KPKM: Chapter 113 (Part 1): Ciuman tidak Langsung

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Amal ( pengembara_cinta )

Editor: Kak Dhie | Proofreader: Kak Glenn

.

.

Hati Shen Miao gelisah dan dia tidak bisa lagi berdiri di sini dan terjerat dengan keluarga Shen, jadi dia tidak menoleh sama sekali sembari dengan cepat kembali ke kamarnya. Di luar, Shen Gui dan rombongan telah menyaksikan cukup banyak keributan, dan ingin menanyakan lebih banyak tentang masalah ini sehingga kerumunan cepat bubar. Shen Yue mengikuti Chen RouQiu dan tampak sedikit sukacita di wajahnya. Kemarin ketika dia mendengar bahwa Permaisuri Dong Shu melihat Shen Miao dan Luo XueYan, hati Shen Yue sangat gelisah. Permaisuri Dong Shu adalah Ibu Pangeran Ding dan jika seseorang memenangkan hati Permaisuri Dong Shu, bagaimana jika tali itu bagaimanapun digabungkan? Untungnya dari kejadian hari ini, Rumah Pertamalah yang mendapatkan masalah.

Memikirkan itu, langkah Shen Yue lebih ringan dan santai.

Shen DongLing yang memegang tangan Wan YiNiang, hanya memandang ke halaman dengan serius dan mengikutinya kembali.

Halaman barat yang luas, dikosongkan dalam sekejap saat itu bahkan Ah Zhi juga mengikuti penjaga Shen Xin kembali ke pasukan keluarga Shen. Kaisar Wen Hui tiba-tiba memanggil mereka ke Istana dan secara alami mengurung pasukan keluarga Shen. Untungnya Mo Qing masih ada, terutama karena Mo Qing masih belum ada dalam daftar nama daftar tentara keluarga Shen.

Di dalam ruangan, Jing Zhe, Gu Yu, Bai Lu dan Shuang Jiang semua berdiri di belakang Shen Miao sementara Mo Qing berdiri di dekat pintu dengan ekspresi serius. Meskipun Shen DongLing berkata bahwa mungkin Kaisar Wen Hui mau menghadiahi Shen Xin, semua orang tahu itu tidak mungkin.

Shen Miao duduk di depan meja dengan kening yang penuh kerutan dalam tapi ini membuat hati Mo Qing sedikit terhibur. Dia awalnya khawatir bahwa Shen Miao akan gugup dan tidak berdaya setelah mengetahui masalah ini, dan akan bingung apa yang harus dilakukan, tetapi sekarang dia melihat bahwa meskipun Shen Miao terlihat suram, dia tidak gugup sama sekali.

Shen Miao melihat surat pribadi di depannya. Keluarga Shen dihilangkan oleh Fu XiuYi dalam satu gerakan, dan pada saat itu dia juga mencoba untuk memblokir, tetapi Fu XiuYi menyatakan jumlah individu pelanggaran keluarga Shen di depan seluruh pengadilan dan membuatnya terdiam. Meskipun dia tahu bahwa semuanya salah, dengan bukti palsu ini, itu membuat penolakannya tidak berdaya.

Pada hari itu di aula tahta emas, setiap momen seperti pahat yang menembus hatinya. Laporan kecaman keluarga Shen itu sesuai dengan periode waktu dan dikatakan setiap hari. Sekarang ini adalah tahun keenam puluh sembilan dari Ming Qi, dan dia terlahir kembali pada tahun ke delapan puluh delapan dari Ming Qi, dalam laporan yang diberikan Shen Yuan kepada Fu XiuYi, pelanggaran pastilah sesuatu yang terjadi sebelum tahun ke enam puluh delapan Ming Qi.

Apa tuduhan keluarga Shen sebelum tahun ke delapan puluh delapan Ming Qi?

Shen Miao menutup matanya dan beberapa rekaman muncul di benaknya.

Dia mengenakan jubah Kerajaan Permaisuri, dan bahkan seluruh jepit rambut Phoenix di kepalanya tidak bisa menutupi kondisinya yang menyedihkan. Seluruh pengadilan pejabat terangsang, Pei Lang acuh tak acuh dan Fu XiuYi dengan marah melemparkan laporan itu ke wajahnya.

