KPKM: Chapter 128 (Part 2): Coba Tebak

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Amal ( pengembara_cinta)

Editor: Kak Nadita | Proofreader: Kak Glenn

.

.

Ji YuShu tersenyum dan matanya menunjukkan kebanggaan yang tak terkatakan, “Nona Shen tidak boleh meremehkan Rumah Gadai Feng Xian. Meskipun saya tidak ada di ibu kota Ding selama dua tahun dan Feng Xian juga tutup, tetapi bisnis masih perlu dilakukan. Kalau tidak, bagaimana saya mendapat uang untuk menghidupi keluarga? Xiao Bai Sheng masih bekerja. Lagipula seseorang tidak bisa begitu saja membuang panen selama dua tahun. Katakanlah nona Shen, informasi apa yang ingin Anda tanyakan? Saya, manajer Pegadaian Feng Xian akan melayani semua permintaan anda.”

Shen Miao terkekeh, “Karena Manajer Ji berbicara seperti itu, saya merasa yakin. Hari ini saya datang ke sini untuk melakukan tiga transaksi bisnis, dan semuanya tentang membeli informasi. Yang pertama … Apakah Manajer Ji tahu berita mengenai kematian Marquis muda Xie dari kediaman Marquis Lin An dalam sebuah pertempuran?”

Ji YuShu terkejut sesaat sebelum melihat Shen Miao, “Mengapa nona Shen ingin menanyakan hal ini?”

“Keluarga Xie dan keluarga Shen saya sama-sama garis keturunan militer Ming Qi. Meskipun Marquis Lin An berada dalam perselisihan politik dengan ayah saya, tetapi pada akhirnya orang-orang militer saling menghargai satu sama lain. Seperti kata pepatah, rubah berduka ketika kelinci mati. Marquis muda Xie, generasi yang berbakat dan mati dalam pertempuran, saya merasa hal itu sangat disayangkan, sehingga ingin agar Manajer Ji membantu saya dan menemukan detail kematian Marquis muda Xie kecil termasuk dimana dia menghilang.”

Ji YuShu minum seteguk teh dan tersenyum, “Ini mudah ditangani. Hanya saja kematian Xie JingXing sangat terkenal sehingga untuk menemukan sesuatu yang berbeda tidaklah mudah. Aku tidak bisa berjanji untuk bisa mendapatkan informasi, selain itu cahaya akan padam ketika seseorang mati dan hal ini terjadi sudah lama.”

“Manajer Ji hanya perlu melakukannya dengan sepenuh hati, jika anda benar-benar tidak dapat menemukan sesuatu, tidak apa-apa bagiku.” Shen Miao kemudian mengambil teko dan menuangkan secangkir teh untuk dirinya sendiri, sebelum berbicara dengan santai seperti angin lembut, “Transaksi bisnis kedua. Apakah Manajer Ji tahu bahwa ada Tabib Kekaisaran di Istana Ming Qi bernama Gao Yang?”

Dengan suara ‘Pu’, Ji YuShu menyemprotkan seteguk teh. Shen Miao melirik Jing Zhe dan Jing Zhe segera menyerahkan saputangan.

Ji YuShu mengambil sapu tangan dan bergegas membersihkan noda air pada dirinya, di mendengar Shen Miao berbicara, “Manajer Ji sepertinya sangat terkejut?”

Ke (suara batuk).” Ji YuShu berkata, “Memang agak terkejut, bagaimana bisa nona muda Shen berpikir untuk menemukan informasi mengenai Tabib Istana?”

“Hanya diminta oleh orang lain.” Shen Miao menatapnya, “Manajer Ji belum pernah mendengar nama ini sebelumnya?”

