KPKM: Chapter 118 (Part 1) : Ciuman

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Retna (remi7noor )

Editor: Kak Dhie | Proofreader: Kak Glenn

.

.

Rumah kediaman Shen Xin mulai mengepak barang-barang mereka dalam semalam, dan apa yang membuat orang lain memukul meja dan berteriak dengan pujian, adalah bahwa sebelum pergi, mereka tiba-tiba memaksa Nyonya Besar Shen untuk memisahkan keluarga di depan para Tetua keluarga Shen.

Hari itu ketika Shen Xin dan istrinya dipanggil ke Istana, perselisihan antara Shen Miao dengan Nyonya Besar Shen di pintu kediaman, masuk ke telinga Shen Xin dan secara alami ia tidak dapat menahan amarahnya. Kesempatan untuk memukul seseorang ketika mereka jatuh digunakan dengan sangat baik, dan dia bahkan tidak repot-repot menyelamatkan wajah orang lain. Luo XueYan benci kalau dirinya buta pada awalnya, dan memperlakukan orang-orang di seluruh keluarga ini dengan tulus.

Meskipun kekuatan militer Shen Xin diambil alih, dia masih berani. Ketika dia keras kepala, sembilan ekor lembu jantan tidak akan mampu menariknya kembali. Pemimpin klan tidak dapat bergegas datang, tetapi ada anggota klan yang hadir. Di akhir hidupnya, Jenderal Tua Shen berharap seluruh keluarga akan hidup dalam harmoni, tetapi pada akhirnya tetap runtuh dan hancur berantakan.

Nyonya Besar Shen mengeluarkan keterampilan yang dia miliki saat menjadi penyanyi, untuk mengklaim lebih dari setengah aset dan tanah Jenderal Tua Shen. Shen Miao tidak menghalangi ini karena selama bertahun-tahun mereka tidak mudah dikelola, dan toko-toko dan tanah itu tidak lagi memuaskan seperti sebelumnya, dan sebaliknya mereka akan menjadi hambatan untuk ditinggalkan satu per satu. Selain itu, mereka akan segera menuju ke Kota Xiao Chun, sehingga hal-hal ini tidak akan berguna.

Shen Xin tidak kekurangan uang karena kaisar biasanya memberikan banyak padanya. Nyonya Besar Shen awalnya berpikir bahwa dalam buku akuntansi dana bersama, uang Shen Xin telah lama habis, dan tidak berpikir hingga akhirnya, Shen Miao menemukan buku di suatu tempat, buku akuntansi lain yang tidak ada yang tahu. Di dalam buku itu, jelas menunjukkan semua uang yang telah ditambahkan Shen Xin selama bertahun-tahun ke dana publik.

Di depan anggota klan, hal ini tidak dapat disangkal dan bagaimanapun, Nyonya Besar Shen harus mencairkannya. Shen Miao menganggapnya sederhana, tidak peduli berapa banyak dana yang diperoleh kembali, bahkan jika Shen Xin dan Luo XueYan tidak menghargai harta benda duniawi ini, melakukan ini bagus untuk membuat Nyonya Besar Shen muak.

Nyonya Besar Shen benar-benar ‘muak’ hingga jatuh sakit, sementara Chen RouQiu sangat marah di hatinya. Sekarang Ren WanYun tidak peduli dengan masalah ini, dialah yang mengelola kediaman dan tidak ada cukup uang. Dengan kembalinya sebagian dana ke Shen Xin, jika masa depan tidak semulus sebelumnya, takutnya Nyonya Besar Shen akan mengambilnya.

Shen Yue juga marah dengan mereka. Akhir-akhir ini dia menyaksikan Chen RouQiu menjadi sangat lelah karena masalah uang. Shen Yue sebelumnya dibesarkan dengan sifat ‘arogan dan lebih suci’, tetapi sekarang telah berubah. Sebelumnya, dia membenci masalah uang, tetapi sekarang juga ingin memperjuangkannya. Tidak baik mengatakan apa pun di depan anggota klan, jadi dia melihat Shen Miao dan pura-pura khawatir, “Orang tidak tahu kapan TangMei Kelima akan kembali. Kudengar bahwa ada kekurangan pemasok di Kota Xiao Chun, dan itu akan buruk jika seseorang tidak dapat makan atau menggunakan barang-barang bagus. Lebih baik membawa lebih banyak uang.”

