KPKM: Chapter 128 (Part 1): Coba Tebak

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak El ( elvarania )

Editor: Kak Nadita | Proofreader: Kak Glenn

.

.

Di hari kedua, Shen Miao bangun terlambat.

Xie JingXing datang kemarin di periode ketiga dari lima periode jaga malam (waktu moderen: 23.00 – 01.00), Shen Miao begitu lelah setelah bicara dengannya, jadi dia langsung tertidur tanpa bermimpi dan ketika bangun hari sudah sangat siang.

Shen Miao jarang malas saat bangun, karenanya Luo Xue Yan menganggap Shen Miao sangat lelah setelah pesta kemarin dan memerintahkan pelayan untuk meninggalkan makanan sehingga Shen Miao bisa langsung makan setelah bangun. Shen Xin dan Luo XueYan mengunjungi Kementerian Perang karena mereka baru saja kembali dan perlu membenahi beberapa masalah lama. Shen Qiu dan Luo Ling juga tidak berada di rumah karena Luo Ling sedang mencari pekerjaan, karenanya Shen Xin akan membiarkan Luo Ling membantu Shen Qiu sehingga tidak akan ada yang mengganggu Luo Ling karena dia belum berpengalaman.

Sebagai hasilnya, di ‘kediaman Shen’ yang baru ini hanya ada Luo Tan dan Shen Miao. Feng AnNing mengirimkan undangan kepada Shen Miao hari ini, meminta Shen Miao untuk menemaninya memilih beberapa perhiasan. Shen Miao menyuruh Luo Tan untuk pergi menggantikannya dan juga mengirim beberapa pengawal kediaman Shen untuk Luo Tan, mengatakan bahwa dirinya lelah dan ingin beristirahat di kediaman hari ini.

Luo Tan tidak mengatakan apapun dan mendesak Shen Miao lagi sebelum pergi. Setelah Luo Tan pergi, Shen Miao menyuruh Mo Qing untuk mengirimkan sebuah surat kepada Guang Wen Tang dan Mo Qing pergi setelah mengiyakan.

Setelah selang dua tahun akhirnya ada beberapa perubahan di ibu kota Ding. Seperti misalnya, Nona Muda Liu Ying dari Bao Xiang Luo yang sebelumnya terkenal dan paling disukai, telah ditebus oleh seorang Bangsawan Mo yang tergila-gila padanya dengan ribuan tael emas. Sudah tidak ada lagi Nona Muda Liu Ying, tapi selama beberapa tahun terakhir sulaman dua sisi yang sudah lama menghilang diam-diam muncul di ibu kota Ding dan segulung kain sutra bersulam telah terjual seharga ratusan tael. Ada yang mendengar bahwa nona penyulam ini tidak hanya memiliki kemampuan yang luar biasa, tapi dia juga sangat cantik dan mengatur toko sulamannya dengan sangat baik sehingga menghasilkan emas bergantang-gantang setiap harinya.

Mengubah cara hidup menjadi jalan yang lain, pada kenyataannya mungkin tidak buruk. Tidak ada yang tahu harapan yang akan tumbuh setelah langkah pertama diambil.

Bagi Liu Ying untuk hidup dengan baik, orang yang khawatir dengannya juga akan merasa bahagia. Pei Lang adalah orang yang memegang janjinya, karenanya ketika Shen Miao melihat Pei Lang pada acara makan malam penghormatan, dia telah memiliki rencana dalam hatinya. Pei Lang telah mendapatkan kepercayaan Fu XiuYi, dan karenanya bersedia untuk menerima Pei Lang di sisinya. Meskipun Fu XiuYi tak mudah percaya, dan ini semakin meningkat setelah dia menjadi raja, tapi semua masih dalam batas wajar sehingga Fu XiuYi yang sekarang masih sangat menghargai dan menghormati orang-orang yang berbakat, jadi Fu XiuYi sudah pasti akan mencari cara untuk menjaga Pei Lang tetap di sisinya.