Ji Yu Shu menggelengkan kepalanya, “Pertama kali mendengarnya, tampaknya keterampilan medisnya tidak terlalu tinggi sehingga dia tidak terkenal.” Dia memandang Shen Miao dan berkata dengan nada rumit, “Saya memberitahu Anda tanpa menyembunyikan apapun, bagaimana bisa nona terlibat dengan Istana? Meskipun Bai Xiao Sheng melakukan bisnis, tetapi kekuatan di dalam Istana terlalu besar sehingga terlalu berisiko untuk bisnis kami.”

Shen Miao hanya menatapnya tanpa berbicara, mata yang tenang itu membuat Ji YuShu merasa agak tidak nyaman. Ji YuShu dengan lembut terbatuk dua kali dan suaranya dengan tak jelas menurun, “Bukannya tidak bisa dilakukan, hanya saja lebih banyak uang …”

“Manajer Ji tidak perlu khawatir tentang uang.” Shen Miao tersenyum ringan, “Saya tidak akan pelit dalam mengganti usaha Manajer Ji.”

Ji YuShu kehabisan nafas, merasa bersalah dengan dua transaksi bisnis yang telah disebutkan Shen Miao. Dia tertawa kering dua kali sebelum berbicara, “Saya tidak tahu apa informasi ketiga yang ingin dibeli nona muda?”

“Yang ketiga agak sulit.” Shen Miao memandangnya, “Tapi saya percaya dengan kemampuan Manajer Ji, hal itu dapat diperoleh cepat atau lambat.”

Ketika Ji YuShu mendengar ini, dia hampir tidak tersenyum, “Terima kasih banyak atas kepercayaan nona Shen tetapi … hal macam apa yang membuat nona merasa seperti ini?”

“Saya ingin menanyakan tentang seseorang.” Shen Miao meletakkan cangkir teh, “Yang Mulia Pangeran Rui dari Liang Yang Besar.”

Cangkir teh di tangan Ji YuShu sedikit bergetar tetapi di permukaan ia masih nampak terkejut, “Oh? Mengapa nona bertanya tentang Yang Mulia Pangeran Rui? Sepengetahuanku, Yang Mulia Pangeran Rui datang ke ibu kota Ding baru-baru ini. Jika Nona Shen ingin mengenalnya,  Anda dapat melihatnya selama perjamuan penghormatan. Mungkinkah Nona Shen seperti wanita-wanita bangsawan itu,  jatuh cinta pada ketampanan Pangeran Rui dan dengan demikian datang untuk bertanya?” Ketika Ji YuShu berbicara hingga bagian terakhir, tidak tahu mengapa dirinya menjadi bahagia dan suaranya menjadi agak bersemangat dibandingkan dengan dirinya yang sebelumnya tertunduk.

Jing Zhe dan Gu Yu yang berdiri di belakang hampir meledak. Untuk Ji YuShu berbicara omong kosong seperti itu, jika orang-orang di luar mendengarnya, bagaimana pendapat mereka tentang Shen Miao. Tapi para pelayan tidak bisa ikut campur ketika tuan sedang berbicara, sehingga keduanya hanya bisa bertahan dan menatap Ji YuShu dengan jijik dan marah.

Shen Miao memandangi Ji YuShu yang bersemangat saat dia menggaruk telinganya dan tiba-tiba tertawa, “Ya. Saya juga mengagumi kecantikannya yang tiada tara.”

Ji YuShu kaget. Dia tiba-tiba membuka mulutnya dan menunjuk ke arah Shen Miao dengan tidak percaya, tergagap, “Ini … apa kalimat ini benar?”

Shen Miao mengangguk dan berkata dengan serius, “Tentu.”

Itu seperti Ji YuShu telah menemukan rahasia yang besar sehingga dia memiliki pandangan yang tidak terkendali. Dia tertawa dua kali sebelum berkata, “Kalau begitu, aku pasti akan menanyakan situasi Pangeran Rui untuk nona … Melihat apakah ada wanita lain di sisinya.”

