KMM 93. Akan Baik Bagi Kita Untuk Tidak Bertemu Di Masa Depan

Featured Image

“Kau bisa mencobanya. Aku tidak takut.” Wajah Shen Qinglan tetap tidak berubah, dan bahkan suaranya tidak berfluktuasi. Itu masih jelas dan ringan seolah-olah dia juga memberi arti yang sama.

Wajah Lin Hao jelek. Alih-alih memperhatikan Shen Qinglan, dia melihat Gu Yang dan Gu Kai, berkata, “Apakah kau  akan memiliki dendam dengan Keluarga Lin ku karena seorang wanita? Kalau para tetua mengetahuinya, tidak mudah bagimu untuk menjelaskannya.”Gu Yang secara intuitif ingin tertawa ketika dia mendengar ini, tetapi dia melakukannya omong-omong, dan Lin Hao tampak lebih buruk.

“Apa yang kau tertawakan?”

Gu Yang tertawa, “Lin Hao, apa kau pikir kontradiksi antara dua generasi akan naik (berpengaruh) ke perusahaan?” Kau terlalu menganggap dirimu penting.

Meskipun Gu Yang tidak mengatakan bagian akhir kalimat, Lin Hao juga melihatnya dalam ekspresi Gu Yang. Warna wajah alaminya dan putih pucat membuatnya sangat tampan.

Gu Yang benar. Kontradiksi kecil antara dua generasi muda tidak akan menyebabkan pergulatan antara kedua perusahaan. Yang paling umum adalah teguran dari keluarga. Terlebih lagi, dua perusahaan besar seperti Lin dan Gu tidak memiliki hubungan yang kompetitif.

“Lin Hao, berhenti mengulur waktu di sini. Cepat penuhi janjimu. Kalau kau seorang pria, kau harus menepati janji. Jangan mencoba menipu.” Gu Yang tampak tidak sabar.

“Kau yang keterlaluan menipu orang. Kakakku sudah memberimu 50 juta yuan untuk memberimu wajah. Jangan tak tahu malu.” Seorang pria muda berambut coklat di belakang Lin Hao berteriak dengan marah dengan ekspresi murka di wajahnya.

“Yo, pemilik belum berbicara, tetapi anjingnya menggonggong dulu,” kata Gu Yang dengan senyum nakal di wajahnya.

Wajah pemuda berambut coklat itu berubah. “Siapa yang kau panggil anjing?”

“Siapa pun yang seharusnya.”

Nadi menonjol di dahi pemuda itu, dan dia menjadi marah ketika mendengar ini, belum lagi bahwa dia tidak pernah memiliki temperamen yang baik.

“Zhao San, aku menyarankanmu untuk tidak melakukannya.” Melihat bahwa pemuda dengan rambut coklat itu akan mulai meninju Gu Yang, Gu Kai berkata dengan dingin, “Kalau kau berani melakukannya hari ini, aku akan membiarkan perusahaan keluargamu bangkrut besok. Jangan berpikir aku takut, meskipun tidak ada yang bisa aku lakukan dengan Keluarga  Lin. Namun Keluarga Zhao memiliki restoran kecil, bahkan meskipun tidak memakai nama  Grup Gu, Aku masih bisa menemukan cara untuk membuatmu keluar dari bisnis. Kalau kau tidak percaya , kau bisa mencobanya.”

Setelah mendengar gesekan Gu Kai, pemuda berambut coklat, yang dikenal sebagai Zhao San, memiliki keragu-raguan dan ketakutan di wajahnya. Keluarga mereka pada awalnya adalah perusahaan katering kecil. Baru dua tahun yang lalu restoran mereka lebih berkembang setelah merangkul keluarga Lin, jadi dia bersedia mengikuti Lin Hao dan bekerja seperti kuda.

Dia tidak yakin apakah Keluarga Lin akan membantunya jika Keluarga Gu akan melawan Keluarga Zhao, tapi kemungkinan besar, dia tidak akan melakukannya.

Lin Hao secara alami melihat keraguan di wajah Zhao San dan memarahi orang yang tidak berguna ini di dalam hatinya. Dia melihat pria pendek lain di belakang Zhao San. Namanya adalah Wang Bo, yang juga bawahan Lin Hao. Tiga orang ini, terutama Lin Hao, sering menggunakan identitas Lin Hao untuk mendominasi di ibukota.

Wang Bo menerima pandangan Lin Hao dan ragu untuk tidak maju. Lagipula, mereka juga mendengar apa yang dikatakan Gu Kai , dan bisnis keluarga Wang mereka tidak tahaan kalau berhadapan dengan Keluarga Gu.

3Ketika Lin Hao melihat bahwa dia tidak bergerak, matanya tajam. Wang Bo gemetar dan berjalan.

“Gu Shao, Lin Shao kami bersedia bertaruh dan menerima kekalahan. Kami telah memberi Anda 50 juta taruhan, sehingga Anda dapat menghentikannya segera setelah Anda melihatnya. Anda harus memaafkan orang lain dan pergi.”

Wang Bo biasanya melakukan sesuatu untuk Lin Hao, tapi dia tidak pernah dengan mudah menyinggung orang. Hal yang sama berlaku sekarang. Jika dia bisa menenangkan orang dengan menundukkan kepalanya, maka dia akan menundukkan kepalanya. Wajah Lin Hao menggelap ketika dia mendengar kata-kata Wang Bo, tapi dia tidak mengatakan apa-apa.