Karena hal itulah, Fu XiuYi menguji kebajikan dan integritas Pei Lang. Shen Miao tidak bisa terburu-buru menemui Pei Lang, jika tidak hal itu akan menimbulkan kecurigaan bagi Fi XuiYi.

Bidaknya bahkan belum melewati garis yang disebar oleh wilayah musuh.

Shen Miao berkata, “Ambilkan mantel.”

Bai Lu dan Shuang Jiang sedang merapikan kamar dan bertanya dengan penasaran ketika mereka mendengar Shen Miao, “Nona muda akan keluar?”

Shen Miao berkata, “Ada beberapa hal yang harus diselesaikan.”

Bai Lu dan Shuang Jiang tak lagi bicara. Gu Yu tanpa bicara maju ke depan untuk menyisir rambut Shen Miao dan Jing Zhe pergi mengambilkan jubah. Tidak begitu kentara tapi para pelayan Shen Miao langsung menuruti perintahnya. Jika ada orang yang melihat ini mereka pasti akan terkejut karena pelayan dari istana pun tidak secepat dan setenang ini.

Setelah meninggalkan pintu kediaman, Mo Qing pergi ke Guang Wen Tang jadi Shen Miao memanggil Ah Chi. Shen Miao baru-baru ini menjadi semakin dekat dengan bawahan Shen Qiu ini karena ketika mereka berada di wilayah Barat Laut, Shen Miao banyak memberikan ide-ide militer untuk Shen Qiu, yang tentu saja adalah apa yang telah dirinya dengar dari penasihat Fu XiuYi di masa lalu. Meskipun secara mekanis dirinya hanya mengikuti saja, tapi dari sudut pandang orang lain mereka menemukan bahwa siasat-siasat Shen Miao seolah disusun oleh makhluk ilahi dan Shen Miao memiliki bakat seorang Jenderal. Para pemimpin pasukan semuanya adalah laki-laki berotot yang kasar, tapi mereka mengagumi pemikiran Shen Miao dan menjadi semakin hormat kepada gadis itu.

Shen Miao berkata kepada Ah Chi, “Jangan katakan pada yang lainnya tentang acara keluar hari ini.”

Jantung Ah Chi berdebar, kesetiannya sejak dulu adalah kepada Shen Qiu, tapi saat ini dia merasa bahwa mata jernih Shen Miao memberikan tekanan yang begitu besar hingga dia akhirnya mengangguk, “Baik.”

Ah Chi mendapatkan kereta yang biasa untuk Shen Miao. Karena kereta ini tidak menarik banyak perhatian orang lain, tidak akan ada yang mengenali bahwa ini adalah kereta kuda keluarga Shen. Tidak ada alasan lain tapi Shen Miao telah menyinggung Puteri Ming An dari Kekaisaran Qin kemarin, dan Huang FuHao dan Puteri Ming An baru-baru ini tinggal di Jalur Yan Qing yang mana tak begitu jauh dari rumah mereka. Jika tanpa sengaja mereka bertemu, akan buruk jika Puteri Ming An membuat masalah bagi Shen Miao. Puteri ini sangat arogan dan keras kepala, negara Qin juga memiliki banyak sekali pengawal. Jika sesuatu benar-benar terjadi akan terlalu terlambat bagi Shen Xin dan istrinya untuk datang membantu dengan membawa lebih banyak orang.

Hanya saja hati Ah Chi masih sangat bingung. Meninggalkan ibu kota selama dua tahun, jika ingin bicara tentang siapa di ibu kota Ding ini yang berteman dengan Shen Miao, maka dia adalah Nona Muda dari kediaman Feng, Feng AnNing. Tapi hari ini Shen Miao menolak undangan Feng AnNing jadi sudah jelas nona muda ini tidak akan pergi untuk bertemu dengannya. Imajinasi Ah Chi menjadi liar dan mulai berpikir tentang novel-novel romantis yang diceritakan oleh Luo Tan, membuat hati Ah Chi menjadi bergetar. Jika ini mengenai hubungan rahasia dengan bangsawan manapun, dirinya akan melakukan apapun untuk memberitahu Shen Qiu mengenai masalah ini. Begitu sulit sekali bagi keluarga Shen mereka memiliki Nona muda yang sangat cantik dan berbakat seperti ini, bagaimana mungkin pemuda liar yang entah dari mana asalnya datang dan merebut nona muda mreka pergi.