Shen Miao bangkit dan menganggukkan kepalanya pada Ji YuShu, “Aku mengucapkan banyak terima kasih kepada Manajer Ji. Jika ada penemuan, tolong kirim seseorang ke kediaman dan saya akan datang ke Pegadaian Feng Xian untuk bertemu Manajer Ji.” Shen Miao mengeluarkan tael perak dan menempatkannya di depan Ji YuShu, “Ini adalah deposit.”

Ji YuShu berkata dengan tersenyum, “Nona Shen terlalu baik. Di antara kita, tidak perlu ada uang muka.” Dia mengatakan itu ketika sudah meletakkan tael di lengan bajunya. Hal itu memprovokasi Jing Zhe dan Gu Yu untuk memutar mata mereka beberapa kali padanya.

Shen Miao tersenyum, “Ini adalah hukum surga dan prinsip bumi untuk menerima uang ketika melakukan tugas. Hanya saja Manajer Ji harus mengingat satu hal.” Alisnya hangat tapi kata-kata yang diucapkan agak tajam, “Aturan bisnis Bai Xiao Sheng adalah barang harus asli dan harganya wajar. Kalau tidak, jika uang dihabiskan tetapi informasi tidak berguna …” Shen Miao menundukkan kepalanya dan tertawa, “Hal itu hanya akan menghancurkan reputasi Manajer Ji dan anda tidak dapat lagi melakukan bisnis. Ini akan menjadi hal yang buruk.”

Ji YuShu tertegun ketika Shen Miao memanggil Jing Zhe dan Gu Yu, kemudian meninggalkan ruangan. Dia tertegun sesaat sebelum mendengar Hong Ling mengirim Shen Miao dengan senyum. Ji YuShu melihat cangkir teh di depannya dan tiba-tiba bersin.

Dia menggosok hidungnya dan berdiri lalu berjalan ke lukisan pemandangan dan menariknya terbuka. Ada pintu rahasia dan Ji YuShu membukanya. Ketika dia masuk, dia ditendang dan hampir jatuh. Dia menutup pintu dan berteriak dengan marah, “Gao Yang!”

Orang berpakaian putih yang duduk di belakang pintu memiliki penampilan seperti orang bijak, melambaikan kipas dengan lembut dan elegan, tetapi kata-kata yang dia ucapkan tidak terlalu sopan, “Ji YuShu, apakah ada yang salah dengan otakmu? Jika ini terus berlanjut, kamu bahkan tidak akan tahu jika seseorang telah menjualmu.”

Ji YuShu berkata dengan marah, “Kamu memang pintar. Tetapi aku masih menemukan petunjuk. Dia benar-benar berkata untuk mencari Tabib! Kerajaan! Gao!”

“Diam.” Orang di sudut akhirnya berbicara. Dia adalah orang berpakaian ungu yang tidak lain adalah Xie JingXing. Dia melirik Ji YuShu, “Berisik.”

Ji YuShu merasa dirugikan dan berkata, “Kakak laki-laki ketiga, aku tidak tahu apa-apa. Aku meninggalkan ibu kota bersamamu dan saat aku kembali, aku menemukan ada yang salah. Ini jelas kesalahan Gao Yang.” Ji YuShu menatap Gao Yang dengan ganas, “Bicaralah! Apakah ada sesuatu yang salah sampai kamu dikenali oleh nona Shen?”

Kamar yang elegan ini bersebelahan dengan kamar di sebelahnya, jadi orang-orang bisa mendengar dialog Ji YuShu dan Shen Miao dengan jelas. Percakapan antara mereka berdua terdengar oleh Xie JingXing dan Gao Yang. Ketika dipikirkan lagi, tiga orang yang ingin ditanyakan oleh Shen Miao ada di sini, itu memang aneh.

“Ji YuShu, apa kamu bodoh?” Gao Yang berkata, “Shen Miao juga kembali ke ibu kota Ding beberapa hari yang lalu. Kecuali dia peramal, bagaimana dia bisa tahu tentang apa yang aku lakukan di Istana? Aku juga curiga bahwa kamulah yang memiliki masalah.”