Kata-kata yang diucapkan memiliki beberapa ejekan yang menyindir bahwa Shen Miao pergi ke tempat penderitaan, tetapi Shen Miao hanya tertawa lembut, “Benar, tapi harga pasar di ibukota Ding sangat tinggi, dengan demikian di masa depan tanpa hadiah dari Yang Mulia, TangJie Kedua tidak boleh menghabiskan banyak uang seperti di masa lalu.” Tatapannya mendarat di pergelangan tangan Shen Yue dan tersenyum, “Lagipula, Ayah tidak akan berada di sini untuk memberimu gelang di masa depan.”

Shen Yue terkejut sesaat, dan melihat gelang di pergelangan tangannya sebelum wajahnya memerah. Ini bukan gelang yang lain tetapi yang diberikan Shen Xin. Tahun demi tahun Shen Xin akan mengisi dana bersama dengan pemberian hadiah, dan Shen Yue akan memilih beberapa perhiasan. Siapa yang tahu bahwa ketika dia mengucapkan kata-kata itu, Shen Miao akan dengan mudah mengatakan bahwa gelang yang dia kenakan adalah salah satu dari benda-benda Shen Xin. Ini menampar wajahnya di depan umum.

Tapi gelang ini sangat berharga, dan Shen Yue tidak mau melepasnya dan mengembalikan gelang itu pada Shen Miao.

Shen Miao sepertinya telah melihat isi pikirannya dan berkata dengan senyum lembut, “TangJie Kedua sebaiknya tidak mengembalikan gelang itu, karena tidak bagus mengembalikan barang-barang yang sudah diberikan. Kita tidak tahu apakah di masa depan akan ada gelang yang lebih bagus.”

Kali ini bahkan wajah Shen Wan, yang berdiri di samping dengan tenang, mulai berubah jelek. Kata-kata Shen Miao memiliki arti bahwa Shen Wan, tidak bisa mendapatkan hadiah bagus dengan kemampuannya sendiri. Karier Shen Wan sepanjang hidupnya tidak akan pernah mencapai tingkat yang dimiliki Shen Xin.

Shen Wan membuat raut wajah yang tidak senang dan dengan dingin menatap Shen Miao sebelum berkata kepada Chen RouQiu dan Shen Yue, “Kembali ke kamar.” Kemudian dia pergi tanpa melihat Shen Miao lagi.

Karena Shen Xin akan meninggalkan ibukota dan kekuatan militernya diambil alih, semua kasih sayang dan kepura-puraan persaudaraan palsu itu, tidak lagi dituntut untuk dipertahankan. Shen Wan tidak akan pernah melihat orang tanpa nilai.

Shen Gui juga agak senang ketika dia membungkuk kepada Shen Xin, “Gege Pertama, adik ini mohon undur diri.” Dia menyibak lengan baju dan pergi dengan agak arogan. Wan YiNiang melihat ini dan dengan cepat menarik Shen DongLing untuk mengikuti, berperilaku seperti sebelumnya yang sudah lebih dari sepuluh tahun dia lakukan, dan bukan karena perubahan Cai Yun Yuan.

Shen Gui adalah orang yang tidak bisa tetap tenang, karena dia naik dalam karirnya dengan menjilat dan menyanjung orang lain. Dalam hal bakat dan pembelajaran, ia tidak bisa dibandingankan dengan putranya, Shen Yuan, dalam hal temperamen, ia tidak sebanding dengan keuletan Shen Wan dan Shen Gui juga bahkan tidak berperasaan dan tidak memiliki rasa keadilan. Begitu dia merasakan sedikit rasa manis, dia akan melupakan rasa sakit yang dideritanya dan dengan demikian, dia tidak cukup untuk ditakuti.

Malah Shen Qiu yang marah, “Orang macam apa mereka itu?”

Shen Miao tersenyum lembut tetapi tidak menjawab. Mengesampingkan Shen Wan dan Chen RouQiu untuk sementara waktu dan berbicara tentang keluarga cabang Shen Gui, dalam waktu dua tahun, Shen YuanBo akan mati karena cacar, dan karena Shen Gui sudah dibius obat oleh Ren WanYun, dia pasti tidak akan dapat memiliki lagi keturunan di hidup ini. Bahkan jika dia punya uang atau wanita, tidak akan ada orang yang mewarisinya. Ada tiga cara untuk menjadi tidak berbakti, dan tidak memiliki anak adalah yang terburuk. Pada saat itu, Nyonya Besar Shen akan mendesak kedua putranya untuk cepat menyebarkan cabang mereka, jadi apakah Chen RouQiu berpikir bahwa dia hanya bisa duduk dan bersantai?