Namun Ah Chi memang tak menyadari bahwa tempat yang ingin dituju oleh Shen Miao adalah Toko gadai Feng Xian .

Toka gadai Feng Xian masih sama seperti dua tahun lalu, masih sepi. Lagipula tak semua orang memiliki harta untuk digadaikan di sini.

Shen Miao turun dari kereta kuda dan Ah Chi mengikuti dari dekat, Jing Zhe dan Gu Yu juga melompat turun. Ah Chi tidak memiliki cukup waktu untuk menilai tempat ini ketika ia melihat Shen Miao berjalan menuju ke toko gadai tanpa bertanya kepada siapapun.

Pelayan toko yang sedang mengelap meja melihat empat orang berjalan masuk. Orang yang berada di depan memakai mantel tapi kemudian menarik mantelnya dan menurunkan tudungnya, menampakkan wajah yang halus. Jelas seorang nona muda dari keluarga besar yang dimanja telah datang, udara kebangsawanan di sekitarnya membuat orang tidak bisa meremehkannya. Dia tersenyum melecehkan, “Apakah Nona Muda ingin menggadaikan sesuatu?”

Shen Miao melirik kepadanya. Pelayan toko gadai itu telah berganti dan ada yang mendengar bahwa setelah mereka pergi ke Kota Xiao Chun, Toko gadai Feng Xian tutup selama dua tahun. Belum lama ini toko gadai ini telah dibuka kembali, tapi tidak ada yang tahu apakah Nona Muda Hong Ling dan Ji YuShu masih ada. Shen Miao berkata, “Aku mencari Hong Ling.”

Pelayan toko itu terkejut sejenak sebelum melihat Shen Miao lagi dengan seksama. Shen Miao menatapnya dengan tenang dan pelayan toko itu berhenti sejenak sebelum akhirnya berkata cepat, “Silakan nona muda tunggu sebentar.” Dia lalu berbalik dan masuk ke aula belakang.

Sesaat kemudian, seorang perempuan berbaju merah datang bersama dengan pelayan toko itu mengikuti di belakangnya. Dia masih memakai baju berwarna merah dan penampilannya jauh semakin cantik, bahkan lebih menggugah dibandingkan dua tahun lalu. Ketika dia melihat Shen Miao, pupil matanya melebar sebelum tiba-tiba tertawa, “Lama tidak bertemu. Nona muda semakin bertambah cantik sehingga Hong Ling bahkan tidak bisa membuka matanya.”

Meskipun Hong Ling mengatakan kalimat yang kasar dan lancang seperti ini, tapi orang tidak akan merasakan bahwa kalimatnya murahan, tapi sebaliknya ada semacam keterusterangan bagi mereka. Shen Miao menganggukkan kepalanya samar dan Hong Ling tersenyum lagi sebelum berkata, “Peraturan lama, Nona muda silahkan mengikuti saya tapi…” Dia mengangkat jarinya yang indah ke arah Ah Chi dan tertawa dengan halus, “Raksasa besar konyol ini tidak boleh ikut.”

Ah Chi memiliki pribadi yang begitu hidup dan tidak sedingin dan penyendiri seperti Mo Qing, jadi ketika ia ditunjuk oleh Hong Ling yang merupakan seorang wanita penggoda, wajahnya menjadi merah. Tapi dia tetap memaksa, “Pelayan ini akan mengikuti Nona muda.”

“Kamu tunggu di sini.” Kata Shen Miao, “Aku akan pergi menemui seorang teman. Sudah cukup ada Jing Zhe dan Gu Yu yang mengikutiku.” Nada bicaranya tak ingin dibantah, karenanya Ah Chi tidak bisa mengatakan apapun untuk membantah.