Ada bacaan pejabat sipil, “Pada tahun keenam puluh delapan dari Ming Qi, petugas keluarga Shen menentang perintah Kaisar, diam-diam melepaskan bandit pengkhianat dan berbohong kepada raja…”

Diam-diam melepaskan bandit pengkhianat, berbohong kepada raja!

Shen Miao tiba-tiba membuka matanya!

Dia tiba-tiba teringat bahwa pada tahun keenam puluh delapan Ming Qi, memang ada masalah yang terjadi. Shen Xin melawan Xi Rongs dan memenangkan tiga parit kota, dan Kaisar Wen Hui memerintahkan agar semua orang di kota itu dibunuh tanpa ampun.

Bagi seorang Jenderal, membantai sebuah kota adalah bentuk kontribusi paling brutal. Dan di kota Xi Rong, selain para prajurit, sebagian besar orang adalah lansia, kaum wanita dan anak-anak. Rakyat dan anak-anak perempuan tua dan lemah ini tidak bersalah seperti rakyat jelata Ming Qi, dan yang bersalah hanyalah tentara Xi Rong. Shen Xin bukan orang yang suka membunuh sehingga diam-diam ia menjaga kehidupan kaum wanita dan anak-anak itu.

Selain tentara keluarga Shen, tidak ada orang lain yang tahu tentang masalah ini dan terlebih lagi semua orang di tentara keluarga Shen dibesarkan oleh Shen Xin, jadi tidak ada alasan untuk mengkhianati Shen Xin. Di antara mereka, pasti ada beberapa mata-mata dari Shen Yuan. Mungkin sejak awal, Shen Yuan telah meletakkan beberapa buah catur di pasukan keluarga Shen.

Itu karena setelah Putra Mahkota dibuang, semua pelanggaran keluarga Shen dibiarkan terbuka, jadi ‘kebohongan terhadap pelanggaran raja’ ini tidak begitu penting. Namun bagi Fu XiuYi yang selalu tenang, untuk membicarakan ini sebelum waktunya matang, hanya bisa berarti bahwa Fu XiuYi sudah merasakan bahaya dalam situasi saat ini, dan keluarga Shen telah menjadi variabel (dari bahaya tersebut). Dalam kehidupan ini karena dia dan Fu XiuYi tidak bersama, dia tidak menahan Kaisar Wen Hui dan mempertahankan keluarga Shen selama beberapa tahun, sehingga mata keluarga Kekaisaran akhirnya mendarat pada keluarga Shen, sepotong daging lemak ini.

Oleh karena itu bukti yang diberikan Shen Yuan kepada Fu XiuYi, seharusnya adalah mengenai pelanggaran Shen Xin karena tidak bertindak sesuai dengan perintah ‘pembantaian’ yang diberikan oleh Kaisar Wen Hui.

Masalahnya bisa dikatakan besar atau kecil. Hanya saja dalam situasi saat ini keluarga Kekaisaran bertekad untuk mengambil kembali kekuatan militer keluarga Shen, jadi bagaimana mereka akan melepaskan kesempatan ini?

Masalah ini menjadi lebih rumit.

Shen Miao mengepalkan tangannya dan perlahan-lahan menenangkan emosinya. Saat ini bukan situasi terburuk. Meskipun keluarga Kekaisaran memiliki niat untuk berurusan dengan keluarga Shen, mereka hanya ingin merebut kembali kekuatan militer. Keluarga Fu sangat licik dan tidak akan menyentuh keluarga Shen, karena itu pasti akan menyebabkan ketidakpuasan dengan keluarga aristokrat lainnya.

Apa yang harus dilakukan saat ini?

Beberapa orang di ruangan itu semua melihat ekspresi tidak pasti dalam wajah Shen Miao dan bingung di dalam hati mereka. Tetapi kemudian mereka melihat bahwa Shen Miao tiba-tiba berdiri dan berkata, “Aku ingin melakukan perjalanan keluar dari kediaman.”

“Ah?” Gu Yu terkejut, “Nona Muda, tidak akan dapat dihindari bagi orang lain untuk membicarakannya jika seseorang meninggalkan kediaman pada saat seperti ini.”

