KPKM: Chapter 120 (Part 2) : Serangan Tu Jue

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Siska ( LadyYueZhen )

Editor: Kak Dhie | Proofreader: Kak Glenn

.

.

“Hari itu setelah mendengarku berbicara, Waizufu jadi marah. Takutnya itu bukan hanya karena masalah tidak memiliki cukup uang untuk pasukan keluarga Luo. Kakak Qian, dapatkah kau memberitahuku alasannya?”

Luo Qian melihat ke sekitar dan tidak melihat ke mata Shen Miao sama sekali saat dia berkata, “Alasan apalagi selain keuangan? BiaoMei tidak perlu berpikir terlalu jauh, kalau tidak ada uang, bagaimana caranya menghidupkan kembali pasukan keluarga Luo?”

Shen Miao menatapnya dalam diam. Matanya bergerak dan dipenuhi dengan kejelasan tanpa perasaan yang tak perlu, tetapi ekspresi terus terang inilah yang tak mampu ditolak, seperti berbohong di hadapan sepasang mata ini adalah sesuatu hal yang kotor.

Luo Qian memanglah seorang pemuda yang ceria dan memiliki hubungan baik dengan Shen Miao, oleh karena itulah akhirnya dia mengalah, “BiaoMei, tidak ada satupun di kediaman kita yang berani membicarakan tentang masalah ini. Tetapi kau adalah salah satu anggota keluarga kita jadi aku akan memberitahumu, namun, kau tidak boleh memberitahukannya pada orang lain setelah kau mengetahuinya. Kalau Ayah dan Ibuku tahu kalau aku memberitahumu soal masalah ini, aku pasti harus menanggung beberapa pukulan.”

Shen Miao menganggukkan kepalanya.

“Sebenarnya kau bukanlah orang pertama yang mengungkit masalah tentang membangkitkan kembali pasukan keluarga Luo.” Luo Qian berkata, “Ketika pasukan keluarga Luo benar-benar mulai menurun, tidak lama setelah Gu Bungsu lahir. Pada saat itu, keluarga Luo sudah berkurang, ZuFu frustasi dengan ambisinya dan semenjak ZuMu (nenek dari pihak ayah) melihatnya cemberut sepanjang hari, ia mengusulkan untuk menghidupkan kembali pasukan keluarga Luo.”

(note: Luo Qian menggunakan Zufu sementara Shen Miao menggunakan Waizufu yang berarti sama-sama kakek, hanya saja dari orang tua yang berbeda. Maksudnya, Luo Qian dari pihak ayah dan Shen Miao dari pihak ibu)

ZuFu sudah memiliki tujuan seperti ini dalam hatinya, jadi saat ZuMu mengutarakannya, ia langsung memulai persiapan. Tetapi, pada masa itu, ada kekurangan dana dan ZuMu juga mengatakan apa yang dikatakan BiaoMei hari itu, bahwa ketika pasukan mempunyai reputasi dan setelah memenangkan sebuah pertempuran, Yang Mulia akan memperhatikan pasukan semacam ini dan secara alami akan mengirimkan uang, jadi seseorang dapat memecahkan masalah keuangan ini. Oleh sebab itulah, ZuFu mengajukan permintaan komandan untuk bertarung di perbatasan.”

Luo Qian mendesah, “BiaoMei seharusnya sudah bisa menerka hasilnya. ZuFu dikalahkan dan nyaris diperlakukan sebagai lelucon. Pasukan keluarga Luo yang pada awalnya sudah menurun, dan terkena dampak kerugian besar seperti ini, ini merupakan sandungan yang membuat seseorang tak mampu bangkit lagi. Yang paling penting adalah ketika ZuFu membawa pasukan menuju pertempuran, ZuMu sakit parah dan demi menenangkan ZuFu, ZuMu tidak membiarkan seorangpun di dalam keluarga untuk memberitahu ZuFu. Saat ZuFu pulang membawa kekalahan, ZuMu sudah meninggal dunia.”

ZuFu selalu merasa kalau dia tidak memenuhi janji yang dibuatnya pada ZuMu, jadi bahkan jikalaupun dia akan meninggalkan dunia dalam seratus tahun kemudian, dia tidak akan bisa menemui ZuMu. Selama bertahun-tahun ini, dia tidak mengatur ulang pasukan keluarga Luo karena dia tidak memiliki keberanian untuk menghadapi kegagalan masa lalunya.”

Luo Qian meletakkan kudapan di dalam tangannya dan menatap Shen Miao, “BiaoMei, aku tahu kau ingin menghidupkan kembali martabat dari pasukan keluarga Luo. Tetapi, kami, orang-orang keluarga Luo tidak perlu menjadi terkenal. Ibuku mengatakan sebelumnya, lebih baik menghargai orang-orang yang ada di depan. Seperti ZuFu, kalau waktu bisa diulang kembali, dia pasti tidak akan bertarung di peperangan itu dan akan memilih untuk berada di sisi ZuMu. Jadi, demi membuat ZuFu bahagia, bahkan jika pasukan keluarga Luo terus dalam kemerosotan, itu tidak akan menjadi masalah.”