Kebalikannya ketika Hong Ling melihat hal ini, sebuah tatapan aneh melintas di matanya. Lebih tampak seperti dia tidak menduga bahwa Shen Miao, gadis yang bertubuh kecil dan halus ini akan sanggup mendisiplinkan para pengawalnya setiap waktu sehingga mereka menurut dan patuh. Selain itu entah itu Mo Qing atau Ah Chi, mereka semua menghormatinya dari dasar lubuk hati mereka. Seorang pelayan yang terampil seringnya bersikap angkuh tapi di depan Shen Miao, orang-orang ini tidak memiliki sedikitpun arogansi sama sekali.

Shen Miao adalah orang yang memiliki kemampuan.

Hong Ling membawa Shen Miao ke gedung Lin Jiang Xian. Jing Zhe dan Gu Yu mengikuti di belakang saat Shen Miao bertanya, “Aku dengar Toko gadai Feng Xian belum lama ini baru dibuka kembali. Dua tahun lalu…”

“Dua tahun lalu ada beberapa perubahan dalam keluarga manajer, karenanya dia menutup toko gadainya dan pulang ke kampung halamannya. Hanya baru-baru ini saja dia kembali ke ibu kota Ding.” Hong Ling tersenyum dan melanjutkan kalimatnya, “Ngomong-ngomong, Nona muda adalah pelanggan lama yang pertama datang ke toko pegadaian kami.”

Shen Miao sudah memperhitungkan dalam hatinya dan hanya tersenyum samar menyetujui. Ketika mereka tiba di gedung seperti sebelumnya, Hong Ling menempatkannya di ruangan yang elegan, “Hong Ling akan memanggil Manajer. Silakan Nona muda menunggu di sini sebentar dan menikmati tehnya.” Selesai bicara dia meninggalkan ruangan.

Ada buah plum dan teh di atas meja dengan asap dupa yang membubung naik melingkar. Ruangan elegan ini tepat sama seperti sebelumnya. Untuk toko pegadaian yang besar seperti Toko Pegadaian Feng Xian, mereka tidak menyewakannya untuk orang lain dan hanya membiarkannya tetap di tempatnya seperti ini selama dua tahun mereka tidak menjalankan bisnis, sungguh memiliki kekayaan dan kekuatan yang terkemuka.

Sebelum Shen Miao menghabiskan teh dalam cangkirnya, terdengar suara seseorang mendorong pintunya terbuka dari luar. Dirinya meletakkan cangkir tehnya dan melihat seseorang memakai baju brokat berjubah panjang berwarna hijau giok, memakai hiasan kepala dan tersenyum saat dia mendekat.

Orang itu masih memiliki wajah seperti bayi sama seperti sebelumnya, tapi karena sudah dua tahun berlalu dia kini menunjukkan sedikit kedewasaan. Hanya saja dia masih memiliki tatapan jahil sama seperti dulu. Shen Miao menatapnya, Ji YuShu ini memakai pakaian yang mencolok tapi masih bisa terlihat sesenang ini, orang ini pastilah sangat genit sampai ke tulangnya.

Ketika Ji YuShu mendorong terbuka pintunya dan melihat Shen Miao, matanya bercahaya dan tak menyembunyikannya sedikitpun saat dia memuji, “Saya mengira bahwa nona muda Shao Yao adalah nona muda yang paling cantik yang pernah saya lihat, tapi sekarang sepertinya nona muda Shen ini tak terkalahkan. Saya sudah tidak bertemu selama dua tahun dan keagungan Nona Muda semakin meningkat sehingga saya tidak bisa menemukan kata-kata untuk memuji nona muda.”

Ketika Jing Zhe dan Gu Yu melihat ini, tatapan tidak senang muncul di wajah mereka. Kata-kata Ji YuShu adalah contoh yang sempurna dari seorang pemburu rok yang mengambil kebebasan para wanita muda. Tapi kata-kata seperti itu keluar dari wajah lugu ini, membuat orang bertanya-tanya apakah dia memang sengaja bersikap bodoh ataukah semua ini hanya kata-kata yang tak disengaja.

