KNK 06

Featured Image

Sesaat setelah Zhou Shi melihat anak-anak mereka sudah jauh, dia langsung bertanya, “Suamiku, apakah kamu benar-benar tidak menyetujui Ting Er untuk tetap belajar?”

“Oh! Tentu saja aku ingin Ting Er sukses atas kerja kerasnya sendiri! Pikirkan ini, keluarga Wen kita ini belum pernah ada yang menjadi seorang sarjana. Tadi, aku mengatakan semua itu untuk memancingnya dengan harapan dia akan bekerja dengan baik di bawah tekanan. Ting Er adalah pria yang cerdas. Tapi terkadang dia terlalu banyak berpikir dan tidak dapat  menguasai emosinya! khususnya saat ujian! setiap kali waktunya ujian tiba, pikirannya akan tiba-tiba kosong.” Wen Shouzhen menghela nafas, dan tidak berkata apa-apa lagi.

– Di bawah cahaya lampu petromaks –

Telur goreng warna emas, sayuran sederhana, beberapa macam  daging babi ungkep, dan nasi putih hangat memenuhi meja makan. Keluarga besar itu sedang menikmati makanan sambil berbincang satu sama lain.

“Akhir bulan tinggal beberapa hari lagi. Restoran Drunken Immortal akan sangat sibuk. Aku harus merepotkan  kalian berdua untuk membantu persiapan tahun baru Lunar.” Wen Shouzhen meminta kakak sulung dan istrinya untuk membantu di restoran.

“Jangan katakan itu, saudara ketiga! Mengatakan itu berarti tidak menganggap kami sebagai keluarga. Sering kali, keluarga kami yang bergantung padamu. Apapun yang bisa kami lakukan, kami akan dengan senang hati membantu! Saudara ketiga tidak perlu memikirkan masalah ini.” Istri dari sulung keluarga Wen bernama Wang Shi. Dia adalah wanita yang jujur dan sederhana.

Saudara sulung keluarga Wen adalah Wen Shoucheng. Dia memiliki beberapa mu tanah, dan dia menggunakan tanah ini untuk menanam beberapa tanaman untuk menghidupi keluarganya. Tapi karena dia memiliki keluarga yang besar dengan 3 orang anak, dia hampir tidak bisa menghidupi keluarganya.

Satuan luas yang digunakan di China, 1 mu = 666.7 m2.

Biasanya, Wen Shouzhen akan membantu kakaknya ini. Tanpa bantuan Wen Shouzhen, situasi keuangan keluarga kakaknya akan dalam bahaya, dan itu akan sulit bagi mereka untuk mencari jalan keluar.

Saudara kedua bernama Wen Shouchai, dia adalah seorang penjudi dan biasanya tidak membantu urusan keluarga. Untuk biaya hidup dia tidak bekerja dan bergantung sepenuhnya pada keluarganya. “Aku setuju dengan kakak ipar. Jangan khawatir, saudara ketiga. Kita semua akan membantu, dan kamu bisa fokus pada pekerjaanmu di restoran Drunken Immortal.”

Wen Shouchai meskipun sudah tua dia masih suka bermalas-malasan.

Wen Shouzhen melotot pada saudaranya yang kedua, dan dalam hati dia berkata, “Kamu adalah alasan utama aku khawatir!”

“Shi Tou, saat tahun baru Lunar, kamu tidak ada keluarga yang bisa dikunjungi. Kenapa tidak tinggal di sini dan bergabung dengan kami?” Zhou Shi langsung mengganti topik pembicaraan, dia menatap Fang Dashi, yang sedang memakan hidangannya dengan diam.

“Terima kasih atas kebaikan Shi Niang. Shifu telah menyibukan dirinya sepanjang tahun, dan beliau seharusnya memiliki waktu untuk beristirahat. Aku tidak akan membebani beliau, dan akan membantu tuan Lee untuk mengawasi restorannya. itu akan memberiku banyak waktu luang.” Fang Dashi adalah orang yang sangat jujur dan sederhana. Apapun yang dia pikirkan, dia kan mengatakannya tanpa ragu-ragu.

Shi Niang adalah nama panggilan untuk istrinya guru.

Wen Shouzhen memberi dukungan suara untuk muridnya, “Biar dia lakukan apa yang dia ingin lakukan!”

Wen Shouzhen kemudian memandang Fang Dashi sambil berkata, “Aku akan memasak beberapa makanan enak untukmu saat tahun baru Lunar dan Ting Er akan mengirimkannya padamu.” Wen Shouzhen menepuk pundak lebar Fang Dashi. Muridnya ini telah mengikutinya selama lima tahun, dan dia adalah anak yang pekerja keras.

Wen Rou juga menatap Fang Dashi. Fang Dashi memiliki tubuh yang kuat, wajah kotak yang merupakan khas dari orang-orang yang tinggal di pedesaan, dan dia cukup tampan.