“Masalah apa yang  aku miliki? Nona muda Shen tidak menanyakan tentangku, tetapi bertanya tentangmu tanpa alasan? Mungkinkah dia menyukaimu? Tapi Nona Shen mengagumi kecantikan Kakak Ketiga?” Ji YuShu memikirkan sesuatu dan dengan nakal tersenyum, “Hehehe. Nona Shen juga disihir oleh Kakak Ketiga.”

“Hanya orang bodoh sepertimu yang akan percaya omong kosong semacam ini.” Gao Yang menatapnya dengan dingin, “Apa kamu berpikir semua orang terpesona oleh kecantikan seperti kamu?”

Ji YuShu menepuk dadanya, “Aku tidak bisa mengalahkanmu dengan kata-kata jadi aku tidak akan berbicara lebih banyak denganmu. Kakak Ketiga, apa yang harus dilakukan sekarang? Perlukah kita memberinya kebenaran? Atau dengan santai menenun beberapa informasi untuk menggertaknya?”

“Karena Shen Miao menanyakan tiga informasi ini, aku duga ia memiliki pemahaman mengenai hal ini. Semua bentuk kebohongan akan ditemukan dengan jelas. Apa niat yang dimiliki Shen Miao? Bahkan aku tidak bisa dengan jelas melihat pendirian keluarga Shen. Pei Lang yang memiliki persahabatan rahasia dengan Shen Miao sekarang adalah orang kepercayaan Fu XiuYi. Bagaimana mungkin seorang nona muda bersikap serumit ini?” Gao Yang bergumam dan mendapati bahwa Xie JingXing tidak mendengarkannya sama sekali dan hanya melihat cangkir teh di depannya. Tidak tahu apa yang dia pikirkan sehingga Gao Yang menyadarkannya, “Xie … Yang Mulia, bagaimana menangani masalah ini?”

Xie JingXing tersadar dan berpikir sejenak, “Tidak perlu menghadapinya.”

“Kenapa?” ​​Tidak menunggu Gao Yang berbicara, Ji YuShu berbicara lebih dulu, “Tidak menghasilkan uang? Terlebih Nona Shen sangat cerdas, jika kita menolaknya dia akan menemukan sesuatu yang tidak benar. Bagaimana jika dia menemukan sesuatu yang salah dengan Pegadaian Feng Xian kami?”

Xie JingXing tersenyum tipis, “Karena dia pintar sehingga dia tidak perlu ditangani.”

“Maksud Anda adalah …” Gao Yang mengerutkan kening.

“Dia menemukan bahwa ada sesuatu yang salah dan datang untuk menyelidiki.” Xie JingXing menyipitkan matanya dan bibirnya terhubung, “Kata-kata itu tidak diucapkan untuk kau dengar, tetapi untukku.”

“Kata-kata keindahan tiada tara?” Fokus Ji YuShu selamanya berbeda dari yang lain.

Xie JingXing meliriknya dengan dingin, “Itu juga sengaja dikatakan agar aku dengar.”

Di kereta kuda di luar, Jing Zhe dan Gu Yu dengan hati-hati memandang ekspresi Shen Miao. Gu Yu dengan lembut berkata, “Nona, apakah Manajer Ji telah mengatakan sesuatu yang salah? … Nona terlihat sedikit marah.”

Memang sangat marah. Meskipun Shen Miao tampak tenang di permukaan, udara dingin di sekitarnya dirasakan oleh dua pelayan. Dia tampak merajuk tetapi juga marah, hanya saja dia menahan amarah itu. Jing Zhe dan Gu Yu sangat bingung. Ketika mereka mendengar seluruh percakapan antara Shen Miao dan Ji YuShu, meskipun kata-kata Ji YuShu tidak enak didengar, Shen Miao masih baik-baik saja sampai sekarang. Apalagi Shen Miao bukan orang yang akan marah karena kata-kata seseorang.