Shen Miao tersenyum samar, “Manajer Ji juga lebih makmur daripada sebelumnya.” Tatapannya jatuh pada pakaian Ji YuShu yang mencolok.

Ji YuShu duduk di seberang Shen Miao dan menuangkan untuk dirinya sendiri secangkir teh, terlihat sangat bahagia seakan dengan tulus merasa senang dengan pertemuan kembali ini. Dia berkata, “Saya tidak mengira bahwa nona muda masih ingat dengan teman lama ini. Saya dengar Jenderal Shen baru saja kembali ke ibu kota belum lama ini dan nona muda Shen tidak sedang terburu-buru untuk bertemu dengan orang lain, tapi malah datang ke toko pegadaian Feng Xian, seperti memperlakukan saya sebagai orang kepercayaan. Hati saya benar-benar tersentuh.”

Shen Miao, “…”

Semalam seseorang dengan pikiran yang terlalu penuh dengan harapan baru saja pergi dan sekarang orang yang lain telah datang. Shen Miao merasa agak sakit kepala. Selain itu Ju YuShu mengatakannya dengan serius, dia benar-benar berpikir bahwa Shen Miao sedekat itu dengannya.

Shen Miao terbatuk ringan, “Sebenarnya saya datang kemari hari ini untuk melakukan bisnis dengan Manajer Ji. Saya baru saja kembali ke ibu kota Ding dan tidak mengerti mengenai banyak hal, karenanya saya perlu untuk mengandalkan Bai Xiao Sheng.”

Ji Yu Shu awalnya terkejut sebelum berkata, “Melakukan bisnis? Hal yang bagus untuk dibicarakan. Bai Xiao Sheng akan dengan senang hati melakukan apapun yang nona muda ingin ketahui. Sedangkan untuk harganya, karena saya berteman dengan nona muda Shen, saya akan memberikan potongan sebesar 20%.”

Jing Zhe dan Gu Yu memutar mata mereka di belakang. Ji YuShu mengurusi sebuah bisnis keluarga yang besar, toko pegadaian hanyalaj permukaannya saja, tapi dia sebenarnya melakukan bisnis tanpa modal. Satu transaksi akan menjadi aliran uang yang tidak akan berakhir, tapi dia sangat pelit. 20%? Tenyata memang benar bahwa semua pebisnis itu penjahat.

Shen Miao tersenyum samar, “Uang itu masalah gampang tapi kali ini informasinya tidak mudah sama sekali.”

Ji YuShu berkata, “Nona muda Shen benar-benar pintar bercanda. Saat bisnis  menciptakan informasi, toko pegadaian Feng Xian-ku menerima dan melakukannya tanpa kesalahan. Jadi apa lagi yang tidak bisa saya terima?”

“Tapi Manajer Ji tidak berada di Ming Qi selama dua tahun. Aku takut akan sedikit merepotkan untuk menyelidiki masalah di Ming Qi.” Kata Shen Miao.

Ji Yu Shu tersenyum dan matanya menunjukkan kesombongan yang tak terungkapkan, “Nona muda Shen tidak boleh meremehkan Toko pegadaian Feng Xian. Meskipun saya tidak berada di ibu kota Ding selama dua tahun ini dan toko pegadaian Feng Xian juga tutup, tapi bisnis tetap harus dilakukan. Jika tidak, bagaimana saya bisa mendapatkan uang untuk menghidupi keluarga? Xiao Bai Sheng masih bekerja. Lagipula saya tidak bisa begitu saja membuang dua tahun hasil panen. Nona Muda Shen silakan katakan, informasi apa yang anda inginkan? Saya, manajer toko pegadaian Feng Xian tentu saja akan melayani nona muda sepenuhnya.”

Table Of Content

KPKM: Chapter 127 (Part 2): Bertemu dengan Seorang Kenalan Lama
KPKM: Chapter 128 (Part 2): Coba Tebak

Leave a Reply

Your email address will not be published.