Shen Miao melihat ke arah Luo Qian dan dalam hatinya, dia merasa sedikit terkejut. Dia tidak mengira bahwa Luo Qian, orang yang sembrono, sebenarnya mampu mengutarakan kata-kata seperti ini. Memang bukan suatu kebohongan untuk mengatakan kalau orang-orang keluarga Luo itu berbudi, hangat, dan baik hati.

Namun, setelah mengetahui kejadian semacam ini dari mulut Luo Qian, hati juga hanya bisa menghela napas. Kekalahan terburuk dari seorang Jenderal Besar dengan kekuasaan dan martabat, adalah menjadi terlampau percaya diri atau tidak memiliki kepercayaan diri sebagai hasilnya.

Shen Miao berpikir bukan karena Luo Sui tidak mampu menerima kekalahan ini, tetapi apa yang tidak sanggup ditanggungnya adalah kehilangan Nyonya Luo. Melepaskan istrinya yang sakit parah dan memilih kontribusi, kemudian hasilnya memberikan tamparan besar untuknya. Tidak heran ketika Shen Miao mengatakan perkataan itu di hari yang lalu, wajah Luo Sui langsung berubah. Takutnya, itu sudah mencubit rasa sakit paling tersembunyi yang berada dalam hati sang Jenderal.

“Tetapi bahkan jika seseorang dalam keadaan merosot, akankah WaiZuMu (nenek dari pihak ibu) merasa bahagia karenanya?” Shen Miao tiba-tiba saja berbicara.

“Ai.” Luo Qian memutar kepalanya dan melihat Shen Miao kebingungan.

Shen Miao tersenyum lembut, “Jika aku mencintai seseorang, dan jika dia adalah seorang pahlawan, aku tentu akan mengharapkan agar dia menghiasi pedang berharganya, mengendarai kuda ganasnya dan memimpin prajurit-prajurit paling gagah berani, untuk mencapai penghargaan jasa tertinggi yang dapat dibanggakan. Aku tidak akan rela dia menderita keluhan apapun. Keluhan yang diderita oleh WaiZuFu, jika WaiZuMu mengetahuinya, tidak tahu apakah dia akan merasa sakit. Kalau itu adalah aku, hatiku akan sakit.”

Luo Qian dibuat linglung dan kebingungan oleh perkataan Shen Miao. Untuk tidak mengatakan apapun, untuk membicarakan perihal ‘cinta’ di hadapan seorang pria seperti dirinya, membuatnya merasa agak terperanjat. Nyonya Ma terus mengatakan bahwa Shen Miao adalah seorang nona muda dari Ibukota Ding, dan seseorang harus merawatnya dengan lembut, karena dia pasti memiliki karakter yang pemalu. Tetapi, dari melihatnya hari ini, bagian mananya yang pemalu? Dia bahkan jauh lebih terus terang daripada Luo Tan.

Tepat saat seseorang tengah berpikir, terdengar suara pelayan di luar berteriak, “Tuan Muda Pertama dan Tuan Muda Kedua telah kembali.”

Semuanya melihat ke arah pintu masuk di aula dan muncul kedua bersaudara itu, Luo Ling dan Luo Sa. Mungkin saja akan turun hujan di luar sana karena udaranya yang sedikit lembab. Pakaian keduanya tampaknya ternoda oleh air, saat Luo Ling dan Luo Sa baru saja kembali dari garnisun penjaga dan kelihatan sibuk.

Nyonya Yu pertama-tama menginstruksikan pelayan agar menuangkan teh untuk keduanya, dan Luo Sa meminumnya dalam sekali tegukan. Luo Tan sudah berlari menghampirinya dan bertanya pada Luo Ling, “Kakak Ling, bagaimana keadaan di luar sana?”

“Melihat ke atas langit, sepertinya akan turun hujan es. Sudah memberitahu rakyat untuk kembali ke rumah mereka dan berlindung. Semuanya sudah dipersiapkan di luar sana.” Luo Ling menjawab dengan sebuah senyuman, “Adik kedua dan aku kembali untuk berjaga semalam. Atap kita sangat kokoh, jadi tidak perlu takut.”

“Apa yang terjadi pada Ayah, GuZhang ( suami dari saudara perempuan ayah, Shen Xin), dan Yeye, juga yang lainnya?” Luo Tan hanya bisa terus bertanya.

Alis Luo Sa mengerut, “Masih belum kembali.”