“Bagaimana jika karena keluarga bertemu dengan kemalangan dan aku merasa frustasi, sehingga aku pergi ke rumah teman untuk bantuan?” Tatapan Shen Miao menjadi dingin, “Pergi.”

Mo Qing secara alami tidak keberatan dengan keputusan Shen Miao. Terlebih lagi dia berkomitmen dalam hati dan jiwa pada Shen Miao, dan tahu bahwa Shen Miao punya alasan sendiri. Jadi ketika melihat Shen Miao bertanya seperti itu, hatinya jauh lebih tenang dan hanya berkata, “Bawahan ini akan pergi dan mengatur.”

Melihat Mo Qing seperti ini, Jing Zhe dan Gu Yu tidak lagi berbicara, dan membiarkan Bai Lu dan Shuang Jiang tetap di kediaman untuk menunggu berita saat mereka pergi dengan Shen Miao.

Secara alami tindakan Shen Miao menarik diskusi orang-orang kediaman dan ketika seseorang datang untuk bertanya, hanya dikatakan bahwa dia pergi mencari Feng AnNing. Feng AnNing dianggap sebagai teman Shen Miao dan karena Rumah Pertama keluarga Shen mengalami kemalangan, wajar jika Shen Miao pergi ke Feng AnNing untuk mengeluh. Jadi tidak ada yang menghalangi.

Setelah meninggalkan pintu kediaman, Mo Qing memimpin kereta menuju arah kediaman Feng. Ketika melewati gang kecil dan memastikan bahwa tidak ada yang mengikuti, Shen Miao kemudian berkata, “Pergi ke kediaman Su.”

“Kediaman Su?” Gu Yu terkejut sejenak, “Kediaman Su yang mana?”

“Keluarga Pangeran Ping Nan, kediaman Su Yu.”

Mo Qing, yang berada di luar, sangat akrab dengan jalan-jalan ibukota Ding, dan tahu dengan jelas tempat tinggal bangsawan mana yang berada. Tidak perlu menanyakan arah saat dia memutar kuda itu dan menuju ke arah lain.

Jing Zhe dan Gu Yu ingin bertanya tetapi tidak berani, karena mereka tahu bahwa Shen Miao tentu saja memiliki idenya sendiri. Tetapi bahkan para pelayan tahu bahwa di pengadilan, keluarga Shen pasti memiliki musuh, Marquis dari keluarga Lin An, keluarga Xie dan keluarga Pangeran Ping Nan Su adalah semut di kapal yang sama (berada di pihak yang sama). Jadi secara alami keluarga Su dan keluarga Shen tidak cocok seperti api dan air. Keluarga Shen mengalami kemalangan, jadi mengapa pihak itu datang untuk membantu?

Tapi… Kemungkinan besar itu hal ini bukan meminta bantuan kediaman lain. Jing Zhe dan Gu Yu memiliki pikiran gelisah.

Di kediaman Pangeran Ping Nan, Su MingFeng ada di dalam ruangan dan ada orang lain yang sedang duduk saat ini. Orang itu mengenakan jubah emas ungu glamor dan memiliki senyum malas dan santai di wajahnya. Sebaliknya Su MingFeng yang terlihat cemas, “Apa yang terjadi? Mengapa kamu meminta komando?”

“Terlalu membosankan di ibu kota Ding, jadi aku akan pergi ke Qing Utara untuk bermain.” Kata Xie Jing Xing.

“Bermain?” Su MingFeng Memandangnya dan kemarahan muncul di wajahnya yang biasanya elegan dan tenang, “Apakah kau tahu tempat seperti apa Jiang Utara? Yang lain bahkan tidak berani menghadapi Xiong Nu, dan kamu ingin pergi ke sana untuk bermain?” Melihat Xie JingXing bahkan tidak menaruh kata-katanya di dalam hati, nada Su MingFeng melambat, “Aku tahu ayahmu membawa Xie ChangChao dan Xie ChangWu menjadi pejabat resmi dan merasa kesal, tetapi tidak perlu menggunakan pendekatan seperti itu untuk melampiaskannya. Ini bukan masalah sepele, meskipun keterampilan seni bela dirimu sangat kuat, tetapi medan Jiang Utara itu kompleks dan kamu belum pernah ke sana… JingXing, jangan pergi.”