Orang jahat akan diusik oleh orang lain. Serahkan kekacauan ini pada keluarga Shen dan biarkan mereka bersihkan diri.

Ketika masalah Shen Xin pindah untuk menjaga Kota Xiao Chun mencapai telinga Pangeran Ding, Fu XiuYi, Kaisar Wen Hui sudah menyetujuinya.

Pada saat itu, Fu XiuYi secara alami tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Semakin banyak orang berbicara, semakin diragukan perasaannya. Hanya saja, aneh bagi Shen Xin tiba-tiba menggunakan taktik ini. Dia telah mengerti dengan jelas bahwa selama bertahun-tahun meskipun Shen Xin terlihat seperti orang militer yang kasar di luar, dia bukan orang yang impulsif. Bahkan jika dia tidak puas dengan pengambil alihan kekuasaan militer, dia tidak akan menyerahkan memorandum pada hari berikutnya untuk meninggalkan ibukota.

Tanpa disengaja Fu XiuYi mulai mengingat perkataan yang telah diperingatkan Shen Yuan kepadanya.

“Yang Mulia tidak boleh meremehkan TangMei Kelima pejabat ini dari kediaman Shen.”

Hanya saja Fu XiuYi tidak terlalu memperhatikan kalimat seperti itu pada saat itu. Sekarang tidak tahu bahwa pada saat ini, perkataan itu melayang di benaknya. Tujuan Shen Xin tiba-tiba membuat keputusan seperti itu, mungkinkah Shen Miao memberikan dorongan dari belakang layar? Tapi dia adalah wanita muda yang manja yang dibesarkan dengan kehati-hatian, jadi mengapa gadis itu mengambil inisiatif untuk pergi ke tempat yang dingin seperti wilayah barat laut?

Fu XiuYi sensitif untuk mendeteksi ada sesuatu yang salah, tetapi tidak dapat menunjukkan dengan tepat apa yang salah. Dia hanya merasa bahwa segala sesuatu yang seharusnya tidak muncul dengan cara seperti itu.

Penasihat di sampingnya bertanya, “Apakah Yang Mulia khawatir tentang masalah Jenderal Besar yang Tangguh telah berubah? Tetapi tentara keluarga Shen tersebar dan kekuasaan militer diambil kembali, sehingga tidak ada lagi dampak dari Jenderal Besar yang Tangguh. Yang Mulia bisa tenang.”

Fu XiuYi sadar dari imajinasinya dan dengan ringan setuju. Meskipun Shen Xin telah menyimpang dari rencananya, tetapi pada akhirnya dia bukan bidak catur yang paling penting. Dia adalah bagian penting di awal ketika Shen Miao jatuh cinta padanya, sejak itu dia bisa menggunakannya, tetapi orang tidak tahu apa yang terjadi ketika perasaan cinta itu tercecer, membuatnya kehilangan kesempatan untuk menarik Shen Xin ke dalam kapalnya.

Tapi itu bisa juga dianggap sebagai desahan lega. Jika dia benar-benar menikah dengan Shen Miao, bahkan jika dia memperoleh kekuatan militer keluarga Shen, dia akan diejek oleh semua orang. Fu XiuYi pada dasarnya sangat bangga, jadi dia tidak akan membiarkan noda seperti itu ada padanya? Sekarang dugaan itu akan buyar begitu Shen Xin meninggalkan ibukota. Dia berkata, “Pergi dan rekrut lebih banyak orang minggu ini.”

Penasihatnya terkejut sebelum menangkupkan tangan dan menurutinya.

Fu Xiu Yi mengalihkan pandangannya. Karena permainan bersaing untuk dunia sudah dekat, sangat penting untuk menarik lebih banyak talenta dalam waktu sesingkat mungkin.

Shen Xin meninggalkan ibukota dini hari berikutnya.