Luo Tan ingin mengatakan sesuatu tetapi Luo Ling melihat Luo Qian dan Shen Miao sedang berjalan mendekat dan cepat-cepat berkat, “Bukan apa-apa. Sepertinya ada hal-hal yang harus dilakukan malam ini dan baru bisa kembali esok hari.” Dia mengubah topiknya, “Aromanya sedap. Apakah kita akan memakan kambing panggang? Biao ei masih belum pernah makan yang begini, tidak yakin apakah kau akan terbiasa dengannya.”

Shen Miao berjalan menuju Luo Ling. Luo Ling berusia delapan belas tahun dan matanya setampan milik Luo LianYing, tetapi karakternya selembut dan penuh perhatian seperti Nyonya Yu. Dibandingkan dengan karakter Luo Sa, jaraknya hampir seribu mil. Shen Miao berkata, “Kakak Ling, bagaimana prajurit dikerahkan dalam penjagaan?”

Luo Ling terkejut sesaat ketika ia berpikir bahwa Shen Miao akan menanyakan itu dan menjawab, “Semuanya telah diatur dengan baik.”

“Berapa banyak orang yang menjaga kota?” Shen Miao bertanya.

Kali ini mata Luo Sa tertuju pada Shen Miao.

Ketika generasi muda sedang berbincang, Nyonya Yu dan Nyonya Ma biasanya akan menjauhkan diri. Luo Qian bertanya, “Mengapa BiaoMei menanyakan soal ini? Akan ada hujan es malam ini, oleh karena itu tidak akan ada orang yang memasuki kota.”

“Timur, tiga puluh. Barat, tiga puluh. Termasuk sepuluh orang di Utara, totalnya ada tujuh puluh orang.” Luo Ling menjawab dengan sabar.

“Apakah normal untuk orang sebanyak ini?” Shen Miao bertanya.

Setelah meragu sejenak, Luo Ling berkata, “Biasanya, akan ada lebih banyak lagi, tetapi, mereka semua dikirim pergi oleh Ayah, oleh karenanya, hanya tersisa sedikit di penjagaan kota. Namun, karena tidak adanya kecelakaan di dalam kota, tujuh puluh orang sudah cukup. Cuaca hari ini tidak baik, dan Didi benar saat mengatakan bahwa tidak akan ada orang yang memasuki kota.”

Jumlah orang yang dapat digunakan oleh pasukan keluarga Luo terbatas, maka dari itu, jika seseorang ingin mengejar Tu Jue, sudah pasti perlu membawa orang-orang yang cakap bersamanya. Tentara-tentara yang tersisa untuk menjaga kota tampaknya bekerja terlalu diperpanjang. Tentu saja Kota Xiao Chun selalu aman sentosa selama bertahun-tahun, dan para penjaga kebanyakan hanya membantu untuk menangkap buronan atau pencuri dan yang mirip-mirip seperti itu, dan sebagian besar tidak digunakan dengan baik.

Luo Sa menatap Shen Miao sejenak sebelum mendadak berbicara, “Kau takut kalau Tu Jue akan menyerang?”

Ketika perkataan itu terucap, semuanya membeku di tempatnya selama beberapa saat. Luo Tan membuka mulutnya lebar dan Luo Qian mempertanyakan, “TangXiong Kedua, apa yang sedang kau bicarakan? Mengapa Tu Jue akan menyerang?”

Luo Sa mencibir dan menatap mata Shen Miao tanpa berkedip, “Bukankah BiaoMei bilang hari itu, bahwa Tu Jue ambisius dan memiliki kekuatan, jadi mengapa mereka tidak bisa menyerang? Kau takut akan ini, bukan begitu?”

Watak Luo Sa agresif dan menghadapi mata tajamnya, Shen Miao menganggukkan kepalanya, “Benar sekali, inilah yang kutakutkan.”

“Bagaimana mungkin?” Luo Tan berkata, “Bukannya mengatakan kalau apa yang kau sebutkan tidak akan terjadi, tetapi hari ini Ayah dan GuZhang sudah pergi ke dataran untuk mengejar dan menyerang Tu Jue. Bagaimana mungkin Tu Jue membagi perhatiannya dan menyerang Kota Xiao Chun? Bahkan jikalau seseorang itu ambisius, maka bukankah akan lebih baik untuk mencari waktu yang lebih baik lagi?”

“Bukan hanya Ming Qi yang tahu bagaimana caranya menggunakan taktik ‘menjauhkan harimau dari gunungnya’.” Shen Miao berkata sopan, “Walaupun Tu Jue adalah pengembara, mereka bukan orang bodoh. Setelah tinggal bersama dengan para penduduk kota Xiao Chun selama bertahun-tahun, apakah kau pikir mereka tidak akan mempelajari soal ini. Selama Tu Jue bukanlah orang bodoh, mereka pasti sudah lama mempelajarinya.”

