Xie JingXing datang ke kamarnya di malam hari, menyebutkan bahwa dia bertemu dengan Shen Miao dua tahun yang lalu di rumah petani tetapi dirinya tidak ingat ketika dirinya mabuk. Sekarang memikirkan hal ini, jubah ini harus dikembalikan kepada Xie JingXing. Shen Miao tidak bisa mengingat apapun pada malam itu dan hanya tahu omong kosong yang dikatakan Xie JingXing. Wajah Shen Miao berubah sedikit merah.

Ketika Jing Zhe dan Gu Yu melihat bahwa Shen Miao sedikit tidak nyaman, mereka saling memandang karena mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan Shen Miao. Jing Zhe mengingatkan, “Nona muda.”

Shen Miao sadar kembali, dan melihat jubah di tangan Gu Yu dan berkata dengan suasana hati yang buruk, “Cari waktu untuk menggadaikan jubah itu.”

“Tapi tuan muda mengatakan bahwa bulunya sangat bagus dan tidak memperbolehkan nona muda menggadaikanmya.” Gu Yu merasa aneh.

“Tidak peduli seberapa bagus bulunya, aku tidak mau.” Shen Miao berkata, “Jika kamu membereskan jubah itu kirimkan ke Toko Gadai Feng Xian. Karena Pegadaian Feng Xian selalu mengumpulkan barang-barang berharga, Manajer Ji pasti akan menyukainya.”

Melihat Shen Miao seperti ini, Gu Yu dan Jing Zhe tidak berani mengatakan apa-apa lagi. Mereka mengangkat bahu dan terus mencari jubah lain untuk Shen Miao.

Pada akhirnya jubah bulu kelinci berwarna ungu dipilih dan setelah Shen Miao merapikan diri, mereka akhirnya keluar. Luo Tan sudah pergi sementara Shen Xin dan yang lainnya hanya akan kembali pada malam hari setelah bekerja di Kementerian. Tanpa semua mata dan telinga anggota keluarga Shen, Shen Miao merasa lebih bebas.

Mo Qing sekali lagi menjadi kusir. Meskipun saat ini dia adalah salah satu dari orang-orang Shen Qiu, dirinya masih melakukan banyak hal untuk Shen Miao. Bahkan Shen Miao tidak akan memperbolehkan Mo Qing menceritakan hal-hal yang telah Shen Miao lakukan kepada orang lain. Mo Qing tampaknya lebih seperti orang kepercayaan Shen Miao. Namun sepertinya dirinya sudah terbiasa dengan identitasnya ini. Mo Qing sendiri telah terbiasa menemani Shen Miao ketika dia meninggalkan kediaman untuk melakukan sesuatu.

Tetapi ketika Mo Qing tahu ke mana Shen Miao pergi hari ini, dia juga terkejut ketika tempat itu ternyata tempat tinggal Putra Mahkota negara Qin. Tindakan Shen Miao selama perjamuan penghormatan telah menyebar ke seluruh ibukota Ding, dan tentu saja Mo Qing menyadarinya. Jelas bahwa Putri Ming An memiliki niat buruk sehingga Mo Qing sedikit khawatir, tetapi Shen Miao memiliki ekspresi telah merencanakan sesuatu sehingga dirinya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Setelah mencapai kediaman Putra Mahkota Qin, para penjaga melihat undangan di tangan Shen Miao dan mereka membiarkan Shen Miao menunggu di luar, mengatakan bahwa mereka akan melaporkannya dan menerima undangan itu sebelum akhirnya menghilang.

Setelah waktu yang lama, Jing Zhe sedikit tidak bisa mentolerir dan berbicara, “Ini hampir setengah shichen (1 shichen = 2 jam), orang-orang ini belum melapor kembali. Ini jelas bahwa Putri negara Qin sengaja membuat segalanya menjadi sulit bagi nonauda. Bahkan meskipun ada pemanas di dalam kereta ini, di luar sangat dingin. Jika nona masuk angin, apa yang akan dilakukan Putri ini?”

Gu Yu juga berkata, “Ini keterlaluan. Karena seseorang berinisiatif mengundang orang lain, apa ada orang yang berlaku kasar di pintu kediamannya?”

Biasanya ketika orang lain mengirim undangan, orang akan menyambut sang tamu ke kediaman untuk menunggu. Bahkan jika itu adalah keluarga Kekaisaran dengan banyaknya peraturan, mereka tidak akan menggantung seseorang untuk menunggu selama setengah shichen (1 shichen = 2 jam).

Mo Qing berkata, “Nona muda, lebih baik kita kembali.”

Shen Miao menggelengkan kepalanya, “Karena kita telah datang, maka lebih baik menunggu. Selalu lebih baik untuk menjaga penampilan dan tidak membiarkan orang lain mengentari sopan santun kita.”

Ketika dirinya berada di negara Qin, Putri Ming An suka memperlakukan orang lain seperti ini. Di musim dingin yang parah, Putri Ming An akan menyampaikan pesan pagi-pagi sekali untuk membiarkan orang lain menunggu di taman yang dingin dan mereka akan menunggu beberapa shichens. Kadang-kadang bahkan mereka tidak dapat melihat siapapun selama satu hari itu  Setelah itu seorang pelayan akan dikirim untuk mengatakan bahwa ada sesuatu yang muncul dan Putri Ming An tidak dapat hadir. Sungguh sia-sia menunggu selama satu hari. Metode Putri Ming An sama seperti biasanya dan sangat dangkal di permukaan. Shen Miao sudah mentolerir hal ini dalam kehidupan masa lalunya jadi apa artinya menunggu setengah shichen dalam kehidupan ini?

Di kediaman Putra Mahkota Qin, Putri Ming An sedang duduk di kamar saat ini ketika pelayan menambahkan bungkalan bara ke dalam pemanas. Dirinya mengambil teh di atas meja dan menyesap sedikit dengan ekspresi riang di wajahnya.

Dia bertanya kepada para pelayan di luar, “Apakah pelacur itu sudah pergi?”

“Menjawab Yang Mulia.” Pelayan itu berkata, “Kereta kuda nona muda kelima masih berada di luar pintu kediaman dan belum pergi.”

Jejak ketidakbahagiaan muncul di wajah Putri Ming An, “Kesabarannya tidak disangka-sangka.” Dirinya awalnya berpikir untuk membiarkan Shen Miao mengeringkan di bawah matahari untuk sementara waktu dan putri pejabat yang sombong itu pasti akan kembali ke kediamannya dengan gusar. Setelah itu terjadi, dirinya akan memiliki alasan untuk memanggil Shen Miao karena tidak menghormatinya.

Namun dirinya tidak berpikir bahwa Shen Miao mampu menjaga ketenangannya dan tetap tersenyum, “Setelah menunggu begitu lama, aku berpikir kesabaran pasti sidah habis. Tidak buruk juga untuk menjalankan rencana lain. Seseorang pergilah dan berikan perintah BenGong untuk mengundang Shen Miao masuk.”

Table Of Content

KPKM: Chapter 131 (Part 1): Seseorang Yang Tidak Sebaik Harimau
KPKM: Chapter 132 (Part 1): Pangeran Ini Menolongmu

Leave a Reply

Your email address will not be published.