“Su MingFeng.” Xie JingXing menganggapnya lucu, “Yang Mulia sudah memberiku persetujuan, apakah kamu pikir aku masih tidak bisa pergi?”

Su Ming Feng terkejut sesaat dan ekspresi putus asa tiba-tiba muncul di wajahnya. Begitu Kaisar membuka mulut emasnya dan mengucapkan kata-kata letih itu, tidak ada alasan untuk kembali pada mereka. Dengan persetujuan permintaan komandan di satu tangan, tidak ada ruang untuk perubahan apa pun. Bahkan jika Xie JingXing berubah pikiran, dia tidak bisa tidak pergi.

Melihat Su MingFeng seperti ini, Xie JingXing berkata, “Kamu mengutuk kecelakaan yang menimpaku?”

“Bajingan!” Su MingFeng mengutuk dan marah, “Mengapa kamu tidak membahas masalah ini denganku sebelumnya?”

“Membahasnya denganmu akan ada gunanya?” Xie JingXing bahkan tidak peduli ketika dia mengambil cangkir di samping dan menuangkan teh untuk diminum, “Bagiku tidak ada perbedaan.”

“Kamu!” Su MingFeng marah pada satu ujung, dan juga tak berdaya di ujung lainnya. Dia tahu bahwa Xie JingXing memiliki temperamen maverick (orang yang tidak konvensional/dapat dikatakan juga sebagai orang yang memiliki perangai dengan pendirian mandiri dan berbeda dengan yang lain) dan ketika dia memutuskan sesuatu, bahkan sembilan ekor sapi jantan tidak akan menariknya kembali. Meskipun mereka adalah teman dekat masa kecil, sekarang tampaknya dia adalah satu-satunya yang bersemangat. Xie JingXing tidak memberitahunya apa-apa, dan bisa dikatakan ini hanya ‘memberi tahu’ saja. (seakan-akan hanya SMF yang merasa sebagai teman dekat dan XJX bahkan tidak berkomunikasi padanya mengenai ini)

Dalam hal ini, semua ini hanyalah sekedar sebuah ‘pemberitahuan’ dan permintaan komandan telah disetujui dan begitu saatnya tiba, dia harus berangkat.

“Untuk alasan apa kamu harus pergi ke Jiang Utara yang mengganggu itu?” Su MingFeng berjalan bolak-balik di ruangan itu, “Apakah kamu tidak ingin hidup? Apakah kamu tahu bahwa jika kamu menang, itu tentu saja baik tetapi jika kamu kalah … Kedua adik Shu  akan menjadi yang pertama bertepuk tangan dengan sukacita!” Su MingFeng dengan marah membanting tangannya di depan Xie JingXing dan berkata, “Apakah kamu yakin untuk membiarkan mereka tetap di ibukota? Tidak takut bahwa Ayahmu akan mengatakan sesuatu?” Berbicara tentang itu, dia tiba-tiba berhenti dan menatap Xie JingXing, “Apakah Ayahmu tahu tentang masalah ini?”

Xie JingXing menggelengkan kepalanya.

“Lihat!” Su Ming Feng berkata, “Kamu begitu keras kepala. Marquis Xie pasti akan marah ketika dia tahu tentang masalah ini, dan pada saat itu kedua adik Shu milikmu akan mengatakan lebih banyak hal, dan masih ada YiNiang yang tersembunyi begitu dalam di kediaman… Ketika kamu kembali dari Utara Jiang, siapa yang tahu dalam situasi akan menjadi seperti apa kediaman itu. Xie JingXing, apakah kamu benar-benar merasa nyaman?” Su MingFeng memperlakukan Xie JingXing sebagai teman sejati dan semua kata-kata ini menjadi perhatian baginya.

Xie JingJing tersenyum tetapi tampak seolah-olah dia tidak ingin menyebutkan hal-hal itu, “Ketika aku meninggalkan ibukota, kamu perlu membantuku menjaga kediaman Putri.”