Sikap dingin tak wajar Shen Miao, membuat beberapa orang yang ada di sana sedikit terkejut. Setelah hening beberapa waktu, Luo Ling yang pertama kali berbicara, “BiaoMei, ini adalah dugaanmu atau ini adalah informasi yang didengar di suatu tempat?”

Shen Miao selalu memikirkan soal penyerangan Tu Jue dan merasa sangat tidak biasa hari ini. Semuanya menyadari ini dan selama seseorang bukanlah orang bodoh, mereka dapat melihat perbedaannya dari biasanya. Jika ini hanyalah rasa takut biasa maka itu adalah salah satu aspek, tetapi jika ada informasi dari tempat lain, maka lain lagi ceritanya.

“Intuisi.”

“Intuisi.” Luo Sa tidak marah tetapi tertawa, “BiaoMei ini bukan waktunya untuk bercanda.”

“Mungkinkah kalau BiaoGe berdua, yang telah menjaga kota sekian tahun, tidak mengerti logika dari mengambil tindakan pencegahan sebelumnya.” Shen Miao sedikit menahan diri dan matanya diatur sebelum dia dengan cepat menjadi tegas.

Dia berkata, “Jika Tu Jue benar-benar menyerang dan seseorang membuat persiapan terlebih dahulu untuk pencegahan maka pasti akan menyenangkan. Jika tidak ada serangan dan Kota Xiao Chun tidak terluka, itu juga merupakan hal yang bagus. Mungkinkah hal buruk harus terjadi sebelum persiapan dapat dilakukan? Jika seseorang bahkan tidak mengetahui soal logika ini maka tidak heran kalau keluarga Luo menurun secara bertahap.”

“Kau!” Luo Sa jadi marah dalam waktu singkat. Luo Tan dan Luo Qian tidak memiliki ekspresi yang baik di wajah mereka.

Luo Ling-lah yang menatap Shen Miao sesaat, dan tanpa adanya perubahan ekspresi, dia berbicara hangat padanya selagi dia menangkupkan tangannya, “Apa yang dikatakan BiaoMei memang benar. Memang kamilah yang bodoh tetapi ada kekurangan tenaga kerja di penjagaan kota, dan itu yang menjadi inti masalahnya. Sesuai dengan pendapat Biao Mei, apa yang harus dilakukan?”

Di permukaan, perkataan ini adalah pertanyaan, tetapi ini juga sindiran baginya untuk menyelesaikan masalah berduri di tangannya, juga untuk menguji kemampuannya. Hati Shen Miao tersenyum, si lembut BiaoGe tampaknya tidak setoleran penampilannya.

Dia berkata, “Kalau memang sudah sampai di titik ini, maka tidak mungkin tenaga kerja meningkat tanpa sebab. Karena Tu Jue datang dengan persiapan, sudah pasti kita bukanlah lawan mereka. Lagipula, aku hanyalah salah satu dari jenis kelamin yang lemah dan tidak mengerti seni bela diri. Daripada mengambil resiko, kenapa tidak mempertahankan diri saja. Sebenarnya, Kakak Ling bisa mengumpulkan lebih banyak penjaga di pintu kediaman Luo, dan melindungi kediaman Luo. Jika sungguh terjadi masalah maka itu bisa bertahan untuk sementara waktu.”

Ketika perkataannya yang halus dan licin itu terucap, semuanya terbengong. Dia mengatakan itu dengan bersemangat, tetapi pada saat seperti itu, dia menunjukkan penampilan yang tak berdaya. Beberapa generasi muda keluarga Luo tidak mengerti tujuan Shen Miao.

Luo Sa merasa paling tertekan dan ingin marah saat dia melihat Shen Miao, tetapi tidak dapat menemukan alasan apapun untuk marah, karenanya dia harus duduk di samping dengan wajah marah.

Luo Ling menatap penuh makna pada Shen Miao dan tanpa diduga berkata, “Kalau begitu mari ikuti sesuai dengan apa yang telah dikatakan oleh BiaoMei.

Semuanya duduk di aula. Tidak ada seorang pun yang tahu mengapa, tetapi karena perkataan Shen Miao, atmosfernya menjadi agak kaku. Bahkan Luo Qian dan Luo Tan tampak gugup. Hanya Nyonya Ma dan Nyonya Yu yang benar-benar tak tahu menahu, dan memberikan instruksi pada bagian dapur.

Sampai tiba-tiba saja, saat langit benar-benar sudah gelap, salah satu penjaga Luo Ling datang dari luar sana untuk meminta bertemu. Luo Ling mengizinkannya untuk masuk, dan penjaga itu dipenuhi kegelisahan dan mengutarakan beberapa kata di telinga Luo Ling. Wajah Luo Ling berubah warna bersamaan saat dia mendadak melihat ke arah Shen Miao.

Shen Miao sedang meminum tehnya tanpa tergesa.

1
Comment

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • 0