Ketika mereka meninggalkan ibukota, hari masih pagi dan langit belum cerah. Shen Xin pergi secara rahasia. Pertama, dia tidak ingin menempatkan kawan dekat itu dalam dilema, karena jika mereka datang untuk mengucapkan selamat tinggal, itu praktis akan melawan Kaisar Wen Hui. Suasana hati kaisar selalu berubah-ubah, jadi tidak baik untuk menimbulkan amarah. Yang kedua adalah bahwa Kota Xiao Chun adalah seribu gunung dan sepuluh ribu sungai jauhnya dari ibukota Ding, jadi dengan pergi lebih awal berarti seseorang akan tiba lebih awal.

Bahkan jika kuda dipacu dengan kecepatan penuh, dibutuhkan lebih dari enam bulan untuk tiba.

Meskipun pasukan keluarga Shen diambil alih dan hanya bagian depan yang tersisa, ada sejumlah orang kepercayaan yang tersisa. Termasuk bawahan Shen Qiu, termasuk Mo Qing dan Ah Chi, orang tidak akan takut akan ada bahaya selama perjalanan. Seluruh perjalanan lumayan lancar. Luo XueYan dan Shen Xin pada awalnya khawatir jika Shen Miao tidak dapat menempuh perjalanan yang begitu jauh, dan takut bahwa selama perjalanan dia akan jatuh sakit. Siapa yang tahu bahwa Shen Miao bahkan tidak mengucapkan sepatah kata lelah sedikitpun. Bahkan Shen Xin berulang kali memuji, “Jiao Jiao benar-benar putriku. Hati baja seperti itu, wanita lain di ibu kota Ding mana yang memilikinya?”

Luo XueYan memutar bola mata ke arahnya tetapi merasa lebih bersalah terhadap Shen Miao. Seorang wanita muda yang selalu lembut dan dimanjakan  harus mengikuti mereka dan menderita.

Jing Zhe menyingkirkan tirai kereta. Karena ini adalah perjalanan jauh pertamanya, dia agak kagum dan akan menunjuk burung-burung di langit, dan juga menunjuk kelinci liar di hutan. Melihat penampilan Shen Miao yang tenang, dia bertanya dengan rasa ingin tahu, “Kenapa Nona muda tidak merasa segar? Pemandangan seperti ini tidak dapat dilihat di kota.”

Ketika dinyatakan demikian, Gu Yu juga melihat ekspresi Shen Miao dan bertanya dengan menggoda, “Nona muda terlihat seolah-olah tidak memiliki sedikit nostalgia.”

Luo Xue Yan yang duduk di kereta tertegun sejenak.

Untuk meninggalkan tempat yang telah ditinggali selama lebih dari sepuluh tahun ke tempat yang belum pernah mereka dengar sebelumnya, Nona muda mana pun pada saat ini akan menunjukkan perasaan merindukan kampung halaman, dan enggan berpisah dengannya karena Kota Xiao Chun, pasti tidak akan sesejahtera seperti ibukota Ding, dan akan menjadi orang asing di tanah asing. Tapi Shen Miao tetap tenang sepanjang jalan sejak awal, dan bahkan kadang-kadang tampak bersemangat.

Untuk meninggalkan tempat kelahiran seseorang secara khusus bertentangan dengan kehendak seseorang, bagaimana ia hidup dengan itu?

Merasakan tatapan Luo XueYan, Shen Miao sedikit terkejut sejenak sebelum tersenyum dan melihat pemandangan yang melintas di luar gerbong kuda, “Ayah, Ibu dan gege  semuanya ada di sisiku, apa yang ada di sini adalah nostalgia. Bahkan jika seseorang tetap berada di ibukota Ding, tanpa orang yang dicintai, itu tidak akan dianggap sebagai rumah.”

Ketika kata-kata itu diucapkan, hati Luo XueYan menjadi masam. Berpikir untuk melihat dengan jelas wajah-wajah jelek dari seluruh keluarga Shen di perjalanan terakhir ini ketika mereka kembali ke ibukota, dia berpikir bahwa Shen Miao telah hidup dengan baik setelah meninggalkannya bersama keluarga itu, tetapi sekarang tampaknya itu adalah lelucon besar. Mungkin Shen Miao tidak memandang orang-orang itu sebagai keluarga, kalau tidak dia tidak akan mengatakan kata-kata itu.

Memikirkan hal ini, Luo XueYan menarik Shen Miao ke pelukannya dan berkata dengan hati nurani, “Benar, di masa depan Jiao Jiao akan selalu bersama Ayah, Ibu dan gege. Tidak akan ada yang berani menindasmu.”