Fang Dashi menyadari Wen Rou sedang menatapnya, dan dia tiba-tiba memerah. Dia langsung menatap ke bawah dan dengan cepat memakan sesumpit penuh nasi.

“Saudara keempat, setelah tahun baru Lunar apakah kamu akan mengikuti ujian kelulusan tingkat anak-anak lagi?” Di meja makan, satu pertanyaan yang Wen Ting tidak mau orang lain tanyakan akhirnya ditanyakan oleh sepupu ketiganya, Wen Xin.

“Aku…” Wen Ting gelagapan, lalu dia diam. Dia hanya sibuk menyibukkan diri dengan makanannya.

Wen Shuzhen juga dengan diam memakan semangkuk nasi miliknya, dan tetap tak bersuara.

“Menurutku, tidak belajar juga merupakan hal yang bagus. Semua uang yang susah payah didapat harus dihabiskan untuk memanggil tutor, membayar biaya ujian, buku-buku, akomodasi, sikat, dan tinta dan lainnya…. Hanya memikirkan itu semua sudah cukup untuk membuat kepala seseorang pecah. Dan juga, jumlah orang yang berhasil dalam ujian itu dan menjadi seorang sarjana cukup jarang.” Wen Shoucheng berkomentar.

“Paman ke-3 adalah koki  kepala di restoran Drunken Immortal dan hidup berkecukupan. Saudara ke-4, mengapa kamu tidak belajar dari ayahmu? Setidaknya kamu memiliki nilai jual. Bahkan jika kamu tidak bisa menghasilkan banyak uang, setidaknya kamu tidak akan kelaparan!” Sepupu ke-2, Wen Shan juga menambahkan.

“Tapi, aku…..” Dengan berat, Wen Ting mengangkat kepalanya. Wajahnya telah menunjukkan ke-engganannya untuk menyerah. Bibirnya bergetar, tapi di bawah meja, telapak tangannya terkepal erat.

Di tahun berikutnya, dia pasti akan sukses!

Wen Ting diam-diam bersumpah.

“Saudara ke-3, biarkan Ting Er melanjutkan belajarnya. Dia telah belajar selama bertahun-tahun.  Menyerah tiba-tiba seperti ini sangatlah sia-sia.” Wen Shouchai si penjudi tak disangka ternyata mendukung Wen Ting.

“Saudara ke-2, kamu tidak perlu memedulikan masalah ini! Jika kamu bisa berhenti berjudi dan melunasi hutang-hutang j**i mu sebelum tahun baru Lunar, aku akan membakar tongkat dupa dan berterima kasih pada tuhan!” Wen Shouzhen berkomentar balik. Komentarnya benar-benar membuat saudaranya, Wen Shouzai frustasi.

Melihat topik percakapan itu telah berganti, Wen Ting langsung mengambil kesempatan ini, “Ya, paman ke-2, kamu tidak lagi muda, dan harus memiliki pekerjaan!”

Wen Shoucai menatap tajam Wen Ting dan dengan geram berteriak, “Kamu, bajingan kecil! Aku sedang mendukungmu, dan kamu memiliki keberanian untuk mengajariku? Sejak kapan kamu memiliki hak untuk menceramahiku?”

Wen Ting memutar bola matanya, dan berbalik untuk menatap pamannya. Dia tahu cara mengatasi pamannya ini. “Oh iya, paman ke-2. Sekitar setengah tahun lalu, kamu meminjam 2 koin tembaga dariku, dan kamu bilang akan membayarnya sebelum tahun baru Lunar. kapan kamu akan membayar padaku?”

Saat itu, Wen Shouchai tetap diam dan hanya terus memakan makanannya.

“Ayah, biarkan kakak melanjutkan belajarnya! Biar aku yang belajar memasak darimu!” Tangan mungil Wen Rou  menjulur di bawah meja untuk menepuk pelan tangan kakaknya.

Wen Rou ingat jelas bahwa ayahnya mengeraskan hatinya dan membuat keputusan yang bodoh pada situasi ini – dia memaksa anaknya Wen Ting untuk berhenti belajar dan hanya belajar memasak.

Tapi Wen Shouzhen belum tahu anaknya tidak memiliki bakat untuk memasak, dan bukan tipe orang yang bisa memasak. Malahan, setelah belajar memasak selama beberapa tahun, Wen Ting berakhir hanya mencuci piring dan menyiapkan sayuran.

Menatap saudaranya, dan berpikir tentang masa depan, Wen Rou langsung memutuskan untuk merubah keberuntungan keluarga Wen mulai saat ini. Dia pertama akan merubah takdir Wen Ting!

Wen Shouzhen menelan sesuap nasi, dan langsung mencerca nya dengan suara tegas, “Tidak, kamu adalah perempuan. Bagaimana bisa kamu belajar memasak!”

“Kenapa perempuan tidak bisa belajar memasak?” Wen Rou langsung membalas! Jawabnya cepat dan langsung pada intinya.