Jing Zhe dan Gu Yu tidak mengerti. Shen Miao menjawab dengan ringan, “Ini bukan apa-apa.” Tapi nadanya dingin.

Lengan baju yang dipegangnya sedikit terkepal dan rasa marah yang tak terkendali muncul di hatinya. Pegadaian Feng Xian tutup tak lama setelah dia pergi dan sekarang dibuka kembali tak lama sebelum dia kembali ke ibukota. Bagaimana mungkin ada kebetulan seperti itu di dunia ini? Semua kebetulan di dunia adalah tulisan di dinding, sehingga Shen Miao dengan hati-hati memikirkannya. Ketika Pegadaian Feng Xian tutup, selain Shen Xin yang pergi ke Kota Xiao Chun, ada peristiwa besar lainnya, yaitu Xie JingXing meminta komando untuk berperang. Adapun pembukaan kembali Pegadaian Feng Xian, selain dirinya yang kembali ke ibukota, hal ini terjadi tepat pada saat upeti Ming Qi , Putra Mahkota Qin dan Pangeran Rui dari Liang Yang Besar datang ke ibukota Ding.

Keluarga Shen dan Pegadaian Feng Xian tidak memiliki hubungan sedikit pun, jadi secara alami hal ini tidak akan berhubungan dengan keluarga Shen. HuangFu Hao tidak datang ke ibu kota Ding dua tahun lalu sehingga tidak peduli bagaimana dirinya berpikir, penutupan dan pembukaan kembali tidak terelakkan akan terkait dengan Xie JingXing. Dia pergi ke Pegadaian Feng Xian hari ini hanya untuk menyelidiki.

Hasil penyelidikan memang seperti yang diharapkan. Ji YuShu memang pernah berkenalan dengan Xie JingXing dan Gao Yang sebelumnya. Dengan semua hubungan itu, sepertinya Ji YuShu dan Gao Yang memang orang Kekaisaran Liang tetapi menyembunyikan identitas mereka di ibukota Ding. Hal yang paling keji adalah selama bisnis dengan Ji YuShu, mengenai Pangeran Yu, Xie JingXing sudah lama mengetahui masalah ini dengan jelas. Shen Miao berpikir bahwa dirinya telah mengambil kesempatan dan dengan tegas memanfaatkan Ji YuShu, tetapi pada akhirnya Xie JingXing adalah oriole emas di belakangnya. Memikirkan bagaimana Xie JingXing sudah membodohinya, Shen Miao tidak sabar untuk merobek Xie JingXing.

Ed/N: Peribahasa: Belalang mengincar kepik, tidak sadar ada oriole emas di belakangnya. Artinya seseorang terlalu fokus dengan mangsanya sehingga tidak sadar di belakangnya ada yang mengincar dirinya)

Hatinya merasa tertekan tetapi ketika Jing Zhe melihat ini, dia berpikir bahwa kereta terlalu panas dan membuka tirai untuk masuknya udara tetapi dengan cepat membiarkannya turun. Shen Miao dengan santai melirik dan melihat wajah yang dikenalnya di jalan-jalan yang ramai.

Jing Zhe menurunkan tirai tetapi dihentikan oleh Shen Miao dan kereta berhenti. Dirinya menarik tirai terbuka dan melihat ke arah itu tetapi wajah yang dilihatnya tadi tidak lagi ada di kerumunan.

“Nona?” Jing Zhe dan Gu Yu terkejut dengan tindakan Shen Miao. Tetapi setelah Shen Miao dengan hati-hati melihat ke luar kereta sebentar, dia meletakkan tirai dan berkata, “Tidak ada. Lanjutkan.”

Hanya saja alisnya terkunci rapat dan ekspresinya jauh lebih serius dari sebelumnya.

Table Of Content

KPKM: Chapter 128 (Part 1): Coba Tebak
KPKM: Chapter 129 (Part 1): Tetangga Pangeran Rui

Leave a Reply

Your email address will not be published.