Gu Yang menatapnya sambil tersenyum. “Wang Gendut, aku hanya tahu bahwa tuan mudamu adalah seorang lelaki. Seorang lelaki sejati tidak pernah menarik kembali kata-katanya tapi aku belum mendengar itu darinya.” Dengan itu, dia membuat gerakan mengorek telinganya.

Wajah Wang Bo juga tidak sedap di pandang ketika dia melihat wajah Lin Hao yang lebih jelek. Dia mengertakkan gigi dan menutup matanya. Dia berlutut di tanah, dan memberikan kowtow , “Bibi, kami kalah dalam kompetisi ini.”Langkah Wang Bo mengejutkan beberapa orang yang hadir. Tanpa diduga, dia akan berlutut dengan Lin Hao.

Meskipun Shen Qinglan sedikit terkejut, wajahnya tidak banyak berubah. Dia melihat Wang Bo berlutut di tanah, dan kemudian menatap mata Lin Hao, rasa dingin di matanya semakin dalam.”Lin Shao yang terkenal ternyata tidak lebih dari ini.” Nada menghina Shen Qinglan dan mata mengejeknya membuat Lin Hao merasa mendapat penghinaan yang besar.

Dia menatap Shen Qinglan dengan mata galak, seperti binatang kanibal, di mana ada sedikit persahabatan yang menawan. Sekarang dia hanya ingin memberi pelajaran pada wanita yang tidak tahu berterima kasih ini.

Dia, Lin Hao, telah tinggal di ibukota selama bertahun-tahun, dan tidak ada wanita yang berani menghinanya.

Dia mengepalkan tinjunya dan nadinya meledak. Dia bukan pria terhormat  kalau dia ingin bertarung melawan wanita.

Tindakan Lin Hao terlihat oleh Gu Yang. Matanya dingin, dan dia mengepalkan tinjunya dan memukulnya, tapi Lin Hao tidak siap dengan tindakan Gu Yang; dia terhuyung.

“Sialan, Gu Yang, kau berani memukulku.” Wajah Lin Hao dipukul. Gu Yang memukulnya dengan pukulan yang keras, tetapi dengan hanya satu pukulan, mulut Lin Hao berlumuran darah.

Lin Hao tidak berpikir bahwa dia selalu berhadapan dengan Gu Yang, tetapi dalam hal kekuatan, dia bukan lawan Gu Yang. Bagaimanapun, kakek Gu Yang adalah Tetua Gu.

Mengetahui bahwa dia tidak bisa mengalahkan Gu Yang, Lin Hao meludahkan seteguk darah, mengeluarkan ponselnya dan memutar telepon, “Kakak, ya, ini aku. Aku bertemu dengan seorang bajingan buta di Sirkuit Internasional Jintian. Ya, Kakak Sun, aku akan menunggumu. ”

Setelah menutup telepon, Lin Hao memandang Gu Yang seolah-olah dia sudah mati. Meskipun Kakak Sun tidak akan membunuh Gu Yang, ia akan menderita daging dan kulit sobek. Dia berani memukulnya. Hari ini, jika dia tidak mengeluarkan lapisan kulit dari Gu Yang, dia tidak akan menjadi Lin Hao.

Adapun konsekuensi setelah pertarungan, itu di luar pertimbangan Lin Hao. Sekarang dia sudah didominasi oleh kemarahan.

“Gu Yang, Kalau kau punya nyali, berdiri saja di sini dan tunggu aku. Kalau kau berani keluar dari sini hari ini, kau bukan laki-laki.”Gu Yang menggosok tangan yang menyakitkan tadi. Memukul terlalu keras membuat punggung tangannya juga terluka. Seperti yang diharapkan, kulit Lin Hao terlalu tebal.

Dia tahu bahwa Lin Hao telah memanggil seseorang, mungkin dia adalah seorang gangster dari suatu tempat. Jika dia adalah satu-satunya orang disini, dia tidak akan takut. Tapi sekarang ada seorang wanita di sampingnya, dan Gu Kai juga terluka. Dia memiliki dua beban di sini. Secara alami, dia tidak bisa saling memukul dengan keras. Dia hanya ingin pergi, tapi dia dikelilingi oleh empat bawahan Lin Hao.

Meskipun dua orang dari mereka belum berbicara atau melakukan apa pun sejak awal, setelah Lin Hao menutup telepon, mereka berkumpul di sekitar Gu Yang, Gu Kay dan Shen Qinglan, tampaknya berniat untuk membuat mereka agar tidak kabur.


gak sabar nunggu aksi Lan Lan kita ^_^

Jangan lupa follow ig kami yha @translateindo

Tolong dimatikan addblock nya, untuk men-support para penerjemah kami ^_^

Feel free to give me saran dan kritik tentang terjemahan ini ,Lya disini siap membenahi ^_^

-Thanks in Advance-

Table Of Content

KMM 92. Menang Mana Taruhannya?
KMM 94. Lakukan Jalan Memutar Kalau Kau Bertemu Kami Di Masa Depan

3 thoughts on “KMM 93. Akan Baik Bagi Kita Untuk Tidak Bertemu Di Masa Depan”

  1. Kapan update lagi ya?
    Baru kemarin baca, ceritanya cukup menarik perhatian ku😍
    Gak sabar tungguin na!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.