Shen Miao bersandar di pelukan Luo XueYan dan menurunkan matanya, menutupi jejak dingin di dalamnya.

Meninggalkan tempat kelahiran. Memulai perjalanan sendirian. Di kehidupan terakhir ketika dia pergi ke negara Qin untuk menjadi sandera, gunung-gunung tinggi dan sungai-sungai sama panjangnya, di tempat mana dia tidak berjalan sendirian? Dia membawa pelayannya yang penuh kepercayaan dan ketika beberapa dari mereka meninggal di negara asing, pemandangannya sama seperti hari ini. Itu sudah sangat buram tetapi dia masih bisa mengingat dengan jelas perasaan saat itu. Dari ibukota Ding ke negara Qin, dari negara Qin kembali ke ibukota Ding, kedua perjalanan sangat suram dan sunyi sepi. Sangat menyedihkan kalau dia berpikir telah menyelesaikan tujuan yang bijak, untuk orang-orang biasa di bawah langit, tetapi tidak tahu bahwa di mata semua orang, betapa konyolnya dia.

Sekarang dia tidak pergi sendirian dan ketika dia kembali, dia tidak akan sendirian juga.

Jalan gunung itu terpencil dan tanpa sadar langit menjadi gelap. Karena ini adalah rute gunung dan tidak ada kedai di pegunungan, mereka hanya bisa tinggal di rumah keluarga petani. Beruntung keluarga petani ini ramah dan bersahabat. Mereka dengan hangat menerimanya, dan bahkan memasak sejumlah hidangan.

Karena kebutuhan untuk mempercepat perjalanan, Shen Xin dan yang lainnya tidak berani minum, takut akan terjadi kesalahan saat minum dan menunda keberangkatan pada hari berikutnya. Namun Shen Miao lah, tidak yakin itu karena sedang dalam suasana hati yang baik, atau bahwa anggur prem itu manis dan memabukkan, sehingga ia minum beberapa cangkir dan pipinya menjadi warna buah persik.

“Kenapa Jiao Jiao minum sebanyak ini?” Luo XueYan awalnya tidak memperhatikan sehingga ketika dia melihatnya, dia tidak bisa tidak terkejut. Dia menyaksikan Shen Miao menopang wajahnya dengan tangannya, dan terlihat mengantuk sebelum dengan cepat meraih kepalanya.

“Kemungkinan besar Nona muda tidak menyadari kadar arak ini.” Nyonya keluarga petani tertawa, “Arak prem buatan sendiri ini rasanya manis, tapi efek sampingnya besar. Ketika putri kami minum berlebihan, ia juga akan mabuk. Namun hanya perlu tidur sepanjang malam dan keesokan harinya,  tidak akan pusing sehingga Nyonya tidak perlu khawatir.”

Luo XueYan kemudian tenang. Shen Qiu melihat penampilan Shen Miao dalam keadaan mabuk dan merasa hal itu lucu, “Tidak menyangka akan ada hari ketika meimeiku akan mabuk. Sangat menarik.”

Kali ini ketika Shen Qiu kembali, dia melihat Shen Miao yang tenang dan kalem. Dia begitu serius dan dewasa sehingga kadang-kadang, Shen Qiu memiliki ilusi yang salah bahwa Shen Miao adalah yang lebih tua diantara merek. Kadang-kadang, dia akan merindukan Shen Miao dari sebelumnya meskipun gadis itu keras kepala dan kasar, dia masih memiliki temperamen seperti apa yang seharusnya dimiliki seorang wanita muda. Sekarang melihatnya seperti ini, Shen Qiu memikirkan Shen Miao sebelumnya dan merasa lebih dekat.

“Bocah.” Shen Xin melangkah ke kaki Shen Qiu, “meimeimu sudah mabuk dan kau masih membuat masalah?”

Shen Qiu dengan cepat menjulurkan lidahnya dan pura-pura meminta belas kasihan. Seluruh keluarga dan keluarga petani itu semua bersorak kegirangan. Di mana kekecewaan dan ketidakberdayaan ‘meninggalkan tempat kelahiran’?

KPKM: Chapter 117 (Part 2) : Kakak Laki-Laki Xie
KPKM: Chapter 118 (Part 2) : Ciuman

Leave a Reply

Your email address will not be published.