Wen Shouzhen terkejut. Dia langsung sadar kembali, “Menurut leluhur kita, keterampilan memasak keluarga Wen hanya bisa diwariskan pada anak laki-laki, dan bukan anak perempuan.”

Alasan ini lagi!

Di kehidupannya dulu, Wen Rou memohon ayahnya untuk mengajarinya, tapi Wen Shouzhen selalu menolak melakukannya. Alasannya selalu sama. Dan di kehidupan ini, alasan yang sama diulang lagi.

“Ayah, kamu bohong!”

Wen Rou langsung berteriak pada ayahnya. “Leluhur keluarga Wen yang kamu sebutkan adalah dirimu sendiri! Jangan kira putrimu ini tidak tahu bahwa dalam generasi keluarga Wen dari sebelum-sebelumnya, hanya ayah yang seorang koki! Dari mana aturan leluhur yang mengatakan keterampilan memasak tidak bisa diturunkan kepada perempuan berasal?”

Mendengar perkataan Wen Rou, semua yang ada di meja makan tertawa.

“Kamu! Wen Shouzhen tampak marah, tapi dia langsung melembutkan nada bicaranya.

“Rou Er, alasan kenapa ayahmu tidak mau menurunkan keterampilannya padamu adalah demi kebaikanmu sendiri. Kamu adalah perempuan, bagaimana bisa kamu menahan kerasnya belajar memasak? Jika kamu suka memasak, kamu bisa mempraktekkannya di rumah. Nanti, ketika kamu menikah, kamu juga akan mengurus rumah tangga.” Zhou Shi mencoba membantu suaminya.

Keluarga suami? Mereka berbicara tentang pernikahan dan keluarga suami lagi! Hanya memikirkan tentang keluarga Yin membuatnya langsung mengepalkan tangannya marah.

“Ayah, ibu, tolong kabulkan permintaanku. Ayah adalah kepala koki restoran Drunken Immortal kan? Aku tidak mau menikah dan hanya ingin belajar memasak dar ayah! Wen Rou menatap orang tua nya dengan matanya yang besar, polos dan gigih.

“Rou Er, semua orang yang bekerja di dapur adalah laki-laki. Kamu adalah seorang gadis. Itu tidaklah pantas!” Wen Shouzhen tidak memikirkan hal itu dulu, melainkan langsung menolak permintaan Rou Er.

“Ayah, dengan keberadaanmu, apa yang harus aku takuti? Ayah, aku benar-benar sangat suka memasak dan benar-benar ingin mempelajari keterampilan memasak darimu! tolong beri kakak kesempatan 1 tahun lagi untuk bersekolah.” Setelah mengatakan itu Wen Rou langsung berdiri, meletakkan tangan mungilnya di pundak ayahnya lalu menggoyangkannya pelan.

Wen Ting sangat berterima kasih pada saudara perempuannya, Wen Rou dan langsung berkata dengan lantang, “Ayah, tolong beri aku kesempatan 1 tahun lagi! Jika kali ini aku tidak berhasil, aku pasti akan menyerah!”

“Haaahh…” Wen Shouzhen menghela nafas, di hatinya dia tidak bisa mengubah pikirannya.

Mendengar helaan nafasnya, Wen Rou langsung mengamati anggota keluarga besarnya.

Ibunya, Zhou Shi tersenyum seperti biasa lalu mengelus rambut Wen Rou dengan penuh kasih.

Saudaranya yang sangat menginginkan kesempatan lainnya.

Fang Dashi yang berwajah kotak.

Dan para pamannya beserta istri-istri mereka dan sepupunya.

Lalu ayahnya. Meskipun dia keras kepala, dia benar-benar mencintai keluarganya.

Di masa depan, anggota keluarga besarnya akan diberantas hingga tak ada yang tersisa.

Dan mengalami segala jenis siksaan. Mulai dari pinggang mereka dikoyak oleh lima kuda, dipenggal, dirantai pada tiang besi lalu dibakar, diperbudak dan dipaksa untuk bekerja di tambang hingga mereka meninggal, dan hal-hal buruk lainnya!

Pandangan mata yang telah kehilangan harapan. Teriakan-teriakan kematian saat mereka disiksa berulang kali.

Tidak. pastinya tidak! Aku tidak akan membiarkan kejadian-kejadian ini terulang kembali!

Wen Rou berkeringat dingin. Dia langsung menggelengkan kepalanya untuk menjernihkan pikirannya. Dia benar-benar tidak berani tetap memikirkan hal-hal itu. Dia langsung berteriak, “Ayah, ada yang perlu putri mu katakan!”

 

Halo udah 3 bulanan aku nggak up. Ada banyak kendala yang membuat aku nggak bisa up. Niatnya mau up masal gitu… tapi ternyata setelah laptop ku di service, semua file ku hilang. Jadi aku harus terjemah ulang. Terima kasih untuk yang membaca terjemahan ini…

2
Comments

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • 0