Di ibu kota Ding, selain keluarga Su, Xie Jin Xing memiliki kontak paling banyak dengan Putri Rong Xin dari kediaman Putri. Perjalanan ke Jiang Utara ini setidaknya akan memakan waktu satu setengah tahun, dan tidak ada yang tahu berapa lama untuk kembali paling buruk. Ketika Putri Rong Xin mengetahui hal ini, dia pasti akan kesal untuk jangka waktu tertentu.

Su MingFeng ingin menyebutkan beberapa kalimat lagi kepada Xie JingXing tetapi melihat ekspresi serius Xie JingXing, ia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Seseorang hanya mendengar Xie JingXing berbicara lagi, “Dalam dua tahun, yang terbaik bagi keluarga Su untuk menghindari ujung tombak. Jangan memasuki jabatan resmi dan hanya klaim sakit.”

“Oh?” Su MingFeng merasa aneh, “Apa hubungannya ini denganku? Bukankah dikatakan bahwa itu baik-baik saja meskipun seseorang memasuki jabatan resmi, tetapi kurang berurusan dengan kuda-kuda militer?”

“Lakukan saja apa yang diperintahkan kepadamu.” Xie JingXing meliriknya dan berdiri, “Aku pergi.”

“Hei.” Su MingFeng berkata, “Kau, kau pergi begitu saja? Kenapa kamu datang hari ini?”

“Perpisahan.” Xie JingXing mengangkat bahu tetapi tiba-tiba mendengar ‘pu tong’ di pintu. Su MingFeng kaget dan membuka pintu, dan kue bola bergulir masuk.

Kue bola itu lahir bulat dan gemuk. Ketika Su MingFeng mengangkatnya, dia menepuk-nepuk debu bajunya sebelum berbicara, “MingLang, apa yang kamu lakukan di sini?”

Kue bola yang gemuk itu tidak lain adalah Tuan Muda Kedua dari keluarga Su, Su MingLang. Ketika dia melihat ada orang lain di ruangan itu dan orang itu adalah Xie JingXing, dia pertama kali menyusut ketakutan dan bersembunyi di belakang Su MingFeng, “Gege, Kakak Shen, ada di sini.”

“Apa?” Su MingFeng tidak mengerti apa yang sedang terjadi, ketika dia melihat pelayan pribadinya berlari dari pintu dan berkata dengan terengah-engah, “Tuan Muda, ada seorang Nona Muda di pintu kediaman mencari Anda.”

Ketika kata-kata itu diucapkan, Su MingFeng membeku sesaat. Dia kemudian melihat ke arah Xie Jing Xing dan pemuda itu memberinya senyuman tapi bukan senyum. Su MingFeng dengan ringan batuk, “Omong kosong! Di mana aku tahu seorang Nona Muda?”

“Itu benar!” Hamba itu berkata dengan cepat, “Dikatakan bahwa dia adalah Nona Kelima Di dari kediaman Jenderal yang Tangguh dan dia di sini untuk melakukan diskusi penting dengan anda.”

“Nona Kelima Di dari kediaman Jenderal yang Tangguh…” Su MingFeng mengulangi kata-kata untuk memilah-milah nama itu, ketika Su MingLang di samping melompat keluar, “Dia adalah Kak Shen Miao! Gege, Kak Shen Miao yang ada di sini untuk mencarimu!”

Shen Miao? Su MingFeng tertegun konyol tapi Xie JingXing mengerutkan kening.

Belum lagi keluarga Xie, keluarga Shen dan keluarga Su tidak memiliki urusan apa pun. Adapun secara pribadi, Su MingFeng tidak memiliki persahabatan dengan Shen Miao. Shen Miao tiba-tiba datang membuat Su MingFeng bingung. Dia bertanya pada Xie JingXing, “Mungkinkah… untuk mencarimu?”

“Kak Shen Miao pasti ada di sini untuk mencariku!” Su MingLang memegang wajahnya dengan gembira, “Gege, mari kita pergi dan melihat Kak Shen Miao!”

“Ini…” Su MingFeng ragu-ragu.

“Pergi.” Xie JingXing tiba-tiba berbicara dan tatapannya tampak dalam, “Buat dia datang ke kamarmu.”

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.